{"id":6356,"date":"2023-08-04T00:04:14","date_gmt":"2023-08-04T00:04:14","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6356"},"modified":"2023-08-04T00:04:25","modified_gmt":"2023-08-04T00:04:25","slug":"lebih-baik-ke-rumah-duka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6356","title":{"rendered":"Lebih Baik ke Rumah Duka"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 04082023<\/p>\n\n\n\n<p>Pengkhotbah 7:2 ILT3<br \/>Lebih baik pergi ke rumah duka daripada pergi ke rumah pesta, karena itulah akhir setiap orang; hendaklah orang yang hidup menaruh hal ini di hatinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Membaca suatu ayat tdk bs terlepas dr gaya bahasa dan makna kata, kata &#8216;lebih baik&#8217; itu suatu perbandingan, ada 2 hal yg baik, tapi salah satunya memiliki nilai yg lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi pergi ke rumah pesta itu jg hal yg baik, tapi menurut penulis ayat ini, ada nilai yang lebih baik ketika kita pergi ke rumah duka yaitu bahwa di rumah duka, kita bisa melihat akhir hidup dr setiap orang. Di rumah pesta, orang bergembira dan biasanya &#8216;terbius&#8217; dgn pikiran bahwa umurnya masih panjang, pikir saja yg menyenangkan hati, sampai kadang ada yg bablas hingga mabuk dan melakukan dosa dalam kemabukannya. Di rumah duka, kita bs melihat bhw kematian tdk mengenal batas usia, dr bayi hitungan menit hingga yg berusia lebih dr 100 tahun, dr yg 1 jam lalu masih sehat bugar, tiba-tiba meninggal dlm keadaan yg tdk terduga. Di rumah duka kita diingatkan utk menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya, karena bila sudah waktunya tiba giliran kita yg meninggal, kita membawa semua perbuatan kita ke hadapan Tuhan utk dipertanggung jwbkan, tdk ada kesempatan lagi utk memperbaikinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Itu masalah umur, di sisi lain, kita melihat di rumah duka betapa anggota keluarga yang ditinggal merasa sangat kehilangan. Zaman skrg mgkin tdk &#8216;seduka&#8217; zaman dulu, tp kita melihat hal yg sama: apakah kita menjd org yg dikasihi keluarga, kerabat, teman, dan yg lainnya? Semasa hidup hendaknya dikenal sbg org yg baik, teladan dan menjadi berkat bagi bnyk org, sehingga saat kita meninggal, ada bnyk hal baik yg kita &#8216;wariskan&#8217; bagi org banyak terutama keluarga kita sendiri. Hidup ini hrs berarti, satu sisi menyenangkan hati Tuhan, di sisi lain memberikan kebahagiaan bagi org-org di sekitar kita. Belajar dr hidup org lain, bgmna mereka mengakhiri dengan baik. Setiap dr kita punya giliran waktu untuk Tuhan panggil &#8216;pulang&#8217;, bersiaplah kapanpun waktunya tiba, bila diberikan anugerah, kita bs diberitahu tanda-tanda bhw waktu kita itu sudah dekat, jd kita diberi kesempatan untuk mengatur segala sesuatunya sblum kita dgn damai pulang menghadap Bapa di Surga.<\/p>\n\n\n\n<p>Besok kita masih hidup? Itu sebuah misteri, kita hanya bs memprediksi berdasarkan yg kita lihat dan rasakan, tapi ketika waktunya tiba, sudah siapkah kita?<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 04082023 Pengkhotbah 7:2 ILT3Lebih baik pergi ke rumah duka daripada pergi ke rumah pesta, karena itulah akhir setiap orang; hendaklah orang yang hidup menaruh hal ini di hatinya. Membaca suatu ayat tdk bs terlepas dr gaya bahasa dan makna &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6356\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6356","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6356","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6356"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6356\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6357,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6356\/revisions\/6357"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6356"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6356"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6356"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}