Berebut Pengaruh Dalam Gereja

DI 16052026

3 Yohanes 1:9-10, 12 (TB) Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami.
Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.
Tentang Demetrius semua orang memberi kesaksian yang baik, malah kebenaran sendiri memberi kesaksian yang demikian. Dan kami juga memberi kesaksian yang baik tentang dia, dan engkau tahu, bahwa kesaksian kami adalah benar.

Rasul Yohanes membahas ttg situasi dlm
gereja, menyebut 2 nama yg pengaruhnya berbeda dan bertolak belakang, tujuannya supaya jemaat paham yg terjd dlm gereja.

Diotrefes, seorg yg ingin terkemuka dalam gereja, artinya ingin terkenal di gereja, gila posisi dlm struktur gereja, ingin dihormati, ingin dipuja puji, ingin memerintah dalam gereja. Bukankah dlm gereja saat inipun, ada jg segelintir org yg ingin menduduki posisi tinggi dlm struktur gereja, ingin bisa mengatur-atur pendeta, menyingkirkan yg dianggap tdk mendukung, dsbnya. Dalam ayat ini, Diotrefes berulangkali menghina rasul Yohanes dan teamnya, menandai yg tdk mendukungnya dan mengucilkannya dr jemaat gereja. Ini spt seorg dari gereja lokal berani melawan org sinode, berbuat gaduh dlm gereja dan merusak hubungan antar jemaat. Jgn sampai dlm gereja kita ada org-org spt ini, gereja bs pecah serta jemaat saling bertengkar.

Demetrius, sebaliknya memiliki kesaksian yg baik di pandangan jemaat gereja, rasul Yohanes sendiri meneguhkan hal itu serta berani utk memberi kesaksian ttg dia. Hal ini tentunya masih bs kita temukan dalam gereja, org-org yg tulus melayani, mencari perdamaian, bukan jabatan dlm gereja, ia tdk gila hormat, tdk ingin memerintah, tp memimpin utk kemajuan bersama, dapat mempertanggung jawabkan kekuasaan yg dia miliki di hadapan jemaat. Dari kisah ini maka kita perlu berhati-hati, ada strategi si jahat yg ingin memanipulasi gereja dan jemaat Tuhan, ada org-org yg terlihat spt malaikat dlm gereja pdhal hatinya jahat & ingin menguasai gereja demi tujuan nafsu kekuasaannya. Jgn beri kesempatan utk mereka menyebar pengaruhnya di tengah jemaat.

Melayani di gereja jgn utk mengejar posisi atau jabatan tertentu, kedekatan dgn para donatur atau leader, jgn dimanipulasi utk mencapai posisi tinggi dlm gereja.

Posted in Renungan | Comments Off on Berebut Pengaruh Dalam Gereja

Lebih Baik Bertemu

DI 15052026

3 Yohanes 1:13-14 (TB)
Banyak hal yang harus kutuliskan kepadamu, tetapi aku tidak mau menulis kepadamu dengan tinta dan pena.
Aku harap segera berjumpa dengan engkau dan berbicara berhadapan muka. (1-15) Damai sejahtera menyertai engkau! Salam dari sahabat-sahabatmu. Sampaikanlah salamku kepada sahabat-sahabat satu per satu.

Zaman itu karena jarak yg jauh, cara orang komunikasi biasanya lewat surat, jikalau ada kesempatan, barulah saling bertemu, dan ini menimbulkan suatu harapan.

Hal yg terlalu banyak kadang tidak begitu baik jika hanya lewat tulisan. Zaman kini jg walaupun sudah ada teknologi chat, tp dirasa perlu jg jika diungkapkan langsung dgn video call, apalagi kalau berkaitan dgn sesuatu yg sangat penting atau segera. Di dlm mencari informasi yg benar, memang lebih baik berkomunikasi secara verbal dg tatap muka, kadang kalau berupa tulisan saja, bs jadi itu bukan kebenaran, tdk jujur dan ada hal yg ditutupi. Bertatap muka jg belum tentu jujur, tapi paling tdk, ekspresi saat berbicara bs menjd penilaian ekstra utk menilai kejujuran seseorg, walaupun ada segelintir org yg terlalu pandai untuk bermain ‘drama’, berkomunikasi tapi tidak menceritakan yg sebenarnya, dan kadang org mudah tertipu olehnya.

Apakah minat kita lebih utk bertemu atau cukup hanya komunikasi jarak jauh? Pasti ada perbedaan di antara keduanya, setiap org mgkin punya pilihannya sendiri diikuti dgn alasannya. Tapi memang utk hal yang dianggap perlu disampaikan secara detail, ada baiknya disampaikan dgn pertemuan dibandingkan dgn melalui tulisan ataupun suara saja. Kemajuan teknologi sebaiknya jgn membuat kita berkomunikasi dengan berjarak, bertatap muka punya kelebihan tersendiri, rasa kangen bs terobati, secara emosional pun jauh lebih baik. Bagi bbrpa org, berbicara langsung terasa jauh lebih menghormati, misalnya saat hari raya, jika bertemu langsung tentunya bs jd sebuah ‘hadiah tersendiri’ karena sekian lama sdh tidak berjumpa.

Berkomunikasi jg perlu mengutamakan yg penting, menghormati lawan bicara, lebih berguna dan menghemat waktu utk bicara banyak hal, supaya tdk ada salah paham.

Posted in Renungan | Comments Off on Lebih Baik Bertemu

Tidak Mau Berbuat Baik

DI 13052026

Yakobus 4:17
Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Apa definisi berbuat jahat? Merugikan org lain? Menyakitinya? Menjebaknya? Masih banyak lagi wujud berbuat jahat, tapi ayat ini mendefinisikan berbeda.

Tahu berbuat baik tp tdk mau melakukan, ini termasuk dosa, kalau disederhanakan, maka ini adalah menahan org lain utk tdk menerima kebaikan. Tuhan bisa memakai siapa saja utk berbuat baik pd seseorg, tp pilihan utk mau atau tdknya seseorg untuk dipakai Tuhan utk menyalurkan kebaikan, ini bergantung keputusan org itu sendiri. Yesus pernah menggambarkan ini dalam sebuah kisah seorg yg hampir mati dalam perjalanannya, dia dirampok dan terluka (Lukas 10:25-37). 2 org menolak bertindak memberi pertolongan lalu pergi, akhirnya hanya org Samaria ini yg menolong. Satu keputusan yg tentunya masuk penilaian Tuhan, kerohanian seseorg tdk dinilai dari jabatan rohaninya, tp dr perbuatannya dlm hidup kesehariannya.

Menolong hendaknya tulus, berbuat baik bukan sebuah investasi. Bnyk org berpikir bhw menolong seseorg itu hrs ada suatu keuntungannya, menolong berharap diberi upah atau reward, jd berbuat baik menjadi suatu investasi baginya, bukan tulus. Hal ini tentu jgn sampai terjd pd diri kita, jika menolong atau berbuat baik, lakukan dgn tulus, tdk dibalas kebaikan pun, tidak jadi masalah. Sisi lain dr hal ini bs kita lihat dr ayat: “Siapa menahan gandum, ia dikutuki org, tetapi berkat turun di atas kepala org yang menjual gandum (Amsal 11:26). Org butuh yg ada pd kita, tp kita menahan diri utk memberikannya, hal ini dianggap satu sikap ketidak pedulian dan mencari laba di saat org lain dlm kesusahan. Hal ini bs kita temukan banyak di keseharian kita.

Jgn menahan diri utk berbuat baik, Tuhan menilai sikap hati kita, berkatilah org lain maka Tuhan yg memberkati kita, jadilah alat Tuhan utk memberkati bnyk org.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Mau Berbuat Baik

Mau Untung Malah Buntung

DI 12052026

Rut 1:1, 5
Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.
Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.

Di Israel sedang kelaparan, Naomi dengan keluarganya pergi ke Moab, berharap bisa hidup lebih baik, tp kenyataannya justru ia akhirnya sebatang kara.

Itulah hasil pemikiran dan pertimbangan otak manusia, prediksinya kadang justru meleset, berakibat buruk dan kehilangan yg berharga. Mau untung malah buntung, mengenaskan sekali. Naomi ditemani dua menantunya saja, dan karena kedua anak Naomi meninggal, kedua menantunya jadi orang bebas, Naomi menyarankan mereka utk kembali ke keluarganya, jika mungkin, bs menikah lagi. Nasib Naomi mgkin mirip dgn nasib Ayub, kehilangan keluarganya, ini tentu sangat menyedihkan. Tiap pilihan yg kita ambil punya resikonya tersendiri, misalnya menjalankan satu bisnis, mgkin bs berhasil atau justru gagal. Di keadaan yg serupa, ketika terjadi kelaparan, Ishak diperintah Tuhan supaya tetap tinggal, tdk pergi ke Mesir.

Kalau kita ditanya: lebih percaya pd Tuhan atau pd AI? Banyak hal bs dilakukan oleh teknologi AI, bahkan membuat rancangan khotbahpun, AI bs melakukannya. Tuhan yg tahu apa yg pasti akan terjd di depan, masih meragukan Tuhan? Satu nasehat yg perlu kita camkan: “Jadi sekarang, hai km yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, Sebenarnya kamu hrs berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu (Yakobus 4:13,15). Libatkan Tuhan dalam mengambil keputusan, Dia melindungi spt melindungi Ishak saat terjd kelaparan, jgn andalkan pikiran sendiri spt keluarga dari Naomi.

Hidup dipimpin Tuhan, ini yg seharusnya kita alami sbg org benar, di situasi buruk apapun, Tuhan tetap memelihara dan juga melindungi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mau Untung Malah Buntung

Mau Enaknya Saja

DI 11052026

Bilangan 14:3-4
Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?”
Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: “Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir.”

Ada sebagian org yg sangat manja: ingin tinggal menikmati, org lain yang kerjakan, kan org lain yg berjanji, kenapa harus ikut susah-susah?

Memang benar, Tuhan yg berinisiatif utk membawa bangsa Israel keluar dr Mesir: “Sekarang seruan org Israel telah sampai kepada-Ku; telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. Jadi skrg, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir” (Keluaran 3:9-10). Tetapi itu karna penderitaan yang dialami sangat berat. Ditambah ini memang telah dinubuatkan ratusan tahun sblumnya pd Abraham: “Firman TUHAN kepada Abram: “Ketahuilah dengan sesungguhnya bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing dalam suatu negeri, yg bukan kepunyaan mereka, dan bahwa mrka akan diperbudak dan dianiaya, empat ratus tahun lamanya (Kejadian 15:13).

Kadang spt itulah yg terjd pd orang yang ingin kita tolong, org itu inginnya tinggal menerima, menikmati saja hasil akhirnya, kalau diajak susah sedikit, tdk mau, satu sikap yg tentu menyulitkan kita utk dapat menolong mereka keluar dr masalahnya. Bangsa Israel menilai masih lebih enak jd budak di Mesir dan berniat kembali saja, ini berakibat buruk, pd akhirnya generasi yg menggerutu itu tdk bs masuk ke tanah perjanjian. Sikap mereka di mata Tuhan ialah satu pemberontakan, tdk mau nurut kehendak Tuhan. Jgn sampai kita seperti bangsa Israel, memang jd org Kristen itu tdk mudah, perlu berjuang dan kadang bs bertahun-tahun barulah ada keadaan yang enak bs dinikmati, jgn menggerutu karena rancangan Tuhan baik untuk masa depan kita kelak.

Belajar utk selalu mengikuti rencana-Nya sekalipun banyak tantangan & hambatan yg hrs dilalui, ujungnya adalah kemuliaan Tuhan dan keadaan baik kita yg luar biasa.

Posted in Renungan | Comments Off on Mau Enaknya Saja

Meninggikan Diri di Hadapan Tuhan

DI 09052026

Bilangan 12:2, 9
Kata mereka: “Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?” Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN.
Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia.

Ternyata pembicaraan kita sehari-hari jg dinilai oleh Tuhan, bukan saja doa kita yg Dia dengar, tapi ketika kita membicarakan org lain, itu jg Dia nilai.

Miryam dan Harun, saudara kandung dari Musa, mereka bertiga pd zamannya telah ditentukan Tuhan utk melayani bangsanya untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir, namun Musa yg dipilih Tuhan untuk memimpin bangsa itu secara khusus. Dlm melayani Tuhan, ada bbrpa org yg sangat mengagungkan kedudukannya atau posisi dlm struktur pelayanan di gereja atau juga dlm organisasi sinodenya. Ada yg merasa perlu dan pantas menduduki jabatan sbg ketua sinode, ketua majelis, atau gembala jemaat, dsbnya. Tentu sebuah jabatan itu mengandung kekuasaan di dalamnya, ada fasilitas khusus yg diberikan, serta suatu nama besar yg dianggap penting sebagian org. Miryam dan Harun, mereka jg menilai diri mereka sama pentingnya dgn Musa di dlm pandangan Tuhan dan bangsa Israel.

Ketika ada ‘celah’ berupa perkataan atau perbuatan yg dianggap menyimpang dari kebiasaan yg ada, ada saja org-org yang memanfaatkannya utk menjatuhkan para pemimpin di atasnya. Mulai dr bisik-bisik hingga berani terang-terangan menyerang secara verbal. Dlm organisasi, dimulailah usaha utk menjatuhkan posisi org itu dgn cara apapun yg bs dipakai. Tapi masalah spt ini, bukankah Tuhan berdaulat penuh utk menghakimi? Yg terjd kebanyakan itu adalah organisasi yg menghakimi, hal ini memang tdk salah karena ada peraturan yg mengatur ttg itu, tp ingat jg Tuhan pny kedaulatan menghakimi, perlu jg libatkan Tuhan dlm hal ini. Jgn sampai terjadi spt Miryam dan Harun yg dihukum Tuhan dlm ayat ini karena mereka mengatai Musa.

Posisi dlm organisasi kadang berbeda dg posisi di hadapan Tuhan, tiap orang bisa berbuat salah, tp penghakiman perlu juga melibatkan Tuhan di dalamnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Meninggikan Diri di Hadapan Tuhan

Tuhan Salah Memilih?

DI 08052026

1 Samuel 8:6-7
Waktu mereka berkata: “Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami,” perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN.
TUHAN berfirman kepada Samuel: “Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.

Bangsa Israel meminta seorang raja untuk memerintah mereka, dan hal ini membuat Tuhan marah karena sikap yg demikian itu sama artinya dgn menolak Tuhan.

Akhirnya Tuhan memilih Saul, anak Kish, menjd raja pertama di Israel, tetapi akhir hidup Saul dan semua perbuatannya itu banyak yg melawan kehendak Tuhan, dan pd akhirnya Tuhan memilih penggantinya yaitu Daud. Kalau begitu, apakah Tuhan salah memilih? Kita perlu tahu dulu latar belakang knpa Tuhan akhirnya memenuhi permintaan bangsa Israel, bukan karena permintaannya itu baik di mata Tuhan, tp alasan mereka yg di mata Tuhan berarti suatu penolakan pd kehendak Tuhan. Dari kisah ini, kita hrs mengerti, permintaan yg dikabulkan Tuhan itu justru berdampak yg buruk pd kita kalau Tuhan memberikannya itu tdk dgn perkenanan-Nya. Diberikan tapi bukan yg spt diharapkan, awalnya mgkin baik, tp ujungnya mengecewakan.

Tuhan jg pernah mengabulkan permintaan bangsa Israel tp justru berakibat buruk pd mereka: “Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan org Israel pun menangislah pula serta berkata: “Siapakah yang akan memberi kita makan daging? Selagi daging itu ada di mulut mereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka Tuhan terhadap bangsa itu dan TUHAN memukul bangsa itu dgn suatu tulah yang sangat besar (Bilangan 11:4,33). Bersungut-sungut, ‘memaksa’ pd Tuhan utk memenuhi keinginan, tapi yang Tuhan beri justru berdampak buruk, satu pelajaran penting, jgn kurang ajar dan juga memaksa Tuhan mengikuti keinginan kita, justru kita ini hamba, Dia itu Tuan, jangan dibolak-balik posisinya.

Jgn mempermainkan Tuhan, Dia sayang kita, bukan berarti mengabulkan semua yg kita minta, Dia tdk ingin kita celaka karena salah meminta.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Salah Memilih?

Harus Tahu Alasannya

DI 07052026

1 Korintus 9:26 ILT3
Jadi, aku berlari sedemikian rupa bukan seperti tanpa tujuan, aku meninju sedemikian rupa bukan seperti memukul angin.

Sebagian org, percaya bhw hidupnya telah ada dlm sebuah aturan takdir, dr kelahiran hingga kematiannya, apa yg bisa dimiliki & yg tdk bs dimiliki.

Bgmna dlm kekristenan? Apakah takdir itu ada dan berlaku dlm hidup kita? Yg harus kita pahami adalah bhw kedaulatan Tuhan berlaku dlm hidup kita. Tuhan berdaulat di dlm menetapkan sesuatu dlm hidup kita, tetapi beda dgn pengertian takdir. Tuhan menetapkan kelahiran kita dan porsi umur kita hidup di dunia. Kita lahir di keluarga yg spt apa, umur brpa kita meninggal, hal ini sdh Tuhan tetapkan. Tetapi bgmna dlm menjalani hidup ini, ada bbrpa faktor yang mempengaruhinya. Ada faktor Tuhan, diri kita sndri, iblis, org lain dan jg alam. Jadi bkn takdir, tetapi hidup yg berjalan dengan banyak hal yg mempengaruhinya. Org bs jd kaya ada bbrpa kemungkinan: Tuhan yg membuatnya kaya, atau iblis yg membuat dia kaya lewat okultisme, atau karena org tuanya memang sdh kaya, dsbnya.

Karena itulah, kita hrs tahu alasan dalam melakukan sesuatu, kalau berlari hrs tahu tujuan yg ingin dicapai, memukul bkn spt memukul angin. Hrs dipersiapkan dengan baik semua keinginan dan rencana dalam hidup kita, apa yg hrs dilakukan, haruslah mengarah pd tujuan, jgn bodoh spt orang yg memukul angin, sia-sia membuang yg kita miliki, hrs berlatih menjaga stamina, supaya bs menikmati kemenangan saat tiba di tujuan kita. Diri kita sendirilah yang akan berpengaruh besar pd apa yang akan kita alami dan nikmati. Harta tdk turun dr langit, iblis tdk memberi tanpa mengambil lebih dr kita, tdk semua org punya maksud baik dan tulus bagi kita, bencana alam bs terjd kapan saja. Semua faktor inilah yang memberi ‘warna’ dlm hidup kita.

Jgn hidup tanpa persiapan & perencanaan yg baik, jgn ditipu dgn prinsip takdir, tetapi usahakanlah apa yg baik, sehingga suatu saat kita menikmati yg baik jg.

Posted in Renungan, Uncategorized | Comments Off on Harus Tahu Alasannya

Jangan Mengupayakan Perceraian

DI 06052026

1 Korintus 7:27 ILT3
Adakah engkau terikat dengan seorang istri? Janganlah mengupayakan perceraian! Adakah engkau bebas dari seorang istri? Janganlah mencari seorang istri!

Tuhan tdk menginginkan perceraian terjd pd setiap pasangan yg terikat pernikahan, jadi ini bkn soal boleh atau tdk bercerai, tp bgmna setiap org mengerti maksud-Nya.

Hal utama yg hrs kita sadari ialah kenapa kita memutuskan utk menikah? Di dalam Tuhan, ketika memilih utk menikah, maka hrs paham resiko dan syaratnya, tdk boleh utk bercerai! Menikah itu mengikat diri dg pasangan yg dinikahi. Kalau melanggar itu tentu resiko hrs ditanggung. Bgmna kalau ternyata pasangan yg kita nikahi itu orang yg kemudian menyakiti kita, mgkin secara fisik, verbal maupun mental? Ada jg orang yg tergoda lawan jenis yg lain, mulai coba berpikir bgmna bs menikah, tentu ini perlu bercerai dgn pasangan yg sekarang. Pada zaman ini, perceraian dianggap hal biasa, karena pd realitanya, org dgn keyakinan yg berbeda, menurut aturan mereka, boleh & sah utk bercerai. Masalahnya, ada aturan Tuhan ttg perceraian.

Jangan mengupayakan utk bercerai, arti sederhananya, dlm pikiran sudah ada niat utk bercerai. Penyebab niat ini timbul bisa beragam: ada yg katanya sudah tak cinta lagi, pernikahan hambar, spt dlm neraka, atau karena perselingkuhan berujung ada kehamilan, dituntut bertanggung jawab, & alasan lainnya. Jadi yg perlu diwaspadai ialah ketika mulai muncul benih pikiran yg mengarah pd perceraian. Lalu bgmna jika kasusnya karena ada KDRT level berat yg terjd dan bs mengakibatkan kematian? Di dlm keadaan apapun, jgn mengupayakan perceraian, mengalami KDRT sebaiknya ia utk sementara waktu tdk serumah dengan pasangannya. Hal ini memang tidak dapat diakhiri hanya berpisah sementara waktu karena masalah nyawa. Tp di sisi lain, ada pasangan yg bertahan tdk berpisah, tetapi pasangannya akhirnya bertobat.

Jgn mengupayakan perceraian, apapun itu kondisinya, berhikmat dlm menyikapi hal masalah yg terjd dlm pernikahan, selama bs dicarikan solusinya, berdoalah supaya Tuhan menunjukkannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Mengupayakan Perceraian

Menikah Lagi?

DI 05052026

1 Korintus 7:39 ILT3
Seorang istri terikat oleh hukum sepanjang waktu selama suaminya masih hidup, tetapi jika suaminya telah meninggal, ia bebas untuk dinikahi oleh pria yang dia ingini, asalkan di dalam Tuhan.

Dlm ayat ini, rasul Paulus menerangkan di dalam pertimbangannya, seorg wanita yg ditinggal mati oleh suaminya, punya suatu hak utk menikah lagi.

Seorg janda yg ditinggal mati suaminya, ia adalah wanita yg ‘bebas’, janji nikahnya pd suaminya telah selesai, janji itu mengikat dirinya selama suaminya masih hidup. Jd jelas bhw perselingkuhan tdk boleh ada di dlm sebuah pernikahan, apalagi jika sang istri yg berselingkuh. Tuhan menghendaki setiap pasangan suami istri menghormati janji nikah yg diucapkannya di saat kedua pihak berjanji di hadapan Tuhan & jemaat. Kadang kita sedih, sebagian org saat dia menikah, pengucapan janji nikah sekedar sebuah hapalan wajib supaya pernikahan bs berlangsung, sesudahnya kalimat janji nikah itu terlupakan bahkan ada yg akhir pernikahannya justru sebuah perceraian. Kedua pihak hendaknya memenuhi isi dari janji nikah tersebut secara serius.

Suami meninggal, sang istri jadi org yang ‘bebas’ utk menikah lagi, tp ada syarat yg perlu diperhatikan yaitu ‘di dalam Tuhan’. Sederhananya kita maknai sbg pernikahan Kristen, hrs sesuai dgn kebenaran yg ada dlm Alkitab. Calon suaminya harus seorg yg di dlm Tuhan, artinya hrs Kristen, dan pernikahannya dilakukan secara Kristiani. Apakah diadakan spt pernikahan pertama, yaitu sbg sakramen Pernikahan Kudus? Di dlm pelaksanaannya, bergantung doktrin atau aturan lokal yg berlaku di gereja lokal masing-masing. Mgkin utk pertimbangan tertentu, mengingat usia yg tdk muda lagi, mgkin pernikahan diadakan sederhana & tdk mencolok, ini bergantung kesepakatan keduanya beserta kedua keluarga besar. Tapi rasul Paulus jg memberi pandangan, sebaiknya janda yg ditinggal mati suami, lebih baik dlm keadaan kejandaannya dan tdk menikah lagi.

Aturan ttg pernikahan memang perlu utk kita ketahui supaya jangan ada kesalahan akibat kurang pengetahuan ttg ini, jangan sampai kita melanggar firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Menikah Lagi?