{"id":5482,"date":"2022-03-08T22:00:16","date_gmt":"2022-03-08T22:00:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5482"},"modified":"2022-03-08T22:00:27","modified_gmt":"2022-03-08T22:00:27","slug":"ampuni-kalau-bertobat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5482","title":{"rendered":"Ampuni Kalau Bertobat"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 09032022<\/p>\n\n\n\n<p>Lukas 17:3 KJV<br \/>Take heed to yourselves: If thy brother trespass against thee, rebuke him; and if he repent, forgive him.<\/p>\n\n\n\n<p>Jagalah dirimu sendiri: Jika saudaramu bersalah kepadamu, tegurlah dia; dan jika dia bertobat, ampunilah dia.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemahaman ttg mengampuni hrs dipahami sesuai dg apa yg dimaksud oleh Tuhan, dlm ayat ini ada syarat sblum pengampunan itu kita berikan pd org yg bersalah terhadap kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Benarkah pola pikir yg umum diajarkan oleh bnyk org bahwa: ampuni saja org yg bersalah pd kita walaupun dia blm meminta maaf pd kita? Ini mengacu pada peristiwa Yesus saat disalibkan dan mohon pd Bapa utk memberi pengampunan bagi mrka yg menyakinkan Dia krna mrka tidak tahu apa yg mereka perbuat (Lukas 23:34). Yg hrs kita pahami Yesus itu adalah Tuhan, jadi ucapan ini berlaku antara Tuhan dgn manusia, inipun permohonan yg keputusan akhirnya ada di tangan Bapa. Lalu bgmna dg antar sesama manusia? Ucapan Yesus dlm ayat ini jelas bhw sblum memberi pengampunan hrs ada syaratnya: orang yang bersalah pd kita itu hrs kita tegur dulu, kalau bertobat maka berikan pengampunan. Jadi bgmna kalau dia mengabaikan teguran kita? Jelas bhw kita tdk bs memberi pengampunan krna tdk terpenuhinya syarat hrs didahuluinya dgn teguran dan pertobatan. Bnyk kasus yg kita dengar, tidak menegur org yg bersalah pd dia, tp dia &#8216;katanya&#8217; sdh mengampuni, lho, ini justru dia melanggar firman Tuhan dlm ayat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Sederhananya, tetap bangun komunikasi dgn org yg bersalah pd kita, tunjukkan kesalahan yg dia perbuat terhadap kita, lalu kita tegur, kalau dia bertobat, ampuni. Kalau dia ulangi lagi, ampuni lagi kalau dia bertobat, jd selama dia menyesal dan bertobat, dia layak terima pengampunan dr kita. Kenyataannya banyak org langsung memutus komunikasi dan lalu bicara pd Tuhan bhw sudah mengampuni org itu, jelas ini tdk sesuai dg ajaran Tuhan Yesus yg menginginkan rekonsiliasi, ada pemulihan hubungan dg diberikannya pengampunan. Jd kalau org itu blm bertobat dan mengabaikan teguran kita, yang bs kita katakan pd Tuhan adalah bhw kita selalu siap utk memberikan pengampunan kapanpun org itu datang pada kita dg pertobatannya. Jgn lagi pakai pikiran yg salah: sudah mengampuni walau belum didatangi org itu utk meminta maaf pd kita. Kalau kita memutuskan komunikasi, berarti kita tdk menginginkan terjadinya rekonsiliasi, pdhal tujuan diberikannya pengampunan itu adalah pemulihan hubungan kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Selalu siaplah untuk memberi pengampunan, kapanpun org yg bersalah pada kita meminta hal itu dr kita, bahkan saat dia ada dlm nafas terakhirnya di dunia ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 09032022 Lukas 17:3 KJVTake heed to yourselves: If thy brother trespass against thee, rebuke him; and if he repent, forgive him. Jagalah dirimu sendiri: Jika saudaramu bersalah kepadamu, tegurlah dia; dan jika dia bertobat, ampunilah dia. Pemahaman ttg mengampuni &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5482\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5482","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5482","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5482"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5482\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5483,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5482\/revisions\/5483"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5482"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5482"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5482"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}