{"id":5860,"date":"2022-10-12T00:04:22","date_gmt":"2022-10-12T00:04:22","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5860"},"modified":"2022-10-12T00:04:28","modified_gmt":"2022-10-12T00:04:28","slug":"mengajar-orang-berdosa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5860","title":{"rendered":"Mengajar Orang Berdosa"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 12102022<\/p>\n\n\n\n<p>Mazmur 25:8 KJV<br \/>Good and upright is the LORD: therefore will he teach sinners in the way.<\/p>\n\n\n\n<p>Baik dan benar TUHAN itu, karenanya Dia akan mengajar para pendosa di jalan itu<\/p>\n\n\n\n<p>Apa reaksi kita ketika kita tahu dosa seseorg itu terbongkar? Kalau sekedar kaget atau heran, ini masih dlm batas yg wajar, tp ketika kita berpikir bhw mereka tdk layak lagi ada di antara kita, ini sdh berlebihan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dihakimi sblum diadili, ini yang terjd dlm realita hidup kita sehari-hari ketika seseorg ketahuan berbuat dosa. Kita mengenal ada &#8216;sanksi sosial&#8217; yg berarti org banyak sudah lebih dulu memberi hujatan, caci maki dan &#8216;hukuman&#8217; psikologis, inti dr semuanya adalah membuat org itu tidak lagi pantas ada di tengah masyarakat. Sanksi yang benar itu tujuannya untuk membuat jera, pelaku supaya tdk berani lagi mengulangi perbuatan yg sama, tp memang ada saja org-org yg tidak mau jera sekalipun sudah menerima sanksi hukuman yg hrs dijalani. Tp kita hrs membedakan antara org yg disebut pendosa dgn org yg sekali waktu berbuat dosa. Tdk ada satupun org di dunia ini yg tdk pernah berbuat dosa, semua org pernah berbuat dosa. Ibaratnya, semua org pernah jadi &#8216;tahanan di penjara&#8217;, jd apa yg mau dibanggakan di hadapan bekas &#8216;tahanan&#8217; lainnya? Manusia itu kurang adil, menggolongkan dosa ada yg besar dan kecil, dosa biasa dan luar biasa, dosa yang bisa diampuni dan dosa yg tdk bs diampuni, dan inilah yg membuat org yg melakukan dosa kecil merasa berhak menghakimi org yg dosanya itu besar. Secara hukum blm masuk pengadilan, tp sudah divonis oleh bnyk org dgn kejam.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah Tuhan bersikap spt itu juga? Dari ayat di atas, ternyata Tuhan tdk membiarkan org yang berbuat dosa itu larut dalam keterikatannya oleh belenggu dosa, Dia mengajar org berdosa itu di jalan, artinya saat seseorg melakukan dosanya, Tuhan akan mengajar org itu dgn segera selama hati mereka masih terbuka bagi teguran Tuhan. Kondisinya adalah spt ini: sudah berbuat dosa, tapi menganggap dosa itu sesuatu yg wajar dan tidak meminta pengampunan dr Tuhan. Contoh dalam Alkitab adalah kasus Daud dan Batsyeba, bgmna Daud berzinah lalu membunuh Uria yang adalah suami sah dari Batsyeba. Menurut Daud, yg dia lakukan adalah wajar menurut pikirannya, dia seorg raja, berhak melakukan apapun demi mendapatkan apa yg dia mau, tp di mata Tuhan itu adalah sebuah dosa yg sangat besar. Daud tdk meminta pengampunan dr Tuhan, yg Tuhan lakukan adalah Dia &#8216;mengajar&#8217; Daud lewat nabi Natan yg dtg utk menegur Daud, untunglah dia akhirnya mau bertobat. Inilah yg juga hrs menjd reaksi kita saat mengetahui seseorg yg kita tahu dan kenal melakukan perbuatan dosa, berikan teguran dan bimbing dia utk bertobat dan balik kembali pd Tuhan, bukan justru &#8216;membuangnya&#8217;.<\/p>\n\n\n\n<p>Tanyakan pd diri kita sendiri: senang lihat orang lain masuk surga atau neraka? Membiarkan org lain tenggelam dlm dosanya sama saja dengan membiarkan dia berjalan di jalan yang menuju kebinasaan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 12102022 Mazmur 25:8 KJVGood and upright is the LORD: therefore will he teach sinners in the way. Baik dan benar TUHAN itu, karenanya Dia akan mengajar para pendosa di jalan itu Apa reaksi kita ketika kita tahu dosa seseorg &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5860\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5860","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5860","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5860"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5860\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5861,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5860\/revisions\/5861"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5860"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5860"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5860"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}