Tidak Bermoral

DI 02062026

Kejadian 38:16 ILT3
Dan terpautlah dia terhadapnya di jalan itu, dan berkata, “Marilah, biarlah sekarang aku menghampiri engkau!” –karena dia tidak mengetahui bahwa wanita itu adalah menantunya sendiri– kemudian wanita itu bertanya, “Engkau akan memberikan apa kepadaku jika engkau menghampiriku?”

Yehuda mengambil Shua, wanita Kanaan menjd istrinya, kemudian lahirlah 4 orang anak, 3 laki-laki: Er, Onan, Shelah, serta ada 1 anak perempuan yg tdk disebut namanya.

Yehuda mengawinkan Er dgn Tamar, tetapi Er mati: “Dan Er anak sulung Yehuda, adalah jahat di mata YAHWEH, maka YAHWEH membunuhnya (Kejadian 38:7 ILT3), sesuai budaya zaman itu, jika anak sulung laki-laki meninggal, maka adik laki-lakinyalah yang hrs meneruskan keturunan, tetapi anak itu. nantinya terhitung anak si sulung, Onan tdk mau hal itu terjd, tetapi tetap berhubungan namun membuang maninya: “Namun Onan mengetahui bahwa keturunan itu bukan miliknya, sehingga terjadilah pada saat ia menghampiri istri kakaknya, maka dia selalu membuang air maninya ke tanah sehingga tidak memberi keturunan kepada kakaknya (Kejadian 38:9 ILT3). Maka yang selanjutnya hrs dilakukan adalah memberi si bungsu, Shelah, pd Tamar, namun usia blm dewasa, tp setelah dewasa, Yehuda tdk jg memberikan Shelah pd Tamar.

Yehuda takut Shelah mati jg spt 2 kakaknya, di pikirannya Tamar, menantunya, pembawa sial yg mengakibatkan 2 anaknya mati, jadi disuruhnya pulang ke rumah ayahnya. Yang terjadi kemudian justru Yehuda bersetubuh dgn Tamar dan melahirkan anak kembar. Ini sesuatu yg tdk bermoral: pertama, Yehuda melawan aturan, tidak menyerahkan Shelah pd Tamar karena takut Shelah ikut mati, lalu Yehuda justru menyetubuhi Tamar hingga mengandung. 2 tindakan tak bermoral yang dilakukan Yehuda terhadap Tamar, menjadi bukti bhw carut marut dosa seksual dalam sebuah keluarga sdh terjd sejak dulu, bukan hal yg baru. Tdk menepati janji dan terbakar nafsu seks, Yehuda menjd contoh buruk yg perlu diwaspadai oleh setiap kita. Tidak ada seorangpun yg kebal dr dosa, kendali nafsu menjd sangat penting spya tdk terjd suatu tindakan asusila dlm keluarga.

Memiliki keturunan memang dambaan tiap pasangan, sbg salah satu tujuan pernikahan tetapi hrs jg diwaspadai, jgn sampai terjadi tindakan tak bermoral dlm keluarga.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Bermoral

Tetap Berani Bersaksi

DI 03062026

Kejadian 39:3-4
Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,
maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.

Darimana Potifar, org Mesir itu tahu tentang Tuhannya Yusuf sehingga ayat ini berbunyi demikian? Tahu biasanya dimulai dr sebuah informasi yg dikatakan.

Zaman itu blm ada bangsa Israel, memang Yakub diberi nama Israel, tp belum muncul sbg sebuah bangsa. YAHWEH dikenal sbg Tuhannya bangsa Israel, jadi Potifar tahu ttg Tuhannya Yusuf darimana? Ya pastinya dari Yusuf sendiri, ini berarti ada kesaksian yang Yusuf berikan pd Potifar, mgkin dlm sebuah percakapan biasa antara tuan & hambanya, sampai Yusuf menyebut nama YAHWEH. Di sini kita belajar, jgn ragu menyebut Tuhan di saat kita bersaksi di kalangan apapun, juga pd siapapun, bahasa kerennya di zaman ini ya menginjil. Yusuf memang terampil dalam bekerja, tapi juga dia mengakui bhw semua itu jg karena penyertaan Tuhan dlm apapun yg dikerjakannya. Bnyk org mengejar pujian dan hormat dr manusia, ‘menyingkirkan’ apa yg Tuhan kerjakan dlm hidupnya shga nama dirinyalah yg dipuji-puji, rasanya enak serta spt melayang di udara.

Di musim kehidupan yg Yusuf lalui saat itu, dr seorg anak kesayangan berubah jd seorg budak, tentu tdk nyaman. Tetapi Yusuf bisa beradaptasi mengikuti alur hidupnya, hasil yg terlihat adalah ia menjd org kepercayaan tuannya, Potifar. Kalau disertai Tuhan, dlm keadaan apapun, situasi justru mendukung kita utk ‘naik’ asalkan tetap bersandar pada Tuhan. Drpd bertanya: mengapa ini terjadi pd diriku, lebih baik beradaptasi dgn situasi, dan tetap berbuat maksimal. Merenung ttg nasib itu boleh saja, tp apa gunanya terlalu lama menunggu jawabannya? Apalagi jika ujungnya justru menyalahkan Tuhan serta org lain, ini hanya membuat kita terus ada di dlm situasi buruk, terjebak tanpa tahu mana jalan keluarnya. Membangun hubungan dgn Tuhan akan membuat kita bertahan di dlm situasi seburuk dan segelap apapun, ujung dr semuanya adalah kemuliaan Tuhan akan dinyatakan.

Jgn malu menyebut nama Tuhan ketika kita bersaksi, akui Dia dlm setiap tingkah laku yg kita buat, penyertaan Tuhan pasti ada selalu bersama kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Berani Bersaksi

Ada Yang Tidak Senang

DI 30052026

Kejadian 37:2, 4 ILT3
Inilah silsilah-silsilah Yakub. Yusuf yang berumur tujuh belas tahun ada bersama saudara-saudaranya yang menggembala di antara kawanan domba, dan anak muda itu ada bersama anak-anak Bilha dan anak-anak Zilpa, kedua istri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayah mereka kabar tentang kejahatan mereka.
Dan saudara-saudaranya melihat bahwa ayah mereka mencintai dia lebih daripada semua saudaranya, maka bencilah mereka kepadanya, dan mereka tidak mau menyapanya dengan ramah.

Menjd org baik memang blm tentu disukai org lain, apalagi dikasihi lebih drpd yg lain, inilah nasib Yusuf, saudara-saudaranya itu tdk begitu menyukai dia.

Melaporkan kejahatan, ini suatu tindakan dan sikap yg terpuji, artinya tdk berpihak pd yg jahat, tdk membiarkan kejahatan yg ada itu trs berlangsung. Namun bagi yang jd pelaku kejahatan, tentu ini sesuatu yang mengancam dirinya. Alasannya beragam, mulai dr takut ketahuan, ditangkap polisi, hingga tdk ingin kehilangan keuntungan dr hasil kejahatannya. Kadang takut dihakimi massa jg, buat kejahatan ‘kecil’, tp nyawa bs melayang. Utk membungkamnya, bisa saja si pelapor ini perlu diancam dan tdk jarang sampai hrs dilenyapkan. Yusuf itu sangat dibenci saudara-saudaranya yang lain, hingga satu saat dia hendak dibunuh tp ada Ruben, kakaknya yg tdk ingin Yusuf dibunuh, tp kemudian pd akhirnya cerita berlanjut dgn Yusuf dijual.

Kita mgkin berusaha menjd org baik dan tetap saja ada yg tdk senang dgn itu. Ada sebagian org pd akhirnya memilih diam & pura-pura tdk tahu, tdk peduli dan memilih utk tdk ikut campur. Tdk berani bersikap & ada di posisi yg mana, berpikir lebih baik ‘aman’ drpd diancam. Pilihan sikap yang diambil kembali pd keputusan tiap pribadi dan memang tetap hrs dihargai. Lalu apa yg jadi sikap kita? Ingat bhw mata Tuhan melihat apapun yg kita lakukan, Dia juga meneliti hati kita, lebih taat pd Tuhan atau pd manusia? Apakah kita ragu bhw Tuhan melindungi kita? Sebagian org akan bicara begini: “Benar hrs taat, tp perlu berhikmat juga, kan?” Itu namanya taat bersyarat dan bukan taat tunduk pd Tuhan. Taat itu perlu keberanian dan pengorbanan.

Jgn sampai Tuhan menilai kita ada dalam posisi yg setuju dgn kejahatan, diam juga bs diartikan setuju, tdk membantah, jadi ambillah sikap tegas dan memilih yg tepat dlm hal ketaatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Ada Yang Tidak Senang

Berdamai Pada Akhirnya

DI 29052026

Kejadian 35:29
Lalu meninggallah Ishak, ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya; ia tua dan suntuk umur, maka Esau dan Yakub, anak-anaknya itu, menguburkan dia.

Esau dan Yakub pernah mengalami suatu masa di mana mereka bermasalah namun pd akhirnya berdamai, tercatat Ishak, ayah mereka dikuburkan oleh mereka berdua.

Pesan terakhir seorg ayah menjelang dia meninggal, biasanya agar semua anaknya hidup rukun satu sama lain, saling bantu, yg muda menghormati yg tua, dsbnya. Tp tdk semua pesan itu dipraktekkan, realita berbicara banyak keluarga yg saling rebut warisan, setelah orgtua meninggal, saling bertengkar, hingga akhirnya hidup secara saling menjauhi, bertemu kalau ada suatu moment tertentu yg mengharuskan mrka utk hadir. Tegur sapa hanya sekedar satu basa basi, bahkan ada yg tdk saling sapa. Tp ada jg yg harmonis satu sama lain, tdk ada konflik berarti, kadang ini tergantung bgmna orgtua sdh mempersiapkan suatu pembagian yg adil pd anak-anaknya saat masih hidup. Yakub dan Esau pernah ada dlm perselisihan, tp akhirnya berdamai.

Esau sering dipandang negatif karena hal meremehkan hak kesulungannya, tp kita hrs membuka pikiran, dlm pendamaian itu ternyata pihak Esau yg banyak berperan di dlmnya: “Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka (Kejadian 33:4). Yakub sdh sangat berusaha yg terbaik, selebihnya bgmna dg sikap Esau, dan ternyata mereka memilih utk berdamai. Awalnya pikiran Esau amat ‘panas’ setelah tahu ayahnya ditipu shga dia tdk mendapat berkat anak sulung, tapi seiring berjalannya waktu, pikirannya sdh ‘dingin’ dan memilih utk berdamai dengan Yakub, adiknya. Kadang perlu tdk bertemu sekian wkt utk mendinginkan panas hati & bs berpikir jernih.

Berharap setiap keluarga kita bs harmonis setelah nantinya orgtua tdk ada, kalaupun terjd konflik, usahakanlah berdamai, satu pilihan yg butuh kedewasaan berpikir.

Posted in Renungan | Comments Off on Berdamai Pada Akhirnya

Tuhan Belum Izinkan

DI 28052026

Kejadian 30:22-24 ILT3
Lalu Elohim mengingat Rahel. Dan Elohim mendengarkan kepadanya, dan Dia membuka kandungannya.
Maka mengandunglah dia dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan dia berkata, “Elohim telah menyapu aibku.”
Maka dia menyebut namanya Yusuf sambil berkata, “Biarlah YAHWEH menambahkan bagiku anak laki-laki lainnya.”

Tuhan yg berdaulat membuka kandungan, jadi bukan ditentukan oleh hukum alam yg berkata bhw bila seorg pria bersetubuh dg seorg wanita, pasti akan hamil.

Di sinilah kita paham bahwa hal memiliki anak, itu keputusan Tuhan, karena Dialah yg memiliki seluruh roh manusia, badan atau tubuh jasmani itu hasil pemeliharaan suami dan istri selama masa kehamilan, manusia tidak berdaya utk membawa roh utk ada dlm kandungan seorg wanita. Jd kalau Tuhan belum mengizinkan, sulit utk seorang wanita itu hamil meskipun sering berhubungan dgn suaminya, berusaha utk bisa hamil dgn kemajuan ilmu kedokteran, keberhasilannya pun tdk 100%. Lalu kalau dgn cara bayi tabung, bukankah itu di luar dr cara normal? Tetap Tuhan yg memilih mana yg akan berhasil dan mana yg tidak berhasil. Realitanya demikian, program ini punya kemungkinan gagal, tp jg ada yang berhasil.

Setelah berhasil melahirkan Yusuf, Rahel berharap Tuhan memberinya anak laki-laki yg berikutnya, dan kemudian Benyamin ini lahir, namun Rahel kemudian meninggal di saat persalinannya. Tentu ini sesuatu yg menyedihkan, Yakub pasti ingin kedua org yg disayanginya selamat, tp kenyataannya berbicara lain, istri yg dicintainya pergi utk selamanya. Kelahiran dan kematian, 2 hal ini ada dlm kedaulatan Tuhan. Kadang org menghubungkan kematian dlm usia muda dgn besarnya dosa, ini hanya benar dalam sebagian saja, tapi janganlah kita berpikir sempit, yg paling tahu alasannya tentunya hanya Tuhan saja. Sekali lagi, kalau Tuhan belum izinkan, pasti tdk terjd, tp kalau Dia telah memutuskan, tak ada yg bisa untuk menghalangi sesuatu terjadi.

Tetap berharap pd Tuhan, itu sesuatu yg baik, tp kalau Dia belum mengizinkan, jgn kita marah atau kecewa, sabar dan tetap mengasihi Tuhan dgn segenap hati.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Belum Izinkan

Hanya Satu Isteri

DI 26052026

Titus 1:5-6
Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu,
yakni orang-orang yang tak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib.

Mengapa zaman PL dan PB terlihat suatu perubahan mengenai jumlah istri yg seorg pria bs miliki? Menang tdk dijelaskan dgn detail, tp itulah faktanya.

Sblum seorg diangkat sbg penilik jemaat, diaken dan penatua, kriteria yg wajib utk dipenuhi adalah hrs seorg suami yg cuma beristrikan seorg saja, artinya tdk poligami atau beristri lebih dr 1. Tentunya sebelum diangkat, mereka hanyalah jemaat biasa, artinya sdh ada ‘budaya’ waktu itu suami hanya beristrikan 1 istri saja. Hal ini dapat kita temukan jg di 1 Timotius 3:2,12. Hal ini tentu bs diperdalam lagi dgn penelitian sejarah atau histori gereja zaman itu. Jadi mengapa hingga zaman ini, pernikahan di dalam Kristen hanya monogami, 1 suami dgn 1 istri. Bukankah Adam jg tercatat di kitab Kejadian hanya beristrikan Hawa? Di keturunan selanjutnya barulah ada yang beristrikan lebih dari 1. Kalau dlm budaya atau iman di luar Kristen mempersilahkan poligami, itu urusan intern mereka sndri.

Secara ilmiah, memang hanya beristrikan 1 istri saja itu lebih baik, misalnya dalam pengeluaran biaya hidup, biaya pendidikan anak-anak yg di zaman skrg sangat besar jumlahnya, belum lagi biaya perawatan di saat sakit, dsbnya. Bisakah bersikap adil 100% jika berpoligami? Kadang sakit hati dr istri pertama dipendam dan suatu saat bs ‘meledak’, minta cerai hingga rebutan warisan ketika si suami meninggal dunia. Makin banyak jumlah anggota keluarga, makin besar masalah yang mgkin timbul, dan tak jarang ada yg sampai melakukan tindakan yang buat geleng-geleng kepala, jadi beristrikan 1 saja, ini pilihan terbaik yg bs diambil. Jgn memperbanyak masalah kalau beristrikan 1 saja pasti ada masalah suatu saat.

Kesetiaan bs diukur dr kesetiaan terhadap pasangan, bgmna memperlakukannya dgn benar dan penuh kasih, menjd teladan yg patut dicontoh.

Posted in Renungan | Comments Off on Hanya Satu Isteri

Hanya Berlaku di Zaman Dulu

DI 25052026

Kejadian 20:12
Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.

Dlm memahami Alkitab, perlu kita belajar ttg budaya pd zaman sebuah kisah dalam Alkitab itu terjd, misalnya budaya di saat Abraham hidup.

Sara, isteri Abraham ternyata saudara tiri Abraham, satu ayah tp beda ibu, kalau pd zaman ini, jelas sangat dilarang 2 org sdr tiri utk menikah, karena punya orgtua yang sama, entah ibunya atau ayahnya. Kalau kita mundur lagi, siapakah istri Kain? Jika kita percaya bhw manusia pertama Adam hanya beristrikan Hawa, berarti istri Kain itu sdr kandung perempuannya, anak dari Adam dan Hawa jg. Jd zaman itu budaya memang memperbolehkan pernikahan di dlm satu garis keturunan, tp di zaman ini, hal itu jelas dilarang. Budaya cenderung utk berubah, sesuai dgn pola hidup orang pd zaman itu, yg dulu boleh dan wajar, tp di zaman skrg itu dilarang dan melanggar norma susila dan moral, budaya di zaman yg berbeda, tentu saja hrs disikapi dengan benar.

Zaman dulu pria boleh beristri lebih dari 1, bkn berarti org Kristen boleh beristri lebih dr 1, zamannya berbeda. Contoh lain dlm Alkitab, misalnya duduk di tempat seorg yg sedang menstruasi: “Setiap orang yang kena kepada sesuatu barang yg diduduki perempuan itu harus mencuci pakaiannya, membasuh diri dgn air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam (Imamat 15:22). Lalu bgmna jika kita dalam situasi ini, misalnya duduk di bangku kendaraan umum bekas wanita yg mens, pdhal tidak mgkin kita bertanya dulu apakah dia sdg mens atau tdk? Lalu apakah kita menjadi najis? Zaman sdh berbeda, jadi yg dahulu, bs tdk tepat diterapkan pada zaman skrg, dan ikutilah apa yg jadi doktrin di gereja tempat kita berjemaat, itu yg tepat.

Budaya memang baik, tp zaman akan trs berkembang, ada penyesuaian keadaan & aturan yg berlaku, ikuti saja selama sesuai dgn kebenaran firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Hanya Berlaku di Zaman Dulu

Lot Orang Benar

DI 23052026

2 Petrus 2:7 ILT3
bahkan Dia telah melepaskan Lot, orang benar yang tertindas oleh tingkah laku dalam rangsangan badani orang-orang fasik,

Akhir kisah hidup Lot tdk tercatat detail di dlm Alkitab, namun nama Lot disinggung dlm surat rasul Petrus, dia disebut sbg org benar.

Kisah hidup Lot, keponakan Abraham yg bs kita temukan ialah bgmna kedua anak perempuannya tidur dgn dia dan akhirnya melahirkan keturunan yg kemudian menjd bani Moab dan bani Amon, hal ini terjadi saat Lot mabuk. Apakah budaya di zaman itu memperbolehkan atau tidak, tapi sejak Titan menurunkan hukum-hukum-Nya utk bangsa Israel setelah keluar dr Mesir, ada larangan utk hubungan sedarah di dalam sebuah keluarga. Lot masuk kategori org benar, walaupun kisah dia dan 2 putrinya ini tdk lazim, namun kelebihan yg ada pd dirinya disebutkan bhw Lot mampu untuk menguruskan dirinya di tengah org-org yg durjana dan fasik, terutama dr rangsangan badani, tingkah laku tak bermoral dr orang kota Sodom.

Butuh perjuangan utk hidup kudus, bukan hasil penumpangan tangan hamba Tuhan atau doa puasa, tp hasil dr mengendalikan hawa nafsu, mem-filter yg terlihat, dan dpt terus membangun hubungan dg Tuhan di setiap saat. Dari blm menikah hingga pny 2 anak gadis, Lot tetap menjaga dirinya bs bertahan dari kebiasaan buruk lingkungan tempat tinggalnya. Mgkin jika dihitung, 20 tahun kira-kira Lot tetap menjaga dirinya dr lingkungan buruknya. Di zaman ini juga banyak lingkungan dan kebiasaan buruk di sekitar kita, mgkin di sekitar lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, tayangan dr medsos, dll. Yg banyak org lakukan belum tentu itu sesuai dgn kebenaran Tuhan, jadi kita perlu memahami sesuatu sblum kita melakukannya.

Jgn asal mengikuti budaya atau trend yg sedang booming, teliti dulu asal usulnya dan apakah bertentangan dgn kebenaran firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Lot Orang Benar

Pertimbangkan Lingkungan Juga

DI 22052026

Kejadian 13:11-13
Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu, lalu ia berangkat ke sebelah timur dan mereka berpisah.
Abram menetap di tanah Kanaan, tetapi Lot menetap di kota-kota Lembah Yordan dan berkemah di dekat Sodom.
Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.

Pilihan Lot utk tempat tinggal sepertinya sdh tepat, tetapi ada 1 hal yg terabaikan, yaitu lingkungan nantinya tempat dia akan tinggal.

Seluruh lembah Yordan banyak airnya spt taman Tuhan, terlihat bs menjamin hidup masa depan jangka panjang, tetapi daerah itu ternyata lingkungan manusianya buruk karena pd akhirnya kota Sodom & Gomora dihancurkan Tuhan, semua nilai plus yang dimilikinya lenyap seketika. Tanahnya baik tapi lingkungan manusianya sangat buruk, untunglah Tuhan masih berbekas kasihan, Lot dan kedua anaknya selamat, isterinya menjd tiang garam. Hal ini bnyk kita temui ketika seseorg ingin pindah tempat, salah satu pertimbangannya tentu lingkungan di daerah itu, bgmna situasi pergaulan orang ke org di sana, baikkah utk psikologi anak, apakah pengaruhnya positif bagi kejiwaan kita, dsbnya. Jadi memang bukan hanya soal lingkungan buminya, tapi lingkungan manusianya jg.

Lingkungan tempat kita bekerja memang tidak bs kita pilih-pilih, baik atau buruknya suasana kerja bergantung pada etos kerja para karyawan dan pimpinannya. Syukur kalau suasananya bagus, tp jika tdk bagus maka bersiaplah utk membentengi diri dr tekanan sifat-sifat buruk manusia yg ada di tempat kerja kita. Jgn sampai ‘tertular’ kebiasaan negatif yg ada. Dlm pelayanan jg demikian, kadang timbul eksklusifitas yg mengarah pd budaya tdk mengasihi dg sungguh-sungguh. Bahaya yg paling harus dihindari adakah jgn sampai kita jadi org munafik, demi terlihat rohani, orang dapat memakai ‘topeng’ berlapis-lapis, sulit utk dikenali sifat aslinya. Jika kita ada dalam sebuah lingkungan manusia yg buruk, jgn sampai lingkungan itu merubah kebiasaan dan sifat baik yg kita miliki sebelumnya.

Menilai sebuah lingkungan bkn hanya ttg strategisnya saja, tp bgmna lingkungan yg di dalamnya terdapat suasana pergaulan yg baik antar sesama manusianya.

Posted in Renungan | Comments Off on Pertimbangkan Lingkungan Juga

Jangan Menoleh ke Belakang

DI 21052026

Kejadian 19:17
Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di mana pun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap.”

Jangan menoleh ke belakang, salah satu petunjuk yg diberikan ketika Lot beserta keluarganya diselamatkan dr kehancuran Sodom dan Gomora.

Knpa jgn menoleh ke belakang? Banyak khotbah mengartikannya dgn makna yang kelihatannya rohani. Tp mari kita belajar dr apa yg Alkitab tuliskan: supaya mereka ini tdk mati lenyap. Perintah jgn menoleh ke belakang, jg diikuti perintah utk jgn untuk berhenti di daerah Lembah Yordan, serta lari ke pegunungan. Ada 3 perintah untuk keluarga Lot ketika mereka diselamatkan, tp sayangnya istri Lot menoleh dan akhir hidupnya menjd tiang garam. Tdk ada arti rohani apapun sebenarnya, ini murni ttg ketidak taatan pd perintah, tdk perlu untuk dipanjang lebarkan cerita ilustrasinya, tapi kenapa istri Lot menoleh ke belakang? Ini yg tdk dijelaskan alasannya, apakah suatu spontanitas belaka atau ada pikiran lain di benak istri Lot.

Ketika Lot berpisah dgn Abraham, dia blm berkeluarga, jd kemungkinan istri Lot ialah org kota Sodom, jd ketika kota asalnya itu ditunggang balikkan Tuhan, kemungkinan dia teringat dgn orgtua dan saudaranya yg ikut dihukum Tuhan. Ini hanya satu pikiran yg masih berupa dugaan, sebab yg hanya selamat dari keluarga istri Lot hanya dia seorg. Mgkin Lot pernah bercerita tentang Tuhan yg dia sembah, tp keluarga istrinya tdk mau percaya. Ini spt apa yg terjd pada zaman ini: Injil diberitakan, ada yg percaya tp jg ada yg tdk percaya, hingga nanti tiba pd waktunya, penghukuman Tuhan terjadi, tdk ada lagi kesempatan utk bertobat, sdh terlambat dan kebinasaan yg hrs diterima sbg upah ketidak percayaan pd Injil Yesus Kristus.

Jgn melanggar perintah Tuhan walau itu kelihatannya sederhana, akibatnya justru berat dan membatalkan keselamatan yg seharusnya jd milik kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Menoleh ke Belakang