Durasi Khotbah

DI 10102026

Kisah Para Rasul 20:9-10
Seorang muda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Ketika ia diangkat orang, ia sudah mati.
Tetapi Paulus turun ke bawah. Ia merebahkan diri ke atas orang muda itu, mendekapnya, dan berkata: “Jangan ribut, sebab ia masih hidup.”

Org meninggal karena khotbah terlalu lama, entah pernah terjd di zaman ini atau tdk, tp Alkitab mencatat kisah seorg muda yg jatuh dr jendela karena kantuk mendengar Paulus berbicara terlalu lama.

Knpa ada jemaat mengantuk saat khotbah didengarkan? Banyak faktor bs jadi alasan mengapa ini terjd, mgkin terlalu lelah, mgkin kurang tidur, atau memang orgnya memang datang ke gereja sekedar ‘absensi’ saja, dtg supaya tdk dicari-cari team pastoral gereja karena tdk beribadah. Atau mgkin khotbah yg disampaikan topiknya monoton, pendeta cara berkhotbahnya kurang menarik. Mgkin juga karena AC terlalu dingin. Jadi memang hrs ditemukan penyebabnya, jgn sampai di dlm ibadah terjd hal-hal yg tdk sopan, yang terjadi misalnya tiba-tiba terdengar suara dr dengkuran seseorg saat khotbah, jemaat yg perlahan-lahan meninggalkan ruangan krna khotbah terlalu panjang, dsbnya. AC jangan terlalu dingin sehingga membuat mata jadi mudah mengantuk. Banyak hal dievaluasi, jadi hasilnya bs jauh lebih baik.

Lalu idealnya gmna? Tentu khotbah harus berisi firman Tuhan, bukan motivasi atau filsafat manusia. Boleh saja diselingi oleh motivasi dan filsafat, namun jgn sebagian besar isinya demikian. Durasinya jgn terlalu lama, idealnya 40 menit, karena daya ingat tiap org berbeda, kasihan jemaat yg lansia, mereka tidak sanggup terlalu lama dengar khotbah panjang, jgn terlalu banyak bahas bahasa aslinya, seperlunya saja, jgn pakai istilah yg terlalu akademis dan formal karna jemaat terdiri dr beragam latar pendidikan. Jgn juga terlalu banyak humor karna ini bkn acara stand up comedy. Tampillah sebagai representasi Tuhan saat berkhotbah, harus tetap tampil berwibawa namun tetap ramah dan santun. Tiap org pny cara pembawaan masing-masing, kenali dgn benar kekuatan dan kelemahannya, perbaiki yg kurang baik dan tetap tenang.

Berkhotbah bkn berpidato, yg dikedepankan itu Tuhan, bukan diri kita, jgn sampai orang hanya mengagumi kita tanpa terlalu kagum dgn Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Durasi Khotbah

Durasi Khotbah

DI 10102026

Kisah Para Rasul 20:9-10
Seorang muda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Ketika ia diangkat orang, ia sudah mati.
Tetapi Paulus turun ke bawah. Ia merebahkan diri ke atas orang muda itu, mendekapnya, dan berkata: “Jangan ribut, sebab ia masih hidup.”

Org meninggal karena khotbah terlalu lama, entah pernah terjd di zaman ini atau tdk, tp Alkitab mencatat kisah seorg muda yg jatuh dr jendela karena kantuk mendengar Paulus berbicara terlalu lama.

Knpa ada jemaat mengantuk saat khotbah didengarkan? Banyak faktor bs jadi alasan mengapa ini terjd, mgkin terlalu lelah, mgkin kurang tidur, atau memang orgnya memang datang ke gereja sekedar ‘absensi’ saja, dtg supaya tdk dicari-cari team pastoral gereja karena tdk beribadah. Atau mgkin khotbah yg disampaikan topiknya monoton, pendeta cara berkhotbahnya kurang menarik. Mgkin juga karena AC terlalu dingin. Jadi memang hrs ditemukan penyebabnya, jgn sampai di dlm ibadah terjd hal-hal yg tdk sopan, yang terjadi misalnya tiba-tiba terdengar suara dr dengkuran seseorg saat khotbah, jemaat yg perlahan-lahan meninggalkan ruangan krna khotbah terlalu panjang, dsbnya. AC jangan terlalu dingin sehingga membuat mata jadi mudah mengantuk. Banyak hal dievaluasi, jadi hasilnya bs jauh lebih baik.

Lalu idealnya gmna? Tentu khotbah harus berisi firman Tuhan, bukan motivasi atau filsafat manusia. Boleh saja diselingi oleh motivasi dan filsafat, namun jgn sebagian besar isinya demikian. Durasinya jgn terlalu lama, idealnya 40 menit, karena daya ingat tiap org berbeda, kasihan jemaat yg lansia, mereka tidak sanggup terlalu lama dengar khotbah panjang, jgn terlalu banyak bahas bahasa aslinya, seperlunya saja, jgn pakai istilah yg terlalu akademis dan formal karna jemaat terdiri dr beragam latar pendidikan. Jgn juga terlalu banyak humor karna ini bkn acara stand up comedy. Tampillah sebagai representasi Tuhan saat berkhotbah, harus tetap tampil berwibawa namun tetap ramah dan santun. Tiap org pny cara pembawaan masing-masing, kenali dgn benar kekuatan dan kelemahannya, perbaiki yg kurang baik dan tetap tenang.

Berkhotbah bkn berpidato, yg dikedepankan itu Tuhan, bukan diri kita, jgn sampai orang hanya mengagumi kita tanpa terlalu kagum dgn Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Durasi Khotbah

Pertumbuhan Gereja

DI 09102026

Kisah Para Rasul 9:31 ILT3
Kemudian sesungguhnya, gereja-gereja di seluruh Yudea dan Galilea dan Samaria memperoleh damai sejahtera, sambil dibangun dan bergerak maju dalam takut akan YAHWEH dan dalam penghiburan Roh Kudus, mereka terus dilipatgandakan.

Gereja tentunya dimaknai sbg organisasi tp jg sebuah organisme, ada gedungnya tetapi jemaat yg ada sebenarnya adalah gereja itu sendiri.

Pertumbuhan gereja, hrs dilihat dari sisi apa saja? Apakah hanya pertambahan jumlah & jam ibadah? Pembukaan cabang baru? Pny gembala yg terkenal? Kalau dr sisi ini saja, cukup hanya oleh pengelolaan yg baik, cara management sebuah gereja yg butuh suatu kemampuan mengatur dr manusia. Realita yg ada seringkali bicara ttg gereja yg secara ekonominya lebih kuat, dpt menguasai satu gereja lainnya. Contoh: gereja yg kuat dana, lebih mudah mengambil alih lokasi strategis yg sebelumnya dipakai oleh gereja yg lama yg dananya lebih lemah. Atau 2 gereja yang saling berhadapan di satu lantai gedung yg sama, adu kemewahan multimedia dan hal konsumsi misalnya. Apakah pertumbuhan sebuah gereja berdasarkan kuat finansial & dana operasionalnya? Tentunya gereja tidak boleh dipandang sbg sebuah ‘perusahaan’.

Dlm ayat ini, kita dihadapkan pd kriteria yg dipakai untuk sebuah pertumbuhan gereja, pertama, ada damai sejahtera. Gereja bisa diterima kehadirannya di masyarakat umum kecuali memang di bbrpa daerah ekstrim yg menentang hadirnya gereja di sana. Selain itu jg ditandai dg rukunnya antara gembala, para pelayan Tuhan serta jemaat. Kedua, di dalam gereja ada kemajuan dan pergerakan maju dlm takut akan Tuhan. Adanya religius yg bukan pencitraan yang ada dalam gereja itu. Semua dilakukan atas dasar takut akan Tuhan, bukan supaya terlihat religius. Lalu ketiga, oleh penghiburan Roh Kudus, jumlah jemaat makin dilipatgandakan. Jadi ini bkn cuma tata kelola organisasi gereja yg baik, tp jg ada karya Roh Kudus di dalam gereja. Penghiburan Roh Kudus menjadi kekuatan yg menopang gereja saat ada dlm situasi yg menekan.

Tentu kita ingin gereja kita bertumbuh, tapi biarlah ada ‘kerjasama’ antara Tuhan dan jg pihak pemimpin gereja, hasilnya tentu akan sangat baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Pertumbuhan Gereja

Taat Walau Takut

DI 08102026

Kisah Para Rasul 9:17
Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: “Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.”

Ada bbrpa org yg bernama Ananias, dia ini yg termasuk salah satu murid, dan Tuhan menemuinya utk mendoakan Saulus serta melayani dia.

Ananias tahu siapa itu Saulus, dia awalnya ragu dgn perintah Tuhan, tp Tuhan dengan tetap menyakinkan dia supaya melakukan apa yg Dia perintahkan. Ananias tetep taat dan ini membawa dampak besar bagi hidup Saulus yg kemudian berubah menjd Paulus. Taat walau takut, taat walau ragu, inilah yg jadi contoh baik bagi kita. Ada saat di mana perintah Tuhan seakan sesuatu yang di luar logika, aneh dan mgkin mustahil utk dapat dilakukan, bahkan mgkin membahayakan keselamatan jiwa kita, tp pilihlah utk tetap taat dan percaya, penyertaan Tuhan ada pd kita. Hasilnya pasti luar biasa, bagian Tuhan ialah bekerja sesuai kuasa-Nya, bagian kita hanya taat melakukan saja. Tapi memang ini tdk semudah itu, logika kita seringkali jd hambatan kita utk taat dan setia, tapi logika tdk boleh jd dasar utk taat atau tdk.

Tuhan menghargai setiap ketaatan yg kita tunjukkan kepada Dia. Bbrpa contoh dalam Alkitab menunjukkan hal ini: Naaman taat pd perintah Tuhan melalui nabi Elisa hingga akhirnya penyakit kustanya sembuh, Daud mengalami banyak kemenangan perang di saat dia mengikuti arahan Tuhan. Bbrpa org disembuhkan saat mengikuti perkataan yg Yesus ucapkan. Masih bnyk lagi contoh yg menyatakan hasil dari ketaatan, karenanya kita jgn ragu utk taat saja, apapun resiko yg harus kita terima, Tuhan menyertai saat kita memilih utk taat, Dia bekerja melalui kuasa dan karya-Nya. Ada reward ketika kita taat, dan ada akibat kalau kita tdk taat, pilihan yg benar akan menyelamatkan kita dari akibat buruk dan hukuman Tuhan. Ketaatan akan berdampak menyatakan kemuliaan Tuhan, ketidak taatan akan memperburuk keadaan.

Harusnya tak ada pilihan lain kecuali taat & setia saja, ini akan membawa kita ke dalam situasi yg lebih baik, mata kita akan melihat kemuliaan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Taat Walau Takut

Demi Nama Tuhan

DI 07102026

Kisah Para Rasul 9:15-16
Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”

Kisah pertobatan Paulus memang tdk biasa karna Yesus sndri yang langsung menemui dan memanggil Dia untuk melayani, banyak hal yg hrs Paulus tanggung.

Tentu tidak mudah bagi jemaat gereja awal utk menerima kehadiran Paulus, pasti ada kecurigaan di mata sebagian org, benarkah Paulus sungguh bertobat atau dia sedang bersandiwara supaya akses masuk ke dlm kalangan jemaat menjd mudah. Wajar bila terjd spt itu, latar belakang hidup Paulus ini bkn org sembarangan, betapa dia benci pd umat Tuhan sangat besar, keadaan ini pasti membuat Paulus bersikap canggung, pasti ada usaha ekstra utk menyakinkan bhw dia tulus bertobat dan tdk lagi berniat jahat pd jemaat. Belum lagi bgmna dia menghadapi bnyk penderitaan karena pertobatannya, hrs keluar dr tempat dia awalnya bertugas, hrs terhenti gajinya, hidup berubah 180°, intinya penderitaan demi penderitaan mulai datang hingga akhir hidupnya. Inilah contoh orang yg dipilih Tuhan, menderita demi nama Dia, dan ini juga dialami sebagian dr kita.

Siapkah jika kita harus menjalani panggilan Tuhan spt Paulus? Org-org spt ini bahkan sdh tidak lagi memikirkan ttg kenyamanan hidup, penderitaan fisik spt ‘makanan’ rutin mereka, menjd incaran di mana-mana, blm lagi nyawa sering terancam, kalau mereka bs mempertahankan iman pd Tuhan, inilah wujud kasih, pengabdian, serta kesetiaan yg sejati, bkn bergantung pd kenyamanan yang Tuhan berikan, banyaknya berkat, dsbnya. Sebagian org tdk berani utk membayangkan hidup dlm kondisi spt itu, tapi kuncinya ada pd pilihan Tuhan, artinya org yg terpilih ini, sdh dinilai Tuhan akan sanggup menjalani konsekuensi menjd org pilihan Tuhan. Jika kita terpilih, terima dgn ucapan syukur, siap utk menderita, tp nanti kemuliaan yg Tuhan sediakan utk kita jauh lebih besar drpd apa yg hrs kita derita demi nama Tuhan. Tuhan pasti tidak pernah salah pilih org.

Penderitaan sbg pengikut Kristus pasti ada, kita hrs menanggungnya atas dasar kasih yg murni pd Tuhan, ada mahkota mulia yang Tuhan siapkan bagi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Demi Nama Tuhan

Dipaksa Bertobat

DI 06102026

Lukas 14:23
Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.

Perumpamaan ttg perjamuan besar ini telah mengingatkan kita bhw tdk semua org akan meresponi ‘undangan’ Tuhan utk menikmati sukacita bersama.

Satu fakta menarik dlm perumpamaan yang kita renungkan ini adalah ttg adanya suatu paksaan utk memasukkan org-org ke dalam tempat perjamuan itu supaya rumah penuh. Kalau memang perumpamaan ini bicara ttg bgmna nanti di rumah Bapa akan ada suatu sukacita besar yg dinikmati bersama, maka ada org-org tertentu yg dipaksa utk segera bertobat. Salah satu contoh adalah bgmna Saulus bertobat. Agaknya memang Saulus ‘dipaksa’ Tuhan utk bertobat saat dia dalam situasi gencar-gencarnya memburu orang yg percaya Yesus pd zaman gereja awal. Di dlm ‘paksaan’ itu, Saulus dibuat buta, tidak bs melihat selama 3 hari, tdk makan minum selama 3 hari, setelah didoakan Ananias yg diperintahkan Tuhan utk mendoakan Saulus maka akhirnya matanya melihat lagi dan dia akhirnya dibaptis (Kisah Para Rasul 9:1-18).

Dipaksa utk bertobat, pasti yg dialami tidak menyenangkan, bahkan mgkin menakutkan bagi sebagian org. Mgkin di antara kita ada yg spt Paulus, dulu sangat benci gereja dan org Kristen, tapi Tuhan beracara khusus dan akhirnya bertobat. Tuhan tentu pny alasan knpa Dia ‘memaksa’ seseorg bertobat, ada yg spt Paulus, ingin dipakai Tuhan secara khusus utk pemberitaan Injil yg pemberani, utk mengajar karena pny pengetahuan ttg kitab suci, dsbnya. Tujuan ini hrs terlaksana supaya rencana Tuhan tergenapi, hasilnya bs terlihat luar biasa. Yang hrs kita respon ialah rencana Tuhan hrs tergenapi dlm diri kita walaupun kita hrs bnyk berkorban dan kehilangan waktu pribadi kita, tetapi yakin bhw tentu Tuhan sediakan yg kita butuhkan dan Dia akan memberikan yg lebih baik drpd yg kita berikan pada-Nya, karna itu taat dan setia sampai akhir.

Kita hidup bukan utk kepentingan sendiri, tp juga utk kepentingan Tuhan, jgn menunggu sampai Tuhan ‘memaksa’ kita, lakukan dgn dasar kasih pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dipaksa Bertobat

Mengundang Makan

DI 05102026

Lukas 14:13-14 (TB) Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

Ayat ini hrs dipahami dgn benar supaya jgn kita menangkap maknanya dgn salah, tapi ini yg dibahas adalah tentang upah yg kita inginkan dr perbuatan kita.

Membangun hubungan dgn sesama, salah satunya adalah dgn saling mengundang, ini sdh lazim di kalangan semuanya. Tp dalam hal balasan yg diterima, ternyata ada yang berbeda. Mengundang org ‘mampu’ untuk makan, suatu saat kita jg diundang mereka, dan ini balasan yang kita terima hanya dari manusia saja, tetapi kalau kita ingin dapat balasan dr Tuhan, undanglah mereka yang tidak mampu membalas dgn undangan dgn kualitas yg serupa dgn yg kita lakukan. Hal ini sering kita jumpai saat sebuah keluarga sengaja merayakan ulang tahun anaknya di panti asuhan. Sebagian org terbiasa secara rutin membagikan makanan pd org-org yg dinilai yg membutuhkan di wilayah tertentu. Berbagi dgn sesama yg membutuhkan, ini suatu hal yg baik, tetapi ini blm cukup untuk memenuhi kriteria dlm ayat ini.

Kuncinya pd kata ‘org benar’, artinya apapun yg org benar lakukan, pasti berpengaruh pd dirinya dr Tuhan. Ada bnyk org atheis atau mereka yg di luar Tuhan, jg melakukan hal spt ini, berbagi dgn sesama, tp tidak sesuai dgn ayat ini, mereka bukan org benar. Tentu org benar dlm konteks ayat ini adalah orang yg hidup benar di mata Tuhan. Pengertian ttg org benar bs saja berbeda secara umum, ada yg berpendapat bhw tdk lakukan suatu perbuatan yg merugikan org lain, tdk terlibat perbuatan kriminal, dsbnya. Tetapi ayat ini bicara org benar yg percaya pd Tuhan, akan bangkit dan menerima upah dr Tuhan pada hari kebangkitannya. Ada satu hari di mana kita akan diperhadapkan pd pengadilan yg Tuhan adakan, masing-masing org percaya menerima upah dr Tuhan atas semua yang telah dia perbuat selama hidup di dunia.

Membangun relasi dgn sesama itu baik dan hrs dilakukan, tp jgn lupakan jg berbagi dgn mereka yg berkekurangan & membutuhkan, karena Tuhan yg memberi upahnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengundang Makan

Malu di Hadapan Umum

DI 03102026

Amsal 25:7 ILT3
Sebab adalah lebih baik bahwa dia berkata kepadamu, “Naiklah ke sini,” daripada dia merendahkan engkau di hadapan orang mulia, yang pernah matamu lihat.

Sungguh memalukan bila menempati posisi atau suatu tempat yg harusnya adalah milik orang lain, lebih baik merendah lalu org lain yg melayakkan kita.

Malu di depan umum, sesuatu yg tdk ingin dialami siapapun jg, tp tetap ada saja orang yg mengalaminya. Dimulai dr pikirannya yg menganggap dirinya pantas dihormati dan dihargai setinggi-tingginya. Punya jabatan, posisi, kedudukan, harta berlimpah, dsbnya, membuat seseorg bertingkah angkuh serta merendahkan org lain. Posisi kita mungkin tinggi, tp siapa tahu ada yg lebih tinggi, org yg lebih pantas dihormati dan dihargai. Jadi dlm pertemuan umum, lebih baik merendah dan org lain yg melayakkan kita. Dalam PB, ada nasehat serupa yg Yesus sndri katakan: “/Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yg paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datanglpg dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain (Lukas 14:10).

Hal penting yg berkaitan dgn ini adalah apa yg kita pakai utk mengukur diri kita sendiri apakah kita org yg layak atau tdk. Penilaian yg kita gunakan kadang bertentangan dgn penilaian Tuhan, ini yg menyebabkan suatu pergolakan batin yg tajam. Apakah seseorg yg posisinya lebih rendah drpd kita, jg lebih rendah di mata Tuhan? Kisah Lazarus dan org kaya menjd contoh nyata bgmna posisi di mata Tuhan kadang berbanding terbalik dgn posisi di mata manusia. Tuhan melihat perbuatan, bukan posisi seseorg. Kalau org miskin tp taat firman Tuhan, lebih berharga drpd org kaya yg hidup fasik, nilai yg Tuhan pilih kadang berbeda dgn yg manusia pilih, karena itulah bgmna kita merendah menjd sangat bijak, merendah di hadapan Tuhan dan jg manusia, drpd nanti kita dibuat malu karena terlalu tinggi menilai diri kita.

Merendah utk ditinggikan, ini sikap yg harus kita miliki, baik dlm hal rohani maupun dlm bermasyarakat, biarkan org lain yg nantinya melayakkan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Malu di Hadapan Umum

Tawar Hati

DI 02102026

Amsal 24:10
Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Banyak hal yg bs membuat hati seseorg jadi tawar, selain beratnya masalah yg dihadapi, jg minimnya support dr org-org terdekat, ini membuat seseorg menjd lemah.

Memang tak selalu tiap orang menghadapi sesuatu selalu didampingi, ada yg terpaksa hrs dihadapi seorg diri. Di sinilah kekuatan seseorg sangat menentukan apakah dia bs melewati semuanya dgn baik, ataukah akan kalah dan terkurung dlm masalah. Ini biasa dikenal sbg masa kesesakan, masa di mana kita sangat terjepit, terpuruk, sendirian, dan sebagainya. Masa yg menentukan apakah kita naik level atau justru turun level hidup kita, dan daya tahan kita menjd kunci utama dlm situasi berat ini. Seberapa kita kuat dlm bertahan, sangat bergantung pd kondisi dari iman kita pd Tuhan. Saat manusia tak dapat menolong kita, hanya tangan Tuhan menjd satu-satunya harapan kita yg tersisa, dalam situasi ini, tak ada pilihan lain, hrs kuatkan hati kita, iman kita, supaya daya tahan kita menjd cukup utk bertahan.

Bgmna supaya kita jgn tawar hati? Secara rohani tentu kita mendekat pd Tuhan, tidak mengandalkan kemampuan diri sndri. Tidak ada yg paling bs kita andalkan selain Tuhan, manusia punya keterbatasan dlm menolong dan mendampingi. Secara sosial, kita perlu berkomunikasi dgn org-org yg kompeten di bidang yg berhubungan dgn situasi yg sdg kita hadapi. Berkonsultasi itu baik, tp tetap serahkan semuanya pd Tuhan, biar Dia yg atur semuanya dgn sempurna. Istilah yang sering kita dengar: “Jangan malu bertanya” menjd suatu hal yg baik, cari informasi yang valid tentang apa yg ingin kita tahu. Jangan isi waktu kita dgn melamun atau berpikir yg tdk-tdk, kuatkan hati dengan membaca dan merenungkan Alkitab, dengar pujian rohani serta khotbah-khotbah yg membangun, isi pikiran dan hati kita dgn yg rohani supaya iman kita lebih kuat.

Jangan sampai kita tawar hati, isi waktu dg kegiatan yg positif dan membangun rohani kita, jgn menyendiri dan menyalahkan siapa saja, kuatkan iman kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tawar Hati

Pilih Teman Bergaul

DI 01102026

Amsal 22:24-25 ILT3
Hendaklah engkau tidak bergaul dengan si pemilik amarah, dan engkau tidak berkumpul dengan orang yang panas hati,
agar engkau tidak mempelajari jalannya dan memasang jerat bagi jiwamu.

Berteman boleh dengan siapa saja, tp untuk teman yg diajak bergaul, hrs selektif dan tdk sembarangan teman, dlm ayat ini disebut 2 jenis org yaitu pemarah dan panas hati.

Mudahnya kita sebut dgn org yg mudah utk emosian, emosi itu sesuatu yg dimiliki oleh semua org, sesuatu yg wajar, tp jika tdk bisa dikendalikan, ini bs menjd emosi yg ‘liar’ dan tdk terkendali. Marah itu emosi setiap orang dan siapa saja pasti pernah marah, tp orang yg pemarah ini sdh menjd sifat, hal yg kecil, yg biasa, bs membuat dia marah, asal orang lain tdk menyenangkan dirinya, dia marah & membuat kegaduhan. Kecerdasan emosi di zaman ini menjd satu penilaian khusus dlm berbagai bidang, umumnya saat seseorang melamar pekerjaan, hal yg dilihat dan dinilai adalah bgmna org ini nantinya bs memakai atau menggunakan emosinya secara positif dan ini ada kaitannya dgn level kedewasaan tiap org. Demikian jg dgn org yg panas hati, yg mudah iri, dendam, dsbnya, kedua jenis org ini jgn dijadikan teman bergaul, karena akan berdampak buruk pd kita.

Kadang kita berpikir bhw kita bs suatu saat merubah sifat buruk seseorg, pelan-pelan berjalan dgn waktu, org itu bs berubah. Tapi pd realitanya, siapa yg berubah? Ini yg hrs jadi pertimbangan kita, meskipun maksud kita baik, tp jgn sampai apa yg baik dlm diri kita justru berubah. Mereka perlu dibimbing tp yg membimbing hrs kuat karakternya, jika tdk maka org itu yg akan menularkan sifat buruknya pd org lain. Parahnya lagi jika saat dia sdg bermasalah dan marah, kita terseret dlm situasinya, sebenarnya kita tidak perlu masuk dlm situasi org lain, tp yg terjd justru sebaliknya, kita terbawa-bawa dlm masalah yg dia hadapi. Tiap org punya jalan pikiran masing-masing, kita jgn ikut dlm pikiran yg keliru, tetap hargai prinsip yg org lain dapat memegangnya, tp kita tetap memilih jalan pikiran yang benar, dgn tetap menunjukkan niat baik utk berteman biasa.

Pilihlah teman bukan saja dr manfaat yg bs kita dapat dr mereka, tp pertimbangkan juga karakter dan sifatnya, pilihlah teman yg bisa membangun karakter baik kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Pilih Teman Bergaul