{"id":8264,"date":"2026-07-10T00:06:05","date_gmt":"2026-07-10T00:06:05","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=8264"},"modified":"2026-07-10T00:06:13","modified_gmt":"2026-07-10T00:06:13","slug":"bagus-tapi-kosong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=8264","title":{"rendered":"Bagus Tapi Kosong"},"content":{"rendered":"<p>DI 10072026<\/p>\n<p>Matius 12:43-45 ILT3<br \/>\n\u201cDan ketika roh najis keluar dari seseorang, ia melintas melalui tempat-tempat yang tandus sambil mencari perhentian, tetapi tidak menemukannya.<br \/>\nLalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumahku, tempat aku telah keluar. Dan setelah tiba, dia mendapatinya tidak berisi, sudah disapu dan dihiasi.<br \/>\nKemudian dia pergi dan membawa bersamanya tujuh roh lain, yang lebih jahat daripada-Nya. Dan setelah masuk, ia tinggal di sana. Dan keadaan akhir orang itu menjadi lebih buruk daripada sebelumnya. Demikian pula akan terjadi pada generasi yang jahat ini.\u201d<\/p>\n<p>Menariknya dr penggambaran ini ialah knpa &#8216;rumah&#8217; itu bersih, dihiasi, tp kosong? Hal ini tentu perlu pendalaman yg cukup teliti. Jadi apa yg dimaksud dgn &#8216;rumah&#8217;? Dlm ayat ini, &#8216;rumah&#8217; adalah tempat tinggal roh najis dlm diri seorg manusia. Bs kita pahami sebagai tempat roh manusia itu ada dlm diri orang yang pernah &#8216;ditinggali&#8217; roh najis itu. Dengan sederhananya, roh manusia itu ada dlm diri manusia yg paling dalam, realitanya, tempat ini bs jg dirasuki oleh roh jahat, ibarat suatu rumah, pintunya terbuka, siapa saja bs dgn bebas keluar dan masuk. Lalu bgmna bisa tempat ini tdk berisi spt dalam ayat di atas? Tentu ini bukan ttg jasad org mati yg rohnya sudah pergi, tp org hidup tapi &#8216;kosong&#8217;. Roh org ini di mana? Tentunya masih ada dalam diri org itu, tetapi &#8216;pintunya&#8217; masih terbuka &amp; roh najis bs kembali memasukinya, tinggal dlm diri org itu.<\/p>\n<p>Memang sulit utk dipahami, tp sedikit hal yg bs kita dapat informasi dlm ayat ini adalah bhw roh manusia dlm diri seseorg bisa juga tinggal bersama roh lainnya, tergantung roh apa itu, bs roh jahat, bs juga Roh Tuhan yg tinggal bersama org itu. Gambaran tentang tempat itu telah disapu dan dihiasi, ini ttg pembebasan yg Tuhan lakukan, roh najis itu diusir keluar, segala kekotoran dan yg najis &#8216;disapu&#8217; keluar dan hidup org ini dihiasi jadi indah. Sederhananya org ini sdh dipulihkan dan hidupnya jd indah. Tp knpa tempat itu tdk berisi? Ini gambaran ttg org yg sdh pulih tp belum bertobat sungguh-sungguh, tidak ada Tuhan dlm hidupnya, masih ada &#8216;jejak&#8217; okultisme dlm dirinya shga roh najis itu bisa masuk kembali bersama 7 roh lainnya. Jadi mgkin digambarkan spt org yg sdh pulih dr kerasukan roh jahat, awalnya dibimbing utk ke gereja, ikut pemuridan, tp itu hanya pada awalnya saja, kemudian kembali pd dirinya yg blm bertobat, malas beribadah.<\/p>\n<p>Kita perlu waspada sekalipun sdg dilayani pelepasan dr roh jahat, ini bukan akhir, tapi roh jahat ingin kembali tinggal dlm kita, jgn biarkan &#8216;pintu&#8217; itu terbuka bagi roh jahat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 10072026 Matius 12:43-45 ILT3 \u201cDan ketika roh najis keluar dari seseorang, ia melintas melalui tempat-tempat yang tandus sambil mencari perhentian, tetapi tidak menemukannya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumahku, tempat aku telah keluar. Dan setelah tiba, dia &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=8264\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8264","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8264","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8264"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8264\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8265,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8264\/revisions\/8265"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}