{"id":6021,"date":"2023-01-11T00:02:31","date_gmt":"2023-01-11T00:02:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6021"},"modified":"2023-01-11T00:02:38","modified_gmt":"2023-01-11T00:02:38","slug":"sesamamu-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6021","title":{"rendered":"Sesamamu Manusia"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 11012023<\/p>\n\n\n\n<p>Lukas 10:29, 36-37<br \/>Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: &#8220;Dan siapakah sesamaku manusia?&#8221;<br \/>Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?&#8221;<br \/>Jawab orang itu: &#8220;Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.&#8221; Kata Yesus kepadanya: &#8220;Pergilah, dan perbuatlah demikian!&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Seorg ahli Taurat bertanya pd Yesus, siapa yang dimaksud dgn sesama manusia dlm hal kasih? Kemudian Yesus menjawab dgn perumpamaan yg di dlmnya disinggung ttg org Samaria.<\/p>\n\n\n\n<p>Org Samaria itu org &#8216;kelas dua&#8217; bahkan ada org Israel yg tdk sudi bergaul dgn org Samaria krna mereka adalah org Israel yg menikahi org bukan Israel shga keturunan mereka tidak lagi murni, sebagian ada jg yg tdk bs berbahasa Ibrani lagi. Ini bisa sdkit kita lihat saat perempuan Samaria yg diajak bcra oleh Yesus dlm Yohanes 4, dalam hal mengambil air dr sumur dia lakukan setelah org-org Israel selesai melakukannya. Dipakainya org Samaria dalam perumpamaan ini bertujuan utk membuka pandangan si ahli Taurat ini yang saat itu para ahli Taurat dinilai oleh Yesus ialah org-org yg munafik, mengajarkan org lain tetapi dirinya sndri tdk mempraktekannya. Pertanyaan si ahli Taurat ini terkesan sombong: siapa yang dimaksud dgn sesamaku manusia? Jelas bhw dia ingin menunjukkan bhw yg dia nilai pantas utk dikasihi adalah org-org yg selevel, sekasta dan terhormat sama spt dia. Yesus tahu itu dan menggunakan perumpamaan itu utk menegur dan mengoreksi pola pikir si ahli Taurat, orang yg dianggap terhormat, selevel dan sekasta itu justru org-org yg kasihnya tidak tulus, ini bs kita lihat ketika Yesus memasukkan org dg jabatan iman dan org Lewi dlm perumpamaan itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Imam dan org Lewi, keduanya adalah mereka yg melayani di Bait Suci, org yg lebih tahu tentang Taurat, yg dihormati rakyat dan dianggap orang suci, ini memang pararel dgn kondisi ahli Taurat pd zaman itu, namun keduanya hanya melihat &amp; malah sengaja tdk mau mendekati org yg dalam perumpamaan itu mengalami perampokan dlm perjalanannya. Org yang dirampok itu pergi dari Yerusalem ke Yerikho, jd ada kemungkinan org ini adalah org Israel krna dr Yerusalem membw banyak barang. Org sebangsa malah tdk peduli, tdk menolong, justru org Samaria yg dianggap warga &#8216;kelas dua&#8217;, dia yg memberi pertolongan hingga tuntas. Ini juga memberi kita peringatan bhw seringkali org yg kita nilai selevel, sekasta, org itulah yg pasti mengasihi kita dgn tulus, tapi pd kenyataannya justru merekalah yg tdk peduli ketika kita terpuruk, dlm keadaan susah. Tentu tdk semua org spt itu, masih ada org-org yang dengan tulus mengasihi kita, namun kita jg hrs sadar bhw yg pantas kita kasihi itu bukan hanya mereka yg sederajat, tapi setiap orang yg butuh pertolongan dan kita sanggup utk menolongnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengasihi itu bukan sekedar teori, wujud kasih yg kita miliki itu hrs terlihat dr perbuatan nyata dan bs dirasakan oleh org lain, dan jgn kecewa kalau mereka yg katanya terhormat dan rohani justru menunjukkan sikap tdk peduli.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 11012023 Lukas 10:29, 36-37Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: &#8220;Dan siapakah sesamaku manusia?&#8221;Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?&#8221;Jawab orang itu: &#8220;Orang yang telah &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6021\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6021","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6021","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6021"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6021\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6022,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6021\/revisions\/6022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6021"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6021"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6021"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}