{"id":5894,"date":"2022-10-30T23:59:05","date_gmt":"2022-10-30T23:59:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5894"},"modified":"2022-10-30T23:59:12","modified_gmt":"2022-10-30T23:59:12","slug":"tuhan-itu-tepat-waktu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5894","title":{"rendered":"Tuhan itu Tepat Waktu"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 31102022<\/p>\n\n\n\n<p>2 Petrus 3:8<br \/>Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Berapa banyak org yg membaca ayat ini berpikir bhw 1 harinya Tuhan itu = 1000 tahunnya waktu manusia? Itu berarti &#8216;cocokologi&#8217; yg tidak ingin bnyk berpikir dan ambil kesimpulan sembarang saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, Tuhan itu kekal, tdk terikat oleh waktu, karena itulah kalau seandainya ada yg bertanya: berapa umurnya Tuhan? Maka jawabannya tidak ada, bahkan Tuhanlah yang menciptakan waktu. Kedua, di surga tidak ada pagi, siang sore atau malam, karena memang kekal, itulah sebabnya bersaat teduh tidak harus selalu waktu pagi hari, bisa dilakukan kapan saja. Knpa ada yg berkata hrs pagi hari? Karena &#8216;cocokologi&#8217; menurut apa yg jadi kebiasaan hidup manusia, malam tidur lalu pagi bangun, memulai aktivitas, bgmna dgn nelayan yg bekerja malam hari misalnya? Kalau sudah lewat pagi berarti tidak usah saat teduh? Pemikiran aneh yg membodohi saja. Jd bgmna memahami ayat di atas? Pahami bkn dgn cara Matematika, itu sebenarnya mengingatkan kita bahwa waktu hidup manusia itu singkat di mata Tuhan, berjalannya waktu di dunia ini ibarat spt sebuah titik kecil dibandingkan dg kekekalan yg Tuhan miliki. Inilah sebabnya kenapa Tuhan itu tdk pernah terlalu cepat atau terlambat, Dia itu Tuhan yang tepat waktu, hanya manusia saja yg menilai Tuhan itu tidak tepat waktu dan sering justru membuat manusia kecewa pd Tuhan krna bertindak di luar waktu yg manusia inginkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Renungkan ini: Yesus dlm kitab Wahyu pasal yg terakhir berkata bhw Dia datang segera! Itu sdh 2000an tahun yg lalu, apakah Yesus berbohong atau menunda kedatangan-Nya? Pahami bahwa kekekalan yg Tuhan miliki itu berbeda dg waktu yg berjalan dlm kehidupan manusia. Segeranya Tuhan itu bs berarti ribuan tahun manusia, kita sering gagal paham. Ketika kita berdoa dan dpt jawaban doa bhw Tuhan akan menolong kita, yg ada dalam pikiran kita pasti waktu pertolongan itu tidak lama lagi, tapi ketika pertolongan-Nya tiba melampaui waktu yg kita perkirakan, dinilai bhw Tuhan &#8216;terlambat&#8217;, dan kadang kita kecewa karenanya. Ketika Dia berkata hingga perkataan itu menjd kenyataan, butuh &#8216;perjalanan waktu&#8217; yg hrs kita tunggu. Dlm hal mujizat, biasanya terjd seketika, tdk butuh lama menunggu mujizat-Nya terjd, tp utk hal lainnya, bs terjd lebih cepat dari perkiraan kita atau justru lebih lambat. Sebagian org percaya adanya &#8216;percepatan&#8217; yg Tuhan buat, tapi renungkan: Tuhan itu hikmat-Nya sempurna, kalau Dia &#8216;mempercepat&#8217; sesuatu, artinya waktu yg Dia tentukan sblumnya itu bukan yang tepat, harus dimajukan. Tp Tuhan memang punya hak untuk menunda dgn alasan tertentu, sehingga di mata manusia, itu dianggap terlambat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kekekalan Tuhan dgn berjalannya waktu di dlm hidup manusia itu berbeda, jgn ukur kekekalan dgn batasan waktu manusia, ingat bhw waktu Tuhan pasti yg terbaik dan tepat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 31102022 2 Petrus 3:8Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Berapa banyak org yg membaca ayat &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5894\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5894","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5894","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5894"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5894\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5895,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5894\/revisions\/5895"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5894"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5894"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5894"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}