{"id":8307,"date":"2026-08-04T00:12:28","date_gmt":"2026-08-04T00:12:28","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=8307"},"modified":"2026-08-04T00:12:50","modified_gmt":"2026-08-04T00:12:50","slug":"bukan-kasih-yang-manja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=8307","title":{"rendered":"Bukan Kasih Yang Manja"},"content":{"rendered":"<p>DI 04082026<\/p>\n<p>Ibrani 12:6<br \/>\nkarena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.&#8221;<\/p>\n<p>Apa bentuk kasih Tuhan pd anak-anak-Nya? Seringkali kita &#8216;terbius&#8217; oleh khotbah, ajaran ataupun renungan yg hanya menceritakan figur Tuhan yg &#8216;tdk tegas&#8217;.<\/p>\n<p>Ayat ini menunjukkan sisi kasih yg berbeda dari Tuhan. Kata menghajar dlm bahasa asli ialah paideu\u014d yang berarti to train up a child that is educate or discipline or punishment (untuk melatih seorg anak yg mendidik atau disiplin atau hukuman). Setiap anak pernah melakukan kesalahan yang &#8216;berat dan besar&#8217; sehingga perlu suatu tindakan supaya tidak terulang demi menjaga masa depan anak di anak bs menjd org yg baik. Maka dipandang perlu bkn sekedar mengajar teori semata, tp jg perlu menghajarnya, ada rasa sakit terasa saat dihajar, itu sbg efek jera sekaligus sbg pengingat supaya lain wkt jgn mengulangi jgn mengulangi perbuatan salahnya. Karna itulah koreksi pikiran kita ttg bgmna Tuhan mengasihi kita sbg anak-Nya: Dia tdk segan menghajar kita bila melakukan kesalahan yg sangat besar dan fatal. Di sinilah kadang org merasa tdk lagi dikasihi Tuhan, padahal dialah yg bermasalah.<\/p>\n<p>Kemudian kata menyesah dlm bahasa asli adalah mastigo\u014d yang berarti mencambuk. Bayangkan seorg ayah sedang mencambuk anaknya yg masih muda, zaman skrg sudah dianggap melanggar HAM, tp begitulah cara didikan pd zaman itu. Ada bbrpa tujuan jika orgtua mencambuk anaknya: utk motivasi, utk mengkoreksi, dan sbg hukuman. 3 jenis cambukan ini bertujuan mendidik, dilakukan atas dasar kasih, ini seringkali disebut sbg &#8216;cambuk kasih&#8217;, dan pasti menimbulkan rasa sakit pd tubuh, sbg efek jera. Jgn dibodohi trs dgn gambaran Tuhan yang &#8216;memanjakan&#8217; anak-Nya: dipeluk, dilindungi, disayangi dgn maksimal, dsbnya. Mulailah berpikir bahwa Tuhan tdk toleran dgn dosa dan kesalahan yg kita lakukan, Dia bkn spt orgtua yg luluh hatinya karena sikap gemas anaknya waktu ketahuan berbuat salah, tdk menghukum &amp; malah memanjakan. Tuhan itu tegas!<\/p>\n<p>Kasih Tuhan bukan utk memanjakan kita, di sini kita perlu ingat: Dia tdk toleran akan yg jahat dlm diri kita, terimalah disiplin yg Dia berikan, itu baik utk masa depan kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 04082026 Ibrani 12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.&#8221; Apa bentuk kasih Tuhan pd anak-anak-Nya? Seringkali kita &#8216;terbius&#8217; oleh khotbah, ajaran ataupun renungan yg hanya menceritakan figur Tuhan yg &#8216;tdk tegas&#8217;. &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=8307\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8307","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8307","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8307"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8307\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8308,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8307\/revisions\/8308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8307"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8307"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8307"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}