{"id":6167,"date":"2023-04-10T00:19:06","date_gmt":"2023-04-10T00:19:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6167"},"modified":"2023-04-10T00:19:14","modified_gmt":"2023-04-10T00:19:14","slug":"rasa-kasihan-yang-berlebihan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6167","title":{"rendered":"Rasa Kasihan Yang Berlebihan"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 10042023<\/p>\n\n\n\n<p>Ayub 3:1-3<br \/>Sesudah itu Ayub membuka mulutnya dan mengutuki hari kelahirannya.<br \/>Maka berbicaralah Ayub:<br \/>&#8220;Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku dan malam yang mengatakan: Seorang anak laki-laki telah ada dalam kandungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Utk memahami kisah Ayub, jgn melewatkan detail-detail kecil informasi yg ada karena bs membuat kita salah memahami dan gagal di dlm mengambil pelajaran dr hidup Ayub.<\/p>\n\n\n\n<p>Benarkah Ayub kehilangan semua hartanya? Kalau kita baca dgn teliti, Ayub masih punya rumah yg dia tinggali krna yg hancur adalah rumah dr anak sulungnya (Ayub 1:18-19). Jd Ayub masih punya rumah dan harta yg ada di dalamnya, rumah orang sekaya Ayub pasti hartanya banyak dan itu tidak rusak. Tp Ayub kehilangan banyak harta dan 10 anaknya yg mati dlm sekejap. Kehilangan keturunan di saat usia tdk muda lagi tentu suatu musibah yg melebihi kehilangan semua harta, tp Ayub tdk berdosa karena lidahnya. Jadi jelas bila seseorg kehilangan keturunannya, harta tdk lagi dapat menghiburnya. Maka seharusnya jika kita kehilangan banyak harta, tidak perlu sampai marah-marah pd Tuhan, harta masih bs dicari, tp anak yg sudah mati, bagaimana cara mengembalikannya? Meskipun Ayub di saat itu kehilangan semua anak-anaknya, dia jg tidak berdosa pada Tuhan dan jelas Tuhan akui itu sbg sesuatu yg berkenan bagi-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu apa yg membuat Ayub akhirnya dengan pedih hati mengumpat dan mengutuki hari kelahirannya? Dia berpikir lebih baik dia tdk dilahirkan dan hidup drpd harus mengalami semua penderitaan. Ujian kedua yaitu Ayub mengalami sakit yg &#8216;tanggung&#8217;, artinya sakit tp tdk membuat dia mati, tp penyakitnya itu sangat membuatnya menderita, ingat bahwa Tuhan berpesan pd iblis utk tidak mengusik nyawa Ayub. Ujian inipun Ayub masih lulus &amp; iblis pun berhenti mencobai Ayub. Penyebab yg sesungguhnya adalah ketika 3 sahabat dr Ayub datang menjenguknya dan sengaja ikut meratap dgn Ayub. 7 hari 7 malam mereka berempat duduk-duduk tanpa bicara hingga Ayub memulai perkataannya dgn ayat yang kita bc di atas. Mereka bukannya berusaha utk menguatkan Ayub, tp menunjukkan rasa kasihan. Org yang sedang sedih dan berduka makin dibuat sedih ketika ada org lain yang kasihan kepadanya, di sinilah pikiran Ayub mulai bergeser, yg awalnya masih bs dengan besar hati menerima semua yg terjadi, pada akhirnya pikirannya lebih ke arah manusiawi, bukan rohani. Manusiawi berkata marah itu wajar karena merasa diperlakukan tidak adil oleh Tuhan, dan nenilai hidup ini tdk berarti lagi. Ada batas manusiawi yg wajar, tapi jika berlebihan, itu membahayakan rohani kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Jgn mengajak berdebat dgn org yg sedang menderita, jgn terlalu berlebihan dalam hal menunjukkan rasa kasihan, yang diperlukan adalah nasehat yang berpihak pd yg rohani, bkn yg manusiawi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 10042023 Ayub 3:1-3Sesudah itu Ayub membuka mulutnya dan mengutuki hari kelahirannya.Maka berbicaralah Ayub:&#8220;Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku dan malam yang mengatakan: Seorang anak laki-laki telah ada dalam kandungan. Utk memahami kisah Ayub, jgn melewatkan detail-detail kecil informasi yg ada &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6167\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6167","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6167","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6167"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6167\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6168,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6167\/revisions\/6168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}