{"id":6386,"date":"2023-08-22T23:55:44","date_gmt":"2023-08-22T23:55:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6386"},"modified":"2023-08-22T23:55:52","modified_gmt":"2023-08-22T23:55:52","slug":"kumpulkan-poin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6386","title":{"rendered":"Kumpulkan Poin"},"content":{"rendered":"\n<p>DI 23082023<\/p>\n\n\n\n<p>Lukas 7:12-14<br \/>Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: &#8220;Jangan menangis!&#8221;<br \/>Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: &#8220;Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Janda ini tidak memohon apapun pd Yesus ketika dia pergi menghantar jenazah anak yg adalah satu-satunya yg dimiliki, apalagi anak ini adalah anak laki-laki.<\/p>\n\n\n\n<p>Janda kehilangan anak laki-laki tunggalnya, sebuah tragedi yg sangat menyedihkan, ini berarti garis keturunan keluarganya terputus sampai di anaknya saja. Kita yg mgkin suatu saat berhadapan dgn keluarga spt janda ini akan teriris hati nurani kita, apalah artinya &amp; gunanya hidup kalau tdk lagi memiliki anak? Yang terjd dlm kisah ini adalah mereka saat itu sedang menghantar jenazah dan bertemu dgn Yesus di jalan. Tidak ditulis bgmna cara hidup si wanita janda ini, tp saat itu Yesus dg segera tergerak hatinya berbelas kasihan pd ibu janda ini lalu membangkitkan anaknya. Kita biasa diajar meminta maka akan nanti menerima dr Tuhan, ini memang benar dan ada ayatnya, namun tidak selalu menerima dari Tuhan diawali dgn sebuah permohonan. Satu hal yg pasti: Yesus setiap hari melihat ada kematian, Dia Tuhan Yang kekal, bahkan saat menjd manusia, Dia jg pasti sering dgn mata kepala sendiri melihat peristiwa spt itu terjadi di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa yang membuat Yesus tergerak hatinya oleh belas kasihan terhadap janda itu? Yang bs kita pahami secara logika adalah si janda ini pasti org yg baik, saleh dan berbuat baik pd sesama. Ini terlihat dr banyaknya org yg menghantar jenazah anaknya utk dikuburkan saat itu. Tangisan janda ini pasti memilukan hati bahkan sampai Yesuspun tergerak saat mendengar tangisannya. Apa yang janda ini lakukan sepanjang hidupnya menjd sebuah &#8216;kumpulan poin reward&#8217; yg suatu saat dapat ditukarkan dgn sesuatu yg berharga. Semua yg dilakukannya menghasilkan mujizat yang besar yaitu anaknya dibangkitkan Tuhan dari kematian. Kadang kita berpikir apa gunanya kita berdoa setiap hari? Apa gunanya rajin ibadah? Apa gunanya menolong org? Semua ini ada gunanya suatu saat. Dlm PL juga ada kejadian serupa: seorg wanita yg jg memiliki anak tunggal yg telah mati namun akhirnya dibangkitkan oleh nabi Elisa, perempuan ini ternyata selalu melayani kebutuhan Elisa di saat lewat di kotanya (2 Raja-Raja 4:8-37).<\/p>\n\n\n\n<p>Sudahkah kita mengumpulkan &#8216;poin reward&#8217; dgn taat melakukan firman Tuhan? Jangan lelah berbuat baik, suatu saat poin itu akan berguna saat kita mengalami masa sulit dan Tuhan bertindak menolong kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 23082023 Lukas 7:12-14Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=6386\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-6386","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=6386"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6386\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6387,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/6386\/revisions\/6387"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=6386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=6386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=6386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}