{"id":6217,"date":"2023-05-11T00:00:05","date_gmt":"2023-05-11T00:00:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6217"},"modified":"2023-05-11T00:01:34","modified_gmt":"2023-05-11T00:01:34","slug":"berbuat-baik-tuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6217","title":{"rendered":"Berbuat Baik Untuk Tuhan"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 11052023<\/p>\n\n\n\n<p>Yohanes 12:3, 7-8<br \/>Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.<br \/>Maka kata Yesus: &#8220;Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.<br \/>Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Mana yg lebih berguna: berbuat baik untuk 1 org atau utk banyak org? Logika inilah yang sering dipakai utk menggiring pikiran orang banyak ke arah yang justru kurang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita hrs paham bhw saat itu Yesus dianggap masih sbg manusia biasa saja, karena Yesus blm mati, bangkit dan naik ke surga, jd yang dikatakan oleh Yudas Iskariot mgkin benar secara logika, namun salah jika dilihat dari sudut pandang yg lain. Menolong org miskin itu suatu perbuatan baik, mulia, namun kita jgn lupa bhw kita jg hrs berbuat baik setiap hari utk Tuhan. Ini berarti harus ada bagian dr harta kita yg disisihkan utk menolong org miskin, tp di sisi lain hrs jg disisihkan untuk Tuhan. Wujudnya bs dalam bentuk beragam persembahan yg diatur dlm Alkitab, dan hal ini harus berjalan beriringan bersama-sama. Kalau ada pendapat bhw persembahan utk Tuhan boleh digunakan utk menolong orang lain, apakah itu benar? Jelas sekali di dalam ayat ini, Yesus membela apa yg Maria telah perbuat pd diri-Nya, dan ini bisa kita maknai sbg satu kesimpulan: apa yg utk Tuhan, jgn diberikan pd manusia. Apa alasannya?<\/p>\n\n\n\n<p>Pikirkan baik-baik, semulia apapun manusia, tetap tdi bs disejajarkan dgn Tuhan, apakah itu orgtua kita, leluhur kita, pemimpin rohani kita, dan bahkan pemimpin di negara kita ini. Manusia hanyalah ciptaan, Tuhan ialah Sang Pencipta, jd sudah beda derajatnya. Adalah sebuah penghinaan bagi Tuhan jika apa yg harusnya adalah hak-Nya Tuhan malah kita berikan pd manusia. Pandangan ini mungkin terlihat ekstrim, tp itulah kesimpulan yg bisa kita dapatkan dr kisah Maria meminyaki kaki Yesus ini. Jd persembahan utk Tuhan tetap hrs dipersembahkan utk Tuhan, tidak boleh diberikan pd manusia sekalipun alasannya utk menolong org yg membutuhkan. Kalau harta kita terbatas untuk menolong org lain, Tuhan punya banyak cara utk menolong org itu, jgn berpikir hanya kitalah satu-satunya yg hanya bs menolong, sombong sekali pikiran semacam itu, atau kita ingin dipuji karena sudah berbuat baik?<\/p>\n\n\n\n<p>Yang untuk Tuhan, jgn diberikan utk manusia dgn alasan apapun, atur dgn baik sehingga kita bs tetap memberi pd Tuhan dan bisa jg menolong org yg membutuhkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 11052023 Yohanes 12:3, 7-8Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.Maka kata Yesus: &#8220;Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6217\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6217","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6217","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6217"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6217\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6219,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6217\/revisions\/6219"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6217"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6217"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6217"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}