{"id":6029,"date":"2023-01-16T00:06:28","date_gmt":"2023-01-16T00:06:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6029"},"modified":"2023-01-16T00:06:36","modified_gmt":"2023-01-16T00:06:36","slug":"pengharapan-kekal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6029","title":{"rendered":"Pengharapan Kekal"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 16012023<\/p>\n\n\n\n<p>Amsal 14:32 ILT3<br \/>Orang fasik dirobohkan oleh kefasikannya, tetapi orang benar memiliki pengharapan dalam kematiannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Susah utk membandingkan hidup org fasik dgn hidup org benar, tetapi masih bs dibedakan dan tentu bukan dgn menggunakan ukuran standart yg dunia tentukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Standart dunia ttg bahagia adalah hidup penuh dgn kebahagiaan, kaya raya, punya kekuasaan dan dihormati bnyk org. Ciri khas org yg setuju dgn standart ini adalah mereka menggunakan waktu hidupnya untuk mengejar hal-hal di atas, hingga lupa bhw semuanya itu bersifat fana, br sadar ketika menjelang kematian, semua yang dimilikinya itu tdk bs dibawa, belum siap untuk masuk dlm kehidupan setelah kematian. Ketika masih hidup tdk memperhatikan sisi kerohanian dirinya, merasa tdk butuh Tuhan, nyaman ketika dihormati dan dilayani. Tapi ingat bhw manusia itu esensinya adalah roh yg tinggal dlm tubuh &amp; memiliki jiwa, tubuh suatu saat akan melemah &amp; mati, namun roh itu kekal sifatnya. Di dlm iman Kristen, kita diajar bhw setelah kita meninggal, kita akan masuk dlm hidup kekekalan, apakah di surga atau di neraka. Bgmna nasib kita kelak di kekekalan nanti? Kalau kita menyerahkan hidup kita pd Tuhan Yesus Kristus, ada pengharapan ttg keselamatan, yaitu bahwa saat menghadapi pengadilan Kristus, kita dilayakkan untuk masuk ke dlm kekekalan bersama Tuhan di surga, krna kita telah ditebus oleh darah Yesus dan itulah pengharapan yg kita miliki sbg org Kristen.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan &#8216;membiarkan&#8217; org fasik dgn kefasikannya, hidup semaunya sendiri, diperbudak oleh dosa, tapi Tuhan tetap menunggu pertobatan mereka. Sudah banyak peringatan yg Tuhan berikan utk para org fasik, baik dr tanda-tanda zaman, cara hidup org Kristen yg benar di sekeliling mereka, penginjilan melalui org atau medsos, maupun dr hukuman yg Tuhan berikan ketika mrka berdosa dan berbuat salah terhadap org lain. Kalau dgn org Kristen yg benar, ketika mereka berbuat yg salah atau dosa, Tuhan langsung menghukum dgn tujuan supaya cepat bertobat, kalau orang fasik, dikumpulkan dulu dosanya, baru dihukum Tuhan. Pola spt ini bs kita lihat dr bgmna Tuhan menghukum bumi dgn air bah, juga pd Sodom &amp; Gomora. Jadi semestinya bersyukur kalau kita diperlakukan Tuhan secara tegas, itu tanda bhw kita masih disayang Tuhan, Dia tidak ingin kita nantinya binasa dlm kekekalan. Justru jangan bangga kalau terus berbuat dosa tapi Tuhan tdk menegur, itu tanda bhw kita sudah menjauh dari kasih Tuhan, kalau tdk cepat bertobat, sdh pasti kita akan binasa dlm kekekalan. Jgn iri dengan hidup org fasik, mereka kelihatannya bebas, tapi sebenarnya sedang berjalan menuju maut.<\/p>\n\n\n\n<p>Miliki pengharapan di dlm Kristus shga kita tdk lagi takut akan kematian, ada pengharapan yg baik yaitu Tuhan menyediakan tempat bagi kita di rumah Bapa, menikmati kekekalan bersama Dia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 16012023 Amsal 14:32 ILT3Orang fasik dirobohkan oleh kefasikannya, tetapi orang benar memiliki pengharapan dalam kematiannya. Susah utk membandingkan hidup org fasik dgn hidup org benar, tetapi masih bs dibedakan dan tentu bukan dgn menggunakan ukuran standart yg dunia tentukan. &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6029\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6029","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6029","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6029"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6029\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6030,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6029\/revisions\/6030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}