Bersyukur Itu Kehendak Tuhan

DI 09062026

1 Tesalonika 5:18 ILT3
Mengucap syukurlah dalam segala hal, karena inilah kehendak Elohim dalam HaMashiakh YESHUA bagi kamu.

Kadang kita berpikir bhw bersyukur itu satu kewajiban yg kita lakukan utk Tuhan, suatu perintah dlm Alkitab, tp kita lupa utk paham mengapa kita hrs bersyukur.

Ternyata bersyukur itu kehendak Tuhan, yg dlm bahasa sehari-hari, bersyukur itu suatu mau-Nya Tuhan, Dia senang kalau kita bisa bersyukur. Dlm ayat ini khususnya, kita hrs bersyukur dlm segala hal, bukan dlm semua keadaan. Kita terbiasa mengerti firman bhw bersyukur dlm segala keadaan: situasi yang baik atau buruk, suka dan duka, kuat serta lemah, dsbnya, pokoknya ya disuruh untuk bersyukur oleh Tuhan, ya hrs bersyukur. Tp ternyata Tuhan mau kita paham, bersyukur dgn dasar tahu apa yang disyukuri, bkn asal mengucap kata syukur. Tak tahu alasannya apa, pokoknya bersyukur saja, ini alasan yg (maaf) bodoh! Kita berjalan saja hrs sudah tahu mau jalan ke mana, ke restoran sudah tahu mau makan apa, maka seharusnya utk alasan knp kita bersyukur itu hrsnya sudah melewati perenungan panjang, bkn karena kebiasaan/ritual rohani.

Yusuf anak Yakub, tdk asal bersyukur, tetapi paham dasar apa yg membuatnya memilih utk bersyukur: “Maka sekarang, bukan kamu yg menyuruh aku ke sini, melainkan Elohim, dan Dia telah menempatkan aku sbg bapak bagi Firaun, tuan atas seluruh isi rumahnya, dan penguasa atas seluruh Tanah Mesir. (Kejadian 45:8 ILT3). Hal bgmna dia sampai ke tanah Mesir dan menyiapkan semuanya, dia tahu bhw Tuhanlah yg menyuruh, bukan semata akibat kejahatan para saudaranya. Kadang pikiran kita dangkal dan sempit, jika Tuhan menyembuhkan kita, apa tujuan Dia? Sekedar menyembuhkan? Kalau Tuhan dgn kehendak-Nya memberkati berlimpah, apa tujuan Dia? Supaya bs memenuhi yang kita butuhkan dan warisan anak cucu? Pasti ada yg lebih jauh dr itu! Yg kita syukuri cuma Dia sembuhkan dan memberkati berlimpah, ini bersyukur yg dangkal dan sempit!

Mengetahui tujuan Tuhan sehingga kita sdh atau sedang alami sesuatu, butuh satu wkt perenungan dan kadang baru kita tahu saat kita melihat kemuliaan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bersyukur Itu Kehendak Tuhan

Berdamai Dengan Berbuat Baik

DI 08062026

1 Tesalonika 5:13-15 ILT3
Bahkan untuk menghargai mereka setinggi-tingginya dalam kasih, karena pekerjaan mereka. Berdamailah di antara kamu sendiri!
Dan kami menasihati kamu, hai saudara-saudara, peringatkanlah mereka yang tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, topanglah mereka yang lemah, bersabarlah terhadap semua orang.
Perhatikanlah, supaya tidak seorang pun yang membalas kejahatan ganti kejahatan kepada seseorang, sebaliknya kejarlah selalu apa yang baik, baik seorang terhadap yang lain, maupun terhadap semua orang.

Hidup kita bersama dengan yg lain terbagi menjd 2 jenis: hidup dgn sdr seiman (hidup berjemaat dan satu tubuh Kristus), dan juga hidup sbg masyarakat pd umumnya (semua orang).

Dlm hidup berjemaat, kita berhubungan dgn beragam latar belakang orang status sosial, pendidikannya, budaya, dsbnya. Yg mungkin mudah terlihat adalah perbedaan status di dlm hal miskin dan kaya, semua org berhak dan berkewajiban sama sbg warga gereja, berhak dilayani gembala dan stafnya, tetapi punya kewajiban jg untuk turut membangun keharmonisan dalam kehidupan berjemaat serta dlm dunia pelayanan. Hal ini bisa kita lihat dlm ayat renungan kita: menghibur, lalu memperingatkan, menopang dan bersabar, karena tdk ada org yg sempurna, kadang dia berkarakter baik tp miskin, kadang dia orang kaya tetapi memilih-milih org yg bs bergaul dgn dia, kadang dia orang berhikmat tetapi kurang mampu berkoordinasi, dsbnya. Dlm keadaan inilah, tiap warga gereja hrs sadar dan mempraktekkan firman Tuhan dengan utuh, tdk menurut versi sendiri.

Tak jarang ada timbul perselisihan, banyak alasan yg menyebabkannya, bila tdk cepat ditangani, bs timbul perbuatan jahat, tetapi yg tdk kalah jahatnya adalah perkataan yg verbal berisi caci maki, fitnah, gosip, hingga kutuk mengutuk. Kejarlah damai, dgn tidak membalas kejahatan dgn kejahatan jg. Dlm tingkat kedewasaan rohani yg berbeda, bisa timbul pemikiran dan dogma pribadi sesuai dgn apa yg dianggap benar. Misalnya kalau yg jahat dibalas dg yg baik, berarti percuma ada hukum tabur tuai? Memahami ini tidak bs menggunakan logika, org pd umumnya yakin adanya ‘karma’, kalau berbuat jahat ya nanti menuai yg jahat, tapi dlm iman Kristen tentu saja Tuhan yg paling berhak penuh di dlm hal memberi balasan, Dia pasti dengan tanpa perlu diragukan akan membalas yang org lakukan, tapi Dia ingin umat-Nya jangan hatinya penuh dgn kejahatan, karena itulah Dia mengajarkan utk membalas yang jahat dengan yg baik, hidup dengan damai.

Balasan dr Tuhan pasti akan diterima oleh tiap orang sesuai dgn perbuatannya, yg Dia inginkan supaya kita menjaga kemurnian dr hati kita, jgn ada kejahatan di dlmnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Berdamai Dengan Berbuat Baik

Bersalah Atau Tidak

DI 06062026

Matius 12:7 ILT3
Dan jika kamu sudah memahami apa artinya: Aku mengingini kemurahan dan bukan kurban, –maka kamu tidak akan pernah menghukum mereka yang tidak bersalah.

Bersalah menurut penilaian manusia, belum tentu itu bersalah menurut penilaian Tuhan, ini yg terjd pd kisah ini, ttg yg boleh dan yg tdk boleh dilakukan saat hari Sabat.

Tuhan memberikan hukum tertulis tentang semua segi hidup manusia dan hubungan dgn Tuhan, Dia memberikan hukum Taurat bagi bangsa Israel, kita sbg org Kristen yang bkn Yahudi (Gentile), tdk terikat dgn hukum Taurat, tetapi bbrpa bagian dari hukum itu, ada yg patut diperhatikan dan dilakukan dlm hidup kita, misalkan bgmna menghormati Tuhan dan orgtua, jgn membunuh, dsbnya. Intinya apa yg ada dlm Alkitab yaitu PL dan PB, hrs kita lihat sbg satu kesatuan yg isi di dlmnya adalah firman Tuhan. Menentukan sesuatu boleh atau tidak, benar atau salah, patut atau tdk patut dilakukan, dsbnya, hrs mengacu pd ayat-ayat dlm Alkitab. Namun terkadang terjd perbedaan tafsiran, hal ini mengakibatkan perbedaan pandangan ttg sesuatu yg masih perlu diperiksa, yg satu bilang boleh, yg lain bilang itu salah.

Sederhananya saja, ikuti apa yg gereja yang kita berjemaat di sana tetapkan, doktrinnya, aturannya, dsbnya. Jika merasa sejahtera, berarti itu sesuai dgn hati nurani. Bolehkah kita tdk mengikuti doktrin di gereja kita? Hal ini kembali pd pertimbangan personal tiap org, jika dianggap perlu, konsultasikan dgn org yg telah mendalami Alkitab, berdiskusi dan keputusan akhir tetap di tangan kita. Yg penting doktrin mengenai keselamatan, itu jangan sampai menganggu iman kita: ‘Ujilah segala sesuatu, pegang eratlah apa yg baik! (1 Tesalonika 5:21 ILT3). Jgn terbiasa hanya mengikuti karena sdh diajari turun menurun, bukan berarti kita kritis, tp memahami dgn benar apa yg kita lakukan spya tdk terjatuh dlm pengajaran yg sesat dan doktrin yg tdk sesuai dgn iman Kristen dan Alkitab. Harus teliti dan terbuka pikiran kita utk sesuatu yg benar menurut Tuhan.

Jgn menghakimi, karena masih banyak hal yg blm kita pahami, menurut manusia blm tentu sama dgn pandangan Tuhan, jangan cepat berkomentar, ujilah dulu.

Posted in Renungan | Comments Off on Bersalah Atau Tidak

Tidak Semena-Mena

DI 05062026

Kejadian 41:40-41 (TB)
Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.”
Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.”

Khotbah ttg Yusuf biasanya membahas ttg Yusuf yg mengampuni saudara-saudaranya dan membawa ayahnya, Yakub, yg mengira dia telah benar-benar mati.

Padahal ada 2 org yg memfitnah Yusuf dan membuatnya dipenjarakan yaitu Potifar dan isterinya. Potifar itu kepala pengawal istana dan tentu saja jabatan Yusuf setelah Firaun zaman itu mengangkatnya sbg kuasa atas seluruh Mesir, bs dikatakan menjd org ke-2 di Mesir, sangat jauh lebih tinggi. Biasanya org kalau jd penguasa tinggi, ada kebiasaan utk membalas dendam terhadap org-org yg berbuat jahat terhadap dia. Yusuf difitnah & dijahati isteri Potifar dan suaminya, berarti ada kesempatan utk membalas dendam, tp ini tidak Yusuf perbuat, bahkan mgkin sdh tdk terpengaruh lagi oleh kejadian itu. Yang sudah berlalu ya biarkanlah berlalu, yg lebih penting adalah tdk mengisi hati dg dendam kesumat, tdk hidup dlm amarah. Mgkin saja Potifar dan istrinya begitu gemetar melihat Yusuf dilantik oleh Firaun zaman itu, tinggal menunggu pembalasan.

Tp hari pembalasan itu tdk kunjung datang jg, Yusuf sibuk mengurus kerajaan, hal ini tentu melegakan Potifar dan isterinya. Bila dibuat sebuah film, mgkin saja suatu waktu Yusuf bernostalgia ke tempat-tempat yang bersejarah bagi hidupnya, salah satunya ya pasti rumah Potifar, datang sbg penguasa dan pasti Potifar dan istrinya sangat takut dan cemas ketika bertemu Yusuf. Karena ini sekedar perkiraan, mgkin sama kejadiannya spt rekonsiliasi Yusuf & semua saudaranya, yg ada hanya rasa haru dan damai. Kadang org berusaha merasa damai, tp belum mau untuk membuang dendam dan memberikan pengampunan. Memang tidak mudah untuk mengampuni, tp bkn berarti itu mustahil utk dilakukan. Kembali pd kesadaran dan minat orgnya, bersedia mengampuni & berdamai atau tdk, bkn tdk mampu, tp ini ttg maukah utk berdamai atau tdk.

Kekuasaan itu kepercayaan yg Tuhan beri pd kita, jgn gunakan utk bertindak secara sembarangan dan mengikuti nafsu sesaat, supaya jgn menyesal nantinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Semena-Mena

Karena Ganteng

DI 04062026

Kejadian 39:6
Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apa pun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya.

Karena baik sikapnya dan ganteng orgnya, Yusuf digoda oleh istri Potifar berhari-hari & dibujuk utk mau tidur dengannya, tentu bisa beda ceritanya kalau Yusuf tdk ganteng.

Pria di mata wanita, yg dilihat paling utama ialah soal ketampanan dan hartanya, kalau orgnya tdk ganteng tp kaya raya, wanita bs saja mau dinikahi pria kaya. Ini pendapat yg umum sifatnya dan bs dilihat dlm realita yg ada sehari-hari. Dapat pacar atau suami yg ganteng plus kaya, itu spt sebuah ‘prestasi’ puncak bagi dunia percintaan seorg wanita. Kadang karakter & moralitas menjd nomor ke sekian dr kriteria pria yg akan dinikahi. Ini terjd pd kisah Yusuf, dia ganteng dan sopan orgnya, sikapnya baik, mgkin nyaris sangat sempurna di mata wanita, istri Potifar mulai memperhatikannya dan berusaha utk dapat mendekatinya. Apakah ada masalah antara Potifar dan istrinya dlm berhubungan? Bisa jadi demikian, apalagi zaman itu pria dapat beristri banyak, mungkin istri Potifar jarang diperhatikan suaminya shga mencari sosok pria idamannya yg lain.

Kadang paras yg ganteng dan cantik, justru mengundang masalah datang, semuanya bs terlihat dlm realita kehidupan, biasanya berhubungan dgn dendam, nafsu, dan cinta, tindak kejahatan kesusilaan terjd akibat dari paras yg elok. Pd dasarnya paras elok itulah anugerah dr Tuhan, walau dr sudut pandang kedokteran, itu terpengaruh oleh DNA orang tuanya, makanya pasti ada kemiripan wajah maupun postur tubuhnya. Tak jarang diikuti dgn kemiripan dlm bbrpa kebiasaan. Wajah bs dioperasi plastik utk dirubah menjd lebih ganteng dan cantik, tp tdk jarang jg terjadi kegagalan, wajah justru memburuk. Tetapi bersyukur atas ciptaan Tuhan yaitu bentuk wajah kita, harusnya dilakukan, supaya kita berdamai dgn diri sendiri. Tdk perlu merasa rendah diri bila org lain lebih ganteng atau cantik, Tuhan yg mengaturnya, dan semua itu baik utk kita.

Karakter yg mulia lebih berharga drpd fisik yg mempesona, bangun karakter kita, kalau memang ada dana, tdk dilarang utk lakukan tindakan medis memperbaiki wajah.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Ganteng

Tidak Bermoral

DI 02062026

Kejadian 38:16 ILT3
Dan terpautlah dia terhadapnya di jalan itu, dan berkata, “Marilah, biarlah sekarang aku menghampiri engkau!” –karena dia tidak mengetahui bahwa wanita itu adalah menantunya sendiri– kemudian wanita itu bertanya, “Engkau akan memberikan apa kepadaku jika engkau menghampiriku?”

Yehuda mengambil Shua, wanita Kanaan menjd istrinya, kemudian lahirlah 4 orang anak, 3 laki-laki: Er, Onan, Shelah, serta ada 1 anak perempuan yg tdk disebut namanya.

Yehuda mengawinkan Er dgn Tamar, tetapi Er mati: “Dan Er anak sulung Yehuda, adalah jahat di mata YAHWEH, maka YAHWEH membunuhnya (Kejadian 38:7 ILT3), sesuai budaya zaman itu, jika anak sulung laki-laki meninggal, maka adik laki-lakinyalah yang hrs meneruskan keturunan, tetapi anak itu. nantinya terhitung anak si sulung, Onan tdk mau hal itu terjd, tetapi tetap berhubungan namun membuang maninya: “Namun Onan mengetahui bahwa keturunan itu bukan miliknya, sehingga terjadilah pada saat ia menghampiri istri kakaknya, maka dia selalu membuang air maninya ke tanah sehingga tidak memberi keturunan kepada kakaknya (Kejadian 38:9 ILT3). Maka yang selanjutnya hrs dilakukan adalah memberi si bungsu, Shelah, pd Tamar, namun usia blm dewasa, tp setelah dewasa, Yehuda tdk jg memberikan Shelah pd Tamar.

Yehuda takut Shelah mati jg spt 2 kakaknya, di pikirannya Tamar, menantunya, pembawa sial yg mengakibatkan 2 anaknya mati, jadi disuruhnya pulang ke rumah ayahnya. Yang terjadi kemudian justru Yehuda bersetubuh dgn Tamar dan melahirkan anak kembar. Ini sesuatu yg tdk bermoral: pertama, Yehuda melawan aturan, tidak menyerahkan Shelah pd Tamar karena takut Shelah ikut mati, lalu Yehuda justru menyetubuhi Tamar hingga mengandung. 2 tindakan tak bermoral yang dilakukan Yehuda terhadap Tamar, menjadi bukti bhw carut marut dosa seksual dalam sebuah keluarga sdh terjd sejak dulu, bukan hal yg baru. Tdk menepati janji dan terbakar nafsu seks, Yehuda menjd contoh buruk yg perlu diwaspadai oleh setiap kita. Tidak ada seorangpun yg kebal dr dosa, kendali nafsu menjd sangat penting spya tdk terjd suatu tindakan asusila dlm keluarga.

Memiliki keturunan memang dambaan tiap pasangan, sbg salah satu tujuan pernikahan tetapi hrs jg diwaspadai, jgn sampai terjadi tindakan tak bermoral dlm keluarga.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Bermoral

Tetap Berani Bersaksi

DI 03062026

Kejadian 39:3-4
Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,
maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf.

Darimana Potifar, org Mesir itu tahu tentang Tuhannya Yusuf sehingga ayat ini berbunyi demikian? Tahu biasanya dimulai dr sebuah informasi yg dikatakan.

Zaman itu blm ada bangsa Israel, memang Yakub diberi nama Israel, tp belum muncul sbg sebuah bangsa. YAHWEH dikenal sbg Tuhannya bangsa Israel, jadi Potifar tahu ttg Tuhannya Yusuf darimana? Ya pastinya dari Yusuf sendiri, ini berarti ada kesaksian yang Yusuf berikan pd Potifar, mgkin dlm sebuah percakapan biasa antara tuan & hambanya, sampai Yusuf menyebut nama YAHWEH. Di sini kita belajar, jgn ragu menyebut Tuhan di saat kita bersaksi di kalangan apapun, juga pd siapapun, bahasa kerennya di zaman ini ya menginjil. Yusuf memang terampil dalam bekerja, tapi juga dia mengakui bhw semua itu jg karena penyertaan Tuhan dlm apapun yg dikerjakannya. Bnyk org mengejar pujian dan hormat dr manusia, ‘menyingkirkan’ apa yg Tuhan kerjakan dlm hidupnya shga nama dirinyalah yg dipuji-puji, rasanya enak serta spt melayang di udara.

Di musim kehidupan yg Yusuf lalui saat itu, dr seorg anak kesayangan berubah jd seorg budak, tentu tdk nyaman. Tetapi Yusuf bisa beradaptasi mengikuti alur hidupnya, hasil yg terlihat adalah ia menjd org kepercayaan tuannya, Potifar. Kalau disertai Tuhan, dlm keadaan apapun, situasi justru mendukung kita utk ‘naik’ asalkan tetap bersandar pada Tuhan. Drpd bertanya: mengapa ini terjadi pd diriku, lebih baik beradaptasi dgn situasi, dan tetap berbuat maksimal. Merenung ttg nasib itu boleh saja, tp apa gunanya terlalu lama menunggu jawabannya? Apalagi jika ujungnya justru menyalahkan Tuhan serta org lain, ini hanya membuat kita terus ada di dlm situasi buruk, terjebak tanpa tahu mana jalan keluarnya. Membangun hubungan dgn Tuhan akan membuat kita bertahan di dlm situasi seburuk dan segelap apapun, ujung dr semuanya adalah kemuliaan Tuhan akan dinyatakan.

Jgn malu menyebut nama Tuhan ketika kita bersaksi, akui Dia dlm setiap tingkah laku yg kita buat, penyertaan Tuhan pasti ada selalu bersama kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Berani Bersaksi

Ada Yang Tidak Senang

DI 30052026

Kejadian 37:2, 4 ILT3
Inilah silsilah-silsilah Yakub. Yusuf yang berumur tujuh belas tahun ada bersama saudara-saudaranya yang menggembala di antara kawanan domba, dan anak muda itu ada bersama anak-anak Bilha dan anak-anak Zilpa, kedua istri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayah mereka kabar tentang kejahatan mereka.
Dan saudara-saudaranya melihat bahwa ayah mereka mencintai dia lebih daripada semua saudaranya, maka bencilah mereka kepadanya, dan mereka tidak mau menyapanya dengan ramah.

Menjd org baik memang blm tentu disukai org lain, apalagi dikasihi lebih drpd yg lain, inilah nasib Yusuf, saudara-saudaranya itu tdk begitu menyukai dia.

Melaporkan kejahatan, ini suatu tindakan dan sikap yg terpuji, artinya tdk berpihak pd yg jahat, tdk membiarkan kejahatan yg ada itu trs berlangsung. Namun bagi yang jd pelaku kejahatan, tentu ini sesuatu yang mengancam dirinya. Alasannya beragam, mulai dr takut ketahuan, ditangkap polisi, hingga tdk ingin kehilangan keuntungan dr hasil kejahatannya. Kadang takut dihakimi massa jg, buat kejahatan ‘kecil’, tp nyawa bs melayang. Utk membungkamnya, bisa saja si pelapor ini perlu diancam dan tdk jarang sampai hrs dilenyapkan. Yusuf itu sangat dibenci saudara-saudaranya yang lain, hingga satu saat dia hendak dibunuh tp ada Ruben, kakaknya yg tdk ingin Yusuf dibunuh, tp kemudian pd akhirnya cerita berlanjut dgn Yusuf dijual.

Kita mgkin berusaha menjd org baik dan tetap saja ada yg tdk senang dgn itu. Ada sebagian org pd akhirnya memilih diam & pura-pura tdk tahu, tdk peduli dan memilih utk tdk ikut campur. Tdk berani bersikap & ada di posisi yg mana, berpikir lebih baik ‘aman’ drpd diancam. Pilihan sikap yang diambil kembali pd keputusan tiap pribadi dan memang tetap hrs dihargai. Lalu apa yg jadi sikap kita? Ingat bhw mata Tuhan melihat apapun yg kita lakukan, Dia juga meneliti hati kita, lebih taat pd Tuhan atau pd manusia? Apakah kita ragu bhw Tuhan melindungi kita? Sebagian org akan bicara begini: “Benar hrs taat, tp perlu berhikmat juga, kan?” Itu namanya taat bersyarat dan bukan taat tunduk pd Tuhan. Taat itu perlu keberanian dan pengorbanan.

Jgn sampai Tuhan menilai kita ada dalam posisi yg setuju dgn kejahatan, diam juga bs diartikan setuju, tdk membantah, jadi ambillah sikap tegas dan memilih yg tepat dlm hal ketaatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Ada Yang Tidak Senang

Berdamai Pada Akhirnya

DI 29052026

Kejadian 35:29
Lalu meninggallah Ishak, ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya; ia tua dan suntuk umur, maka Esau dan Yakub, anak-anaknya itu, menguburkan dia.

Esau dan Yakub pernah mengalami suatu masa di mana mereka bermasalah namun pd akhirnya berdamai, tercatat Ishak, ayah mereka dikuburkan oleh mereka berdua.

Pesan terakhir seorg ayah menjelang dia meninggal, biasanya agar semua anaknya hidup rukun satu sama lain, saling bantu, yg muda menghormati yg tua, dsbnya. Tp tdk semua pesan itu dipraktekkan, realita berbicara banyak keluarga yg saling rebut warisan, setelah orgtua meninggal, saling bertengkar, hingga akhirnya hidup secara saling menjauhi, bertemu kalau ada suatu moment tertentu yg mengharuskan mrka utk hadir. Tegur sapa hanya sekedar satu basa basi, bahkan ada yg tdk saling sapa. Tp ada jg yg harmonis satu sama lain, tdk ada konflik berarti, kadang ini tergantung bgmna orgtua sdh mempersiapkan suatu pembagian yg adil pd anak-anaknya saat masih hidup. Yakub dan Esau pernah ada dlm perselisihan, tp akhirnya berdamai.

Esau sering dipandang negatif karena hal meremehkan hak kesulungannya, tp kita hrs membuka pikiran, dlm pendamaian itu ternyata pihak Esau yg banyak berperan di dlmnya: “Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka (Kejadian 33:4). Yakub sdh sangat berusaha yg terbaik, selebihnya bgmna dg sikap Esau, dan ternyata mereka memilih utk berdamai. Awalnya pikiran Esau amat ‘panas’ setelah tahu ayahnya ditipu shga dia tdk mendapat berkat anak sulung, tapi seiring berjalannya waktu, pikirannya sdh ‘dingin’ dan memilih utk berdamai dengan Yakub, adiknya. Kadang perlu tdk bertemu sekian wkt utk mendinginkan panas hati & bs berpikir jernih.

Berharap setiap keluarga kita bs harmonis setelah nantinya orgtua tdk ada, kalaupun terjd konflik, usahakanlah berdamai, satu pilihan yg butuh kedewasaan berpikir.

Posted in Renungan | Comments Off on Berdamai Pada Akhirnya

Tuhan Belum Izinkan

DI 28052026

Kejadian 30:22-24 ILT3
Lalu Elohim mengingat Rahel. Dan Elohim mendengarkan kepadanya, dan Dia membuka kandungannya.
Maka mengandunglah dia dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan dia berkata, “Elohim telah menyapu aibku.”
Maka dia menyebut namanya Yusuf sambil berkata, “Biarlah YAHWEH menambahkan bagiku anak laki-laki lainnya.”

Tuhan yg berdaulat membuka kandungan, jadi bukan ditentukan oleh hukum alam yg berkata bhw bila seorg pria bersetubuh dg seorg wanita, pasti akan hamil.

Di sinilah kita paham bahwa hal memiliki anak, itu keputusan Tuhan, karena Dialah yg memiliki seluruh roh manusia, badan atau tubuh jasmani itu hasil pemeliharaan suami dan istri selama masa kehamilan, manusia tidak berdaya utk membawa roh utk ada dlm kandungan seorg wanita. Jd kalau Tuhan belum mengizinkan, sulit utk seorang wanita itu hamil meskipun sering berhubungan dgn suaminya, berusaha utk bisa hamil dgn kemajuan ilmu kedokteran, keberhasilannya pun tdk 100%. Lalu kalau dgn cara bayi tabung, bukankah itu di luar dr cara normal? Tetap Tuhan yg memilih mana yg akan berhasil dan mana yg tidak berhasil. Realitanya demikian, program ini punya kemungkinan gagal, tp jg ada yang berhasil.

Setelah berhasil melahirkan Yusuf, Rahel berharap Tuhan memberinya anak laki-laki yg berikutnya, dan kemudian Benyamin ini lahir, namun Rahel kemudian meninggal di saat persalinannya. Tentu ini sesuatu yg menyedihkan, Yakub pasti ingin kedua org yg disayanginya selamat, tp kenyataannya berbicara lain, istri yg dicintainya pergi utk selamanya. Kelahiran dan kematian, 2 hal ini ada dlm kedaulatan Tuhan. Kadang org menghubungkan kematian dlm usia muda dgn besarnya dosa, ini hanya benar dalam sebagian saja, tapi janganlah kita berpikir sempit, yg paling tahu alasannya tentunya hanya Tuhan saja. Sekali lagi, kalau Tuhan belum izinkan, pasti tdk terjd, tp kalau Dia telah memutuskan, tak ada yg bisa untuk menghalangi sesuatu terjadi.

Tetap berharap pd Tuhan, itu sesuatu yg baik, tp kalau Dia belum mengizinkan, jgn kita marah atau kecewa, sabar dan tetap mengasihi Tuhan dgn segenap hati.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Belum Izinkan