{"id":8304,"date":"2026-08-02T23:50:49","date_gmt":"2026-08-02T23:50:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=8304"},"modified":"2026-08-02T23:51:49","modified_gmt":"2026-08-02T23:51:49","slug":"mengagumi-yang-salah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=8304","title":{"rendered":"Mengagumi Yang Salah"},"content":{"rendered":"<p>DI 03082026<\/p>\n<p>Markus 13:1-2<br \/>\nKetika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: &#8220;Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!&#8221;<br \/>\nLalu Yesus berkata kepadanya: &#8220;Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.&#8221;<\/p>\n<p>Para murid mengagumi bangunan Bait Suci yg megah &amp; kokoh, tp ternyata di kemudian hari bangunan itu diruntuhkan, kemegahan yg berubah menjd kehancuran.<\/p>\n<p>Apa yg kita banggakan, suatu saat bs terjadi suatu hal yg mengubah semuanya. Apa yg hebat dibuat manusia, bs hilang dan hancur seketika. Seringkali manusia mengagumi yg bagian &#8216;luar&#8217; saja, apalah hebatnya bait suci ya megah &amp; kokoh tanpa kehadiran Tuhan di dlmnya? Jadi kita bandingkan dgn kemah yg dibuat Daud utk tempat tabut perjanjian diletakkan. Zaman raja Daud, Israel ada dlm masa kejayaannya. Walaupun hanya dalam kemah, bukan gedung megah dan kokoh, tp kehadiran Tuhan begitu nyata. Memang jd lebih berharga bila gedung megah &amp; kokoh dr bait suci ini ada kehadiran Tuhan di dlm bait sucinya, spt pernah terjd pd zaman raja Salomo, tp sejarah mencatat bhw bait suci inipun akhirnya dirusak dan bangsa Israel dijadikan tawanan oleh kerajaan Babelonia. Jadi ini ttg bgmna mempertahankan supaya kehadiran Tuhan terus ada dlm bait suci.<\/p>\n<p>Hal serupa jg terjd di zaman skrg ini. Gereja yg bergedung megah dianggap gereja yang sukses dan modern. Jumlah jemaat yg dtg ibadah kadang jd ukuran kesuksesannya. Di dlm sejarah gereja modern, pernah muncul bbrpa sinode dan gereja yg megah dan juga berjemaat besar, ada yg hingga jutaan org jemaatnya. Tp itu hanya bertahan tdk lama, konflik intern dlm keluarga hamba Tuhan &amp; kepengurusan gereja, memicu perpecahan dan akhirnya kemegahan yg ada hanya dari kemegahan gedungnya, jemaat berkurang &amp; kisah konflik intern menjd aib yg jd rahasia umum. Ibadah bkn lagi fokusnya pd Tuhan, tapi bgmna meng-entertain jemaat supaya tdk pindah gereja, bs menarik jemaat gereja lain utk akhirnya pindah. Ibadah serasa spt konser lagu-lagu Kristen dan motivasi dgn dalih sebuah khotbah. Lupa bhw kehadiran Tuhan dlm ibadah, inilah yg hrs terjadi, bkn pujian dr manusia.<\/p>\n<p>Jgn hanya kagum penampilan luar, itu akan bs berubah kapan saja, tp kehadiran Tuhan dlm hidup kita itu hrs nyata, jgn tukarkan dg yg lain.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 03082026 Markus 13:1-2 Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: &#8220;Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!&#8221; Lalu Yesus berkata kepadanya: &#8220;Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batu pun akan dibiarkan &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=8304\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8304","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8304","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8304"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8304\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8306,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8304\/revisions\/8306"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8304"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8304"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8304"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}