{"id":8363,"date":"2026-09-07T00:08:24","date_gmt":"2026-09-07T00:08:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=8363"},"modified":"2026-09-07T00:08:35","modified_gmt":"2026-09-07T00:08:35","slug":"bukan-soal-tekun-berdoanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=8363","title":{"rendered":"Bukan Soal Tekun Berdoanya"},"content":{"rendered":"<p>DI 07092026<\/p>\n<p>Lukas 18:3-5 ILT3<br \/>\nDan di kota itu ada seorang janda, dan dia datang kepadanya, dengan berkata: Belalah aku dari lawanku.<br \/>\nTetapi untuk beberapa waktu ia tidak mau. Namun setelah itu ia berkata pada dirinya: Sekalipun aku tidak takut akan Elohim dan manusia tidak kuhormati,<br \/>\npada akhirnya, karena janda ini mendatangkan kesusahan bagiku, aku akan membelanya, agar dia tidak mengganggu aku dengan datang terus-menerus.\u201d<\/p>\n<p>Seringkali kita salah dalam memaknai apa yang disampaikan Yesus malalui perumpamaan ini, yg diingat hanya kita perlu tekun berdoa, tapi tdk tahu alasannya apa. <\/p>\n<p>Tekun berdoa tp kalau isi doanya salah, apa itu Tuhan akan kabulkan? Tampaknya hakim ini cm tdk nyaman trs didatangi janda itu, tapi kenapa itu terjd? Hakim ini tdk takut akan Tuhan, istilah ini biasa dipakai utk 2 jenis org: org yg memang lalim, atau dia bkn seorg Yahudi. Saat itu tentu kita tahu bhw penguasa sesungguhnya adalah kerajaan Romawi, jadi mgkin org yg tidak takut akan Tuhan ditujukan pd hakim yg non Yahudi. Tdk disebutkan perkara apa yg janda itu sedang alami, tp tampaknya hanya si hakim yg bs untuk menangani perkaranya. Mgkin lawan perkara dr janda ini seorg Romawi, jadi mustahil utk hanya hakim dr org Yahudi yg turun tangan. Pertama, yg bs kita pelajari adalah hikmat, janda ini tentu paham, perkaranya hanya bs ditangani si hakim ini, walaupun tdk menghargai siapapun, tp pada akhirnya dia mau membela janda ini. Masalah yg kita hadapi kadang lama tak kunjung selesai karena salah menanganinya, tdk melibatkan org yg tepat di bidangnya. Ini pelajaran pertama yg bs kita temukan.<\/p>\n<p>Kedua, hakim ini merasa terganggu dan merasa mendpt kesusahan dr kunjungan trs menerus si janda ini. Ini agak aneh, si hakim ini pasti punya penjaga rumah, di tempat kerjanya jg pasti ada penjaga jg, sehebat apa si janda ini sampai bisa membuat hakim ini susah? Kemungkinannya itu dr apa yg janda ini teriakkan ketika mendatangi si hakim ini. Mgkin janda ini menangis histeris ketika minta dibela perkaranya, sehingga para tetangga kiri kanannya merasa terganggu dan melakukan protes pd si hakim. Supaya ke depan tdk didatangi si janda ini, ya terpaksa bersedia utk membela perkaranya. Pelajarannya ialah yg hrs kita lakukan adalah berdoa dgn iman! Orang yg berdoa tanpa iman hanya sekedar memohon tp tdk percaya doanya didengar dan dikabulkan. Diterima ya bersyukur, ditolak ya pasrah, model  doa spt ini tentu sulit dikabulkan Tuhan. Kenapa berdoa dengan iman? Lihat ayat berikutnya: Aku berkata kepadamu bahwa Dia akan melakukan pembelaan bagi mereka dengan segera. Akan tetapi ketika datang, akankah Anak Manusia mendapati iman di bumi ini?\u201d (Lukas 18:8 ILT3). Jd jelas, pesan Tuhan dlm perumpamaan ini bkn soal tekun berdoa, tp tekun berdoa dgn iman!<\/p>\n<p>Jgn salah berdoa, jgn salahkan Tuhan jika doa kita ditolak, koreksi diri, apakah kita berdoa dgn iman atau sekedar berdoa tanpa keseruan dan kebutuhan akan pertolongan Tuhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DI 07092026 Lukas 18:3-5 ILT3 Dan di kota itu ada seorang janda, dan dia datang kepadanya, dengan berkata: Belalah aku dari lawanku. Tetapi untuk beberapa waktu ia tidak mau. Namun setelah itu ia berkata pada dirinya: Sekalipun aku tidak takut &hellip; <a href=\"https:\/\/www.kodansays.com\/?p=8363\">Continue reading <span class=\"meta-nav\">&rarr;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-8363","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-renungan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8363","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=8363"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8363\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8364,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/8363\/revisions\/8364"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=8363"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=8363"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.kodansays.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=8363"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}