{"id":6027,"date":"2023-01-14T00:17:50","date_gmt":"2023-01-14T00:17:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6027"},"modified":"2023-01-14T00:17:58","modified_gmt":"2023-01-14T00:17:58","slug":"tukar-posisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6027","title":{"rendered":"Tukar Posisi"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 14012023<\/p>\n\n\n\n<p>Ester 7:9-10<br \/>Sembah Harbona, salah seorang sida-sida yang di hadapan raja: &#8220;Lagipula tiang yang dibuat Haman untuk Mordekhai, orang yang menyelamatkan raja dengan pemberitahuannya itu, telah berdiri di dekat rumah Haman, lima puluh hasta tingginya.&#8221; Lalu titah raja: &#8220;Sulakan dia pada tiang itu.&#8221;<br \/>Kemudian Haman disulakan pada tiang yang didirikannya untuk Mordekhai. Maka surutlah panas hati raja.<\/p>\n\n\n\n<p>Kisah Ester memang menarik krna tdk ada kata &#8216;Tuhan&#8217; di keseluruhan kitab Ester, namun dapat terlihat bgmna cara Tuhan menolong org Yahudi yg saat itu mengalami teror pemusnahan masal dr Haman.<\/p>\n\n\n\n<p>Tabiat Haman memang kejam, krna Mordekhai yg adalah seorg Yahudi tdk memberi dia hormat maka dia berniat memusnahkan seluruh orang Yahudi yg ada di kerajaan itu (Ester 3). Rencana jahat dirancang dgn bgtu sempurna bahkan sdh mendpt pengesahan dr raja, namun Tuhan tidak membiarkan semua itu terjd, org Yahudi luput dr rencana pemusnahan masal itu dan Hamanlah yg akhirnya jatuh ke dlm perangkapnya sndri, yg dia awalnya rencanakan untuk Mordekhai, justru dia sndrilah yg mengalaminya spt dlm ayat yang kita baca. Tukar posisi, ini yg terjd, dan ini karna Tuhan tidak tinggal diam. Semua berawal ketika suatu malam raja tdk bs tidur dan membaca ttg kitab pencatatan sejarah kerajaan &amp; mendapati bhw Mordekhai pernah berjasa pd kerajaan tapi tdk mendapatkan balasan apapun. Akhir kisah ini adalah munculnya perayaan Purim sebagai peringatan bgmna Tuhan menyelamatkan orang Yahudi dari rencana jahat Haman. Dari kisah ini bs kita pelajari bhw kalau niat hati seseorg sdh buruk dan jahat, Tuhan bs membuat pertukaran posisi yg mengerikan, yg mau membunuh malah terbunuh, yg mau dihina malah dihormati, inilah yg hrs kita ingat.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa yg timbul dalam hati ketika melihat org lain sdg mengalami kesusahan? Menghakimi orang itu dgn menyebut bhw dia sedang dikutuk Tuhan atau karna punya banyak dosa? Mengata-ngatai org itu sbg org bodoh dan tdk akan bisa sukses? Meninggikan diri kita sendiri karena saat ini kita hidup kaya dan bahagia? Menganggap diri sndri sbg org yg diberkati Tuhan? Hati-hati! Kita tidak tahu persis mengapa seseorg mengalami hal yg buruk dlm hidupnya, bs jd memang karena dosa dan kesalahan yg dia buat, tapi mgkin jg dia sdg mengalami proses dan pemurnian dr Tuhan. Di Alkitabpun Yesus dan rombongan-Nya pernah mengalami kekurangan uang, bs kita lihat ketika Yesus menyuruh Petrus memancing ikan, dalam mulut ikan itu ternyata ada uang utk membayar pajak (Matius 17:27). Kalau masih ada uang di kas rombongan, utk apa sampai perlu mujizat dibuat hanya utk membayar pajak? Jgn sampai kita mengalami pertukaran posisi dgn org yang kita komentari salah, karena Tuhan melihat dan menilai hati kita, apakah benar kita ini lebih baik drpd org lain di mata Tuhan hanya karena saat ini kita kaya dan bahagia? Kaya atau miskin bkn ukurannya, tp hati dr setiap kita masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p>Siapa yang menindas orang miskin menghina Penciptanya, tetapi siapa memuliakan Dia akan menunjukkan kemurahan kepada yang membutuhkan (Amsal 14:31).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 14012023 Ester 7:9-10Sembah Harbona, salah seorang sida-sida yang di hadapan raja: &#8220;Lagipula tiang yang dibuat Haman untuk Mordekhai, orang yang menyelamatkan raja dengan pemberitahuannya itu, telah berdiri di dekat rumah Haman, lima puluh hasta tingginya.&#8221; Lalu titah raja: &#8220;Sulakan &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6027\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6027","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6027","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6027"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6027\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6028,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6027\/revisions\/6028"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}