{"id":5932,"date":"2022-11-21T23:54:48","date_gmt":"2022-11-21T23:54:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5932"},"modified":"2022-11-21T23:54:56","modified_gmt":"2022-11-21T23:54:56","slug":"orang-pilihan-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5932","title":{"rendered":"Orang Pilihan Tuhan"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 22112022<\/p>\n\n\n\n<p>1 Samuel 16:1<br \/>Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: &#8220;Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau org pilihan Tuhan, tentu berkualitas dan sudah memenuhi standart yg Tuhan inginkan, tp bgmna dg Saul dan Daud, keduanya dipilih oleh Tuhan tp ternyata kualitasnya berbeda?<\/p>\n\n\n\n<p>Saul dipilih Tuhan karena desakan bangsa Israel yg ingin segera memiliki seorg raja, jd pilihan ini bukan berawal dr inisiatif Tuhan, apakah Saul ini adalah org terbaik di zaman itu? Kalau kita baca kisah ttg sblum Saul diurapi menjd raja, agaknya Saul memang yg terbaik di zaman itu. Muda dan berperawakan elok, dan masih hidup takut akan Tuhan saat itu. Seiring berjalannya waktu, Saul akhirnya membuat Tuhan kecewa karena telah banyak melakukan kesalahan dan dosa, ini tidak bisa lagi ditolelir oleh Tuhan, shga Tuhan ingin menggantikan Saul dgn seseorg yang lebih baik drpd dia, dan Daud menjd org pilihan Tuhan utk menjd raja menggantikan Saul. Dr kisah Saul ini, kita bs belajar bhw pilihan Tuhan tidak pernah salah, yg salah adalah org yg menjalankan apa yg sdh dipercayakan Tuhan terhadapnya. Tuhan kan Mahatahu, Dia pasti tahu Saul nantinya bs begini atau begitu, berarti Tuhan salah pilih kah? Pertanyaan ini hanya berdasar pd logika semata dan memancing pikiran org utk berpikir bahwa Tuhan salah memilih. Mari kita telaah dg pikiran yg jernih dan terbuka utk penjelasan yang Tuhan berikan pd kita, kalau salah memahami, kita bs salah dlm memahami Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak manusia jatuh dlm dosa, manusia menjadi ciptaan yg tidak lagi sempurna, punya keinginan utk berbuat dosa dan kecenderungan utk lebih mengikuti keinginan dagingnya. Kalau bisa kita umpamakan spt kita memakai barang yg sudah pernah mengalami kerusakan, walaupun sudah pernah diperbaiki, suatu saat bs timbul lagi hal yg sama. Daud juga melakukan dosa besar, tapi yg membedakannya dg Saul adalah Daud sadar dan mau bertobat, walaupun tetap hrs memikul akibat dr perbuatan dosanya, sementara Saul yg tetap memilih menjauh dr Tuhan, berakhir dgn kematian yg tragis, sementara Daud meninggal dlm keadaan damai. Jadi ini tergantung pada 2 hal mengenai org pilihan Tuhan: penilaian Tuhan dan kualitas diri dr org itu sendiri. Semakin kecil &#8216;kerusakannya&#8217;, semakin bs berfungsi dgn baik, tp semakin besar &#8216;kerusakannya&#8217;, semakin besar jg kemungkinan mengalami gangguan. Bertobat itu spt mobil yg masuk bengkel, kerusakannya diperbaiki spya bisa digunakan lagi scra normal, hidup org yg bertobat lebih memiliki kelancaran hidup yg lebih besar dibandingkan dgn org yang memilih tetap hidup dlm dosanya dan tidak mau utk bertobat pd Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita pun adalah org pilihan Tuhan utk tujuan yg Dia telah tetapkan utk kita masing-masing, tapi jgn sombong, ingatlah kita semua ini pny bnyk kekurangan dan dosa, tetap perlu bertobat dan &#8216;diperbaiki&#8217; oleh Tuhan terus menerus.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 22112022 1 Samuel 16:1Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: &#8220;Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5932\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5932","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5932"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5932\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5933,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5932\/revisions\/5933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}