{"id":7657,"date":"2025-08-01T00:59:37","date_gmt":"2025-08-01T00:59:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=7657"},"modified":"2025-08-01T00:59:47","modified_gmt":"2025-08-01T00:59:47","slug":"tidak-gila-hormat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=7657","title":{"rendered":"Tidak Gila Hormat"},"content":{"rendered":"<p>DI 01082025<\/p>\n<p>Wahyu 22:8-9<br \/>\nDan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya.<br \/>\nTetapi ia berkata kepadaku: &#8220;Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!&#8221;<\/p>\n<p>Malaikat yang hanya diutus Tuhan menolak disembah oleh rasul Yohanes Pembaptis, di sini tampak bhw malaikat ini menyadari hal yg seharusnya, Tuhan yg hrs disembah, bkn dirinya.<\/p>\n<p>Mungkin masih sedikit pelayan Tuhan yang punya jiwa pelayan, makin tinggi jabatan dan pelayanannya, seorg pelayan Tuhan kadang justru minta diperlakukan istimewa layaknya seorg bangsawan atau raja. Lupa bhw dia itu diutus Tuhan utk melayani, sbg seorg hamba atau budaknya Tuhan, merasa amat dipakai Tuhan, jadi terkenal, diberikan kekuasaan di dlm gereja, maka kesombongannya timbul dan memandang dirinya terlalu tinggi. Tentu utk memperlakukan seorg pelayan Tuhan dg istimewa itu dipandang sesuatu yg baik, dlm Alkitab juga banyak contoh, bgmna seorang perempuan Sunem yg kaya memperlakukan nabi Elisa dgn sangat istimewa (2 Raja-Raja 4). Budaya zaman itu ialah memperlakukan utusan dgn baik spt memperlakukan tuan dr utusan itu dgn baik jg. Jadi memperlakukan istimewa seorg pelayan Tuhan itu suatu hal yg baik, tetapi jgn berlebihan sehingga seorg pelayan Tuhan merasa dirinya pantas untuk itu dan membuat dia jadi sombong.<\/p>\n<p>Perkataan nabi Elisa ini patut direnungkan &amp; dicontoh: &#8220;Berkatalah Elisa: &#8220;Demi TUHAN semesta alam yg hidup, yg di hadapan-Nya aku menjadi pelayan &#8230;&#8221; (2 Raja-Raja 3:14). Di hadapan manusia, kita juga hrs mengakui bhw kita ini hanya pelayan dari Tuhan, tidak perlu diperlakukan istimewa, lain kasusnya jika semua fasilitas dibiayai dr dana sendiri. Tapi kalau sampai memberatkan pihak yang dilayani, tentu ini bukan sesuatu yg baik. Dlm melayani, hrs diingat bhw tugas kita sebagai hamba dr Tuhan adalah bertanggung jawab mengerjakan tugas pelayanan yg Tuhan beri. Kalau mencari hormat manusia, kita dengan sengaja telah keluar dari batasan pelayanan, dihormati atau tdk dihormati manusia, yang terpenting adalah tugas sdh kita selesaikan dan Tuhan disenangkan. Menjd terkenal itu hanya efek, bukan tujuan, jangan gila hormat dan pujian, kalau kesombongan mulai timbul dalam diri kita, ini sdh berbahaya.<\/p>\n<p>Tuhan ingin kita tetap menjd hamba, karena Dia ingin memelihara hidup kita, menjd setia dlm tugas pelayanan yg Tuhan berikan, jgn gila hormat dan pujian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 01082025 Wahyu 22:8-9 Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya itu. Dan setelah aku mendengar dan melihatnya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, yang telah menunjukkan semuanya itu kepadaku, untuk menyembahnya. Tetapi ia berkata kepadaku: &#8220;Jangan &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=7657\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7657","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7657","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7657"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7657\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7658,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7657\/revisions\/7658"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7657"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7657"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7657"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}