{"id":5778,"date":"2022-08-27T00:10:03","date_gmt":"2022-08-27T00:10:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5778"},"modified":"2022-08-27T00:10:11","modified_gmt":"2022-08-27T00:10:11","slug":"kesendirian-dengan-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5778","title":{"rendered":"Kesendirian Dengan Tuhan"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 27082022<\/p>\n\n\n\n<p>Kejadian 22:19<br \/>Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.<\/p>\n\n\n\n<p>Abraham pergi bersama Ishak dan 2 bujangnya, artinya ada 4 org yg pergi, tp di ayat ini hanya 3 org saja yg kembali setelah peristiwa Abraham hendak mengorbankan Ishak atas perintah dari Tuhan, Ishak di mana?<\/p>\n\n\n\n<p>Secara logika, pastinya Ishak masih tetap ada di gunung itu, ditambah bukti saat Sara meninggal dunia di pasal selanjutnya (Kejadian 23), hanya dicatat bhw Abraham saja yg menguburkan, tapi nama Ishak tdk disebut. Wajarkah seorang anak tdk hadir saat penguburan ibunya? Maka secara logika bs kita simpulkan bhw Ishak ada di atas gunung di Tanah Moria, selama sekian waktu, br di Kejadian 24, Ishak baru muncul lagi berkaitan dgn pencarian jodoh yg dilakukan Abraham utk dia. Berapa lama Ishak &#8216;menghilang&#8217;? Tidak dgn jelas ditulis dlm Alkitab, tp mungkin utk jangka waktu yg cukup lama. Sendirian di gunung, apa yg Ishak kerjakan? Ini memang sebuah misteri yg tetap menjd sebuah rahasia, tp secara logika bs kita simpulkan, agaknya Tuhan sendiri yang hendak melakukan &#8216;sesuatu&#8217; terhadap Ishak, spt Dia menghabiskan sekian waktu bbrpa kali utk menemui Abraham, ada kemungkinan Tuhan &amp; Ishak ada dlm sebuah &#8216;pertemuan&#8217; sesuai dgn yang Tuhan tetapkan. Jadi bukan hanya menguji ketaatan Abraham, memang ada tujuan khusus Tuhan menyuruh Abraham membawa Ishak ke gunung itu, hingga akhirnya Ishak pulang di saat yg Tuhan tentukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dlm hidup setiap kita, ada saat-saat tertentu di mana Tuhan butuh kita &#8216;menyendiri&#8217; hanya dgn Dia saja, terlepas apakah kita sdh berkeluarga ataukah di masa kita blm menikah. Ini utk hal yg Tuhan anggap penting utk masa depan kita, Dia minta kita taat menyediakan waktu khusus utk hanya bersama Tuhan saja. Wujudnya bisa doa puasa sekian hari, tanpa melakukan aktivitas yg kita lakukan sehari-hari, atau sengaja pergi utk berdoa khusuk di sebuah tempat yg sunyi, atau sesuai dgn petunjuk yg Tuhan berikan. Nasehat rasul Paulus membolehkan suami istri dengan sengaja utk memisahkan diri sementara waktu demi bs berdoa dan berpuasa:<\/p>\n\n\n\n<p>1 Korintus 7:5 ILT<br \/>Janganlah saling beralasan seorang terhadap yang lain, kecuali atas dasar persetujuan bersama untuk sesaat, supaya kamu dapat leluasa untuk berpuasa dan berdoa; dan bersatulah kembali dengannya, supaya Setan tidak dapat mencobai kamu karena kurangnya pengendalian dirimu.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentu hal ini sudah dibicarakan dan disepakati oleh suami dan istri, jd tidak berkomunikasi dan berhubungan layaknya suami istri untuk jangka tertentu, setelah selesai doa puasa, kembali utk menjalani kehidupan sbg suami istri dg normal. Itulah sebabnya, ketika berpuasa, suami istri tdk dianjurkan melakukan kontak fisik (hubungan sex) selama sekian hari masa puasanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Taatkah kita ketika Tuhan ingin kita menyendiri hanya dgn Dia? Beranikah meninggalkan semua aktivitas demi taat pd Tuhan dlm hal seperti ini? Ketidak taatan selalu membawa dampak yang negatif utk masa depan kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 27082022 Kejadian 22:19Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba. Abraham pergi bersama Ishak dan 2 bujangnya, artinya ada 4 org yg pergi, tp di ayat ini hanya 3 org &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5778\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5778","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5778"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5778\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5779,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5778\/revisions\/5779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}