Teman atau ‘Teman’

DI 22062015

Mazmur 41:9 NKJV
Even my own familiar friend in whom I trusted, Who ate my bread, Has lifted up his heel against me.

Bahkan teman akrabku sendiri, orang yang aku percayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya melawan aku.

Berteman dg siapa saja memang hrs baik, namun ada saja teman yg selama ini baik berubah tdk ‘sebaik’ dulu, malah berubah jahat, ‘teman makan teman’ istilahnya.

Dlm dunia politik jg dikenal istilah ‘tak ada teman atau musuh abadi’, agaknya memang kita hrs bs menerima fakta bhw sifat manusia bs berubah seiring berjalannya waktu.

Ada 2 perbedaan dlm hal ini, pertama teman yg dulunya memang berteman baik dg kita dg tulus, namun suatu saat krna sesuatu hal, berubah sifatnya. Kedua, org yg memang dr awal pura-pura baik, demi tujuan yg dirahasiakan, bgtu ada kesempatan, ‘belangnya’ ditunjukkan terang-terangan, berkhianat.

Kecewa wajar, tp jgn trauma berteman, masih ada teman yg baik dan tulus di sekitar kita. Pengkhianat memang ada, tp teman baik yg setia jg masih ada. Kebaikan kita memang tdk selalu menuai kebaikan jg, kita hrs siap menerima keadaan jika memang itu terjd. Manusia tdk selalu setia, tp Tuhan selalu setia. Manusia bs mengecewakan kita, tp Tuhan selalu berikan yg terbaik. Jgn berharap lebih pd manusia, tp berharap pd Tuhan.

Disakiti org terdekat memang menyedihkan, tp jgn larut dlm kesedihan apalg menyalahkan diri krna dikhianati, teruslah menjalani hidup ini dg berjalan bersama Tuhan, Tuhan kita adil, Dia membalas semua org sesuai perbuatannya. Perbuatan jahat pasti ada hukumannya, entah itu langsung atau menunggu waktu yg Tuhan tentukan. Jgn kita mengutuk, tp doakan dia spya bertobat. Sulit utk bs mampu mengasihi org yg berkhianat, jauh lebih penting utk melepaskan diri kita dr kepahitan dan rasa kecewa. Jgn sampai kita mengalami hal yg lebih buruk akibat dr kita yg tetap menyimpan akar pahit yg ada.

Tetap jadilah teman yg baik dan setia bagi sahabat & keluarga.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.