{"id":6081,"date":"2023-02-14T00:17:33","date_gmt":"2023-02-14T00:17:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6081"},"modified":"2023-02-14T00:17:37","modified_gmt":"2023-02-14T00:17:37","slug":"bisa-turut-merasakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6081","title":{"rendered":"Bisa Turut Merasakan"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 14022023<\/p>\n\n\n\n<p>Roma 12:15<br \/>Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kita sedang merasakan sesuatu yg beda dgn yg sedang dirasakan orang lain, ayat di atas tentu agak sulit utk diterapkan, apalagi sampai bs mengubah apa yg kita rasakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kita sedang merasa senang, bersukacita, lalu melihat ada org yg sedang sedih, mungkin masih bisa merasa ikut sedih walaupun sedikit dan hati tergerak utk melakukan sesuatu yang diharapkan bs mengurangi kesedihannya. Tapi bgmna kalau kita sedang sedih lalu melihat org lain sedang bersukacita, bisakah kita ikut juga bersukacita? Rasanya tentu berat, namun harus bs dilakukan. InI bukan berarti berpura-pura ikut sedih atau bersukacita, tapi hati benar-benar bs merasakannya. Ketika suasana hati sedang tdk begitu baik, pikiran kitalah yg seharusnya besar peranannya untuk menyatakan sikap kita. Di sini pesannya adalah turut merasakan dan berbagi, ada kedekatan hati antara kita dgn org lain yang nyata, bukan hubungan yg semu. Yg bersukacita bs berbagi sukacitanya dgn yg sedang bersedih supaya kesedihannya tidak terlalu membebani, yg sedang sedih berbagi cerita mengapa menjd sedih pd org yg sedang bersukacita, supaya ada kelegaan dlm hati sehingga bs ikut bersukacita dgn org yg sedang bersukacita. Secara teori ini mudah dibaca, tp sulit utk diterapkan, namun ini kembali pd kedewasaan rohani masing-masing org, dan kedewasaannya dlm berpikir.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbagi sukacita mgkin lebih mudah, tp berbagi kesedihan itu sesuatu yg sulit, tentu tidak sopan kalau org sdg bersukacita tapi justru kita malah menceritakan kesedihan kita, itu rasanya seperti kita membagikan sebagian beban kita pd orang lain. Tapi itulah kasih, apalagi kasih yang seperti Tuhan lakukan pd kita, mengasihi tidak pernah merasa terbebani ketika org lain menceritakan perasaan sedihnya, malah berpikir apa yg dapat dilakukan utk meringankan kesedihan org lain. Mengasihi itu mau membuka hati, memendam perasaan sedih sendirian itu tidak baik dan bisa menyebabkan penyakit muncul pd tubuh. Setiap kita saling membutuhkan dgn orang lain, seperti saat Tuhan memberikan Hawa pd Adam. Dalam kitab Pengkhotbah dikatakan:<br \/>Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wahai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! Dan bilamana seorang dapat dikalahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan (Pengkhotbah 4:9,10,12).<\/p>\n\n\n\n<p>Sendirian merasakan sesuatu itu tidak baik, tapi kita jg hrs siap menampung perasaan orang lain dgn keterbukaan dan kedewasaan, mengasihi itu tidak boleh pura-pura.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 14022023 Roma 12:15Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! Kalau kita sedang merasakan sesuatu yg beda dgn yg sedang dirasakan orang lain, ayat di atas tentu agak sulit utk diterapkan, apalagi sampai bs mengubah apa &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6081\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6081","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6081","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6081"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6081\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6082,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6081\/revisions\/6082"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6081"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6081"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6081"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}