{"id":7872,"date":"2025-11-30T23:57:47","date_gmt":"2025-11-30T23:57:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=7872"},"modified":"2025-11-30T23:58:05","modified_gmt":"2025-11-30T23:58:05","slug":"banyak-mengampuni","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=7872","title":{"rendered":"Banyak Mengampuni"},"content":{"rendered":"<p>DI 01122025<\/p>\n<p>Matius 18:21-22<br \/>\nKemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: &#8220;Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?&#8221;<br \/>\nYesus berkata kepadanya: &#8220;Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.<\/p>\n<p>Manusia punya batas mengampuni ketika sesamanya berbuat dosa, Petrus dengan yakinnya dia memilih akan tetap memberi pengampunan sampai batas 7x saja.<\/p>\n<p>Mgkin ada yg lebih parah, ada yg hanya bs mengampuni sampai 2x, yg ketiga kali SDH tdk bs terampuni, alasannya manusiawi, ia susah bertobat, cuma main-main menyesal tp tdk kapok, tdk ingin dirinya diremehkan karena selalu mengampuni. Alasan ini kita hrs hormati, ada alasan kuat yg melandasi kenapa seseorg memilih hanya 2x saja dlm hal mengampuni. Kita pun jika bertemu dg org yg tdk pernah mau bertobat, sekali dgn sengaja mengganggu kita dg kesalahan yg sama, merugikan kita terus menerus, bisa saja kita jd berpikir ulang utk mengampuni berulang-ulang. Mengampuni mgkin bisa, tp hukum tetap berjalan. Memang ini suatu standart kehidupan manusia, mengampuni tp tetap memproses hukum, inipun sangat manusiawi dan dijamin haknya oleh hukum negara.<\/p>\n<p>Pengampunan dr Tuhan itu spt apa? Kalau kita mengamati perumpamaan ttg seorang hamba raja yang diampuni, dia bukan saja dihapuskan hutangnya, tp jg dibebaskan dr hukuman, kalau skrg ini spt ditarik tuntutan yg diajukan ke kepolisian, tdk ada tindakan hukum apapun yg akan dikenakan, bebas spt tdk pernah terjd apa-apa. Berbeda dgn pengampunan manusia. Kalau tuntutannya dicabut, enak banget ya, sdh merusak dan membunuh misalnya, tp tdk dihukum! Tapi terima atau tdk terima, inilah model suatu pengampunan dr Tuhan. Namun yg tetap ada adalah akibat dr perbuatannya, tidak hilang sekalipun diampuni. Contoh: seorg mengampuni org yg telah membunuh ibu kandungnya, mengampuni pembunuhnya bukan berarti ibunya akan hidup kembali, jadi hrs sadar ketika mengampuni, apa yg telah terjd, tdk semuanya bisa dipulihkan spt sebelumnya.<\/p>\n<p>Mengampuni bukan tanpa batas, kata 70&#215;7 kali mengacu pd banyak mengampuni, bkn tanpa batas, Tuhan saja mengampuni dosa tapi khusus menghujat Roh Kudus, ini dosa yg tdk terampuni (Markus 3:29).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 01122025 Matius 18:21-22 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: &#8220;Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?&#8221; Yesus berkata kepadanya: &#8220;Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=7872\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7872","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7872","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=7872"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7872\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7873,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/7872\/revisions\/7873"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=7872"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=7872"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=7872"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}