{"id":5784,"date":"2022-08-30T23:55:38","date_gmt":"2022-08-30T23:55:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5784"},"modified":"2022-08-31T00:00:05","modified_gmt":"2022-08-31T00:00:05","slug":"tuhan-masih-beri-kesempatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5784","title":{"rendered":"Tuhan Masih Beri Kesempatan"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 31082022<\/p>\n\n\n\n<p>Hakim-hakim 16:28, 30<br \/>Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: &#8220;Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin.&#8221;<br \/>Berkatalah Simson: &#8220;Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini.&#8221; Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Balas dendam, itu yg Simson minta dikabulkan oleh Tuhan karena mereka telah membuat dua matanya menjd buta, dan ternyata permintaan Simson dikabulkan oleh Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukankah kita sbg org Kristen diajar untuk tidak membalas dendam dan menyerahkan hak untuk membalas pd Tuhan (Roma 12:9)? Tapi kenapa dlm akhir hidup Simson, justru Tuhan memberi kesempatan terakhir pd Simson utk membalas dendamnya? Apakah ini 2 hal yg bertentangan? Di sini kita hrs lihat konteksnya, kisah Simson ini berlatar belakang permusuhan org Israel dg org Filistin, jadi membunuh musuh demi keamanan bangsa tentu saja hal yg wajar, bahkan dlm bbrp ayat lain, Tuhan sendiri memerintahkan segera membunuh musuh, misalnya Saul diperintahkan Tuhan utk membunuh seluruh org Amalek. Jadi kita bs memahami mengapa Simson bs kembali punya kekuatan karena permintaannya itu baik di mata Tuhan yaitu membunuh org-org Filistin yg adalah musuh bagi org Israel. Tentu ini beda jika permusuhan yg terjd antar org perorangan, tentu dilarang utk sembarangan membunuh, itu sudah diatur dlm hukum Taurat bagi org Israel pd zaman itu. Di zaman PB hingga sekarang ini, kita diajar utk mengejar perdamaian, tdk balas dendam dan percaya bhw Tuhan yg membalas dgn adil.<\/p>\n\n\n\n<p>Simson berbuat kesalahan di mata Tuhan, dan dia hrs menanggung akibatnya, penyesalannya membuat dia berpikir bgmna bs sdkit menebus kesalahannya dgn menguntungkan kepentingan bangsanya, itulah sebabnya dia berpikir untuk mengorbankan nyawanya demi bisa membunuh banyak org Filistin yg ada di sana, dan terbukti jumlah org Filistin yang mati saat itu jumlahnya lebih banyak daripada jumlah yg pernah Simson bunuh semasa dia hidup. Ini bs menjd renungan bagi kita yg pastinya pernah berbuat salah dan menimbulkan kerugian bagi bnyk org, apa yang masih bs kita lakukan utk sedikit menebus dari kesalahan yg pernah kita buat, dengan apa yang masih kita miliki. Ada saatnya tdk cukup hanya dengan menyesal dan meminta maaf, tapi perlu satu tindakan nyata sbg wujud penebusan salah yang membawa keuntungan bagi sesama. Ganti rugi, mgkin ini istilah yg bs kita pakai. Tuhan bs memberi kita kesempatan utk itu asalkan tidak melanggar firman-Nya dan memang sesuai dgn rencana dan kehendak Tuhan. Tunjukkan bahwa kita benar-benar menyesal dan ingin menebus kesalahan kita, dan tidak mengulangi kesalahan yg sama di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jgn ceroboh dan mengikuti nafsu serta emosi, belajar dr hidup Simson, org pilihan Tuhan yang sangat diurapi tapi berakhir dgn tragis, ingatlah bhw kita hrs bertindak dgn bijak dan hati-hati.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 31082022 Hakim-hakim 16:28, 30Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: &#8220;Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin.&#8221;Berkatalah Simson: &#8220;Biarlah kiranya aku &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5784\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5784","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5784","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5784"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5784\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5785,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5784\/revisions\/5785"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5784"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5784"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5784"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}