{"id":7531,"date":"2025-05-19T00:59:34","date_gmt":"2025-05-19T00:59:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=7531"},"modified":"2025-05-19T02:18:14","modified_gmt":"2025-05-19T02:18:14","slug":"peraturan-buatan-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=7531","title":{"rendered":"Peraturan Buatan Manusia"},"content":{"rendered":"<p>DI 19052025<\/p>\n<p>Kolose 2:21-23<br \/>\njangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini;<br \/>\nsemuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.<br \/>\nPeraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.<\/p>\n<p>Alkitab yg sama tp bs ditafsirkan berbeda, ini suatu masalah yg paling rumit utk dipahami, karena itulah timbul peraturan turunan yang dibuat manusia yg merujuk pada penafsiran Alkitab menurut kebenaranya sendiri.<\/p>\n<p>Sinode gereja A bilang ini dilarang, tp sinode gereja B bilang itu diperbolehkan, mana yang benar dan patut diikuti? Keduanya merujuk dr ayat Alkitab yg sama, tp penafsirannya beda satu sama lain. Yg diikuti ialah aturan gereja di mana kita berjemaat, sesederhana itu saja. Bila kita sdh yakin ingin berjemaat di sebuah gereja lokal, kewajiban kita adalah mengikuti dan patuh pd aturan yg berlaku. Namun jika ke depannya nanti kita sudah lebih berhikmat utk memahami Alkitab dan menilai doktrin di gereja kita itu kurang tepat, tetaplah utk setia berjemaat tetapi pegangan dogma\/doktrin yg pribadi kita yakini itu benar tanpa berusaha utk meributkan doktrin yg gereja kita yakini &amp; berlakukan. Tanggung jawab ketaatan kita itu ialah pd Tuhan, bukan pd gereja karena pihak gereja tdk bs memantau 24 jam kegiatan kita setiap harinya. Gereja jg tdk tahu apakah kita mentaati doktrin yg ada. Bertanggung jawab atas apa yg kita percayai utk dilakukan, inilah yg jadi pegangan kita.<\/p>\n<p>Dlm ayat ini, Paulus sdg menekankan tentang masih adanya praktek aturan atau budaya yg lama sblum menjd pengikut Kristus. Aturan turunan yang dibuat oleh manusia, tujuannya hanya utk memuaskan hidup duniawi semata yg membuat manusia tidak sepenuhnya taat pd peraturan Tuhan. Budaya setempat tentu punya tantangan tersendiri yg berlaku hanya lokal saja, bila dilanggar maka akan muncul suatu dampak buruk bagi pelakunya. Apakah kita seorg Kristen hrs tunduk pd pantangan itu? Tentu tdk, tp tetap hormatilah peraturan tsb, tdk melanggar pantangan selama hal itu tdk melanggar firman Tuhan, itu sesuatu hal yang menunjukkan kesopanan kita terhadap penduduk lokal. Budaya yg terbentuk akibat pengaruh suatu agama, tentu harus kita dgn teliti mengujinya, kalau tdk sejalan dgn apa yg firman Tuhan tetapkan, jgn kita ikuti dan jg melakukannya karena takut sesuatu yg buruk menimpa kita. Kita hrs tunduk hanya kepada Tuhan saja.<\/p>\n<p>Jgn melakukan apa yang dahulu kita lakukan sblum menjadi seorg Kristen, ingatlah bahwa kita hrs mempertanggung jawabkannya nanti di hadapan Tuhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 19052025 Kolose 2:21-23 jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini; semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia. Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=7531\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7531","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7531","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7531"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7531\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7532,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7531\/revisions\/7532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7531"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7531"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7531"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}