{"id":5654,"date":"2022-06-18T00:05:05","date_gmt":"2022-06-18T00:05:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5654"},"modified":"2022-06-18T00:05:15","modified_gmt":"2022-06-18T00:05:15","slug":"tuhan-menguji-hati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5654","title":{"rendered":"Tuhan Menguji Hati"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 18062022<\/p>\n\n\n\n<p>Amsal 17:3<br \/>Kui adalah untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, tetapi TUHANlah yang menguji hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan itu kalau menguji seseorang, langsung ke bagian yg paling &#8216;jujur&#8217; dlm diri org itu, yaitu hati manusia, karena ucapan mulut dgn isi hati yang sebenarnya bisa bertolak belakang satu sama lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Definisi kebohongan itu mungkin bnyk versi, tapi yg paling hakiki adalah bedanya isi hati dengan apa yg diucapkan. Itulah sebabnya knpa kita bs dibohongi seseorg, apakah itu keluarga, teman, arau siapapun jg, bahkan ada org yg masih juga &#8216;bloon&#8217;, masih bohong pd Tuhan yg sebenarnya sangat tahu isi hati manusia. Ibarat sudah lihat rekaman CCTV, tp masih tdk mengakui dia yang berbuat. Itulah knpa Tuhan menguji hati setiap org, dan ketika Dia menguji hati, pasti ada &#8216;hasil&#8217; yg ingin Dia temukan dlm diri seseorg. Hasil apa saja? Tergantung Tuhan mengujinya dlm hal apa dan apa yg ingin Dia tunjukkan pada kita. Sblum Dia mengujipun, Dia sudah tahu hati kita, kalau sdh tahu, knpa masih diuji? Jadi pengujian hati kita ini lebih utk kepentingan diri kita sbnarnya, Dia mau tunjukkan bgmna &#8216;kesehatan&#8217; hati kita &amp; apa yg hrs kita evaluasi setelah hasil pengujian hati kita itu terlihat hasilnya. Apakah hati kita ini masih bisa mengampuni? Masih ada rasa cinta dlm hati kita pada Tuhan? Masih ada kerinduan utk mengasihi dan melayani Tuhan? Masih ada kerelaan utk menjd berkat bagi org lain, dsbnya. Semuanya ditunjukkan agar kita berbenah diri &amp; menjd pribadi yg lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Masalahnya adalah kita tdk tahu kapan saatnya Tuhan akan menguji hati kita. Dia tidak mungkin meminta izin dulu pada kita, memangnya siapa kita ini sampai Tuhan hrs memberitahukan lebih dulu sblum menguji hati kita? Bisa saja setelah membaca renungan ini, Tuhan langsung lakukan pengujian terhadap hati kita, atau mgkin bbrpa jam setelah ini, atau mgkin besok, dstnya. Siap atau tidak siap, kita akan masuk dlm pengujian hati, dan ujian ini bs sangat menggoncang iman kita, bisa sangat mengganggu kenyamanan kita, bs sangat mengacaukan rencana yg sedang kita jalankan, dsbnya. Apa respon hati kita? Protes? Berarti kita belum sepenuhnya pny hati hamba. Marah? Artinya kita masih jadi &#8216;tuan&#8217; yg merasa punya hak sepenuhnya atas hidup kita. Respon hati yg benar adalah cerminan dari isi hati kita yg isinya adalah hal-hal yg Tuhan sukai, ada hati yg penuh ucapan syukur, ada hati yang taat, ada hati yg penuh kasih, dsbnya. Intinya ialah siapa yg jadi penguasa dlm hidup kita, apakah Tuhan atau masih diri kita sndri? Hati yg teruji akan jd hati yg disukai Tuhan dan Dia akan memberkati hidup kita lebih daripada yg sblumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ujian hati tidak tahu kapan akan kita alami, tapi kita hrs siap meresponinya dgn benar agar kita bisa lulus dari ujian dr Tuhan dan hubungan kita dgn Tuhan akan semakin intim dan berkualitas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 18062022 Amsal 17:3Kui adalah untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, tetapi TUHANlah yang menguji hati. Tuhan itu kalau menguji seseorang, langsung ke bagian yg paling &#8216;jujur&#8217; dlm diri org itu, yaitu hati manusia, karena ucapan mulut dgn &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5654\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5654","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5654","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5654"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5654\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5655,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5654\/revisions\/5655"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5654"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5654"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5654"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}