{"id":3953,"date":"2019-12-19T00:43:44","date_gmt":"2019-12-19T00:43:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=3953"},"modified":"2019-12-19T00:43:48","modified_gmt":"2019-12-19T00:43:48","slug":"dianggap-pembawa-sial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=3953","title":{"rendered":"Dianggap Pembawa Sial"},"content":{"rendered":"<p>DI 19122019<\/p>\n<p>Kejadian 38:7, 10-11<\/p>\n<p>Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia.<br \/>\nTetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga.<\/p>\n<ul>\n<li>Lalu berkatalah Yehuda kepada Tamar, menantunya itu: &#8220;Tinggallah sebagai janda di rumah ayahmu, sampai anakku Syela itu besar,&#8221; sebab pikirnya: &#8220;Jangan-jangan ia mati seperti kedua kakaknya itu.&#8221; Maka pergilah Tamar dan tinggal di rumah ayahnya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Yehuda memiliki 3 anak laki-laki, yg sulung menikah dg Tamar, lalu kemudian mati. Anak keduanya yg laki-laki jg ternyata mati. Tamar dianggap sbg perempuan yg membw kutuk dlm keluarga Yehuda, shga spt ayat yg kita baca, Yehuda sengaja ingin menjauhkan Tamar dr keluarga Yehuda.<\/p>\n<p>Benarkah ada org-org tertentu yg dianggap sbg pembawa kutuk atau sial? Mgkin penilaian ini muncul krna sejak masuknya org itu dlm keluarga atau mgkin usaha justru membw hal-hal negatif. Dlm kasus Tamar, matinya kedua suaminya yaitu anak-anak lelaki dr Yehuda ternyata bkn krna Tamar, tp krna kedua anak laki-laki Yehuda itu dibunuh Tuhan krna perbuatan jahat keduanya. Jd jgn cepat menilai apalg memvonis seseorg sbg penyebab bnyk hal buruk yg telah terjd. Akibatnya bs fatal, nama baik org itu bs hancur di mata bnyk org, dan tentunya ini sangat jahat. Kita tdk boleh berlaku demikian.<\/p>\n<p>Sebaliknya, apakah benar ada anggapan bhw seseorg itu sbg pembawa &#8216;hoki&#8217; atau keberuntungan? Mengenai hal ini kita bs melihat bgmna Yusuf saat bekerja di rumah Potifar, krna penyertaan Tuhan, Potifar ikut menikmati hasil dr penyertaan Tuhan atas Yusuf:<\/p>\n<p>Kejadian 39:5<br \/>\nSejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.<\/p>\n<p>Jd bkn disebut pembawa hoki sbnarnya, tp di mana ada org yg disertai Tuhan, maka berkat Tuhan akan mengikutinya, org lain ikut mengalami dampaknya. Namun spt kisah Yunus yg krna dia, org sekapal mengalami badai dahsyat, mgkin saja bs dikategorikan sbg pembawa sial, namun tentunya kita hrs bs membuktikan org yg kita curigai sbg pembawa sial ini memang krna salahnya Dia terhadap Tuhan atau bkn. Jgn mudah dan terlalu cepat memvonis krna bs saja ternyata kita salah.<\/p>\n<p>Jadilah org yg membuat org-org di sekitar kita ikut menikmati berkat Tuhan yg dihasilkan dr penyertaan Tuhan. Hiduplah benar di hadapan Tuhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 19122019 Kejadian 38:7, 10-11 Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia. Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga. Lalu berkatalah Yehuda kepada Tamar, menantunya &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=3953\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-3953","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3953","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3953"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3953\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3954,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3953\/revisions\/3954"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3953"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3953"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3953"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}