DI 29052026
Kejadian 35:29
Lalu meninggallah Ishak, ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya; ia tua dan suntuk umur, maka Esau dan Yakub, anak-anaknya itu, menguburkan dia.
Esau dan Yakub pernah mengalami suatu masa di mana mereka bermasalah namun pd akhirnya berdamai, tercatat Ishak, ayah mereka dikuburkan oleh mereka berdua.
Pesan terakhir seorg ayah menjelang dia meninggal, biasanya agar semua anaknya hidup rukun satu sama lain, saling bantu, yg muda menghormati yg tua, dsbnya. Tp tdk semua pesan itu dipraktekkan, realita berbicara banyak keluarga yg saling rebut warisan, setelah orgtua meninggal, saling bertengkar, hingga akhirnya hidup secara saling menjauhi, bertemu kalau ada suatu moment tertentu yg mengharuskan mrka utk hadir. Tegur sapa hanya sekedar satu basa basi, bahkan ada yg tdk saling sapa. Tp ada jg yg harmonis satu sama lain, tdk ada konflik berarti, kadang ini tergantung bgmna orgtua sdh mempersiapkan suatu pembagian yg adil pd anak-anaknya saat masih hidup. Yakub dan Esau pernah ada dlm perselisihan, tp akhirnya berdamai.
Esau sering dipandang negatif karena hal meremehkan hak kesulungannya, tp kita hrs membuka pikiran, dlm pendamaian itu ternyata pihak Esau yg banyak berperan di dlmnya: “Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka (Kejadian 33:4). Yakub sdh sangat berusaha yg terbaik, selebihnya bgmna dg sikap Esau, dan ternyata mereka memilih utk berdamai. Awalnya pikiran Esau amat ‘panas’ setelah tahu ayahnya ditipu shga dia tdk mendapat berkat anak sulung, tapi seiring berjalannya waktu, pikirannya sdh ‘dingin’ dan memilih utk berdamai dengan Yakub, adiknya. Kadang perlu tdk bertemu sekian wkt utk mendinginkan panas hati & bs berpikir jernih.
Berharap setiap keluarga kita bs harmonis setelah nantinya orgtua tdk ada, kalaupun terjd konflik, usahakanlah berdamai, satu pilihan yg butuh kedewasaan berpikir.