Melawan Iblis

DI 23092026

Yakobus 4:7
Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!

Melawan iblis? Sebagian org berpikir bahwa jgn cari gara-gara dgn iblis, nanti akan bnyk mengalami serangan dan hidup jadi susah, ya kalau bisa ‘tdk saling ganggu’ saja.

Tentu itu tdk sejalan dgn kebenaran firman Tuhan, karena dlm ayat ini kita tdk pasif dlm melawan iblis, artinya dlm kondisi yang bkn ‘tdk saling ganggu’, karena iblis selalu akan mengganggu org Kristen! Iblis hrs dilawan, bkn diajak berdamai, iblis tdk suka damai, ia suka dgn keributan dan kekacauan. Jd jika iblis mengganggu kita, lawanlah dia! Tetapi ada syaratnya yaitu tunduk pd Tuhan dulu, baru kita melawan iblis dan dia akan lari dr kita. Ingat, hanya akan lari, bukan ‘hancur’. Kpn iblis akan benar-benar dihukum? “dan Iblis, yg menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya (Wahyu 20:10). Jadi kalau ada nyanyian atau doa peperangan yg bisa menghancurkan iblis, apakah itu Alkitabiah dan benar?

Apa maknanya tunduk pd Tuhan? Artinya mudah: ada di pihak Tuhan dan takut pada Tuhan. Ada oknum org Kristen bahkan juga hamba Tuhan yg seolah-olah di pihak Tuhan tetapi sbnarnya berpijak di 2 sisi: sisi Tuhan dan sisi di luar Tuhan. Org spt ini contoh utk org yg tdk setia, tdk berani tegas berdiri di pihak siapa. Org spt ini tdk akan tenang dlm hidupnya: Sebab orang yang mendua hati tdk akan tenang dalam hidupnya (Yakobus 1:8). Jgn tanggung-tanggung, tentukan ada di pihak mana kita berada, tdk mungkin kita ada di 2 pihak di saat bersamaan. Kita bisa melawan iblis kalau kita tunduk pd Tuhan, Dia akan beritahu kita bgmna cara melawan dan mengalahkan tipu daya iblis, maka dia akan lari dr kita, tetapi dia trs berusaha utk menyerang kita kembali, utk itulah kita perlu waspada dan selalu berjaga-jaga, jangan jd lemah dan buka celah.

iblis tdk mengenal kata damai, tidak saling ganggu, dsbnya, yg dia tahu hanyalah selagi ada kesempatan dan celah, dia selalu akan mengganggu kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Melawan Iblis

Tidak Didengar Tuhan

DI 22092026

Mazmur 66:18
Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.

Ada bbrpa penyebab doa kita tdk didengar oleh Tuhan, maksudnya adalah diabaikan, sdh terdengar tp ditolak Tuhan, salah satu penyebabnya ada dlm ayat ini.

Ketika kita memeriksa hati kita, apa yg ada di dlmnya? Semua yg baik? Atau ada sedikit yg jahat dlm hati kita, misalnya ada rencana yg jahat terhadap seseorg, ada niat buruk, ada iri hati, menginginkan milik org lain, dan sebagainya. Yang jahat dlm hati inilah jadi penyebab doa kita tdk didengar Tuhan. Spt sebuah minuman sehat tp sdh ditetesi dgn bbrpa tetes racun, jika diminum tentu saja menjd minuman yg mematikan. Hati yang dicemari oleh sesuatu yg jahat akan punya efek ‘meniadakan’ yang baik dlm hati, yg jadi terlihat bukan lagi hati yg ‘sehat’, tapi hati yg ‘sakit’ dan cenderung ‘menular’ pada orang lain. Karena hatinya sdh tercemar, yg dibuat jg bukan lagi yg baik tp cenderung yg jahat, yg merusak bahkan membinasakan. DI sini terletak perbedaan yg terjd, dr org baik dan tulus berubah menjd org yg jahat dan tidak memiliki kasih lagi.

Doa yg tdk didengar Tuhan hanya menjadi doa yg sia-sia. Tapi ada org yabg tdk sadar ttg hal ini, trs mendoakannya karna dalam pikirannya, doa yg trs menerus didoakan itu pasti dikabulkan Tuhan. Bukankah hrs tekun berdoa? Doktrin ttg bertekun dlm doa harus pd batasan yg benar, apakah org yg berdoa itu org benar di mata Tuhan? Apakah isi doa yg disampaikan itu tdk melawan kehendak Tuhan? Doa yg salah hanya menjd doa yang ‘dibuang’ Tuhan. Jadi jgn sembarang tekun berdoa tanpa memeriksa hari dan isi dr doa yg kita naikkan: Kamu meminta tetapi kamu tidak menerima, sebab kamu meminta dgn jahat, bhw kamu akan menghamburkannya dalam kesenanganmu (Yakobus 4:3 ILT3). Sesuatu yg dibalut dgn kejahatan, tdk akan pernah mendpt perkenanan Tuhan, apalagi dikabulkan, karenanya selalu jaga hati dari segala yg dpt mencemarinya.

Tiap org ingin doanya diterima dan didengar Tuhan, tapi kalau kita gagal menjaga hati & akhirnya hati tercemari oleh yg jahat, semua doa kita tdk akan didengar Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Didengar Tuhan

Akhir Yang Tragis

DI 21092026

1 Samuel 31:4
Lalu berkatalah Saul kepada pembawa senjatanya: “Hunuslah pedangmu dan tikamlah aku, supaya jangan datang orang-orang yang tidak bersunat ini menikam aku dan memperlakukan aku sebagai permainan.” Tetapi pembawa senjatanya tidak mau, karena ia sangat segan. Kemudian Saul mengambil pedang itu dan menjatuhkan dirinya ke atasnya.

Raja Saul akhirnya memilih ‘bunuh diri’ drpd dibunuh musuh dlm peperangan, satu akhir yg tragis, awalnya dia dipilih Tuhan tp akhir dari semuanya justru bunuh diri.

Ini salah siapa? Apakah salahnya org Israel yg dahulu mendesak Tuhan utk minta seorg raja memerintah atas mereka spt kerajaan yg lain? Atau ini salah Saul sepenuhnya? DI sini mgkin keduanya punya andil kesalahan. Jika bangsa Israel tdk minta seorg raja pd Tuhan, mgkin nasib Saul akan hanya seorg rakyat biasa spt pd umumnya, mgkin kisah dlm PL akan berbeda drastis, jadi ini resiko sebuah keinginan yg tdk sejalan dg maunya Tuhan. Terkadang org begitu menginginkan sesuatu dan ‘memaksa’ Tuhan utk berikan itu padanya, akhir dari semuanya itu sangat tragis bahkan berharap itu bs diubah kalau bs kembali ke waktu lampau. Memaksa yg kita mau utk diberikan Tuhan, bukanlah hal yg tepat, jangan ‘ngotot’ terus minta untuk dikabulkan Tuhan, sadari teori doa itu: ‘push until something happened’ itu ada batasan yg tdk boleh dilanggar.

Raja Saul jg punya kesalahan sehingga dia memiliki akhir hidup yg mengenaskan. Dia takut kehilangan dukungan rakyat sehingga melanggar perintah Tuhan (1 Samuel 13). DI sini kita melihat bhw pandangan yang salah yaitu bhw Saul melupakan bhw dirinya BKN dipilih oleh rakyat, tp oleh Tuhan. Dia mulai takut rakyat meninggalkan dia, takut tahta rajanya diganti oleh org lain, dan semuanya itu makin membuat dirinya keluar dr jalan yg Tuhan tetapkan baginya, jatuh dlm berbagai dosa hingga akhirnya keturunannya ikut hrs menanggung akibatnya. Org sebaik Yonatan hrs ikut mati di medan perang pdhal orang ini sangat baik karakternya. Dia setia pada persahabatan, tp tdk jg meninggalkan ayah dan keluarganya. Kadang org baik mengapa punya org-org di sekitarnya yg tdk baik, jadi harus mengalami nasib buruk? Seharusnya Yonatan layak menikmati hidup baik karena punya karakter yg baik.

Jgn biarkan akhir hidup kita sbg Kristen ini justru tragis, setalah pd Tuhan, apapun yang Dia percayakan pd kita, jgn keluar dr apa yg Dia tetapkan utk kita jalani.

Posted in Renungan | Comments Off on Akhir Yang Tragis

Tuhan Menguji?

DI 19092026

Mazmur 11:5
TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan.

Tuhan menguji? Bukankah Dia Mahatahu? Lalu buat apa menguji? Dua hal ini terlihat saling bertentangan satu sama lain, bgmna kita memahaminya?

Menguji sesuatu itu utk mengetahui sebuah hasil, misalnya ketika satu produk diuji, yg ingin diketahui apakah hasil ujiannya sesuai tdk dgn keterangan yg ada, misalnya benar tidak ini anti pecah? Anti lengket? Kekuatan menimbangnya sesuai tdk? Tapi di sisi lain, kita berhadapan dgn kebenaran bhw Tuhan itu kan Mahatahu, utk apa Dia menguji? Hal ini perlu kita pahami, misalnya ttg produk yg ingin dijual, si penjual sdh tahu kualitas yg dimiliki produknya, tp yg ingin membelinya masih ragu, maka perlu dibuktikan lagi demi menyakinkan si pembeli ini. Jadi Tuhan sdh tahu hasil ujiannya sekalipun blm diuji, tapi demi menyakinkan pihak lain, ujian akhirnya dilakukan (lagi), demi pihak lain yakin pada apa yg Tuhan katakan. Ayub masih ada yg diragukan oleh iblis, maka Tuhan membuat ujian bagi dia dan mengizinkan iblis untuk melakukan yg sebatas izin Tuhan.

Jadi keduanya tdk bertentangan, di sisi lain kita mgkin menemukan jawaban lain, yaitu bhw kecenderungan manusia yg berubah seiring waktu dan keadaan. Sekali lagi, Dia pasti sdh tahu karena isi hati, pikiran, serta yg disembunyikan manusia, bs terlihat dgn jelas, tp demi menyadarkan manusia, ujian dilakukan. Misalnya, ketika Daud jadi buron istana raja Saul, dia punya 2 kesempatan di depan mata utk membunuh raja Saul, tetapi Dia tdk melakukannya (1 Samuel 24,26). Jd Daud diuji supaya raja Saul sadar bhw Daud tdk memusuhinya, baik sbg tentara dengan rajanya maupun sbg mantu dgn mertuanya. Ungkapan bhw: ujian itu dr Tuhan, cobaan itu dari iblis, benarkah? Ungkapan ini perlu suatu kajian yg dalam, karena hal buruk yg dialami org fasik, seringkali Tuhan sendiri yg melakukannya? Memahami ini sangat perlu kehati-harian supaya jgn salah tafsir.

Tuhan menguji org benar, Dia sdh tahu apa yg akan jadi hasilnya, tp pihak lain blm tahu apakah seseorg itu tetap setia atau mgkin sdh berubah.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Menguji?

Keangkuhan Lalu Malu

Di 18092026

Amsal 11:2 ILT3
Keangkuhan tiba, rasa malu pun tiba tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.

Keangkuhan seseorg pasti dipicu sesuatu yg berubah dlm dirinya, apakah berubah jd kaya, punya jabatan tinggi, kesuksesan dan yg sejenisnya.

Keangkuhan bs disebut sbg kebanggaan yg berlebihan atau ‘over’, suatu yg berlebihan bisa berubah jadi masalah besar. Misalnya, makanan enak, kalau sekedar dinikmati yg sewajarnya tentu membuat kenyang serta ‘mood’ yg bagus, tapi kalau terlalu serakah, bs membuat perut sakit hingga rasa mual. Berprestasi tinggi itu patut dibanggakan & dipuji karena sdh berusaha dgn keras untuk mendapatkannya, tp kalau trs menerus jadi bahan pembicaraan dgn org lain, apalagi jg merendahkan yg lain, orang jadi kehilangan rasa hormat bahkan bs jadi org mengatakan ‘kutuk’ terhadapnya. Keangkuhan akan bisa berakhir dgn rasa malu, contohnya spt raja Saul yg dibandingkan dgn Daud, rakyat dgn tegas menilai kemenangan Daud jauh lebih hebat dibandingkan apa yg pernah raja Saul menangkan sebelumnya dlm perang: “dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tapi Daud berlaksa-laksa (1 Samuel 18:7).

Keangkuhan yg berakhir dgn rasa malu, tdk seorgpun menginginkan hal itu terjd, karna itu jgn bangga berlebihan. Ingatlah bhw dlm semua kesuksesan, harta yg dimiliki, suatu prestasi dan yg lainnya, ini semuanya ada peran Tuhan dibaliknya. Kalau Dia izinkan utk kita kaya, sukses, berprestasi, jangan lupa utk bersyukur, tetapi hrs rendah hati & mengakui peran Tuhan di dalamnya. Raja Daud menyingkir ketika anaknya, Absalom mengadakan kudeta, ingin merebut tahta ayahnya, karna Daud sadar bhw tahtanya itu adalah pemberian Tuhan (2 Samuel 15). Jg Ayub mengakui bhw semua adalah miliknya Tuhan: “katanya: “Dengan telanjang aku keluar ari kandungan ibuku, dengan telanjang jg aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN! (Ayub 1:21). Apa kehebatan yg manusia bs pamer di hadapan Tuhan? Tdk ada satupun!

Jgn sampai kita dibuat malu karena dengan sengaja menunjukkan keangkuhan, ingatlah selalu ada yg ‘lebih’ drpd kita, banggalah tp jgn berlebihan.

Posted in Renungan | Comments Off on Keangkuhan Lalu Malu

Timbangan Yang Tepat

DI 17092026

Amsal 11:1
Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.

Apa hubungannya masalah neraca dgn nilai hidup kita? Itu kan masalah dagang, tp knpa penulis amsal menghubungkannya dg nilai yg diberikan Tuhan?

Neraca atau timbangan memang alat ukur yg digunakan lazimnya dlm berjual beli, lalu knpa dihubungkan dgn penilaian Tuhan? Ini sesuatu yg bs kita maknai sbg kepedulian Tuhan terhadap cara kita berbisnis. Neraca yg serong berarti tdk tepat dlm menimbang suatu barang. Berarti ada niat mencurangi & mengambil keuntungan yg seharusnya tdk boleh diambil dgn cara curang. Hal ini beda dgn menimbang lebih utk mengapresiasi si pembeli sbg pelanggan tetap misalnya, tdk ada maksud curang di dalamnya. Mencuri tdk selalu mengambil semuanya, tp bisa jg memberi dgn jumlah yg tdk benar, dikurangi tp dibilang sudah semuanya. Tentu berbeda jika ini terjd sesekali akibat kelalaian yg tdk disengaja, tp kalau berulang kali dilakukan, ini bearti sdh jadi metode cara berbisnis yg merugikan konsumen.

Kebiasaan bs menjd suatu watak, karakter bahkan gaya hidup, tentu kebiasaan buruk hrs dibuang, tp sebagian org justru sengaja memeliharanya krna mendapat keuntungan dr situ. Misalnya menjual barang kadaluarsa tentu bkn suatu cara menjual yg baik, tetapi demi keuntungan, hal itu dilakukan jg. Yang hrs kita ingat adalah bhw Tuhan menilai dgn tajam bgmna cara kita berbisnis, apakah dg cara yang benar, jujur, ataukah dg memakai cara-cara duniawi yg bertentangan dg yang firman Tuhan tetapkan. Tuhan senang dgn timbangan yg tepat atau sempurna, artinya baik timbangannya maupun batu timbang ini semuanya benar, tdk ada rekayasa yang merugikan konsumen. Kelihatannya ini hal yg kecil, org lain mgkin tdk tahu, tapi Tuhan tahu yg kita sembunyikan sekalipun dr org lain, dan ini mempengaruhi penilaian Tuhan terhadap diri setiap kita.

Berlakulah jujur dan benar dlm berbisnis dg siapapun, Tuhan menilainya, jgn berusaha utk mencurangi karena Tuhan melihat yang kita lakukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Timbangan Yang Tepat

Arahnya Kemana?

DI 16092026

Amsal 10:16 ILT3
Pekerjaan orang benar adalah bagi kehidupan, penghasilan orang fasik adalah bagi dosa.

Uang penghasilan bs didapat dg bekerja, tp jg dgn melakukan kefasikan, tentu ini harus dipahami konteks sesuai zamannya, waktu itu blm ada investasi saham, dsbnya.

Jadi yg ada adalah bekerja, berdagang, dan ber-usaha, dr semua ini akan menghasilkan pendapatan, apakah itu berupa upah (gaji), laba (keuntungan), dan sejenisnya. Penulis amsal menekankan pd dr mana pendapatan ini berasal, sederhananya apakah itu haram atau halal, dr cara yg benar atau cara fasik? Hal ini menjd penting karna penghasilan ini spt mampu ‘menyetir’ pemiliknya ke tujuan yg mana, dalam ayat ini tujuannya adalah ke arah kehidupan atau ke arah dosa? Saat pny uang sedikit, sedikit jg pikiran utk mau nanti dibelanjakan apa, biasanya yang perlu-perlu saja, tp begitu pegang uang banyak, pikiran utk belanja ini itu semakin banyak, yg tidak perlu pun juga akhirnya dibeli. Jadi jumlah uang yg banyak sangat mampu ‘menyetir’ pikiran pemiliknya dan parahnya lagi dapat membawa pemiliknya ke arah dosa.

Waktu uang secukupnya, bs setia pd istri, tp begitu banyak uang, mulai tergoda utk buka cabang alias tambah selingkuhan. Wkt dulu miskin, rajin cari Tuhan, bgtu kaya, rajinnya justru rajin liburan terus, lupa dgn kebaikan yg Tuhan berikan. Bgtu kena masalah uang lagi, baru deh panggil-panggil Tuhan. Drpd jadi kaya tp masuk neraka pd akhirnya, lebih baik mgkin hidup sederhana tp masuk dlm surga. Kekayaan itu spt mobil balap, kalau tdk punya skill balap, tapi sok mau balapan, ya siap-siap alami kecelakaan, bahkan juga bs nyawa melayang. Kekayaan bs merubah karakter seseorg, dr rendah hati berubah jd sombong, semua diukur dg harta, berteman hrs dgn yg selevel, yg miskin bagusnya jadi mainan, diejek, dianiaya, pikiran jahat ini bs muncul karena perubahan pikiran dr rohani ke duniawi, sadarlah bhw harta itu bisa DTG dan pergi begitu saja.

Diberikan kekayaan oleh Tuhan, justru harus makin menunjukkan kasih pd Tuhan dan jg sesama, jadikan harta itu hamba, jgn justru diperhamba oleh uang.

Posted in Renungan | Comments Off on Arahnya Kemana?

Menutupi Pelanggaran

DI 15092026

Amsal 10:12
Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.

Koq pelanggaran ditutupi? Bukannya harus diungkap dan diberi hukuman? Lalu apa yg ingin disampaikan penulis amsal ini, tentu kita hrs berusaha memahaminya.

Ini ttg bgmna kita melihat satu pelanggaran yg telah terjd, melihatnya dg mata yg penuh kebencian? Ataukah melihatnya dg mata yg penuh kasih? Tentu kita pernah melihat dgn mata kepala sendiri, ada org-org yg sengaja trs menerus mempermasalahkan kesalahan atau pelanggaran yg dilakukan seseorg, sdh meminta maaf, tp tdk dimaafkan, malah dg sikap seolah-olah pantas menghakimi, org atau kelompok ini membuat pertengkaran & membuat suasana makin ‘panas’. Memang kita paham, ada batasan pelanggaran yang masih bs dimaafkan dan ada yg tdk bs lagi dimaafkan, tetapi kita jg hrs melihat apa yg akan terjd jika pelanggaran ini trs menerus dipermasalahkan. Mgkin saja pelakunya jd terbawa emosi hingga bertengkar fisik krna tdk tahan dgn omongan yg terlalu kasar dan ‘pedas’, mulai menyinggung personal bukan masalahnya.

Kasih menutupi pelanggaran, bkn berarti ini mentolelir pelanggaran: bebas lakukan yang melanggar, nanti dimaafkan kalau si pelaku ini minta maaf, bkn begitu. Pelanggaran itu ditutupi dgn maksud tetap menjaga suatu nama baik seseorg, tiap org bs buat salah, dan blm tentu trs berbuat salah. Ada yang dilakukan dgn tanpa kesengajaan, ini mgkin bs dimaafkan. Selain itu, sebaiknya jangan main hakim sendiri, serahkanlah pada pihak yg berhak menghakiminya, supaya kita jgn justru jd pelaku kriminal karena main hakim sendiri. Ada org-org yang pantas diberikan 1 kesempatan lagi, ada yg tdk, berikan suatu kesempatan utk memperbaiki diri, tidak ada manusia yg sempurna. Sekali lagi: yg salah tetap salah, tp serahkanlah pada pihak yang memang punya hak utk menghakimi, Tuhan yg paling berhak menghakimi dan memberi hukuman yg pantas diterimanya.

Kasih melindungi nama baik seseorg, tetapi tdk mentolelir sebuah pelanggaran, jangan menghakimi orang lain karena biasanya itu dilakukan karena didasari kebencian.

Posted in Renungan | Comments Off on Menutupi Pelanggaran

Diperpanjang Umurnya

DI 14092026

1 Raja-raja 3:14
Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu.”

Umur itu di tangan Tuhan, ini diyakini oleh semua org secara umum, apakah dia seorg Kristen atau bukan, tp ‘jatah umur’ seseorg bs diperpanjang dr yg awalnya.

Bgmna umur bs panjang? Jelas dlm firman Tuhan ini yang harus dilakukan: “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu (Keluaran 20:12). Jd hormatilah kedua orgtua kita supaya panjang umur kita dan bahkan hingga lanjut usia (tua sekali). “supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu (Ulangan 6:2). Di sisi yang lain: sekeluarga hidup takut akan Tuhan, dan berpegang pd segala ketetapan dan perintah Tuhan. Di sini disebutkan bhw bkn hanya kita saja yg hidup benar, tapi juga anak serta cucu kita hrs hidup benar, dalam hal ini berarti kita wajib mengajarkan firman Tuhan pd anak cucu kita.

“Haruslah ada padamu batu timbangan yg utuh dan tepat; haruslah ada padamu efa yang utuh dan tepat – supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan kepadamu oleh TUHAN Allahmu (Ulangan 25:15). Artinya ini adalah kita tdk boleh curang, hrs jujur serta adil. “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.(Mazmur 91:14,16). Hati yg melekat itu ttg menetapkan kasih kita diberikan pd Tuhan, bukan yang lain. “Karena oleh aku (hikmat) umurmu diperpanjang, dan tahun-tahun hidupmu ditambah (Amsal 9:11). Hiduplah dgn berhikmat, artinya tidak sembarangan dlm perbuatan, perkataan, dan sikap, tidak dgn sengaja mencari-cari masalah, tetapi justru menghindarinya.

Jatah umur kita bs diperpanjang Tuhan, tapi tentu dgn catatan panjang umur disertai dg keadaan baik, bkn malah akan menanggung penderitaan.

Posted in Renungan | Comments Off on Diperpanjang Umurnya

Apa Yang Kita Inginkan?

DI 12092026

Nehemia 2:4
Lalu kata raja kepadaku: “Jadi, apa yang kau inginkan?” Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit,

Diberi satu kemurahan oleh org yg levelnya di atas kita, apakah kita langsung meminta yg paling kita inginkan? Nehemia sadar bhw dia perlu berdoa pd Tuhan lebih dahulu.

Kenapa Nehemia berdoa? Yg dia minta bkn sesuatu yg biasa, malah mgkin tdk diterima permintaannya karna dia mau membangun kembali Yehuda. Saat itu bangsa Israel sdg ditawan, hampir mustahil bangsa yg sudah mengalahkan Israel akan mengizinkan utk org Israel membangun kembali lingkungan yg dulu telah dirusak. Bukankah itu bs jadi suatu bentuk pusat perlawanan melawan penjajah? Jadi Nehemia berdoa supaya dia berani mengajukan permintaannya dan tdk ditolak raja. Pada akhirnya raja Artahsastra menyetujui dan bahkan memerintahkan utk para bawahannya mendukung niat Nehemia sampai tuntas. Sesuatu yg kelihatannya itu sulit tp ternyata oleh campur tangan Tuhan, kesejahteraan org Israel mulai diusahakan lagi. Tuhan yg membuat raja menyetujui yg Nehemia minta, jadi bukan karena Nehemia pintar bicara.

Raja Salomo saat diberi Tuhan kesempatan utk meminta apa saja, dia memberi jawaban yg sesuai kehendak Tuhan: Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian (1 Raja-Raja 3:10). Keduanya sama, permintaan Salomo dan Nehemia itu bkn untuk memuaskan keinginan pribadi, tp utk kepentingan rakyat. Coba lihat diri kita, permintaan yg kita ajukan pd Tuhan itu utk kepentingan pribadi atau bersama? Bukan satu kesalahan meminta pd Tuhan sesuatu utk kebutuhan kita, itu wajar, tp jangan kita lupa bhw org lain punya kebutuhan jg, dan itu bs terpenuhi lewat apa yg kita lakukan. Ini bs dikategorikan bersyafaat, doa untuk kepentingan lingkungan kita. Artinya jangan kita menutup hati dan mata terhadap yang sedang terjd atas bangsa dan lingkungan di mana kita ada, lakukan apa yg bs dilakukan dan tetap bersyafaat utk semuanya.

Jgn hanya memikirkan kebutuhan pribadi saja, tp mulailah peduli dgn kebutuhan yang lingkungan kita perlukan, berdoa dan perlu dilanjuti dgn usaha nyata.

Posted in Renungan | Comments Off on Apa Yang Kita Inginkan?