{"id":5842,"date":"2022-09-30T23:52:55","date_gmt":"2022-09-30T23:52:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5842"},"modified":"2022-09-30T23:53:00","modified_gmt":"2022-09-30T23:53:00","slug":"mulai-dari-awal-lagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5842","title":{"rendered":"Mulai Dari Awal Lagi"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 01102022<\/p>\n\n\n\n<p>Ayub 42:12-13<br \/>TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.<br \/>Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;<\/p>\n\n\n\n<p>Ayub diberkati secara materi lebih dari sebelum mengalami ujian dr Tuhan, kembali mempunyai 7 anak laki-laki dan 3 anak perempuan, seperti saat sblum ke 10 anaknya mati pd awal ujian dr Tuhan itu datang menimpanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau hanya membacanya, mgkin tdk istimewa dan biasa saja. Tapi coba gunakan logika kita, mulai dari kembali punya anak, tentu butuh wkt dan hrs merawat mereka satu persatu dr sejak dilahirkan hingga dewasa. Kita yg sdh memiliki anak pasti tahu suka dukanya merawat anak dr sejak lahir hingga dewasa, satu atau dua anak saja rasanya cukup melelahkan, apalagi sepuluh anak yg lahirnya satu persatu, anak yg lain sdh balita, anak selanjutnya baru lahir, begitu hingga anak yg ke-10 br berhenti. Tdk disebutkan brpa usia Ayub saat kembali memiliki anak ke-11 nya setelah 10 anaknya meninggal bersamaan krna datangnya ujian dr Tuhan. Jadi jumlah anak dari Ayub totalnya adalah 20, 14 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Walaupun kembali punya lagi 10 anak, scra manusia pasti tetap sedih dengan kematian 10 anak yg terdahulu, dan selanjutnya Ayub pasti ingin memperbaiki caranya mendidik anak-anaknya setelah paham bahwa 10 anak yg terdahulu agak &#8216;dimanja&#8217; dan selalu dibela tanpa diterapkannya disiplin yg kuat, sehingga mereka hidup dlm kesenangan duniawi, tanpa memberi perhatian juga pada kehidupan rohani mereka (Ayub 1:3-5).<\/p>\n\n\n\n<p>Selain harus dari awal lagi mengurus anak-anak, Ayub juga hrs dari awal lagi dlm memulai bisnis atau pekerjaannya, semua bisnis dan harta milik yg terdahulu sudah lenyap. Modal usaha yg ada hanyalah rumah dan uang serta cincin emas yg diberikan para sdr kandungnya dan bbrp teman lamanya (Ayub 42:11). Uang satu kesita mgkin setara dgn nilai 1 ekor domba (Kamus Alkitab). Ya, Ayub memulai dari lagi berbisnis ternak dan dia mengerjakannya dgn baik. Di sini kita harus belajar bhw ada saatnya kita hrs mengulang lagi sesuatu dr awal atau bahkan dr nol, butuh waktu dan ketekunan, hingga akhirnya semua yg kita kerjakan itu menghasilkan sesuatu yg jumlah &amp; nilainya bahkan melebihi dari yang pernah kita miliki sebelumnya. Tuhan tetap menginginkan Ayub mengikuti prosedur bisnis yg ada, hrs kerja keras dan di sisi lain Tuhan memberkati dengan limpahnya. Entah butuh waktu berapa lama bagi Ayub utk memiliki harta yg lebih banyak itu, tapi kita jg membaca bhw Ayub hidup 140 tahun lagi setelah peristiwa ujian dr Tuhan. Diberkati scra materi, diberikan keturunan dan jg diberi umur panjang, itulah pemulihan yang Tuhan lakukan bagi mereka yg Dia uji.<\/p>\n\n\n\n<p>Jalan Tuhan bukan jalan kita, kalau saat ini kita sedang diuji oleh Tuhan, sabar dan jalani semua dgn kerelaan hati, Tuhan ingin kita lulus dan jg kembali hidup dlm kelimpahan berkat-Nya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 01102022 Ayub 42:12-13TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.Ia juga mendapat tujuh &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5842\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5842","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5842"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5842\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5843,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5842\/revisions\/5843"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}