{"id":5986,"date":"2022-12-22T00:12:06","date_gmt":"2022-12-22T00:12:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5986"},"modified":"2022-12-22T23:56:08","modified_gmt":"2022-12-22T23:56:08","slug":"makna-ulang-tahun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5986","title":{"rendered":"Makna Ulang Tahun"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 22122022<\/p>\n\n\n\n<p>Lukas 2:6-7<br \/>Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,<br \/>dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.<\/p>\n\n\n\n<p>Adakah perayaan hari ulang tahun di kalangan orang Israel? Dlm Alkitab sendiri tdk ada kisah org Israel yg merayakan hari ulang tahunnya, itu jg sebabnya tanggal hari kelahiran Yesus tidak tercatat di Alkitab.<\/p>\n\n\n\n<p>Perayaan Natal bisa dilakukan sepanjang bulan Desember bahkan ada yg di bulan Januari juga, itu karena tidak ada catatan tanggal persisnya kapan Yesus dilahirkan. Beda dgn zaman skrg di Israel sudah ada perayaan hari ulang tahun, tapi tidak berlaku utk kalangan penganut Yudaisme Ortodoks. Justru yg diperingati adalah tanggal kematian seseorg setiap tahunnya. Ada makna yg bs kita ambil yaitu yang lebih penting adalah bgmn kita hidup hingga saatnya kita meninggal, kematian lebih penting dr kelahiran. Namun yg pasti, tetap ada gunanya kita memperingati hari ulang tahun, bukan saja bersukacita karna umur kita bertambah tiap tahunnya, tp yg hrs disadari juga bahwa setiap tahunnya jatah umur hidup di dunia ini berkurang satu tahun lg, tiap org pasti akan mati, jadi di satu sisi kita bersukacita bisa hidup satu lagi, tp di sisi lain kita hrs ingat bhw hidup di dunia ini hanya sementara, ada hal-hal yg perlu kita siapkan bila nanti tiba saatnya utk kita meninggalkan dunia ini, apa yg kita bawa ke hadapan Tuhan di pengadilan-Nya? Merayakan ulang tahun saja perlu persiapan, maka penting juga utk mempersiapkan diri bila saatnya untuk kita tiba menghadap Bapa di surga.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada yg bertambah dan jg ada yg berkurang bila kita membandingkan hidup kita di setiap umur yg kita jalani, ada yg bertambah kaya, ada jg yg berkurang hartanya, ada yang tambah anggota keluarga baru: punya anak, ipar, menantu, tapi ada jg yabg berkurang anggota keluarga karena meninggal dunia. Ada yg merasa makin dewasa dlm karakter dan sikap, ada jg yg merasa sdkit bodoh krna mengalami hal-hal yg tdk diinginkan dlm tahun itu. Tapi pertanyaan yg mendasarnya adalah apakah di usia yg sekarang ini, kita lebih berkenan di hadapan Tuhan atau tidak? Apakah kita makin serupa dgn Kristus? Apakah banyak kebaikan yg kita lakukan terhadap org lain? Ada bnyk hal yg bs jd bahan evaluasi kita setiap thn saat memperingati hari kelahiran kita. Jangan lupa utk bersyukur pd Tuhan karena penyertaan dan kasih Tuhan yg telah kita terima, semua bs kita lewati karena Tuhan menopang dan selalu menuntun kita di jalan-Nya. Berterima kasihlah pd keluarga yg sudah mewarnai hidup kita dan mengasihi kita, pd pasangan hidup yg dg penuh kerelaan mau menjalani hidup bersama dalam suka dan duka, pada para sahabat yg selalu ada di saat kita membutuhkan mereka, dan org-org yg berjasa dlm hidup kita, mereka semua adalah &#8216;berkat&#8217; Tuhan yg terindah utk kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Perayaan yg &#8216;wah&#8217; tentu sesuatu yg wajar, tapi di sisi lain ingatlah bahwa roda kehidupan ini terus berjalan maju, semakin mendekati garis akhir yg dimiliki hidup setiap org di dunia ini, bersiaplah supaya kita tdk menyesal dlm kekekalan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 22122022 Lukas 2:6-7Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Adakah &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=5986\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-5986","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5986","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=5986"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5986\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5988,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/5986\/revisions\/5988"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=5986"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=5986"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=5986"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}