{"id":5942,"date":"2022-11-27T23:54:27","date_gmt":"2022-11-27T23:54:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5942"},"modified":"2022-11-27T23:57:48","modified_gmt":"2022-11-27T23:57:48","slug":"bersekutu-dengan-orang-yang-teoat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5942","title":{"rendered":"Bersekutu Dengan Orang Yang Tepat"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 28112022<\/p>\n\n\n\n<p>1 Samuel 22:17, 20-21<br \/>Lalu raja memerintahkan kepada bentara yang berdiri di dekatnya: &#8220;Majulah dan bunuhlah para imam TUHAN itu sebab mereka membantu Daud; sebab walaupun mereka tahu, bahwa ia melarikan diri, mereka tidak memberitahukan hal itu kepadaku.&#8221; Tetapi para pegawai raja tidak mau mengangkat tangannya untuk memarang imam-imam TUHAN itu.<br \/>Tetapi seorang anak Ahimelekh bin Ahitub, namanya Abyatar luput; ia melarikan diri menjadi pengikut Daud.<br \/>Ketika Abyatar memberitahukan kepada Daud, bahwa Saul telah membunuh para imam TUHAN,<\/p>\n\n\n\n<p>Raja Saul yg dahulu diurapi Tuhan kini berubah menjd org yang kejam hingga membunuh para imam Tuhan yang sebenarnya hrs dihormati dan dilindungi, namun justru diperlakukan dg sangat kejam.<\/p>\n\n\n\n<p>Abyatar, seorg dr antara para iman Tuhan, lolos dr rencana penbunuhan Saul terhadap para nabi dan akhirnya menjd pengikut Daud. Dlm jenjang jabatannya, ia menjd penasehat raja Daud, tapi akhirnya dipecat oleh raja Salomo krna terbukti ikut serta dalam pemberontakan Adonia. Di sini kita pelajari bhw kita hrs memposisikan diri kita di bawah org yg tepat. Abyatar memutuskan utk menjadi pengikut Daud, walaupun saat itu Daud masih berstatus buronan kerajaan. Abyatar saat itu mgkin bernasib mirip dgn Daud, sama-sama menjd target pembunuhan raja Saul, tapi kalau dia salah memutuskan utk mengikuti org yang hendak dia ikuti, maka nasibnya di masa depan mgkin tidak sebaik jabatannya di era raja Daud, tapi jg krna dia salah memihak ke Adonia, anak Daud yg ingin menjd raja, akhirnya nasibnya tdk sebagus dulu, dia dipecat dr jabatannya. Tentu ada unsur politik di dlm kisah ini, namun harus jd pelajaran bagi kita utk jgn salah memilih org yg hendak kita dukung &amp; jadikan sbg pemimpin, jgn hanya menghitung untung ruginya, tp harus mempertimbangkan jg apakah orang itu adalah org yang tepat dan akan membawa nasib kita di masa depan menjd lebih baik dr sblumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bgmna menilai seseorg adalah org yg tepat utk kita dukung dan jadikan pemimpin kita? Orang itu haruslah org yg takut akan Tuhan dan punya penyertaan Tuhan dlm hidupnya. Saul bertindak melawan Tuhan, membunuh para nabi, jelas ini tindakan yang bukan dimiliki oleh seorg yg takut akan Tuhan. Jadi nilailah seseorg dr perbuatan dan karakternya jg, bukan dr pandainya seseorg berbicara dan mengumbar janji manis. Namun jg perlu diperhatikan apakah perbuatan dan juga karakternya hanya sbg pencitraan atau memang kualitas dirinya memang baik. Itulah pentingnya kita perlu berdoa pd Tuhan, minta petunjuk ttg org tsb, krna hanya Tuhan yang tahu &#8216;luar dalam&#8217; nya seseorg, tahu isi hatinya, tahu motivasinya, tahu ambisi dan ketulusan hatinya. Jgn sekedar karena kharisma atau kepopulerannya semata, namun apakah dia itu hidup takut akan Tuhan &amp; memiliki penyertaan Tuhan dlm hidupnya. Jgn spt Abyatar, dia tepat memilih Daud namun dia salah memilih Adonia, nasibnya berakhir tragis dan memalukan. Tak ada org yg sempurna, tapi ada org yang memang pilihan Tuhan dan punya penyertaan Tuhan di dlm hidupnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadilah pengikut dr seorg pemimpin yg baik, yg memang punya penyertaan Tuhan dan bs untuk membimbing kita agar memiliki masa depan yg lebih baik drpd sekarang ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 28112022 1 Samuel 22:17, 20-21Lalu raja memerintahkan kepada bentara yang berdiri di dekatnya: &#8220;Majulah dan bunuhlah para imam TUHAN itu sebab mereka membantu Daud; sebab walaupun mereka tahu, bahwa ia melarikan diri, mereka tidak memberitahukan hal itu kepadaku.&#8221; Tetapi &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5942\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5942","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5942","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5942"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5942\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5944,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5942\/revisions\/5944"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5942"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5942"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5942"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}