{"id":5888,"date":"2022-10-27T00:00:48","date_gmt":"2022-10-27T00:00:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5888"},"modified":"2022-10-27T00:00:54","modified_gmt":"2022-10-27T00:00:54","slug":"berbuat-baik-dan-bersekutu-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5888","title":{"rendered":"Berbuat Baik dan Bersekutu"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 27102022<\/p>\n\n\n\n<p>Ibrani 13:16 YLT<br \/>and of doing good, and of fellowship, be not forgetful, for with such sacrifices God is well-pleased.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan berbuat baik, dan persekutuan, jangan terlupakan, karena dengan korban-korban itu, Tuhan disenangkan\/berkenan<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagian org Kristen menilai bhw persekutuan dgn sesama itu cukup dilakukan saat bersama beribadah di gereja hari Minggu, utk hari-hari yg lain hanya sekedar tambahan saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Penulis kitab Ibrani yang paham betul mengenai detail-detail ttg tata cara ibadah dan peraturan di Bait Suci menjelaskan bhw berbuat baik dan bersekutu itu digolongkan sbg korban yg Tuhan berkenan menerimanya. Kalau zaman dulu yang digolongkan korban adalah persembahan yang berupa hewan-hewan yg ditentukan sesuai dgn Hukum Taurat, maka setelah adanya kematian Kristus sbg korban penebusan bagi kita, tdk lagi memberi korban pd Tuhan dlm wujud binatang, tp salah satunya berupa perbuatan baik disertai dgn persekutuan: perkumpulan dgn sesama org percaya. Dlm bhsa aslinya adalah koin\u00f3nia yang berarti kemitraan, kontribusi, bantuan, berbagi, partisipasi, komuni, persekutuan dlm roh. Ketika kita berbuat baik dan bersekutu dgn sesama sdr seiman yg lain, itu dipersamakan seperti sedang memberi korban di hadapan Tuhan yg berkenan pada Tuhan. Itulah sebabnya keKristenan lebih mengutamakan kasih drpd lainnya, krna tanpa kasih, kita spt gong yg berkumandang dan kita menjd org yg tidak berguna (1 Korintus 13:1-2).<\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa kita hrs bersekutu dgn sdr seiman yg lain? Tdk cukupkah hanya bersekutu wkt ibadah di hari Minggu? Tanyakan pada diri kita sendiri: bisakah kita mengasihi tanpa adanya org yang menerima kasih kita? Bisakah kita berbuat baik tanpa ada org yg mengalami kebaikan kita? Utk menolong org maka hrs ada org yg hrs ditolong. Jadi dalam keKristenan, kita diingatkan bhw kita saling membutuhkan sdr seiman satu sama lain, karena mengasihi itu satu interaksi. Jgn sampai kita terlalu baik pd org lain yang bkn sdr seiman sementara ada sdr seiman yg ada dekat dengan kita menderita kekurangan dan tidak kita tolong: &#8220;Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman&#8221; (Galatia 6:10). Bukankah kalau kita mengabaikan keadaan buruk yang dialami oleh sdr seiman kita itu membuat nama Tuhan diejek oleh mereka yg tdk percaya pd Tuhan? Di dalam kasih itu ada penerimaan tanpa syarat, jgn kita batasi diri hanya ingin membuat hidup kita sndri menjadi nyaman sementara sdr seiman kita dlm keadaan susah. Perhatikan bgmna cara hidup dr jemaat mula-mula, tdk ada yg kekurangan krna semua saling berbagi (Kisah Para Rasul 4:34).<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau korban yg kita persembahkan berkenan di hadapan Tuhan, berkat dan penyertaan Tuhan itu turun dlm kehidupan kita, karena itulah tetap berbuat baik dan ada dlm persekutuan dengan sdr seiman.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 27102022 Ibrani 13:16 YLTand of doing good, and of fellowship, be not forgetful, for with such sacrifices God is well-pleased. Dan berbuat baik, dan persekutuan, jangan terlupakan, karena dengan korban-korban itu, Tuhan disenangkan\/berkenan Sebagian org Kristen menilai bhw persekutuan &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5888\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5888","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5888","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5888"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5888\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5889,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5888\/revisions\/5889"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5888"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5888"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5888"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}