{"id":6033,"date":"2023-01-18T00:05:59","date_gmt":"2023-01-18T00:05:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6033"},"modified":"2023-01-18T00:06:06","modified_gmt":"2023-01-18T00:06:06","slug":"memahami-perkataan-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6033","title":{"rendered":"Memahami Perkataan Tuhan"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 18012023<\/p>\n\n\n\n<p>Markus 8:15-16<br \/>Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: &#8220;Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.&#8221;<br \/>Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: &#8220;Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kita waktu itu ada di posisi murid Yesus, mgkin kita sering bingung dgn apa yg Yesus sdg katakan, apakah itu makna rohani atau makna yg sesuai dgn situasi yg telah atau sedang terjd.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya ttg kitab Kidung Agung, kitab yg ditulis sbg sebuah sastra tingkat tinggi yg melukiskan ttg hubungan mesra antara raja Salomo dengan wanita yg dicintainya, seringkali dimaknai scra rohani sbg gambaran hubungan Tuhan dengan jemaat-Nya, pdhal bukan bgtu tujuan penulisnya menulis kitab itu, tp yg menafsirkannya berpikir spt itu. Ada lagi misalnya ttg &#8216;menabur benih&#8217; di dlm kisah Ishak di negri Filistin (Kejadian 26:12) malah diputar balikkan maknanya dgn menabur uang dgn iming-iming akan nanti memperoleh maksimal 100 kali lipat dr taburannya. Hal yang bkn rohani diartikan rohani, hal yg rohani justru diartikan yg bukan rohani, sehingga timbul bnyk pengajaran yg justru merugikan jemaat, ada yg merasa dimanipulasi krna &#8216;terpaksa&#8217; memberi sejumlah uang karena embel-embel itu perintah dr Tuhan dan akan meraup hasil 100x lipat dari yang &#8216;dirabur&#8217;, mau didoakan dan diberkati oleh hamba Tuhan hrs kasih &#8216;persembahan&#8217; dulu baru bs didoakan dan diberkati, dsbnya. Inilah justru yg membuat bnyk org Kristen menjd trauma dgn gereja, oknum hamba Tuhan, oknum org Kristen lainnya, dimanfaatkan dgn memanipulasi ayat di dlm Alkitab demi meraup keuntungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ragi org Farisi, ragi Herodes, dlm pemikiran dan logika para murid, itu benar-benar ttg ragi karna mereka sblumnya tdk membawa roti. Kalau sdh salah mengerti maka selanjutnya adalah keliru dlm mempraktekkan. Yesus tahu ttg itu, dengan tegas Dia meluruskan pemikiran dari para murid dgn memberikan penjelasan yg Dia maksudkan. Ini penting jg bagi kita saat ingin lebih jelas saat belajar dr apa yg kita baca dlm Alkitab, mana yg memang pny makna rohani, dan mana yg tidak perlu dibuat-buat punya makna rohani, artinya pahami scra hurufiah sesuai artinya. Tuhan juga ingin kita mengerti dgn benar, karena itulah Dia memakai manusia utk menuliskan semuanya yg Dia sampaikan dan mereka alami dalam bahasa manusia yg mudah dimengerti. Mengambil satu pelajaran dlm kisah di Alkitab bukan berarti dgn sengaja mencari-cari &#8216;makna rohani&#8217;, jgn keliru, jgn justru dengan pemahaman kita yg keliru itu malah membuat org lain tersandung dan jatuh serta merasa &#8216;dimanfaatkan&#8217;. Kalau memang ini bcra ttg makna rohani, sampaikan makna rohani yg kita temukan, kalau tidak ada makna rohani, jgn dipaksakan hrs ada, nanti malah menjd satu pemahaman yg sesat dan berbahaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Alkitab memang berisi kisah-kisah hidup tokoh yg bs kita dapati bnyk pelajaran ttg kehidupan, dan sebagian lagi berisi perintah Tuhan, nasehat dan pengajaran yg perlu dipahami sesuai dgn konteks dan tujuannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 18012023 Markus 8:15-16Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: &#8220;Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.&#8221;Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: &#8220;Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.&#8221; Kalau kita waktu itu ada di posisi &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6033\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6033","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6033"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6033\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6034,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6033\/revisions\/6034"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}