Ada Saatnya Bersembunyi

DI 11022026

Yohanes 8:59 ILT3
Oleh karena itu mereka memungut batu-batu supaya mereka dapat melemparkannya kepada-Nya. Namun YESHUA bersembunyi dan keluar dari bait suci sambil berjalan menerobos di antara mereka, dan begitulah Dia berlalu.

Menghindar seringkali dinilai sbg suatu hal yg dikaitkan dgn ‘pengecut’, tdk berani dan wujud ketidak berdayaan, namun tentu ini hrs sesuai konteksnya.

Seandainya Yesus tdk bersembunyi, tetap saja Dia punya kuasa melawan org banyak itu, sebab Dia adalah Tuhan, tapi Dia tetap taat pada Bapa, hidup-Nya hrs dikorbankan utk menebus dosa manusia, bukan untuk sesuatu yg konyol: mati dirajam karna org banyak menentang perkataan-Nya. Hal ini menjd pelajaran bagi kita, ada saatnya kita menyembunyikan diri, menahan emosi, tdk gegabah dlm bertindak sekalipun kita pny kemampuan. Ingat ttg tujuan akhir, bkn hal yg konyol dan memancing emosi saja. Dlm banyak peristiwa yg kita alami, iblis selalu berusaha utk ‘menjatuhkan’ kita, berusaha keras utk menyeret kita keluar dr kehendak dan rencana Tuhan, yang sering dia serang tentu pikiran dan emosi kita. Inilah penting bagi kita utk menahan ego dan emosi kita, jgn terjebak dgn siasat iblis.

Bersembunyi sementara, bukan wujud satu ketakutan, tp suatu hikmat, kebijakan, satu wujud penyerahan pd Tuhan. Tentu selalu ada waktunya utk tetap tampil, tp ada wkt jg kita menghindar utk sesuatu yang jauh lebih utama. Berpikir panjang, ini nasehat yg sering kita dengar, bukan memikirkan yg sesaat saja, tp bgmna pengaruhnya untuk masa depan, org lain serta diri kita sendiri.
Hidup kita sangat berharga, jgn dirusak dg sesuatu yg ‘receh’ dan tdk penting, ego hrs ditekan, dan kepentingan Tuhan & bersama yg diutamakan. Jgn korbankan org lain utk ‘nama harum’ kita, kita dipuji bukan karena kita kuat, hebat, tetapi biarlah dipuji karena kita sabar, bijak, berhikmat dan mampu utk menguasai diri. Org kuat tdk selalu menjadi pemenang, tapi org yg sabar dan tekun, yg kadang menang dan unggul.

Pujian dr manusia bersifat sementara, bisa berubah seiring kejadian yg kita alami, jgn mencari pujian manusia, tp kejarlah untuk mendapatkan perkenanan dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Ada Saatnya Bersembunyi

Tidak Bisa Mendengar Perkataan Tuhan

DI 10022026

Yohanes 8:43 ILT3
Mengapa kamu tidak mengerti perkataan-Ku? Sebab, kamu tidak bisa mendengarkan firman-Ku!

Tentu saja konteks tdk bs mendengar bkn dlm wujud telinga tuli, tetapi tdk bisa untuk memahami apa yg Yesus katakan pd mrka, ibarat spt 2 org yg bicara dgn bahasa yang berbeda.

Bayangkan spt org dr 2 negara berbeda yg keduanya bicara bahasanya sendiri, tdk bs bahasa Inggris, sulit utk memahami apa yg dimaksud dlm pembicaraan. Mgkin zaman sekarang bs menggunakan teknologi AI yg berupa terjemahan suara langsung sesuai bahasa yg dipahami, tp sblum adanya alat spt ini, yg terjd mgkin mirip spt peristiwa di menara Babel, tdk paham bahasa org lain. Ini tdk bs digambarkan spt tdk paham ttg khotbah yg didengar, konteksnya tentang pengajaran Yesus di zaman itu yg sangat berbeda dr pengajaran yg ada sebelumnya. Karena itulah bbrpa murid di luar 12 murid utama, ada yg mengundurkan diri, bahkan org-org ada yg melemparkan Dia dgn batu. Jadi memang ini sesuatu yg sulit dipahami kalau hanya mengandalkan pengertian yg lama telah ada.

Memahami firman Tuhan hanya dg logika saja tentu sangat sulit, bbrpa orang punya pandangan bhw pengajaran sebuah agama itu hrs masuk logika, di sinilah terletak hal anehnya, kalau hrs masuk logika, buat apa ada tuhan di setiap keyakinan, bukan? Ada yg supranatural, artinya di luar nalar logika yg dimiliki manusia, bukankah manusia itu menyembah pribadi yg lebih tinggi? Artinya pribadi yg disembah itu jg di luar logikanya, kalau masuk logika, berarti tdk lebih hebat dr manusia yg ada. Mujizat Tuhan itu terjd bukan karena logika, tp karena iman yang aktif, ‘mengerakkan’ tangan Tuhan untuk menyatakan kuasa-Nya. Jadi jgn terlalu mengandalkan logika, itulah alasan kenapa timbul perdebatan, semua harus bisa dgn logika dijelaskan, padahal otak manusia itu terbatas pemahamannya.

Kenali Tuhan dan hidup bergaul dgn firman Tuhan, tdk selalu firman-Nya mudah untuk dipahami, butuh Roh Kudus mencerahkan sehingga kita bs memahaminya dg benar.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Bisa Mendengar Perkataan Tuhan

Karena Tidak Memahami

DI 09022026

Matius 22:29
Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!

Ternyata ada 2 hal yg hrs kita pahami dgn benar yaitu Kitab Suci yaitu Firman Tuhan yg tertulis (Alkitab) dan kuasa Tuhan. Jadi keduanya tdk bs hanya salah satunya kita pahami.

Mengerti firman Tuhan, bukan sesuatu yg mudah, tetapi ini wajib kita lakukan. Dalam hal penafsiran, metode yg kita gunakan itu hrs benar, tdk boleh seenaknya pengertian kita sendiri, tidak boleh asal berpendapat & pastinya hrs sesuai konteks kisah dan ayat serta zamannya. Pemahaman yg salah ini bs menyesatkan kita, ujungnya justru bisa menjauhkan kita dr Tuhan dan surga. Dlm hal paham ttg keselamatan, sebagian org memahami ‘sekali selamat tetap selamat’ dgn keliru. Belum lagi ttg dosa, kebenaran, dan hal esensi lainnya. Butuh bimbingan dr yang lebih memahami serta perenungan yg secara pribadi dgn Tuhan. Sulit bkn berarti tdk bs, butuh tekad kuat utk mengerti serta memiliki pemahaman yg benar ttg firman Tuhan, dasar-dasar iman serta peraturan yg ada di Alkitab hrs kita kuasai.

Kemudian jg ttg kuasa Tuhan, jgn dipahami hanya sekedar berwujud mujizat dan tanda ajaib saja. Tuhan itu Penguasa tertinggi yg berkuasa utk memilih, mengubah, dsbnya: Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan org-org yg rendah;” (Lukas 1:52). Maka kita hidup hrs takut pd Tuhan, nasib serta positif kita saat ini bs diambil Tuhan kalau kita berdosa dan melakukan kesalahan besar. Raja Saul jadi contoh bgmna awalnya dia dipilih Tuhan tp kemudian karena berdosa pd Tuhan, posisi serta kekuasaannya Tuhan ambil dan Daud menjadi penggantinya. Mengalami mujizat itu suatu anugerah, tp bukan tanda kita ini berkenan di hadapan Tuhan. Belas kasihan Tuhan dan perkenanan Tuhan itu 2 hal yg berbeda, tp seringkali disalah pahami oleh banyak org.

Ingatlah utk mengerti firman Tuhan dan jg kuasa-Nya dgn benar, supaya kita terhindar dr penyesatan dan penafsiran ‘liar’, lakukan dan praktekkan firman sesuai yang Tuhan inginkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Tidak Memahami

Pengajaran dan Prakteknya

DI 07022026

Matius 23:2-3
“Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

Pengajaran ttg Taurat memang diajarkan dgn benar oleh para ahli Taurat dan orang Farisi, tapi mereka tdk melakukan apa yg mereka ajarkan.

Sebelumnya hrs dipahami demikian: kalau hanya melakukan sebagian hukum Taurat, ini diperhitungkan blm melakukannya, krna tdk boleh ada yg diabaikan, semuanya hrs dilakukan. Ttg persepuluhan, ahli Taurat & org Farisi memang melakukannya, tapi ada bagian dr hukum Taurat lain yg diabaikan. Hal ini terlihat dr ayat-ayat selanjutnya, itu yg menjadi teguran Yesus buat mereka. Di zaman skrg, mgkin ayat ini mengingatkan kita utk para pemimpin gereja, khususnya yg mengajar jemaat: pengkhotbah, ketua komsel, dan org-org yg sering sharing ttg firman Tuhan. Sekali lagi: ini oknum, BKN keseluruhan. Dlm Alkitab, Yesus memuji seorg ahli Taurat jg, jadi kita tdk boleh utk menyamaratakan sekelompok langsung, tp perorangan atau oknum. Lihatlah yg mrka ajarkan itu, mereka sndri lakukan atau tdk.

Berhentilah hanya menjd pengkoleksi atau fans dr pengkhotbah, kita dengar khotbah bukan sbg ‘juri: “Oh, pengkhotbah A sangat teologis, pengkhotbah B bagus karena ada humornya, pengkhotbah C bagus karna dia ganteng atau cantik …”. Kita dengar firman Tuhan utk mempraktekkannya dlm hidup keseharian kita. Suka dgn materi khotbah atau gaya membawakannya itu normal, tp kalau cuma utk dinilai, itu motivasi keliru. Pengajaran dlm khotbah menang perlu utk diuji, diteliti apakah Alkitabiah atau tdk, tapi setelah itu jgn berhenti, praktekkan yg baik dan Alkitabiah. Pengkhotbah tetaplah org biasa, bs berbuat salah bahkan jahat, jgn mengidolakannya. Praktekkan pengajaran yg benar, Tuhan yg menilai kita, ini penting dan yg esensi. Masuk surga tdk ikut-ikutan org lain, kita sndri yg dihakimi Tuhan scra perorangan.

Pengajarannya bagus tp blm tentu sesuai Alkitab, bagus blm tentu Alkitabiah, yang selanjutnya adalah bukan jadi pendengar yg baik tp pelaku firman yg setia.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengajaran dan Prakteknya

Bersihkan Bagian Dalam

DI 06022026

Matius 23:26 ILT3
Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah terlebih dahulu bagian dalam cawan dan pinggan, supaya bagian luarnya dapat menjadi bersih juga.

Teguran Yesus pd org Farisi ini mgkin agak kasar atau sarkastik kedengarannya, tetapi inilah yg harusnya dilakukan saat kita ingin hidup kita ‘bersih’ luar dalam.

Kita ilustrasikan saja sedang mencuci satu gelas, apa jadinya jika yg kita bersihkan itu hanya bagian luarnya saja? Pikirkanlah ini: bukankah nanti yg kita minum itu kualitas dan kebersihannya bergantung pd keadaan bagian dlm gelasnya? Bagian dalam kotor pasti membuat air di dalamnya jg tercemar dan bs menimbulkan penyakit selesai kita minum. Jadi bgmna, lebih penting bersih bagian mana? Pertanyaan ini jebakan yang membuat kita memilih salah satu bagian dr gelas itu, yg benar adalah bersih bagian luar dan dalam, ini satu paket kebersihan sebuah gelas tadi. Ada org yg peduli hanya tampilan luar, misalnya demi terlihat kaya, pdhal hartanya minim, ingin terlihat seperti org intelek atau pintar, pdhal bodoh, semua dibuat-buat utk ‘menipu’ penglihatan orang lain, tapi Tuhan tembus melihat hati.

Bagian dalam hidup kita, bs bicara tentang hati nurani, karakter, ketaatan pada Tuhan, dsbnya. Kadang org bs terlihat religius, tapi ternyata munafik, melakukan hal cemar yg memalukan nama Tuhan dan kekristenan. Banyak kisah penipuan yg pelakunya tidak kita duga sblumnya, mereka ada yg hamba Tuhan, org yg giat pelayanan, hingga orang biasa. Kisah perselingkuhan, perselisihan, dsbnya, bukan hal baru yg kita dengar, tapi pelakunya justru org yg terlihat religius dan katanya ‘cinta Tuhan’, intim dgn Tuhan dan selalu bicara hal-hal rohani. Tuhan mau utk kita religius, bukan terlihat religius, org bisa kita tipu, tapi Tuhan tidak. Pikirkanlah soal nama baik kita, keluarga kita akan dihargai jika kita punya nama baik yg ‘harum’, tetapi sebaliknya, keluarga kita bs dihujat ketika kita berbuat aib dan jahat.

Benahi bagian dalam diri kita, tampilan luar juga penting, keduanya hrs seiringan serta saling melengkapi, supaya hidup ini bersih di hadapan Tuhan dan manusia.

Posted in Renungan | Comments Off on Bersihkan Bagian Dalam

Pemuridan Yang Salah

DI 05022026

Matius 23:15 ILT3
Celakalah bagimu, hai para ahli kitab dan orang-orang Farisi, hai orang-orang munafik, karena kamu menjelajah lautan dan daratan untuk membuat satu orang proselit, dan ketika dia sudah jadi, kamu membuatnya sebagai anak neraka yang dua kali lipat daripada kamu.

Tentu kita gembira saat ada org yg dahulu tdk kenal Tuhan dan skrg bertobat menjadi seorg Kristen, tp kegembiraan itu bukan yg utama.

Para ahli Taurat sangat bersemangat untuk menarik org luar masuk dlm Yudaisme, di dlm ayat ini disebut sampai menjelajah laut dan daratan demi membuat seseorg menjd proselit atau masuk agama Yudaisme. Wkt itu memang blm ada gereja, namun antara pengikut Yesus dan penganut Yudaism ini pny perbedaan, seringkali pengikut Yesus dianggap sbg bidat. Kalau zaman sekarang spt para misionaris yg militan. Namun dlm tahap selanjutnya, mereka merekrut orang itu bukan mengarahkan untuk membangun hubungan dgn Tuhan (YHWH), tapi menjadi murid mereka yg level ‘keparahan’ rohani 2 kali lipat dr para ahli Taurat itu sendiri. Dlm pandangan Yesus, disebut ‘anak neraka’, di kategorikan sangat negatif. Hati-hati untuk para petobat baru, jgn sampai salah masuk komunitas yg rohani sekalipun.

Menjadi seorg Kristen harusnya dididik utk punya hubungan yg baik dgn Tuhan, Tuhan yang jadi ‘model’ ideal, bukan mentor, ketua komsel bahkan para hamba Tuhan.Jangan tersihir dgn pesona seseorg, karna mereka tetaplah manusia, punya kelemahan dan jg kekurangan, bs berbuat salah dan bs jatuh dlm dosa yg memalukan. Ikuti teladannya, tp jgn sampai figur mereka disetarakan dg Tuhan, kita org Kristen ini pengikut Yesus, bukan pengikut pendeta atau siapapun. Jd pembinaan rohaninya hrs mengarah pada Tuhan, serupa dgn Kristus, bkn serupa dgn hamba Tuhannya. Ikuti teladannya tapi jgn ikuti dosanya mereka, jgn sampai kita jadi ‘anak neraka’ spt yg Yesus katakan di dlm ayat ini, jgn mengidolakan hamba Tuhan secara berlebihan, kagum boleh tapi bukan utk ditiru mentah-mentah.

Arahkan para petobat baru utk mengenal Tuhan secara pribadi, mengalami Tuhan di dlm hidup mereka, kita hanya pembimbing tapi bukan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pemuridan Yang Salah

Bahaya Ingin Terlihat Religius

DI 04022026

Matius 23:13 ILT3
Celakalah bagimu, hai para ahli kitab dan orang-orang Farisi, hai orang-orang munafik, karena kamu sedang menutup kerajaan surga di hadapan orang-orang! Sebab, kamu sendiri tidak masuk, bahkan mereka yang sedang masuk, kamu tidak membiarkan untuk masuk.

Ahli Taurat (ahli kitab) dan org Farisi, kedua golongan ini tentunya menguasai teori ttg hukum Taurat dan keagamaan dgn sangat mendalam, tetapi praktek hidup mereka ini justru tdk sesuai dgn yg seharusnya.

Ingin menjd religius itu baik, tapi bedakan dgn ingat terlihat religius, menjd religius itu ingin mendekat pd Tuhan dan memahami dgn benar firman-Nya, tapi yg ingin terlihat religius itu cuma memperhatikan tampilan luar mereka saja, melakukan ibadah hanya ingin dilihat orang, bangga disebut religius, tetapi mereka ini spt kuburan yg luarnya itu indah tp isi dalamnya tulang belulang org mati (Matius 23:7). Yg menarik dr ayat ini ialah ternyata mereka justru menghalangi org-org yg ingin masuk dlm kerajaan surga, bukankah ini aneh? Religius tp tdk mau utk masuk surga? Atau mereka sadar surga itu tdk layak bagi mereka, jadi ingin jg banyak org menemani mereka di luar surga nanti. Pikiran ini persis sama dgn iblis, dia pasti tahu tdk bs masuk surga, jadi ingin supaya banyak manusia menemani mereka nanti di neraka kekal.

Mereka ini disebut Yesus sbg org munafik, jadi bs kita simpulkan bhw org munafik itu org yang menghalangi kita masuk kerajaan surga, tapi mereka terlihat sangat religius. Siapa sih yg terlihat religius di zaman skrg ini? Kita pasti tahu jawabannya, karena itu jagalah diri kita baik-baik! Ada yg asli dan ada yg palsu, ada yg munafik dan ada yang sejati, ada yg bicara banyak ttg ayat & ada yg banyak mempraktekkan ayat. Religius itu bukan terlihat dari pandainya berdebat ayat Alkitab, bukan yg rajin ke gereja tetapi dgn maksud terselubung, yg pintar berdoa tp tdk pernah mengalami Tuhan dlm hidup kesehariannya. Banyak mengklaim dapat dr Tuhan tp tdk pernah terbukti semuanya itu benar dan terjadi. Akhir zaman muncul banyak nabi dan guru palsu, mesias palsu, kita jgn sampai disesatkan.

Ingatlah jgn ingin terlihat religius, terjebak hanya memperdulikan penampilan luar tp tdk membenahi hidup kita, jgn munafik dan menjauh dr surga.

Posted in Renungan | Comments Off on Bahaya Ingin Terlihat Religius

Jangan Hanya Satu Pihak

DI 03022026

Markus 12:32-33
Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”

Ada org yg senang terlihat religius, tp tidak peduli dgn apa yg terjadi pd org-org sekitar di mana dia ada, ini bukan kasih yg Kristus ajarkan pd setiap kita.

Korban bakaran dan persembahan, itu arah tujuannya pastinya pd Tuhan, tdk mungkin semua itu diberikan utk manusia. Artinya itu salah satu wujud mengasihi Tuhan dan bukti ketaatan pd aturan yg Tuhan berikan. Tentu hal ini hal yg baik, namun jika hanya mengasihi Tuhan tanpa mengasihi sesama kita, ini kasih yg ‘cacat’. Kalau mgkin dapat diilustrasikan spt seorg suami harus sadar bhw menikahi istrinya berarti jg mengasihi keluarga istrinya. Mengasihi Tuhan harus jg mengasihi sesama kita, Tuhan tdk ingin kita terlihat religius tp munafik di mata org lain, bergereja tp tdk berjemaat, artinya ini bkn ttg keanggotaan gereja, tp beribadah serta membangun persaudaraan dgn sdr seiman lainnya di gerejanya itu. Kadang di gereja yg jemaatnya terlalu banyak, hal ini sulit dilakukan, yg ada kadang eksklusifitas golongan dlm jemaat keseluruhan.

Mengasihi itu perlu obyek orangnya, tidak mgkin mengasihi hanya berupa keinginan tanpa pernah diwujudkan. Artinya memang kita butuh membangun hubungan dgn org lain serta sdr seiman. Di gereja, komunitas sel atau komsel menjd wadah utk praktek mengasihi. Dlm keberagaman anggota yg ada, latar belakang yg berbeda, status juga yg beragam, bisakah menyatu dgn sangat erat? Kadang terjd pergesekan antara yang satu dgn lainnya, tp semuanya hrs dengan sadar tetap mengedepankan kasih. Dalam praktek mengasihi, mulailah mengasihi pd org-org terdekat kita, mulai dr keluarga, di lingkungan di mana kita tinggal, tempat di mana kita beraktivitas, apapun yg terjadi, kasih hrs selalu kita tunjukkan, bkn emosi, bkn memanipulasi keadaan demi tujuan & keuntungan pribadi kita.

Mengasihi Tuhan dan sesama, satu paket mengasihi yg hrs kita tunjukkan dlm setiap saat kita beraktivitas, jgn hanya religius, tp jg peduli pd sesama kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Hanya Satu Pihak

Mendengar Dengan Gembira

DI 02022026

Markus 12:37 ILT3
Jadi, Daud sendiri menyebut-Nya sebagai Tuhan, dan bagaimana mungkin Dia adalah anaknya?” Dan kerumunan orang banyak itu mendengarkan Dia dengan gembira.

Kerumunan org mendengar apa yg Yesus katakan saat itu, dengan gembira, dengan penuh minat, layaknya mendengar sebuah kabar sukacita untuk semua org.

Perkataan Yesus zaman ini terwakili oleh renungan, khotbah, pembacaan Alkitab, yg semuanya mudah diperoleh dan didengar. Tinggal buka sosmed, khotbah dari hamba Tuhan manapun bs kita dapatkan dg cepat, bahkan yg sdh bertahun-tahun lalu. Alkitab ada di hp kita berupa aplikasi, bahkan radio rohani jg masih bersiaran. Sebagian orang berkesempatan mendalami Alkitab melalui program sekolah teologia. Apa yg kita bisa rasakan saat mendengar perkataan Yesus melalui sarana yg disebutkan tadi? Apakah spt org-org dlm ayat ini? Atau tdk antusias dan cenderung merasa biasa saja sebagai sebuah rutinitas harian? Kadang sesuatu yg mudah didapat dan dijangkau itu menjd kurang berharga dibandingkan yg terbatas dan susah didapat. Kisah bbrpa tahun lalu ttg Alkitab yg dimasukkan ke negara yang ketat menjd suatu yg sangat berharga.

Setiap hari kita makan nasi, tapi begitu di dlm situasi sulit pangan, nasi jd makanan yg ‘mahal’ dan berharga. Seberapa Alkitab itu berharga bagi kita? Itu bergantung pada apa pengaruhnya Alkitab bagi hidup setiap kita. Dengar khotbah di gereja masih dapat merasakan gembira dan antusias? Atau yg terjd malah berharap khotbah jgn panjang dan kelamaan. Memang kadang khotbah terasa membosankan karena bbrpa faktor, ada yg suka pengkhotbah tertentu, yg suka humor diselipkan dlm khotbah, atau yang berkhotbah nadanya datar-datar saja yang mengundang rasa kantuk datang. Kita hrs mulai belajar utk menghargai firman Tuhan bkn dr siapa atau cara penyampaiannya, tp memperhatikan isi khotbahnya. Membaca Alkitab jgn saat badan lelah, sehingga jadi ‘obat tidur’ yg ‘manjur’, baca Alkitab malah ngantuk, ada yg salah dgn itu.

Dengarkan perkataan Yesus dgn gembira, penuh minat utk memahaminya, cintailah firman Tuhan setiap waktu, jgn terjebak di dalam rutinitas yang menjd sebuah ritual rohani semata.

Posted in Renungan | Comments Off on Mendengar Dengan Gembira

Yang Lebih Berharga

DI 31012026

Matius 9:13 ILT3
Namun, seraya pergi, pelajarilah apa artinya: Aku mengingini kemurahan dan bukan kurban, karena Aku datang tidak untuk memanggil yang benar, melainkan yang berdosa ke dalam pertobatan.”

Apa yg lebih berharga di mata Tuhan, tentu ini tdk bs memakai standar atau pemikiran manusia kita karena pikiran Tuhan sangat berbeda dgn pemikiran manusia.

Dlm hal persembahan, memang dalam PL diturunkan hukum ttg persembahan yang hrs umat-Nya patuhi utk dilakukan, harus sesuai syarat yg diberikan, kalau tdk maka itu dianggap ‘cacat’ dan tdk layak diberikan pd Tuhan. Org bs mentaati hukum secara pandangan mata jasmani, tapi bagaimana suasana hatinya itu hanya dia dan Tuhan saja yg tahu. Kaya akan harta bs memberi persembahan yg besar dan banyak, tetapi kalau tdk diimbangi dgn ‘kaya hati’, orang hanya akan terhormat di mata manusia, tp tdk di mata Tuhan. Dlm ayat ini Yesus dgn tegas mengatakan bhw lebih mulia orang yg menunjukkan kemurahan pd sesamanya drpd org yg memberi persembahan besar & banyak. Tuhan yg menciptakan segala yg ada di dunia, Dia mau apa, cukup berfirman dan langsung tercipta, tdk butuh tambahan materi dr manusia.

Di dunia, banyak ilmu yg mengajar bgmna bs menjd kaya, bahkan iblis jg tahu hal itu dan menawarkan cara utk menjadi kaya, tp hanya firman Tuhan yg mengajar kita untuk punya ‘kaya hati’ yg sesungguhnya. Orang bs terlihat dermawan, sering memberikan sumbangan, beramal, tp apakah itu dengan ketulusan hati? Atau sbg pencitraan demi tujuan tertentu? Persembahan bukan soal materinya, tp soal hati seseorg waktu dia mempersembahkannya. Kisah janda yang miskin saat memberi persembahan uang, ini yg jadi pelajaran bagi kita, meskipun yg dipersembahkan jumlahnya sedikit, tidak spt persembahan org kaya, tp janda miskin ini dipuji oleh Yesus karena dia memberi yg ada padanya (Markus 22:41-44). Memberi persembahan dgn pengorbanan, itu yang menguji ketulusan hati, memberi utk Tuhan atau menikmati utk diri sndri?

Belajar utk memiliki ‘kekayaan hati’, jangan kejar penghormatan dr manusia, semua itu semu dan sementara, hari ini kita dipuji, tp mgkin nanti kita dihujat.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Lebih Berharga