{"id":6017,"date":"2023-01-09T00:05:42","date_gmt":"2023-01-09T00:05:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6017"},"modified":"2023-01-09T00:05:54","modified_gmt":"2023-01-09T00:05:54","slug":"belum-final","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6017","title":{"rendered":"Belum Final"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 09012023<\/p>\n\n\n\n<p>Matius 9:18<br \/>Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: &#8220;Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Ada bbrpa hal dlm hidup manusia itu sdh menjd hal yg &#8216;final&#8217; dan tak bs diubah lagi, salah satu dr hal-hal itu adalah kematian, teknologi kesehatan yg canggih sekalipun tak sanggup menahannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Yairus, seorg kepala rumah ibadat, anaknya sdg sakit parah dan hampir meninggal, meminta pd Yesus supaya datang ke rumahnya utk berdoa bagi anak perempuannya. Namun datang kabar yg menyedihkan bhw anaknya itu baru saja mati dan tentu saja hal ini bs membuat dia terpuruk &amp; menyerah pd keadaan. Siapa yg sanggup untuk membangkitkan org mati selain Tuhan? Tetapi Yesus berkehendak lain, Dia tetap akan datang, bukan utk menyembuhkan, tp membangkitkan anak perempuan itu. Tentu bukan masalah bagi Yesus apakah anak itu sakit atau mati, jika sakit bs Dia sembuhkan, jika mati bisa Dia bangkitkan dan hidup kembali, namun bagi Yairus, berita ttg kematian anaknya menjd sebuah hal yang &#8216;final&#8217;, kematian tidak bs dibatalkan. Akhir dr kisah ini adalah anak perempuan Yairus dihidupkan lagi dan berita ttg itu membuat heboh. Yang final di mata manusia, belum tentu jg sudah final bagi Tuhan. Tentu ada alasan mengapa Yesus punya keinginan utk membangkitkan anak perempuan dr Yairus, tentunya bukan utk pamer kuasa atau mujizat, mgkin salah satunya sbg &#8216;reward&#8217; atas semua yg telah Yairus perbuat sepanjang hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Sehebat apapun manusia, secanggih apapun jg teknologi yg diciptakan, tetap tdk bs melampaui kuasa Tuhan atas hidup manusia. Teknologi sdh bs menyembuhkan bbrpa penyakit yg dulu cuma bs dilakukan oleh mujizat Tuhan, misalnya sakit kusta, skrg sdh ditemukan obat dan cara untuk menyembuhkannya, tp tetap saja masih ada yg belum bs disembuhkan dgn teknologi yang ada. Inilah yg membuat manusia menemukan bahwa ada bbrpa hal sudah pasti &#8216;final&#8217;, dan hanya bisa pasrah menerimanya. Tapi kalau Tuhan punya rencana dan kehendak, yang final itu bs diubah dan apa yg menjd harapan seseorg, itu mungkin bs menjd kenyataan. Jalan buntu diubah menjd jalan yg terhubung dgn jalan lain, yang tidak ada diubah menjadi ada, yg mustahil menjd sesuatu yg tdk mustahil. Itulah keistimewaan yg dimiliki org-org yg &#8216;berjumpa&#8217; dgn Tuhan, org yg bukan sekedar berdoa, tapi berkomunikasi dgn Tuhan, org yg bukan hanya kelihatan intim dgn Tuhan, tp memang benar-benar punya keintiman dgn Tuhan. Sekali lagi, ini benar-benar bergantung pd kehendak Tuhan, jika Dia mau, terjadilah dan harapan kita dikabulkan. Tapi kalau Dia tdk mau, dgn cara apapun kita berusaha &#8216;merayu&#8217; Tuhan, itu semua hanya sia-sia saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah sesuatu yg &#8216;final&#8217; bagi kita itu benar sdh final di mata Tuhan? Jgn paksa Tuhan, jika Dia berkehendak, Dia pasti melakukannya utk kita, permintaan kita dikabulkan Tuhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 09012023 Matius 9:18Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: &#8220;Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.&#8221; Ada bbrpa hal dlm hidup manusia &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6017\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6017","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6017","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6017"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6017\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6018,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6017\/revisions\/6018"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6017"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6017"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6017"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}