{"id":8316,"date":"2026-08-08T00:16:50","date_gmt":"2026-08-08T00:16:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=8316"},"modified":"2026-08-08T00:16:58","modified_gmt":"2026-08-08T00:16:58","slug":"mengapa-tidak-dihormati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=8316","title":{"rendered":"Mengapa Tidak Dihormati?"},"content":{"rendered":"<p>DI 08082026<\/p>\n<p>Markus 6:4-5<br \/>\nMaka Yesus berkata kepada mereka: &#8220;Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.&#8221;<br \/>\nIa tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.<\/p>\n<p>Di tempat asal Yesus, Dia tdk dihormati sbg seorg nabi, org menilai Yesus berdasarkan latar belakang-Nya sblm Dia mulai melayani yg memang terlihat biasa saja.<\/p>\n<p>Seorg nabi tdk dihormati di tempat asalnya, apakah ini hanya ungkapan ttg diri Yesus yg sifatnya bkn pernyataan umum? Di Alkitab, kita bs temukan bbrpa nabi yg tdk dihormati dan bahkan tdk dipercaya. Elisa diolok-olok dg sebutan &#8216;kepala botak&#8217; (2 Raja-Raja 2:23), Mikha tdk disukai raja Ahab (1 Raja-Raja 22) Agaknya org pny kriteria sndri ttg seorg nabi dan jika tdk sesuai kriteria, orang itu ditolak. Latar belakang Yesus menjadi alasan tidak terpenuhinya kriteria seorg nabi bagi orang di tempat asal-Nya. Nabi-nabi seringkali tdk disukai karna tdk bernubuat yg baik tentang raja dan bangsa, dsbnya. Mungkinkah hal ini masih terjd di zaman skrg? Mgkin saja, latar belakang seorg pelayan Tuhan bs jd alasan dia tdk dihormati, sementara banyak orang telah terberkati lewat pelayanannya. Patut atau tdk bila kenabian seseorg hrs lulus dari kriteria seorg nabi yg ditentukan manusia?<\/p>\n<p>Bbrpa waktu belakangan ini mulai ada satu &#8216;trend&#8217; baru di kalangan hamba Tuhan. Ingat bhw skrg hamba Tuhan lebih suka dipanggil Ps dibandingkan Pdp, Pdm dan Pdt. Ketika dipanggil sbg Ps, rasanya lebih mantap dan sejajar dgn hamba Tuhan luar negeri. Mulai muncul jg hamba Tuhan yg senang disebut &#8216;Prophet atau Nabi&#8217;, disusul dgn trend yang berikutnya: senang disebut &#8216;apostle\/rasul&#8217;, lebih keren kedengarannya. Apakah hal ini demi tdk ditolak pelayanannya? Bahkan ada kabar burung bahwa gelar akademis teologi itu bs &#8216;dibeli&#8217;, konon katanya tdk kuliah, tapi punya ijazah teologi, cukup bayar sejumlah besar uang dan dapat gelar teologisnya. Jd supaya tdk ditolak, hrs punya gelar di depan dan belakang namanya. Tentu masih bnyk yg bergelar karena mengikuti cara yg benar dan ada catatan historisnya, jadi tentunya ini sebatas oknum perorangan.<\/p>\n<p>Kita melayani bkn utk dihormati, disanjung, atau diperlakukan bak seorg raja, jd populer itu hanya efek samping, bkn tujuan utama dlm melayani.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 08082026 Markus 6:4-5 Maka Yesus berkata kepada mereka: &#8220;Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.&#8221; Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=8316\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8316","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8316","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8316"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8316\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8317,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8316\/revisions\/8317"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8316"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8316"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8316"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}