{"id":1517,"date":"2016-04-23T15:34:34","date_gmt":"2016-04-23T15:34:34","guid":{"rendered":"http:\/\/www.kodansays.com\/?p=1517"},"modified":"2016-04-23T15:34:34","modified_gmt":"2016-04-23T15:34:34","slug":"renungan-ibadah-pw8","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=1517","title":{"rendered":"Renungan Ibadah PW8"},"content":{"rendered":"<p>Kita Adalah Terang Dunia <\/p>\n<p>Yohanes 8:12<br \/>\nMaka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: &#8220;Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.&#8221; <!--more--><\/p>\n<p>Dalam sebuah ayat dikatakan bahwa kita adalah terang dunia : <\/p>\n<p>Matius 5:14<br \/>\nKamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. <\/p>\n<p>Apa ciri seseorang yang adalah terang? <\/p>\n<p>1. Dia seorang yang mengikuti Tuhan <\/p>\n<p>Mengikut Tuhan berarti ada bersama Tuhan di manapun Tuhan berada, secara &#8216;jarak&#8217; itu dekat, tidak jauh. Jadi seseorang yang adalah terang dunia itu orang yang dekat dengan Tuhan. <\/p>\n<p>Mengikut Tuhan berarti juga memperhatikan &#8216;gerak gerik&#8217; Tuhan, kalau Tuhan &#8216;belok kiri&#8217; maka kita juga harus &#8216;belok kiri&#8217;, tidak berlawanan tindakannya dengan Tuhan. Artinya hidup sesuai dengan Firman Tuhan. <\/p>\n<p>Mengikut Tuhan berarti &#8216;searah atau setujuan&#8217; dengan Tuhan, seperti kita mengikuti seseorang hingga sampai di tempat tujuannya. Artinya kita hidup bukan punya tujuan sendiri, tapi menggenapi tujuan hidup yang Tuhan telah tetapkan dalam hidup setiap kita. <\/p>\n<p>2. Tidak Berjalan Dalam Kegelapan <\/p>\n<p>Kegelapan itu gambaran keadaan dunia ini : <\/p>\n<p>Yohanes 3:19<br \/>\nDan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. <\/p>\n<p>Gelap identik dengan perbuatan jahat, maka terang menjadi identik dengan perbuatan baik, tidak ada kejahatan dalam dirinya. Tidak berjalan dalam kegelapan berarti tidak melakukan hal-hal yang jahat, karena perbuatan jahat berasal dari iblis. <\/p>\n<p>Gelap berarti tidak bisa melihat apa-apa, tidak bisa melihat sisi baik dari orang lain, pikirannya &#8216;buta&#8217; oleh iri hati, kecewa, dendam, dan sebagainya. Tidak bisa melihat karya Tuhan dalam hidupnya, tidak bisa merasakan Tuhan mengasihinya. <\/p>\n<p>Bagaimana kita berfungsi sebagai terang dunia? <\/p>\n<p>Yesaya 58:10 KJV<br \/>\nAnd if thou draw out thy soul to the hungry, and satisfy the afflicted soul; then shall thy light rise in obscurity, and thy darkness be as the noonday: <\/p>\n<p>Dan jika kamu mengulurkan jiwamu pada yang lapar, dan memuaskan jiwa yang menderita; kemudian terangmu akan bangkit\/terbit dalam ketidak jelasan\/kabur, dan kegelapanmu akan menjadi seperti tengah hari <\/p>\n<p>Ayat ini berkata jika kita sedang dalam situasi yang serba tidak mengerti\/tidak jelas dan &#8216;gelap&#8217; namun perduli dan berbuat baik kepada &#8216;kelaparan&#8217; dan &#8216;penderitaan&#8217; orang lain, maka terang kita akan terbit dan situasi &#8216;gelap&#8217; kita berubah menjadi sangat terang seperti terangnya matahari di tengah hari. <\/p>\n<p>Terang dunia adalah bukan orang yang sempurna, tapi orang yang berbuat baik bagi sesamanya, mempraktekkan Firman Tuhan dan selalu dekat dengan Tuhan. <\/p>\n<p>Amin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kita Adalah Terang Dunia Yohanes 8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: &#8220;Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.&#8221;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1517","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1517","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1517"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1517\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1518,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1517\/revisions\/1518"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1517"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1517"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1517"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}