{"id":6039,"date":"2023-01-20T23:58:55","date_gmt":"2023-01-20T23:58:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6039"},"modified":"2023-01-20T23:59:03","modified_gmt":"2023-01-20T23:59:03","slug":"tuhan-sudah-mengaturnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6039","title":{"rendered":"Tuhan Sudah Mengaturnya"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 21012023<\/p>\n\n\n\n<p>1 Raja-raja 19:16, 21<br \/>Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.<br \/>Lalu berbaliklah ia dari pada Elia, ia mengambil pasangan lembu itu, menyembelihnya dan memasak dagingnya dengan bajak lembu itu sebagai kayu api; ia memberikan daging itu kepada orang-orangnya, kemudian makanlah mereka. Sesudah itu bersiaplah ia, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau sekedar membaca perikop ttg panggilan Elisa menjd pelayan nabi Elia, tampaknya sulit dimengerti scra logika, ada org yg melemparkan jubahnya lalu org itu menjd tuan yg dilayani.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada &#8216;cerita&#8217; di balik peristiwa ini tentunya, yang kita tahu bhw Alkitab mencatat Tuhan dengan tegas memerintahkan nabi Elia utk melakukan 3 hal, salah satunya utk menjadikan Elisa sebagai nabi yg akan menggantikan Elia, tp tentu saja ini hrs mengikuti budaya yg ada, hrs jd pelayannya dahulu, baru nanti bs menggantikan Elia. Tp dari mana Elisa tahu bhw dirinya dipilih Tuhan untuk menggantikan posisi Elia sbg nabi? Kalau dilihat dr ceritanya, Elisa ini ada dlm keluarga yg cukup kaya, itu bs dilihat dr 12 pasang lembu dipakai utk membajak. Org mana yg berani melepaskan kenyamanan dan hartanya hanya utk mengikuti seorg nabi utk menjd pelayannya? Kita mungkin bisa sedikit membandingkannya dgn peristiwa kehamilan Maria, ibu jasmani Yesus, di satu sisi Maria didatangi malaikat Gabriel, di sisi yg lain Yusuf diberitahu lewat mimpi spya jgn bercerai krna kehamilan Maria, jd Tuhan bicara pd pihak yg berkaitan dgn suatu perkara, dari sini bs kita pahami bhw Tuhan jg bcra pd Elisa, dia terpilih utk menggantikan nabi Elia, dan tandanya ialah nabi Elia akan datang dan melemparkan jubah kepadanya. Memang ini tdk tertulis dlm Alkitab, namun kita bs pahami cara kerja Tuhan ketika Dia ingin melibatkan manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Peristiwa lain yg bs kita lihat sbg perbandingan adalah saat Yesus akan masuk Yerusalem dgn menunggang seekor keledai (Matius 21:2). Dia sudah mengatur segala sesuatunya termasuk keledai betina muda yang diperlukan, tertambat, dan nantinya hrs dilepaskan dan dibawa kepada Yesus. Jadi ketika Tuhan menyuruh melakukan sesuatu, Dia sudah mengatur segala sesuatunya dgn baik, kita tinggal taat saja dan jgn berpikir yg tidak perlu. Memang tdk mudah, logika yang kita miliki seringkali mengolah data yg bs saja membuat kita meragukan perintah Tuhan. Benar atau tidak itu suara Tuhan? Atau ini cuma karna kita terlalu banyak berpikir dan tiba-tiba sesuatu muncul di pikiran kita. Kita tfk akan tahu benar atau tdk, sblum kita melakukannya dan nantinya kita bisa tahu melalui hasil yg ada, terjadi sesuai tdk dgn yg muncul di pikiran kita tadi. Keraguan seringkali membuat kita diam dan keadaan tdk terjd perubahan apapun, karena itu lakukanlah dan bila ternyata itu bukan suara Tuhan, belajar dr kesalahan kita ini, di lain waktu kita menjadi lebih paham utk membedakan mana yg adalah suara Tuhan dan mana yg bukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tuhan sudah mengaturnya, walau belum dilihat oleh mata kita, tapi yakinlah bahwa perhitungan Tuhan itu selalu tepat dan benar, perkataan-Nya layak utk kita percayai.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 21012023 1 Raja-raja 19:16, 21Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.Lalu berbaliklah ia dari pada Elia, ia mengambil pasangan lembu itu, menyembelihnya dan memasak &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6039\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6039","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6039","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6039"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6039\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6040,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6039\/revisions\/6040"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6039"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6039"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6039"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}