{"id":5422,"date":"2022-01-29T00:07:45","date_gmt":"2022-01-29T00:07:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5422"},"modified":"2022-01-29T00:07:57","modified_gmt":"2022-01-29T00:07:57","slug":"pantaskah-kita-marah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5422","title":{"rendered":"Pantaskah Kita Marah?"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 29012022<\/p>\n\n\n\n<p>Yunus 4:3-4<br \/>Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup.&#8221;<br \/>Tetapi firman TUHAN: &#8220;Layakkah engkau marah?&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Kadang kita tdk setuju dgn apa yang menjadi keputusan atau rencana yg dipilih oleh mrka yg secara otoritas ada di atas kita: orangtua, pimpinan dlm negara, pimpinan di kantor kita, bahkan pimpinan rohani di gereja kita, apa yg hrs menjd sikap kita?<\/p>\n\n\n\n<p>Sistem demokrasi membebaskan tiap orang boleh mengajukan protes dan ketdk setujuan mengenai sesuatu, ada demo yang dilakukan, ada jg petisi atau menggalang dukungan dari publik utk sesuatu yg dirasakan tdk sesuai dg apa yg semestinya. Dlm ayat ini, Yunus yang saat itu kesal dan marah krna Tuhan tidak jd menghukum kota Niniwe krna mrka bertobat, menilai bhw dirinya lebih baik mati saja, yang jahat dibiarkan hidup, yg baik justru tdk dapat apa-apa, buat apa disuruh Tuhan lalu Tuhan sndri jg yg membatalkannya. Tuhan koq lebih sayang PD &#8216;musuh&#8217; drpd bangsa pilihan-Nya sndri, ini mgkin spt seorg anak kandung yang merasa orangtuanya lebih sayang pada anak tetangga. Yunus tahu bhw tdk mgkin dia bisa melarang Tuhan, Tuhan bebas mau lakukan apa saja yg Dia pandang itu baik, tp kalau hal itu justru membuat nyawanya terancam, dia berpikir bhw lebih baik mati drpd hidup. Kita jg mgkin pernah mengalami hal spt ini, ada di saat di mana kita hrs menderita demi org lain yg justru menyakiti hati kita, di mana keadilan Tuhan?<\/p>\n\n\n\n<p>Yang hrs kita sadari adalah bhw Tuhan penuh kasih, Tuhan akan memberi semua org waktu dan kesempatan utk bertobat, apakah dia org baik atau org jahat, yg Tuhan inginkan adalah pertobatan, krna org baik dan org jahat punya hak yg sama utk menikmati pengampunan dr Tihan atas dosa mrka. Terkadang justru yang Tuhan lakukan adalah memakai kita, org yang disakiti, utk &#8216;melayani&#8217; org yg telah menyakiti kita. Lha dia enak terima pengampunan, tapi bgmna dg sakit hati yg masih terasa? Kenapa Tuhan tdk jg mengirim org lain utk menghibur kita, malah kita yg &#8216;melayani&#8217; org lain? Kenapa org lain yg Dia urus duluan sdgkan kita masih merasakan kepedihan hati? Mana keadilan yg katanya adalah milik Tuhan? Yang perlu kita sadari adalah Tuhan berdaulat penuh untuk melakukan apa saja yg Dia inginkan, apakah kita setuju atau tdk dg itu, tidak berpengaruh pd keputusan yg Dia ambil. Apakah org jahat tdk pantas menerima pengampunan Tuhan? Apakah dosa mrka lebih bnyk drpd dosa kita? Apakah kita lebih baik drpd org jahat? Apakah surga hanya pantas bagi kita, org jahat harus masuk neraka? Kita kah yg menentukan org lain masuk surga atau neraka? Apakah kita mau menggantikan posisi Tuhan?<\/p>\n\n\n\n<p>Boleh tdk setuju dg apa yg Tuhan dan org-org yg punya otoritas di atas kita pilih &amp; lakukan, tp sadarlah kalau pilihan dan keputusan itu dampaknya baik buat org lain, kitapun jangan berusaha utk menghalanginya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 29012022 Yunus 4:3-4Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup.&#8221;Tetapi firman TUHAN: &#8220;Layakkah engkau marah?&#8221; Kadang kita tdk setuju dgn apa yang menjadi keputusan atau rencana yg dipilih oleh mrka yg secara &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5422\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5422","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5422","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5422"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5422\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5423,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5422\/revisions\/5423"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5422"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5422"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5422"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}