{"id":5873,"date":"2022-10-19T00:06:37","date_gmt":"2022-10-19T00:06:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5873"},"modified":"2022-10-19T00:06:44","modified_gmt":"2022-10-19T00:06:44","slug":"jangan-menyesatkan-orang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5873","title":{"rendered":"Jangan Menyesatkan Orang"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 19102022<\/p>\n\n\n\n<p>Lukas 17:1-2<br \/>Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: &#8220;Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.<br \/>Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa rasanya kalau kita dibuat nyasar oleh orang yg kepadanya kita bertanya ttg suatu lokasi? Dia kelihatannya menjawab dg sangat menyakinkan shga kita jd percaya kalau dia tahu persis lokasi yg kita tanyakan padanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menyesatkan org itu bukan hanya berkaitan dgn ajaran sesat, tp jg bs berarti dgn sengaja menjd batu sandungan dan jg mendorong orang untuk malah berbuat dosa. Tersesat berarti tdk berada di posisi yg seharusnya, bahkan spt org tersesat di tengah hutan misalnya, tdk bisa menemukan jalan keluar dr sana, pdhal di tengah hutan bnyk binatang buas. Nasehat yg salah justru menjadi nasehat yg menyesatkan, bukan membawa org keluar dr masalahnya, tp justru membuat dia itu makin bingung, ruwet dan terbelenggu oleh apa yg sdg dia hadapi itu. Menjd batu sandungan itu berarti membuat org lain &#8216;jatuh&#8217; tersandung krna mengikuti apa yg kita lakukan. Kalau kita orang yg punya pengaruh besar bagi bnyk org, jangan sembarangan berkata-kata karena opini kita bs menjadi &#8216;pedoman&#8217; bagi org lain utk berpikir dan akhirnya melahirkan sebuah perbuatan. Ketika kita kompromi dgn dosa dan org lain mengikuti perbuatan yg sama, itu berarti kita membuat dia tersesat, walaupun menurut kita, yg kita lakukan itu hal yg normal. Jadi betapa mudahnya kita bs tanpa sadar membuat org lain tersesat dan kita sendiri merasa bhw yg kita katakan dan lakukan itu sesuatu yg &#8216;normal&#8217; dan hak kita utk lakukan apa yg kira mau.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh dlm Alkitab adalah ttg makanan yg telah dipersembahkan pd berhala, rasul Paulus sndri membahas ini panjang lebar (1 Kor 10:14-33). Ada yg disebut dgn keberatan hati nurani yaitu sesuatu yg masih belum bs diterima sbg suatu hal yg benar oleh seseorg krna imannya masih lemah dan pengetahuannya ttg firman Tuhan itu masih dangkal. Oleh krna banyaknya doktrin yg berbeda dlm bnyknya denominasi gereja, bbrpa hal masih jd perdebatan yg tanpa ada titik temu dan masih dianggap sbg sebuah &#8216;dogma&#8217; yaitu ajaran yg diakui dan dipegang teguh oleh gereja tertentu saja, misalnya dlm hal &#8216;bahasa lidah&#8217; yg oleh kalangan kharismatik dianggap sbg suatu hal yang biasa dilakukan dlm ibadah, sementara bagi kalangan gereja lainnya dinilai bhw jangan sembarangan dalam melakukannya. Akibatnya kita harus tahu persis di kalangan mana kita sdg berada, jgn sampai membuat org lain terganggu oleh hak kita utk melakukan sesuatu. Yg boleh &amp; tdk boleh dilakukan, kadang berbeda di antara berbagai kalangan, kita hrs pandai bersikap dan membawa diri agar perbedaan yg ada jgn menjd satu hal yg membawa dampak buruk.<\/p>\n\n\n\n<p>Waspadalah kalau kita ini termasuk org yg pny pengaruh besar di mata bnyk org, bijaklah dlm bertindak dan berkata-kata, berikan teladan yg benar dan jgn jd batu sandungan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 19102022 Lukas 17:1-2Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: &#8220;Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5873\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5873","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5873"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5873\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5874,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5873\/revisions\/5874"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}