{"id":6314,"date":"2023-07-10T00:45:55","date_gmt":"2023-07-10T00:45:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6314"},"modified":"2023-07-10T00:46:02","modified_gmt":"2023-07-10T00:46:02","slug":"ketakutan-elia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6314","title":{"rendered":"Ketakutan Elia"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 10072023<\/p>\n\n\n\n<p>1 Raja-raja 19:2-3<br \/>maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: &#8220;Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu.&#8221;<br \/>Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.<\/p>\n\n\n\n<p>Membaca kisah dlm PL tentu hrs dibantu dg imaginasi yg mendekati faktanya, kalau tdk, maka kita akan keliru dlm mengolah data &amp; justru mengajarkan yg salah pd org lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Kenapa Elia takut dgn ancaman Izebel pdhal dia dgn ganasnya menyembelih 450 org nabi Baal? Pasti perlu tenaga yg kuat utk hal itu &amp; Elia secara fisik pasti kelelahan. Apakah hal ini yg membuat Elia takut? Nanti dulu. Lihat apa yg Alkitab ceritakan ttg Izebel, istri raja Ahab, artinya dia permaisuri raja. Sblumnya Izebel telah menyuruh membunuh nabi-nabi Tuhan di seluruh Israel (1 Raja-Raja 18:4), ia jg membuat Ahab menyembah Baal dan jg Asyera. Elia itu seorg nabi Tuhan, dan dia JD target Izebel berikutnya dan hanya diberi wkt hidup 1 hari lagi. Inilah data yg kita peroleh, sehingga kita bs memaknai seberapa berat dan menakutkannya kekuasaan yang dimiliki Izebel, ditambah lagi Ahab tdk berani untuk menghalangi niat Izebel. Jadi kita bs paham knpa Elia menjd takut pada ancaman Izebel, dia dlm kelelahan fisik dan yg dia hadapi itu seorg permaisuri yg sanggup menyuruh raja Ahab utk mengikuti semua keinginannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Elia pergi melarikan diri ke wilayah Yehuda, saat itu bangsa Israel terpecah dua menjadi kerajaan Israel dan kerajaan Yehuda. Di situ dia menilai dirinya tdk lebih baik drpd nenek moyangnya dan meminta Tuhan mengambil nyawanya (ay 4). Elia menilai ketakutannya itu menjd satu sikap yang salah di hadapan Tuhan, inilah kesalahan penilaian yg sering kita alami dlm kehidupan sehari-hari. Mgkin kita berpikir bhw kita hrs memiliki prestasi supaya dipandang layak dan berkenan oleh Tuhan. Kita pikir Tuhan bangga kalau sukses melakukan perintah-Nya dan Dia jd kecewa bila kita gagal. Yang Tuhan lakukan pd Elia ternyata sangat baik, Dia memberikan Elia makanan dan membiarkan Elia beristirahat utk sementara waktu, baru kemudian Tuhan memberikan tugas berikutnya untuk Elia, ini berarti Tuhan masih memberikan Elia suatu kepercayaan untuk melakukan perintah-Nya. Tuhan tahu keterbatasan Elia sebagai seorg manusia biasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah kita sedang mengalami ketakutan? Mgkin ada pengaruh dr faktor kelelahan fisik dan adanya tekanan dr lingkungan kita, tetap semangat dan perkuat kembali fisik kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 10072023 1 Raja-raja 19:2-3maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: &#8220;Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6314\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6314","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6314","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6314"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6314\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6315,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6314\/revisions\/6315"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6314"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6314"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6314"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}