{"id":5238,"date":"2021-10-15T23:55:14","date_gmt":"2021-10-15T23:55:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5238"},"modified":"2021-10-15T23:55:27","modified_gmt":"2021-10-15T23:55:27","slug":"merubah-nasib","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5238","title":{"rendered":"Merubah Nasib"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 16102021<\/p>\n\n\n\n<p>Amsal 17:2 KJV<br \/>A wise servant shall have rule over a son that causeth shame, and shall have part of the inheritance among the brethren.<\/p>\n\n\n\n<p>Hamba yang bijaksana akan berkuasa atas anak laki-laki yang membuat malu, dan akan mendapat bagian dari warisan di antara saudara-saudaranya.<\/p>\n\n\n\n<p>Hamba atau budak, kita sebut pelayan, pd zaman dulu itu status sosialnya di pandangan masyarakat sangat rendah, hampir dipersamakan spt (maaf) hewan peliharaan, itulah realitanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dlm kisah bbrpa tokoh Alkitab yg dlm hidupnya pernah menjd budak, mereka mengalami perubahan nasib krna cara mrka bekerja yg bs membuat majikan mrka puas dan bs mempercayai harta benda atau tugas penting. Yusuf, anak Yakub, anak emas yg krna ketentuan Tuhan nantinya akan menjd penguasa nomor 2 di Mesir, hrs menjalani proses Tuhan dg menjd budak, namun karena penyertaan Tuhan dan jg cara dia dlm bekerja, maka promosi demi promosi Yusuf alami hingga akhirnya menjd org nomor 2 di Mesir. Daniel dan 3 teman yg sama-sama diangkut ke Babel sbg tawanan, krna penyertaan Tuhan dan hikmat serta cara mrka bekerja yg baik, mendpt posisi penting di kerajaan Babel, dari tawanan menjd penguasa di kerajaan yg menjajah bangsa mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Budak yg bijaksana, ini yg perlu utk kita perhatikan 2 kata ini: budak dan bijak. Nasib sbg budak itu sebuah realita yg memang bs krna ketentuan Tuhan, atau krna situasi yg terjd dlm keluarga atau dirinya sndri. Tapi apakah sampai mati tetap jd budak? Dlm ayat ini kita temukan bhw ada &#8216;kesempatan&#8217; untuk merubah nasib, bahkan mengubah apa yg sebagian org percaya sbg &#8216;takdir&#8217;, ini terjd jika anak majikannya berlaku jahat dan membuat malu keluarganya. Ada satu aturan pd zaman itu bhw jika tidak punya anak, maka warisan bs diberikan pd pelayan yg dikasihi oleh tuannya:<\/p>\n\n\n\n<p>Kejadian 15:3<br \/>Lagi kata Abram: &#8220;Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi dlm dunia ini, posisi kita skrg bisa saja suatu saat Tuhan gantikan dg org lain yang menduduki posisi kita, kalau kita ini &#8216;membuat malu&#8217; Tuhan, apa yg Tuhan janjikan semula, akhirnya Dia berikan utk org lain. Ingat bhw Daudlah yg akhirnya menerima janji Tuhan bhw dia dan keturunannya akan menjd raja atas Israel, yg semula itu dijanjikan pd Saul.<\/p>\n\n\n\n<p>Yakub mendpt hak kesulungan dan Esau hanya menerima sdkit berkat dari ayahnya, ingatlah bhw nasib dan takdir bs berubah dlm keKristenan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 16102021 Amsal 17:2 KJVA wise servant shall have rule over a son that causeth shame, and shall have part of the inheritance among the brethren. Hamba yang bijaksana akan berkuasa atas anak laki-laki yang membuat malu, dan akan mendapat &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5238\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5238","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5238","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5238"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5238\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5239,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5238\/revisions\/5239"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5238"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5238"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5238"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}