{"id":5620,"date":"2022-05-27T22:32:23","date_gmt":"2022-05-27T22:32:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5620"},"modified":"2022-05-27T22:32:30","modified_gmt":"2022-05-27T22:32:30","slug":"melayani-tuhan-dengan-harta-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5620","title":{"rendered":"Melayani Tuhan Dengan Harta"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 28052022<\/p>\n\n\n\n<p>Lukas 8:3<br \/>Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Yesus itu Tuhan, tapi saat Dia menjadi manusia, Dia juga realistis, dalam hal kebutuhan yg harus dipenuhi untuk rombongan Dia dan para murid, Yesus tidak menolak dukungan keuangan dari bbrpa perempuan yg lebih dlm hal harta.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini Tuhan mengajar kita jg utk realistis, sbg manusia, Dia ciptakan kita dan melengkapi kita dgn otak utk berpikir, itulah sebabnya kita tahu apa namanya logika, sesuatu yg masuk di akal, yg bs dicerna dgn pikiran otak kita. Yesus dan para murid hanya berkeliling mengajar dan juga melayani, para murid sdh meninggalkan profesi mrka masing-masing, lalu bgmna bs memenuhi kebutuhan rombongan meraka? Kita percaya bs saja Yesus melakukannya dgn cara supranatural krna Dia sanggup melakukan mujizat dan tanda ajaib, tp Dia memberikan kesempatan bbrpa org perempuan yg &#8216;kaya&#8217; untuk melayani kebutuhan keuangan Yesus dan rombongan-Nya dgn harta mereka. Pernahkah Yesus dan rombongan bisa mengalami kekurangan uang? Peristiwa Yesus memberi makan 5000 org laki-laki menjd bukti bhw uang yg mrka miliki saat itu tdklah banyak, dan utk memberi makan lebih dari 5000 orang, Yesus akhirnya harus melakukan mujizat pelipat gandaan supaya semua org bs makan sampai kenyang. Kisah ttg Yesus membayar bea untuk Bait Allah dgn menyuruh Petrus utk memancing ikan di danau, ikan pertama yg dipancing ada 4 dirham dlm mulut ikan itu (Matius 17:34-27) jg menunjukkan bhw rombongan mereka pernah jg mengalami kekurangan uang.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara pandang seseorg ttg harta yg dia miliki bs saja berbeda-beda, ada yg menganggap bahwa itu adalah miliknya 100%, hasil kerja kerasnya, mau diapakan yah 100% diatur oleh dirinya sndri saja. Ada yg berpandangan harta itu &#8216;titipan&#8217; dari Tuhan, namanya dititipkan, bukan punya pribadi, tdk boleh dipakai tanpa izin, hrs mengikuti yang Tuhan pesankan ttg harta itu, tp dalam Kristen, harta bukan milik kita 100%, juga bukan titipan, tp sebuah kepercayaan untuk kita mengelolanya dgn baik, ada aturan ttg mengelola harta, ada yg utk dijadikan &#8216;roti&#8217; artinya utk memenuhi semua kebutuhan hidup kita, ada utk dijadikan &#8216;benih&#8217;, sesuatu yg hrs kita kelola agar harta kita menjd berlipat ganda di masa depan. Perumpamaan ttg talenta dlm Matius 25, bs kita pelajari bahwa harta adalah sebuah kepercayaan yg Tuhan beri pd kita utk dilipat gandakan, baik dlm jumlahnya maupun dlm hal penggunaannya, utk membuat Tuhan &#8216;senang&#8217;, salah satunya dgn melayani Dia dgn harta yg Dia percayakan. Suatu saat Tuhan akan minta pertanggung jawaban dr kita bgmna cara kita mengelola harta yg Dia percayakan itu, dan ada hubungannya dgn kekekalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Layani Tuhan dgn harta, itu yg terjd saat awal dr pertobatan massal di awal jemaat Tuhan lahir setelah Petrus dan para murid berkhotbah di hr Pentakosta, menjual harta dan berbagi dengan sesama, melayani dgn harta.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 28052022 Lukas 8:3Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. Yesus itu Tuhan, tapi saat Dia menjadi manusia, Dia juga realistis, dalam hal kebutuhan yg harus dipenuhi untuk rombongan &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5620\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5620","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5620"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5620\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5621,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5620\/revisions\/5621"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}