{"id":5622,"date":"2022-05-30T00:01:32","date_gmt":"2022-05-30T00:01:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5622"},"modified":"2022-05-30T00:01:39","modified_gmt":"2022-05-30T00:01:39","slug":"tidak-setuju-tuhan-murah-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5622","title":{"rendered":"Tidak Setuju Tuhan Murah Hati"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 30052022<\/p>\n\n\n\n<p>Matius 20:15 KJV<br \/>Is it not lawful for me to do what I will with mine own? Is thine eye evil, because I am good?<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah tidak sah bagiku untuk melakukan apa yang aku kehendaki dengan milikku sendiri? Apakah matamu menjadi jahat, karena aku baik?<\/p>\n\n\n\n<p>Perumpamaan ttg pemberian upah ini memang menarik, dari sudut pandang manusia memang sepertinya tdk adil, tp kita akan diperhadapkan dgn kedaulatan Tuhan yang tdk bs kita ganggu gugat.<\/p>\n\n\n\n<p>Terserah &#8216;boss&#8217; mau menggaji berapapun untuk karyawan-karyawannya, sebelum mulai bekerja, pasti ada kesepakatan dulu ttg upah atau gaji yg akan diterima. Jika &#8216;boss&#8217; menggaji karyawan lain dgn jumlah yg sama dgn yg kita terima tapi dgn pekerjaan yg lebih ringan dan jam kerja yg lebih pendek drpd kita, pasti kita juga bs berpikir bhw &#8216;boss&#8217; ini tdk adil, pilih kasih, dsbnya. Tp yg perlu kita sadari adalah yang namanya &#8216;boss&#8217; itu punya &#8216;hak khusus&#8217; utk melakukan apapun yang dia mau, termasuk dlm soal harta miliknya, jadi lucu jika kita protes dgn hal itu, sm seperti kalau ada org yg protes saat kita memberkati org lain, koq kita berbuat baik, pakai uang kita sndri, bkn uang hasil penggalangan dana, org malah tidak suka? Berbuat baik saja masih diprotes, itulah org dgn mata yg &#8216;jahat&#8217; spt yg disebutkan di dlm ayat ini. Apa itu &#8216;mata yg jahat&#8217;? Mata yg melihat apapun dg sudut pandang yg mencari-cari cela dan kesalahan dr perbuatan yg dilakukan orang lain, sekalipun yg dilakukan org itu adalah suatu hal yg baik. Dan kita perlu menjaga mata kita dr hal ini, mengukur dan menilai sesuatu dari sudut pandang kebenaran dan keadilan menurut versi kita sndri.<\/p>\n\n\n\n<p>Pernah merasa Tuhan lebih sayang petobst baru drpd kita yg sdh lama mengikut Tuhan? Pernah merasa doa org lain lebih cepat dijawab Tuhan drpd doa kita? Pernah merasa kenapa orang lain ditolong tp kita tidak? Kenapa semuanya ini bisa muncul dlm pikiran kita? Sejujurnya karena kita berpikir Tuhan sangat mengasihi kita lebih drpd org lain, kita berpikir bhw kita sdh lebih banyak berbuat utk Tuhan drpd org lain, kita lebih senior dibandingkan org lain. Spt pekerja dlm ayat ini, merasa sdh lebih bnyk bekerja drpd org yg baru saja diterima bekerja oleh tuannya. Ketika kita menilai diri kita &#8216;lebih&#8217; drpd org lain, di sinilah pd akhirnya kita &#8216;menuntut&#8217; Tuhan utk jg memberi yg lebih pd kita drpd yg Dia berikan pd org lain. Hubungan kita dgn Tuhan kita dasari dg apa yg kita sebut sbg prestasi di hadapan Tuhan. Kita lupa bhw Tuhan berdaulat penuh utk melakukan apapun yang Dia mau dgn menggunakan semua yg Dia punya, dan ini tdk bs diganggu gugat. Jd mulailah punya mata yg &#8216;baik&#8217;, ikut bahagia saat org lain mengalami kebaikan Tuhan yg mungkin jauh lebih besar drpd yg pernah kita terima dari Tuhan. Ikut senang, ikut bahagia dan tdk iri.<\/p>\n\n\n\n<p>Jaga mata kita dgn baik, jgn biarkan mata kita menjd mata yg &#8216;jahat&#8217;, jgn protes dgn apapun yg Tuhan berikan pd org lain, tapii ikut bersukacita dgn org yg bersukacita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 30052022 Matius 20:15 KJVIs it not lawful for me to do what I will with mine own? Is thine eye evil, because I am good? Apakah tidak sah bagiku untuk melakukan apa yang aku kehendaki dengan milikku sendiri? Apakah &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5622\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5622","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5622"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5622\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5623,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5622\/revisions\/5623"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}