{"id":6185,"date":"2023-04-20T00:03:56","date_gmt":"2023-04-20T00:03:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6185"},"modified":"2023-04-20T00:04:03","modified_gmt":"2023-04-20T00:04:03","slug":"jeli-menilai-situasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6185","title":{"rendered":"Jeli Menilai Situasi"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 20042023<\/p>\n\n\n\n<p>2 Samuel 16:3-4<br \/>Kemudian bertanyalah raja: &#8220;Di manakah anak tuanmu?&#8221; Jawab Ziba kepada raja: &#8220;Ia ada di Yerusalem, sebab katanya: Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku kerajaan ayahku.&#8221;<br \/>Lalu berkatalah raja kepada Ziba: &#8220;Kalau begitu, kepunyaanmulah segala kepunyaan Mefiboset.&#8221; Kata Ziba: &#8220;Aku tunduk! Biarlah kiranya aku tetap mendapat kasih di matamu, ya tuanku raja.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Ziba adalah pelayan Mefiboset, cucu dr Saul, anak dr Yonatan, saat Daud lari dr kudeta yg Absalom lakukan, Ziba tetap menunjukkan kesetiaannya pd Daud walaupun Mefiboset mulai berpikir utk kembali berkuasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Pd akhirnya Daud menang, Mefiboset takut dan berusaha menyakinkan Daud bhw Ziba telah memfitnahnya dgn berita bohong. Apa yg Daud lakukan kemudian adalah membagi ladang Mefiboset sebagian utk Ziba, namun krna takut, Mefiboset berkata biarlah semua ladang diserahkan pd Ziba (2 Samuel 19:20). Menurut perhitungan politik, Daud sdh lari &amp; pasti kalah, tp ternyata Daudlah yg kembali menduduki tahta kerajaan, Ziba mengambil keputusan yg tepat walaupun secara politik, pilihannya tetap setia pd Daud itu sesuatu yg kelihatannya tdk masuk akal. Di sini kita bisa belajar dr Ziba, tentukanlah pilihan yg tepat, sekalipun menurut perhitungan tertentu yg kita pilih itu kelihatannya salah dan bodoh. Ziba pasti paham bhw Daud terpilih menjadi raja menggantikan Saul itu adalah atas satu ketentuan Tuhan, Tuhanlah yg menentukan siapa yg layak duduk sbg raja atas Israel.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita jg belajar dr hidup Absalom, posisinya sbg anak raja tentu sangat baik, namun krna dia berambisi utk menjd raja dgn cara yang salah, memberontak dr Daud, ayahnya sndri, semua justru berakhir dgn kematiannya yang mengenaskan. Di satu sisi ini memang suatu penggenapan dari apa yg Tuhan katakan ttg keluarga Daud yg tdk akan lepas dr &#8216;pedang&#8217;, tapi di sisi lain, pikiran utk menjd yang lebih itu justru sebuah pikiran yg jahat. Kita diajar utk punya visi dan impian, berharaplah yang setinggi-tingginya, kejar itu dan jadilah yang terbaik, tp kita lupa bhw setiap org diberikan Tuhan &#8216;jatah&#8217; yang sesuai dgn kapasitasnya, artinya tdk semua org harus jadi nomor 1, tp nomor 2 pun itu sudah baik. Yusuf, Daniel, Ester, Mordekhai, adalah contoh org-org yg bukan raja, hanya penguasa tinggi, tp peran mereka sangat besar dlm sejarah org Israel pd zaman mereka. Kalau Tuhan tdk memberi kita jatah menjd orang nomor 1, walau kita berusaha spt apapun, semua akan berakhir spt Absalom, digagalkan Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pilihlah apa yg benar tdk hanya berdasar pd logika dan perhitungan hikmat manusia, tapi pilihlah sesuai dgn sudut pandang Tuhan, yg kita pilih nantinya pasti tepat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 20042023 2 Samuel 16:3-4Kemudian bertanyalah raja: &#8220;Di manakah anak tuanmu?&#8221; Jawab Ziba kepada raja: &#8220;Ia ada di Yerusalem, sebab katanya: Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku kerajaan ayahku.&#8221;Lalu berkatalah raja kepada Ziba: &#8220;Kalau begitu, kepunyaanmulah segala kepunyaan &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6185\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6185","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6185"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6186,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6185\/revisions\/6186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}