{"id":6195,"date":"2023-04-27T00:07:19","date_gmt":"2023-04-27T00:07:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6195"},"modified":"2023-04-27T00:07:46","modified_gmt":"2023-04-27T00:07:46","slug":"tidak-seperti-dia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6195","title":{"rendered":"Tidak Seperti Dia"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 27042023<\/p>\n\n\n\n<p>Lukas 18:11-14<br \/>Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;<br \/>aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.<br \/>Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.<br \/>Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Berdoa pd Tuhan itu hanya antara Tuhan dgn kita saja, kesalahan org Farisi ini adalah dia membawa-bawa keburukan org lain dengan dibandingkan dgn kebaikan diri versi dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal yg paling utama dlm berdoa adalah kita hrs sadar bhw kita ini org berdosa walaupun mgkin menurut pandangan org, kita terlihat begitu sempurna, jadi panutan dan bkn org yg jahat. Kalaupun kita tdk melakukan hal yg dilarang oleh firman Tuhan, itu bkn sesuatu yg pantas utk dibanggakan, apalagi berkata di hadapan Tuhan bhw kita jauh lebih baik &amp; kudus dibandingkan org lain. Tdk melakukan dosa A bkn berarti kita tdk melakukan dosa B, C, dstnya. Kita mgkin tdk melakukan dosa dlm bentuk perbuatan, tp dosa dlm pikiran, dlm hati, ini hanya kita dan Tuhan yang tahu. Jadi di sinilah masalahnya, ketika kita sndri menganggap diri kita kudus, pdhal di mata Tuhan kita ini penuh dosa, tp kita tdk sadar dan malah sibuk menunjuk-nunjuk dosa org lain. Bukankah seharusnya kita sedih kalau melihat ada anak Tuhan yg dihukum Tuhan karena dosa yg dia perbuat? Tapi sebagian org malah menjadikan itu sebuah tontonan yg seru dan memuaskan nafsu kebenaran diri sndri kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, doa si pemungut cukai ini adalah doa yg seharusnya kita teladani, doa yg jujur di hadapan Tuhan, penuh dosa ya akui, bkn malah menyindir dosa org lain. Org yg sadar dirinya berdosa adalah org yg sadar bahwa dirinya perlu bertobat dan diampuni Tuhan. Org yg sadar bhw penghukuman Tuhan itu tdk baik dampaknya bagi kehidupannya. Dia tahu bhw ingin berubah tp tdk mampu, dan minta Tuhan utk memampukannya. Doa org spt ini membuat dia akhirnya diampuni oleh Tuhan dan dia pergi sbg org yg dibenarkan Tuhan, yg awalnya org berdosa berubah jadi org benar, karena dibenarkan Tuhan. Hal yg religius bukan untuk dipertontonkan di muka umum, itu antara kita dgn Tuhan saja. Orang Farisi itu tujuannya bkn hendak berdoa, tapi menyindir dosa org lain, ini yg mgkin sering kita lakukan, bersaksi tapi membandingkan diri dgn keadaan org lain, sharing firman tapi menunjuk-nunjuk dosa org lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal yg perlu kita pikirkan setiap kali datang pd Tuhan utk berdoa: apakah ada dosa yang belum diakui di hadapan Tuhan? Segeralah utk membereskannya shga kita menjadi org yg dibenarkan Tuhan setelah selesai berdoa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 27042023 Lukas 18:11-14Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;aku &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6195\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6195","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6195","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6195"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6195\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6196,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6195\/revisions\/6196"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6195"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6195"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6195"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}