Tidak Semena+Mena

DI 05062026

Kejadian 41:40-41 (TB)
Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.”
Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.”

Khotbah ttg Yusuf biasanya membahas ttg Yusuf yg mengampuni saudara-saudaranya dan membawa ayahnya, Yakub, yg mengira dia telah benar-benar mati.

Padahal ada 2 org yg memfitnah Yusuf dan membuatnya dipenjarakan yaitu Potifar dan isterinya. Potifar itu kepala pengawal istana dan tentu saja jabatan Yusuf setelah Firaun zaman itu mengangkatnya sbg kuasa atas seluruh Mesir, bs dikatakan menjd org ke-2 di Mesir, sangat jauh lebih tinggi. Biasanya org kalau jd penguasa tinggi, ada kebiasaan utk membalas dendam terhadap org-org yg berbuat jahat terhadap dia. Yusuf difitnah & dijahati isteri Potifar dan suaminya, berarti ada kesempatan utk membalas dendam, tp ini tidak Yusuf perbuat, bahkan mgkin sdh tdk terpengaruh lagi oleh kejadian itu. Yang sudah berlalu ya biarkanlah berlalu, yg lebih penting adalah tdk mengisi hati dg dendam kesumat, tdk hidup dlm amarah. Mgkin saja Potifar dan istrinya begitu gemetar melihat Yusuf dilantik oleh Firaun zaman itu, tinggal menunggu pembalasan.

Tp hari pembalasan itu tdk kunjung datang jg, Yusuf sibuk mengurus kerajaan, hal ini tentu melegakan Potifar dan isterinya. Bila dibuat sebuah film, mgkin saja suatu waktu Yusuf bernostalgia ke tempat-tempat yang bersejarah bagi hidupnya, salah satunya ya pasti rumah Potifar, datang sbg penguasa dan pasti Potifar dan istrinya sangat takut dan cemas ketika bertemu Yusuf. Karena ini sekedar perkiraan, mgkin sama kejadiannya spt rekonsiliasi Yusuf & semua saudaranya, yg ada hanya rasa haru dan damai. Kadang org berusaha merasa damai, tp belum mau untuk membuang dendam dan memberikan pengampunan. Memang tidak mudah untuk mengampuni, tp bkn berarti itu mustahil utk dilakukan. Kembali pd kesadaran dan minat orgnya, bersedia mengampuni & berdamai atau tdk, bkn tdk mampu, tp ini ttg maukah utk berdamai atau tdk.

Kekuasaan itu kepercayaan yg Tuhan beri pd kita, jgn gunakan utk bertindak secara sembarangan dan mengikuti nafsu sesaat, supaya jgn menyesal nantinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Semena+Mena

Tidak Semena+Mena

DI 05062026

Kejadian 41:40-41 (TB)
Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.”
Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.”

Khotbah ttg Yusuf biasanya membahas ttg Yusuf yg mengampuni saudara-saudaranya dan membawa ayahnya, Yakub, yg mengira dia telah benar-benar mati.

Padahal ada 2 org yg memfitnah Yusuf dan membuatnya dipenjarakan yaitu Potifar dan isterinya. Potifar itu kepala pengawal istana dan tentu saja jabatan Yusuf setelah Firaun zaman itu mengangkatnya sbg kuasa atas seluruh Mesir, bs dikatakan menjd org ke-2 di Mesir, sangat jauh lebih tinggi. Biasanya org kalau jd penguasa tinggi, ada kebiasaan utk membalas dendam terhadap org-org yg berbuat jahat terhadap dia. Yusuf difitnah & dijahati isteri Potifar dan suaminya, berarti ada kesempatan utk membalas dendam, tp ini tidak Yusuf perbuat, bahkan mgkin sdh tdk terpengaruh lagi oleh kejadian itu. Yang sudah berlalu ya biarkanlah berlalu, yg lebih penting adalah tdk mengisi hati dg dendam kesumat, tdk hidup dlm amarah. Mgkin saja Potifar dan istrinya begitu gemetar melihat Yusuf dilantik oleh Firaun zaman itu, tinggal menunggu pembalasan.

Tp hari pembalasan itu tdk kunjung datang jg, Yusuf sibuk mengurus kerajaan, hal ini tentu melegakan Potifar dan isterinya. Bila dibuat sebuah film, mgkin saja suatu waktu Yusuf bernostalgia ke tempat-tempat yang bersejarah bagi hidupnya, salah satunya ya pasti rumah Potifar, datang sbg penguasa dan pasti Potifar dan istrinya sangat takut dan cemas ketika bertemu Yusuf. Karena ini sekedar perkiraan, mgkin sama kejadiannya spt rekonsiliasi Yusuf & semua saudaranya, yg ada hanya rasa haru dan damai. Kadang org berusaha merasa damai, tp belum mau untuk membuang dendam dan memberikan pengampunan. Memang tidak mudah untuk mengampuni, tp bkn berarti itu mustahil utk dilakukan. Kembali pd kesadaran dan minat orgnya, bersedia mengampuni & berdamai atau tdk, bkn tdk mampu, tp ini ttg maukah utk berdamai atau tdk.

Kekuasaan itu kepercayaan yg Tuhan beri pd kita, jgn gunakan utk bertindak secara sembarangan dan mengikuti nafsu sesaat, supaya jgn menyesal nantinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Semena+Mena

Tidak Semena+Mena

DI 05062026

Kejadian 41:40-41 (TB)
Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.”
Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.”

Khotbah ttg Yusuf biasanya membahas ttg Yusuf yg mengampuni saudara-saudaranya dan membawa ayahnya, Yakub, yg mengira dia telah benar-benar mati.

Padahal ada 2 org yg memfitnah Yusuf dan membuatnya dipenjarakan yaitu Potifar dan isterinya. Potifar itu kepala pengawal istana dan tentu saja jabatan Yusuf setelah Firaun zaman itu mengangkatnya sbg kuasa atas seluruh Mesir, bs dikatakan menjd org ke-2 di Mesir, sangat jauh lebih tinggi. Biasanya org kalau jd penguasa tinggi, ada kebiasaan utk membalas dendam terhadap org-org yg berbuat jahat terhadap dia. Yusuf difitnah & dijahati isteri Potifar dan suaminya, berarti ada kesempatan utk membalas dendam, tp ini tidak Yusuf perbuat, bahkan mgkin sdh tdk terpengaruh lagi oleh kejadian itu. Yang sudah berlalu ya biarkanlah berlalu, yg lebih penting adalah tdk mengisi hati dg dendam kesumat, tdk hidup dlm amarah. Mgkin saja Potifar dan istrinya begitu gemetar melihat Yusuf dilantik oleh Firaun zaman itu, tinggal menunggu pembalasan.

Tp hari pembalasan itu tdk kunjung datang jg, Yusuf sibuk mengurus kerajaan, hal ini tentu melegakan Potifar dan isterinya. Bila dibuat sebuah film, mgkin saja suatu waktu Yusuf bernostalgia ke tempat-tempat yang bersejarah bagi hidupnya, salah satunya ya pasti rumah Potifar, datang sbg penguasa dan pasti Potifar dan istrinya sangat takut dan cemas ketika bertemu Yusuf. Karena ini sekedar perkiraan, mgkin sama kejadiannya spt rekonsiliasi Yusuf & semua saudaranya, yg ada hanya rasa haru dan damai. Kadang org berusaha merasa damai, tp belum mau untuk membuang dendam dan memberikan pengampunan. Memang tidak mudah untuk mengampuni, tp bkn berarti itu mustahil utk dilakukan. Kembali pd kesadaran dan minat orgnya, bersedia mengampuni & berdamai atau tdk, bkn tdk mampu, tp ini ttg maukah utk berdamai atau tdk.

Kekuasaan itu kepercayaan yg Tuhan beri pd kita, jgn gunakan utk bertindak secara sembarangan dan mengikuti nafsu sesaat, supaya jgn menyesal nantinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Semena+Mena

Tidak Semena+Mena

DI 05062026

Kejadian 41:40-41 (TB)
Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.”
Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.”

Khotbah ttg Yusuf biasanya membahas ttg Yusuf yg mengampuni saudara-saudaranya dan membawa ayahnya, Yakub, yg mengira dia telah benar-benar mati.

Padahal ada 2 org yg memfitnah Yusuf dan membuatnya dipenjarakan yaitu Potifar dan isterinya. Potifar itu kepala pengawal istana dan tentu saja jabatan Yusuf setelah Firaun zaman itu mengangkatnya sbg kuasa atas seluruh Mesir, bs dikatakan menjd org ke-2 di Mesir, sangat jauh lebih tinggi. Biasanya org kalau jd penguasa tinggi, ada kebiasaan utk membalas dendam terhadap org-org yg berbuat jahat terhadap dia. Yusuf difitnah & dijahati isteri Potifar dan suaminya, berarti ada kesempatan utk membalas dendam, tp ini tidak Yusuf perbuat, bahkan mgkin sdh tdk terpengaruh lagi oleh kejadian itu. Yang sudah berlalu ya biarkanlah berlalu, yg lebih penting adalah tdk mengisi hati dg dendam kesumat, tdk hidup dlm amarah. Mgkin saja Potifar dan istrinya begitu gemetar melihat Yusuf dilantik oleh Firaun zaman itu, tinggal menunggu pembalasan.

Tp hari pembalasan itu tdk kunjung datang jg, Yusuf sibuk mengurus kerajaan, hal ini tentu melegakan Potifar dan isterinya. Bila dibuat sebuah film, mgkin saja suatu waktu Yusuf bernostalgia ke tempat-tempat yang bersejarah bagi hidupnya, salah satunya ya pasti rumah Potifar, datang sbg penguasa dan pasti Potifar dan istrinya sangat takut dan cemas ketika bertemu Yusuf. Karena ini sekedar perkiraan, mgkin sama kejadiannya spt rekonsiliasi Yusuf & semua saudaranya, yg ada hanya rasa haru dan damai. Kadang org berusaha merasa damai, tp belum mau untuk membuang dendam dan memberikan pengampunan. Memang tidak mudah untuk mengampuni, tp bkn berarti itu mustahil utk dilakukan. Kembali pd kesadaran dan minat orgnya, bersedia mengampuni & berdamai atau tdk, bkn tdk mampu, tp ini ttg maukah utk berdamai atau tdk.

Kekuasaan itu kepercayaan yg Tuhan beri pd kita, jgn gunakan utk bertindak secara sembarangan dan mengikuti nafsu sesaat, supaya jgn menyesal nantinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Semena+Mena

Tidak Semena+Mena

DI 05062026

Kejadian 41:40-41 (TB)
Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.”
Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.”

Khotbah ttg Yusuf biasanya membahas ttg Yusuf yg mengampuni saudara-saudaranya dan membawa ayahnya, Yakub, yg mengira dia telah benar-benar mati.

Padahal ada 2 org yg memfitnah Yusuf dan membuatnya dipenjarakan yaitu Potifar dan isterinya. Potifar itu kepala pengawal istana dan tentu saja jabatan Yusuf setelah Firaun zaman itu mengangkatnya sbg kuasa atas seluruh Mesir, bs dikatakan menjd org ke-2 di Mesir, sangat jauh lebih tinggi. Biasanya org kalau jd penguasa tinggi, ada kebiasaan utk membalas dendam terhadap org-org yg berbuat jahat terhadap dia. Yusuf difitnah & dijahati isteri Potifar dan suaminya, berarti ada kesempatan utk membalas dendam, tp ini tidak Yusuf perbuat, bahkan mgkin sdh tdk terpengaruh lagi oleh kejadian itu. Yang sudah berlalu ya biarkanlah berlalu, yg lebih penting adalah tdk mengisi hati dg dendam kesumat, tdk hidup dlm amarah. Mgkin saja Potifar dan istrinya begitu gemetar melihat Yusuf dilantik oleh Firaun zaman itu, tinggal menunggu pembalasan.

Tp hari pembalasan itu tdk kunjung datang jg, Yusuf sibuk mengurus kerajaan, hal ini tentu melegakan Potifar dan isterinya. Bila dibuat sebuah film, mgkin saja suatu waktu Yusuf bernostalgia ke tempat-tempat yang bersejarah bagi hidupnya, salah satunya ya pasti rumah Potifar, datang sbg penguasa dan pasti Potifar dan istrinya sangat takut dan cemas ketika bertemu Yusuf. Karena ini sekedar perkiraan, mgkin sama kejadiannya spt rekonsiliasi Yusuf & semua saudaranya, yg ada hanya rasa haru dan damai. Kadang org berusaha merasa damai, tp belum mau untuk membuang dendam dan memberikan pengampunan. Memang tidak mudah untuk mengampuni, tp bkn berarti itu mustahil utk dilakukan. Kembali pd kesadaran dan minat orgnya, bersedia mengampuni & berdamai atau tdk, bkn tdk mampu, tp ini ttg maukah utk berdamai atau tdk.

Kekuasaan itu kepercayaan yg Tuhan beri pd kita, jgn gunakan utk bertindak secara sembarangan dan mengikuti nafsu sesaat, supaya jgn menyesal nantinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Semena+Mena

Tidak Semena+Mena

DI 05062026

Kejadian 41:40-41 (TB)
Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.”
Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.”

Khotbah ttg Yusuf biasanya membahas ttg Yusuf yg mengampuni saudara-saudaranya dan membawa ayahnya, Yakub, yg mengira dia telah benar-benar mati.

Padahal ada 2 org yg memfitnah Yusuf dan membuatnya dipenjarakan yaitu Potifar dan isterinya. Potifar itu kepala pengawal istana dan tentu saja jabatan Yusuf setelah Firaun zaman itu mengangkatnya sbg kuasa atas seluruh Mesir, bs dikatakan menjd org ke-2 di Mesir, sangat jauh lebih tinggi. Biasanya org kalau jd penguasa tinggi, ada kebiasaan utk membalas dendam terhadap org-org yg berbuat jahat terhadap dia. Yusuf difitnah & dijahati isteri Potifar dan suaminya, berarti ada kesempatan utk membalas dendam, tp ini tidak Yusuf perbuat, bahkan mgkin sdh tdk terpengaruh lagi oleh kejadian itu. Yang sudah berlalu ya biarkanlah berlalu, yg lebih penting adalah tdk mengisi hati dg dendam kesumat, tdk hidup dlm amarah. Mgkin saja Potifar dan istrinya begitu gemetar melihat Yusuf dilantik oleh Firaun zaman itu, tinggal menunggu pembalasan.

Tp hari pembalasan itu tdk kunjung datang jg, Yusuf sibuk mengurus kerajaan, hal ini tentu melegakan Potifar dan isterinya. Bila dibuat sebuah film, mgkin saja suatu waktu Yusuf bernostalgia ke tempat-tempat yang bersejarah bagi hidupnya, salah satunya ya pasti rumah Potifar, datang sbg penguasa dan pasti Potifar dan istrinya sangat takut dan cemas ketika bertemu Yusuf. Karena ini sekedar perkiraan, mgkin sama kejadiannya spt rekonsiliasi Yusuf & semua saudaranya, yg ada hanya rasa haru dan damai. Kadang org berusaha merasa damai, tp belum mau untuk membuang dendam dan memberikan pengampunan. Memang tidak mudah untuk mengampuni, tp bkn berarti itu mustahil utk dilakukan. Kembali pd kesadaran dan minat orgnya, bersedia mengampuni & berdamai atau tdk, bkn tdk mampu, tp ini ttg maukah utk berdamai atau tdk.

Kekuasaan itu kepercayaan yg Tuhan beri pd kita, jgn gunakan utk bertindak secara sembarangan dan mengikuti nafsu sesaat, supaya jgn menyesal nantinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Semena+Mena

Karena Ganteng

DI 04062026

Kejadian 39:6
Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apa pun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.

Karena baik sikapnya dan ganteng orgnya, Yusuf digoda oleh istri Potifar berhari-hari & dibujuk utk mau tidur dengannya, tentu bisa beda ceritanya kalau Yusuf tdk ganteng.

Pria di mata wanita, yg dilihat paling utama ialah soal ketampanan dan hartanya, kalau orgnya tdk ganteng tp kaya raya, wanita bs saja mau dinikahi pria kaya. Ini pendapat yg umum sifatnya dan bs dilihat dlm realita yg ada sehari-hari. Dapat pacar atau suami yg ganteng plus kaya, itu spt sebuah ‘prestasi’ puncak bagi dunia percintaan seorg wanita. Kadang karakter & moralitas menjd nomor ke sekian dr kriteria pria yg akan dinikahi. Ini terjd pd kisah Yusuf, dia ganteng dan sopan orgnya, sikapnya baik, mgkin nyaris sangat sempurna di mata wanita, istri Potifar mulai memperhatikannya dan berusaha utk dapat mendekatinya. Apakah ada masalah antara Potifar dan istrinya dlm berhubungan? Bisa jadi demikian, apalagi zaman itu pria dapat beristri banyak, mungkin istri Potifar jarang diperhatikan suaminya shga mencari sosok pria idamannya yg lain.

Kadang paras yg ganteng dan cantik, justru mengundang masalah datang, semuanya bs terlihat dlm realita kehidupan, biasanya berhubungan dgn dendam, nafsu, dan cinta, tindak kejahatan kesusilaan terjd akibat dari paras yg elok. Pd dasarnya paras elok itulah anugerah dr Tuhan, walau dr sudut pandang kedokteran, itu terpengaruh oleh DNA orang tuanya, makanya pasti ada kemiripan wajah maupun postur tubuhnya. Tak jarang diikuti dgn kemiripan dlm bbrpa kebiasaan. Wajah bs dioperasi plastik utk dirubah menjd lebih ganteng dan cantik, tp tdk jarang jg terjadi kegagalan, wajah justru memburuk. Tetapi bersyukur atas ciptaan Tuhan yaitu bentuk wajah kita, harusnya dilakukan, supaya kita berdamai dgn diri sendiri. Tdk perlu merasa rendah diri bila org lain lebih ganteng atau cantik, Tuhan yg mengaturnya, dan semua itu baik utk kita.

Karakter yg mulia lebih berharga drpd fisik yg mempesona, bangun karakter kita, kalau memang ada dana, tdk dilarang utk lakukan tindakan medis memperbaiki wajah.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Ganteng

Tidak Bermoral

DI 02062026

Kejadian 38:16 ILT3
Dan terpautlah dia terhadapnya di jalan itu, dan berkata, “Marilah, biarlah sekarang aku menghampiri engkau!” –karena dia tidak mengetahui bahwa wanita itu adalah menantunya sendiri– kemudian wanita itu bertanya, “Engkau akan memberikan apa kepadaku jika engkau menghampiriku?”

Yehuda mengambil Shua, wanita Kanaan menjd istrinya, kemudian lahirlah 4 orang anak, 3 laki-laki: Er, Onan, Shelah, serta ada 1 anak perempuan yg tdk disebut namanya.

Yehuda mengawinkan Er dgn Tamar, tetapi Er mati: “Dan Er anak sulung Yehuda, adalah jahat di mata YAHWEH, maka YAHWEH membunuhnya (Kejadian 38:7 ILT3), sesuai budaya zaman itu, jika anak sulung laki-laki meninggal, maka adik laki-lakinyalah yang hrs meneruskan keturunan, tetapi anak itu. nantinya terhitung anak si sulung, Onan tdk mau hal itu terjd, tetapi tetap berhubungan namun membuang maninya: “Namun Onan mengetahui bahwa keturunan itu bukan miliknya, sehingga terjadilah pada saat ia menghampiri istri kakaknya, maka dia selalu membuang air maninya ke tanah sehingga tidak memberi keturunan kepada kakaknya (Kejadian 38:9 ILT3). Maka yang selanjutnya hrs dilakukan adalah memberi si bungsu, Shelah, pd Tamar, namun usia blm dewasa, tp setelah dewasa, Yehuda tdk jg memberikan Shelah pd Tamar.

Yehuda takut Shelah mati jg spt 2 kakaknya, di pikirannya Tamar, menantunya, pembawa sial yg mengakibatkan 2 anaknya mati, jadi disuruhnya pulang ke rumah ayahnya. Yang terjadi kemudian justru Yehuda bersetubuh dgn Tamar dan melahirkan anak kembar. Ini sesuatu yg tdk bermoral: pertama, Yehuda melawan aturan, tidak menyerahkan Shelah pd Tamar karena takut Shelah ikut mati, lalu Yehuda justru menyetubuhi Tamar hingga mengandung. 2 tindakan tak bermoral yang dilakukan Yehuda terhadap Tamar, menjadi bukti bhw carut marut dosa seksual dalam sebuah keluarga sdh terjd sejak dulu, bukan hal yg baru. Tdk menepati janji dan terbakar nafsu seks, Yehuda menjd contoh buruk yg perlu diwaspadai oleh setiap kita. Tidak ada seorangpun yg kebal dr dosa, kendali nafsu menjd sangat penting spya tdk terjd suatu tindakan asusila dlm keluarga.

Memiliki keturunan memang dambaan tiap pasangan, sbg salah satu tujuan pernikahan tetapi hrs jg diwaspadai, jgn sampai terjadi tindakan tak bermoral dlm keluarga.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Bermoral

Tetap Berani Bersaksi

DI 03062026

Kejadian 39:3-4
Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,
maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.

Darimana Potifar, org Mesir itu tahu tentang Tuhannya Yusuf sehingga ayat ini berbunyi demikian? Tahu biasanya dimulai dr sebuah informasi yg dikatakan.

Zaman itu blm ada bangsa Israel, memang Yakub diberi nama Israel, tp belum muncul sbg sebuah bangsa. YAHWEH dikenal sbg Tuhannya bangsa Israel, jadi Potifar tahu ttg Tuhannya Yusuf darimana? Ya pastinya dari Yusuf sendiri, ini berarti ada kesaksian yang Yusuf berikan pd Potifar, mgkin dlm sebuah percakapan biasa antara tuan & hambanya, sampai Yusuf menyebut nama YAHWEH. Di sini kita belajar, jgn ragu menyebut Tuhan di saat kita bersaksi di kalangan apapun, juga pd siapapun, bahasa kerennya di zaman ini ya menginjil. Yusuf memang terampil dalam bekerja, tapi juga dia mengakui bhw semua itu jg karena penyertaan Tuhan dlm apapun yg dikerjakannya. Bnyk org mengejar pujian dan hormat dr manusia, ‘menyingkirkan’ apa yg Tuhan kerjakan dlm hidupnya shga nama dirinyalah yg dipuji-puji, rasanya enak serta spt melayang di udara.

Di musim kehidupan yg Yusuf lalui saat itu, dr seorg anak kesayangan berubah jd seorg budak, tentu tdk nyaman. Tetapi Yusuf bisa beradaptasi mengikuti alur hidupnya, hasil yg terlihat adalah ia menjd org kepercayaan tuannya, Potifar. Kalau disertai Tuhan, dlm keadaan apapun, situasi justru mendukung kita utk ‘naik’ asalkan tetap bersandar pada Tuhan. Drpd bertanya: mengapa ini terjadi pd diriku, lebih baik beradaptasi dgn situasi, dan tetap berbuat maksimal. Merenung ttg nasib itu boleh saja, tp apa gunanya terlalu lama menunggu jawabannya? Apalagi jika ujungnya justru menyalahkan Tuhan serta org lain, ini hanya membuat kita terus ada di dlm situasi buruk, terjebak tanpa tahu mana jalan keluarnya. Membangun hubungan dgn Tuhan akan membuat kita bertahan di dlm situasi seburuk dan segelap apapun, ujung dr semuanya adalah kemuliaan Tuhan akan dinyatakan.

Jgn malu menyebut nama Tuhan ketika kita bersaksi, akui Dia dlm setiap tingkah laku yg kita buat, penyertaan Tuhan pasti ada selalu bersama kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Berani Bersaksi

Ada Yang Tidak Senang

DI 30052026

Kejadian 37:2, 4 ILT3
Inilah silsilah-silsilah Yakub. Yusuf yang berumur tujuh belas tahun ada bersama saudara-saudaranya yang menggembala di antara kawanan domba, dan anak muda itu ada bersama anak-anak Bilha dan anak-anak Zilpa, kedua istri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayah mereka kabar tentang kejahatan mereka.
Dan saudara-saudaranya melihat bahwa ayah mereka mencintai dia lebih daripada semua saudaranya, maka bencilah mereka kepadanya, dan mereka tidak mau menyapanya dengan ramah.

Menjd org baik memang blm tentu disukai org lain, apalagi dikasihi lebih drpd yg lain, inilah nasib Yusuf, saudara-saudaranya itu tdk begitu menyukai dia.

Melaporkan kejahatan, ini suatu tindakan dan sikap yg terpuji, artinya tdk berpihak pd yg jahat, tdk membiarkan kejahatan yg ada itu trs berlangsung. Namun bagi yang jd pelaku kejahatan, tentu ini sesuatu yang mengancam dirinya. Alasannya beragam, mulai dr takut ketahuan, ditangkap polisi, hingga tdk ingin kehilangan keuntungan dr hasil kejahatannya. Kadang takut dihakimi massa jg, buat kejahatan ‘kecil’, tp nyawa bs melayang. Utk membungkamnya, bisa saja si pelapor ini perlu diancam dan tdk jarang sampai hrs dilenyapkan. Yusuf itu sangat dibenci saudara-saudaranya yang lain, hingga satu saat dia hendak dibunuh tp ada Ruben, kakaknya yg tdk ingin Yusuf dibunuh, tp kemudian pd akhirnya cerita berlanjut dgn Yusuf dijual.

Kita mgkin berusaha menjd org baik dan tetap saja ada yg tdk senang dgn itu. Ada sebagian org pd akhirnya memilih diam & pura-pura tdk tahu, tdk peduli dan memilih utk tdk ikut campur. Tdk berani bersikap & ada di posisi yg mana, berpikir lebih baik ‘aman’ drpd diancam. Pilihan sikap yang diambil kembali pd keputusan tiap pribadi dan memang tetap hrs dihargai. Lalu apa yg jadi sikap kita? Ingat bhw mata Tuhan melihat apapun yg kita lakukan, Dia juga meneliti hati kita, lebih taat pd Tuhan atau pd manusia? Apakah kita ragu bhw Tuhan melindungi kita? Sebagian org akan bicara begini: “Benar hrs taat, tp perlu berhikmat juga, kan?” Itu namanya taat bersyarat dan bukan taat tunduk pd Tuhan. Taat itu perlu keberanian dan pengorbanan.

Jgn sampai Tuhan menilai kita ada dalam posisi yg setuju dgn kejahatan, diam juga bs diartikan setuju, tdk membantah, jadi ambillah sikap tegas dan memilih yg tepat dlm hal ketaatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Ada Yang Tidak Senang