DI 06082026
Yohanes 8:6
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Kisah perempuan yg kedapatan berzinah tp dibebaskan oleh Yesus ini seringkali kurang tepat dimaknai, sehingga kita kehilangan yg esensi dr kisah ini.
Hal yg sering ditanyakan: di mana si pria yg tertangkap basah dgn perempuan itu waktu mereka berzinah? Kita pakai logika saja yg sederhana: pria ini mati dirajam dg batu. Ini alasannya: yg menggerebek mereka adalah para ahli Taurat dan Farisi, pasti sesuai dgn hukum Taurat, mereka merajam keduanya. Kemungkinan yg terjd adalah muncul suatu pikiran, si pria dihukum, tp si perempuan ini dijadikan ‘sandera’ utk alat mencobai Yesus. Jd secara logika, si pria ini mati dirajam, tdk dilepaskan. Para ahli Taurat dan Farisi ingin memaksa Yesus merajam si perempuan ini, tp kenyataannya mereka sendirilah yg salah sehingga jawaban Yesus bgtu tepat kena pd inti masalahnya ttg ini: Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu (Yohanes 8:7).
Adalah sebuah pelanggaran hukum Taurat jika mendapati perempuan yg berzinah tapi membiarkannya hidup. Inilah dosa mereka, para ahli Taurat dan Farisi. Seringkali jalan pikiran kita ‘sesat’ dgn mengira yg dimaksud Yesus adalah dosa secara menyeluruh, dari sejak lahir hingga saat itu. Kalau demikian, jabatan hakim, polisi, dsbnya, tdk usah ada karena mereka semua pernah berdosa. Kita jgn menegur karena kita jg pernah buat hal yg salah. Bukan begitu pola pikir yang benar tp yg Yesus maksud mereka berdosa karna melanggar hukum Taurat, si pria dirajam tp si perempuan dibiarkan hidup. Lebih parah lagi mereka berniat mencobai Tuhan! Jadi jgn terbiasa berpikir sempit dan pendek. Ini tdk baik bagi pertumbuhan rohani kita, sulit utk memahami Alkitab dgn konteks sesuai keadaannya. Jgn cepat mengambil sebuah kesimpulan tanpa data yg akurat.
Kita semua pernah berdosa, tapi bkn berarti kita tdk usah menegur, mengingatkan serta menasehati, lakukan dgn atas dasar kasih, bukan keinginan menghakimi.