Tidak Mau Memberi Keuntungan

DI 29072026

Matius 25:24
Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.

Hamba yg hanya diberi 1 talenta ini ternyata pikirannyalah yg membuat dia tidak berbuat sesuatu pun dan pada akhirnya dia dihukum oleh tuannya.

Pikirannya adalah bhw tuannya manusa yg kejam, menuai di tempat di mana tuannya tdk menabur dan memungut dari tempat di mana tuannya tdk menanam. Maksudnya apa? Pertama, serajin apapun, sesetia dan sebertanggung jawab apapun si hamba ini, dia berpikir yg kaya dan dapat untung cuma tuannya, dia berpikir itu spt tugas tambahan baginya dan tdk ada tambahan upah sesdh tugasnya selesai. Ibarat disuruh lembur tapi tdk ada uang lemburnya. Org spt ini punya prinsip bekerja sesuai besaran upah yg dia terima, tdk ada yg ‘gratisan’. Memang saat tuannya memberi tugas, tdk disebutkan apa yg akan diberikan sbg upah, tp sdh telanjur dlm pikiran si hamba ini bhw tuannya orang yg keras, kejam, hanya mau terima untung, padahal tuannya telah menyediakan upah yg nilainya jauh melebihi uang, yg dia terima justru siksaan.

Kedua, si hamba ini tdk punya kemampuan dlm hal ekonomi, ini terlihat dr jawaban dari tuannya: “Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kau berikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembali ku, aku menerimanya serta dengan bunganya (Matius 25:27). Diberi tugas tp tidak sesuai dgn kemampuan, kelihatannya sesuatu yg kejam, tp sebenarnya itu satu kesempatan utk menambah kemampuan baru, otak hrs diputar lebih lagi, temukan cara supaya apa yg ditugaskan itu bisa terwujud dan tuntas. Yg hamba ini lakukan hanya diam, talenta yg diberikan hanya dipendam, ini bs dinilai sbg suatu sikap memberontak, tdk patuh & merendahkan perkataan tuannya. Kalau tdk suka bekerja pd tuannya, harusnya keluar & cari tuan yg baru. Ini gambaran org yg tidak banyak kemampuan, diberi kesempatan tapi menyia-nyiakannya, malas & berpandangan jahat terhadap tuannya.

Kepercayaan apa yg Tuhan percayakan tapi kita tdk mengerjakannya? Ingatlah bhw ada hukuman yg menanti jika kita gagal, jangan memberontak terhadap Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Mau Memberi Keuntungan

Setia Walau Sedikit

DI 28072026

Matius 25:21 ILT3
Dan tuannya berkata kepadanya: Baiklah, hai hamba yang baik dan setia; atas yang sedikit engkau telah setia, aku akan menetapkan engkau atas yang banyak. Masuklah ke dalam sukacita tuanmu!

Sering kita dengar ttg setia pd perkara kecil, tp kali ini justru setia pd jumlah yang sedikit, mgkin ada sesuatu yg berbeda, karena ada perbedaan ttg ukuran dgn jumlah.

Yg dilihat adalah tanggung jawabnya, bukan ttg kepercayaannya. Ada org yg awalnya bs dipercaya, tp di tengah jalan malah berubah, misalnya melarikan uang dlm jumlah besar, ada jg yg korupsi, dsbnya. Awalnya terlihat bs dipercaya, tp begitu jumlah makin besar, mulai terlihat banyak keanehan, kecurigaan hingga akhirnya terbukti melakukan banyak penyelewengan. Org tertipu biasanya bukan saat pertama, yg pertama terlihat baik dan terpercaya, ini hanya sebuah pancingan utk dpt ‘mangsa’ yg lebih besar, diiming-imingi dulu dgn janji manis, dlm jumlah sedikit bisa menghasilkan, tp begitu jumlah besar, dana dibawa kabur. Memang kita perlu waspada dgn janji-janji keuntungan yg besar, jangan kita terbawa nafsu serakah, pertimbangkan dan cari informasi selengkapnya, baru ambil keputusan, walau tetap ada resiko dlm tiap keputusan yg kita ambil.

Pertanggung jawaban dijadikan dari mereka yg punya 2 jenis kriteria: baik dan setia. Baik di sini berarti tdk berniat jahat, taat, berniat melakukan sebaik mgkin tugas yg diberikan sedangkan setia berarti tidak melarikan diri, mudah ditemui, berniat menyelesaikan yang ditugaskan. Hamba yg setia bs menjaga dg baik perihal nama baik tuannya, tdk lakukan yg membuat malu tuannya, tdk tergiur oleh tawaran luar yg membuatnya mengkhianati tuannya, dsbnya. 2 sifat ini hrs ada pada diri setiap kita, bukan sekedar bs dipercaya, tapi baik dan setia. Upah yg diberikan bkn saja dlm hal gaji misalnya, tp kebahagiaan yang dinikmati tuannya jg bs ikut dinikmati. Satu contoh sederhana saja, seorg ART yg kerja pd seorg konglomerat, asalkan dia bekerja dgn baik, bisa menikmati fasilitas di rumah tempat dia bekerja, lebih baik dibandingkan ART lain yg bekerja pd org biasa.

Jaga kepercayaan yg org lain berikan pada kita, tunjukkan kebaikan dan kesetiaan yang kita miliki, jadilah org yg bertanggung jawab dgn melakukan tugas hingga selesai dan jg baik hasilnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Setia Walau Sedikit

Kesetiaan dan Ketaatan

DI 27072026

Matius 25:15, 17
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.

3 orang hamba diberikan talenta sesuai dgn kemampuan masing-masing, tetapi terlihat perbedaan yg mencolok, pelajaran apa yang bs kita temukan?

Walaupun ini terbatas hanya perumpamaan saja, tetapi ada nilai yg ingin Yesus beritahu pd kita semua. Biasanya yg dibahas hanya hamba yg diberi 5 dan 1 talenta saja, tetapi kita fokus pd hamba yg menerima 2 talenta ini. Karena diberikan sesuai kemampuan, ini berarti hamba yg diberi 2 talenta ini berada pd level menengah: tdk buruk tp tdk terlalu hebat jg, biasa-biasa saja. Kalau karyawan di perusahaan, org ini termasuk orang ‘lama’ yg prestasi kerjanya biasa saja, tp memiliki nilai plus, spt setia dan patuh. Dan org spt ini harusnya punya kerendahan hati, rajin & tekun, serta setia. Tdk iri dgn org lain yang lebih mampu, hebat, dsbnya, tetapi jg tidak menurunkan performa kerjanya atau berani bersikap tdk baik terhadap pemimpinnya. Di sinilah nilai positif yg bisa kita pelajari yaitu selama kita diberikan kepercayaan, lakukan yg terbaik sesuai kemampuan yg kita miliki.

Sebagian org berada di level menengah ini, tdk terlalu hebat dan menonjol, tdk jg butik perfomanya. Godaan terbesar adalah iri dgn yg lebih hebat dan berusaha menyingkirkan dgn cara apapun. Bs menerima ‘porsi’ yang Tuhan berikan sbg hak penuh Tuhan, adalah suatu sikap rendah hati dan bersyukur atas anugerah yg Tuhan beri. Tuhan mengangkat derajat seseorg tdk selalu utk menjd yang nomor 1. Dalam Alkitab, Yusuf anak Yakub, Daniel, diangkat derajatnya oleh Tuhan, tapi bukan yg tertinggi atau nomor 1. Mereka ini org nomor 2 di kerajaan, tp mereka kerjakan kepercayaan yg Tuhan berikan. Mereka tdk berusaha kudeta atau menggulingkan raja yg berkuasa, tp mengabdi dg sepenuh hati. Tdk menjd yg nomor 1, tetaplah bersyukur, mgkin skrg belum saatnya, tetap setia dan selalu lakukan yg terbaik. Ini pelajaran yang bs kita ambil dr perumpamaan ini.

Kita yg berkemampuan di level ‘menengah’ hrs tetap tunjukkan performa yg baik, tidak perlu iri dgn org yg lebih hebat dr kita, tetapi belajarlah dr mereka ttg apa yg berkualitas.

Posted in Renungan | Comments Off on Kesetiaan dan Ketaatan

Ukuran Tuhan Berbeda Dengan Kita

DI 25072026

Matius 20:12-13
katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?

Perumpamaan ttg upah para pekerja ini dpt kita maknai bhw ada satu hal yg tak bs kita paksakan yaitu pemikiran kita ttg sesuatu, Tuhan punya penilaian-Nya sendiri.

Ukuran yang umumnya dipakai adalah upah ditentukan sesuai kemampuan. Yg bekerja dr pagi hari merasa bhw upah sedinar untuk 1 hari bekerja itu dr pagi hingga sore. Tetapi ukuran yg tuan itu pakai adalah upah 1 dinar utk 1 hari kerja tdk bergantung pd jam mulai masuk kerjanya, tp upahnya utk 1 hari kerja ya 1 dinar. Pemahaman yg berbeda ini tentu memicu rasa ketidak adilan bagi pekerja yg lebih banyak jam kerjanya. Ini penilaian yg manusia pegang, tetapi tuan ini berpegang pd prinsip: mulai bekerja itu dihitung sejak setuju dgn perjanjian upahnya, bukan waktu bekerjanya. Yg diukur adalah sudah sepakat ttg upah bekerjanya, jd apa yg tdk adil? Nah hal ini jg yg perlu kita perhatikan, bukankah Tuhan bebas dan berhak memakai apa yang Dia miliki sepenuhnya? Kalau kelihatannya org lain lebih diberkati, apakah kita berhak marah karena Dia murah hati?

Tanpa sadar, org yg merasa dikasihi Tuhan, pd waktu tertentu terlalu yakin bhw dirinya yg paling dikasihi, dan boleh mengatur Dia menuruti kemauannya. Dlm mengasihi ada rasa memiliki, tp tdk boleh menguasai atau mengendalikan. Anak memang orgtua yang melahirkan dan membesarkannya, tp Tuhan yg memberikan roh ku kehidupan pd anak, jadi orgtua jg hrs sadar, ada hal milik Tuhan atas semua anak mereka. Orgtua hanya BS memberi asupan bergizi selama kehamilan, tp bukankah Tuhan yang menyempurnakan perkembangan organ-organ tubuh si bayi? Bukankah nanti orgtua akan diminta untuk tanggung jawabnya memelihara, mendidik anak-anaknya di hadapan Tuhan? Jgn kita memakai ukuran yg dipakai manusia untuk menilai apa yang Tuhan lakukan, Dia berhak sepenuhnya melakukan apa saja terhadap siapapun, itu kedaulatan Tuhan.

Menghakimi sesama manusia saja dilarang apalagi menghakimi Tuhan, siapa kita? Jgn berpikir Dia tidak adil, keadilan Tuhan beda dgn ukuran keadilan manusia.

Posted in Renungan | Comments Off on Ukuran Tuhan Berbeda Dengan Kita

Harus Kena di Hati

DI 24072026

Mazmur 51:19 ILT3
Kurban bagi Elohim adalah roh yang remuk, hati yang remuk dan patah, ya Elohim, tidaklah Engkau pandang hina.

Pertobatan hrs kena di hati, inilah yg sangat membedakan antara pertobatan sejati dgn pertobatan yg pura-pura, tp kadang sulit utk kita membedakannya.

Manusia bs menipu manusia dlm hal unjuk ekspresi penyesalan dan pertobatan. Inilah yg membuat org sulit utk mengampuni, ini benar dia menyesal atau pura-pura? Hanya Tuhan yg tahu persis isi pikiran dan hati dr seseorg, benarkah dia menyesal dan lanjut bertobat? Dan memang pd realitanya, akan ada saja org yg katanya menyesal tp tetap berbuat kesalahan dan dosa yg sama, lebih parahnya lagi itu dilakukan pd org yg sudah memaafkannya sebelumnya. Tak heran jika Yesus berfirman: Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali (Matius 18:22). Berarti ada kemungkinan seseorg mengulangi 490 kali dosa yg sama, bahkan pd org yg sama juga. Begitu sulitnya seseorg utk bertobat secara sungguh-sungguh, butuh waktu dan tentunya keseriusan.

Kenapa sulit bertobat? Karena blm sampai kena di hati. Pertobatan Daud terjd karena hatinya remuk dan patah, menyadari bahwa dosa telah sangat merusak dirinya. Akibat yg hrs dia tanggung sangat berat, dan cuma Tuhan yg bisa meringankannya. Kadang org berpura-pura bertobat karna takut dihukum saja, takut dilaporkan ke pihak berwajib, dia takut dipecat, takut malu di depan umum, jd bukan menyesali perbuatannya. Hatinya tdk tersentuh oleh pemberian maaf dr org lain, akibatnya kembali mengulangi perbuatan yg sama bahkan terhadap org yg sama. Suami yg melakukan kdrt misalnya, sdh dimaafkan hari ini, tp besok mengulanginya lagi. Belum kapok sebelum ‘dipukul’ Tuhan, maunya hrs sampai ditekan Tuhan habis-habisan, baru mau bertobat. Inilah watak manusia, watak hasil kedagingan manusiawinya, tersudut dulu baru menyerah.

Jgn permainkan pemberian maaf seseorg, itu sesuatu yg ‘mahal’ dari dia, tunjukkanlah penyesalan dan pertobatan yg sejati, Tuhan menghargainya.

Posted in Renungan | Comments Off on Harus Kena di Hati

Usaha Menutupi Dosa

DI 23072026

2 Samuel 11:5
Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: “Aku mengandung.”

Masalah timbul ketika Batsyeba hamil, dan ini diberitahukan pd raja Daud, lalu dengan bbrpa cara, Daud berusaha menutupi fakta bhw Batsyeba hamil akibat dirinya.

Usaha pertama, Daud memanggil Uria utk pulang, dgn tujuan bs pulang ke rumah dan tentu saja tidur dgn istrinya, jadi kehamilan Batsyeba bs dianggap akibat dari hubungan badan dgn suaminya (2 Samuel 11:11). Tapi Uria menolak meninggalkan istana, rencana pertama Daud inipun gagal. Usaha kedua, di keesokan harinya, Daud membuat Uria jadi mabuk, dgn harapan pulang ke rumahnya & tidur dgn istrinya (2 Samuel 11:13). Hingga usahanya yg ketiga, menyuruh Yoab untuk menempatkan Uria di barisan terdepan dgn harapan bs terbunuh oleh musuh (2 Samuel 11:15). Tujuannya jelas, Batsyeba jd janda dan Daud bs menjadikannya istri. Kemudian Uria mati terbunuh dan Daud bs menjadikan Batsyeba sbg istrinya. Kelihatannya benar di mata manusia, tp Tuhan tahu perbuatan Daud ini keji, membunuh suami org supaya bs memperistrinya.

Berbagai cara org berusaha untuk menutupi dosanya supaya terlihat bukan sebuah dosa di mata manusia. Aturan diubah, membuat seseorg jadi ‘kambing hitam’, melimpahkan kesalahan pd org lain, dsbnya. Tetapi Tuhan tdk tertidur, Dia akan membongkar dosa yg coba ditutupi manusia, mgkin tdk langsung saat itu jg, tp cepat atau lambat semuanya akan Dia bongkar. Manusia cenderung utk minta dimaklumi ketika berbuat dosa: tiap org punya kelemahan, tdk selalu kuat tahan nafsu, org lain jg melakukannya, dsbnya. Di sinilah kedewasaan rohani seseorg terlihat kualitasnya, Daud ditegur Tuhan dan jujur mengakuinya, bahkan dia membuat sebua mazmur di Mazmur 51. Itulah manusia, jika sdh terbongkar dosanya, publik sudah tahu, maka tdk bs ditutupi lagi. Bagaimanapun jg sikap Daud yg mau mengakui dosanya dan bertobat, perlu dihargai.

Serapih apapun kita coba menutupi dosa yg kita perbuat, Tuhan pasti membongkarnya, apakah dlm waktu dekat atau jauh, jangan simpan dosa dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Usaha Menutupi Dosa

Bukan Cuma Beri Perintah

DI 22072026

2 Samuel 12:29
Sesudah itu Daud mengumpulkan seluruh tentara, ia berangkat ke kota Raba dan berperang melawannya, lalu merebutnya.

Pemimpin itu idealnya bukan cuma pandai mengatur, memberi perintah saja, tapi turut dlm pelaksanaan kegiatan, punya peranan dlm penuntasan program.

Raja Daud bkn cuma menyuruh tentara utk maju berperang, tp mulai dr persiapan dan hingga peperangannya, dia berperan aktif. Resiko terluka hingga terbunuh tentunya bs saja terjadi, tp raja Daud tetap maju hingga mengalahkan bani Amon, menang perang. Idealnya pemimpin itu memang demikian, tp bnyk ditemui bhw pemimpin ada yg cuma pandai memberi perintah, kemauannya hrs dituruti, tp tdk ikut mensukseskan program yg direncanakan. Pemimpin seringkali oleh umum dianggap spt seorg ‘raja’, dihormati berlebihan, tak boleh disanggah, tidak boleh ditegur, dsbnya. Apalagi kalo si pemimpin ini seorg yg arogan, tersinggung bisa murka hingga menghilangkan nyawa, siapa berani melawan? Tp zaman skrg sdh lebih baik, yg dimaksud adalah ‘servant leadership’, yang bnyk diterapkan dlm berbagai organisasi.

Sebaliknya, ketika raja Daud tidak ikut maju berperang, ia jatuh dlm dosa (2 Samuel 11). Kisah raja Daud, Uria dan Batsyeba, menjadi satu contoh betapa sangat mudahnya org jatuh dlm dosa ketika dia bersantai dan tdk menyibukkan diri. Seandainya wkt itu Daud maju berperang, kisah tragis Uria ini tentu tdk terjd. Mgkin tdk ada raja Salomo yg lahir dr Batsyeba. Pemimpin itu bukan ‘raja’, tapi seseorg yg membawa kelompoknya maju & sukses, keberhasilan adalah hasil bersama, tdk mengorbankan anak buah demi hasrat pribadi, bahkan berani berkorban demi anak buah dan kepentingan kelompoknya. Yang jadi target adalah jadi pemimpin yg dicintai, disegani, bukan ditakuti karena kejam, dan arogan. Hal inilah yg hrs jadi fokus dari para
pemimpin, karena nanti jg hrs pertanggung jawabannya diberikan pd Tuhan saat nanti berhadapan dgn Dia.

Menjd pemimpin adalah kepercayaan dari Tuhan, hrs bs dipertanggung jawabkan dlm hal pelaksanaannya, dan membawa banyak org dlm keberhasilan dan kesejahteraan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Cuma Beri Perintah

Perasaan Cepat Berubah

DI 21072026

2 Samuel 13:14-15 ILT3
Namun dia tidak mau mendengarkan perkataannya. Dan Amnon lebih kuat daripada Tamar, lalu ia merendahkannya, serta berbaring dengannya.
Dan Amnon membencinya, dengan suatu kebencian yang sangat besar, sehingga rasa bencinya terhadap Tamar lebih besar daripada rasa cinta kepadanya. Dan Amnon berkata kepadanya, “Bangunlah dan pergilah!”

Perasaan manusia ternyata mudah berubah dan ini terlihat dr kisah Amnon dan Tamar, awalnya Amnon cinta pd Tamar, tp berubah jadi benci setelah menidurinya.

Amnon adalah anak sulung Daud, lahir dari Ahinoam (1 Tawarikh 3:1), Absalom adalah anak ketiga dari Maakha (1 Tawarikh 3:2). Lalu Tamar adalah adik Absalom. Jadi bisa dikatakan ini kisah ‘incest’, hubungan yang sedarah, masih 1 keluarga: 1 bapa tp beda ibu. Aturan ttg hubungan dlm keluarga bisa kita lihat dlm ayat ini: Mengenai aurat anak perempuan dari seorang isteri ayahmu, yang lahir pada ayahmu sendiri, janganlah kau singkapkan auratnya, karena ia sdr mu perempuan (Imamat 18:11). Jadi yg Amnon lakukan itu sangat melanggar aturan dalam hukum Taurat, dan jelas adalah dosa. Yang jd pertanyaan, apakah ini ada kaitannya dgn usaha mendapatkan tahta? Sbg yg sulung, Amnon punya kesempatan lebih besar drpd Absalom. Tetapi fokus kita bukan ttg politik kerajaan zaman itu.

Cinta model apa yg Amnon miliki terhadap Tamar? Mestinya dia tahu, hal ini melanggar aturan dlm hukum Taurat, tapi knp dia tetap pelihara rasa itu? Agaknya cinta Amnon ini hanya sebatas cinta nafsu, setelah berhasil memaksa Tamar tidur dgn dia, timbul suatu kebencian yg kadarnya melebihi rasa cinta yg ada. Kalau org sudah diperbudak nafsu, akibatnya serius: bisa ‘gelap mata’, arogan, ingin merusak hidup org lain, dsbnya. Kita perlu waspada, jgn sampai diperbudak oleh nafsu, kita bs melakukan yang di luar batas. Cinta jd benci, baik jd jahat, jujur jd curang, dsbnya. Akibat ulah Amnon, Absalom jadi dendam, kemudian jika kita trs baca kisah selanjutnya, terjadi banyak kematian dala
m keluarga Daud, dan ini ada kaitannya dgn dosa Daud terhadap Uria dan Batsyeba, ttg perkataan Tuhan bahwa pedang tidak akan menyingkir dari keturunan Daud (2 Samuel 12:10).

Hati-hati dgn nafsu yg ada dlm daging kita, hrs punya penguasaan diri yg kuat, disiplin diri yg konsisten, jgn sampai kita & keluarga mengalami hal yg memalukan.

Posted in Renungan | Comments Off on Perasaan Cepat Berubah

Cara-Nya Berbeda

DI 20072026

Matius 1:20
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Tuhan bicara pd sebagian org hanya lewat mimpi, tdk ditemui dan berkata langsung, ini tentu ada pertimbangan khusus yang hanya Tuhan yg tahu alasannya.

Masalahnya adalah banyak org bingung ttg mimpi yg dr Tuhan atau mimpi yg sekedar ‘bunga tidur’, bgmna membedakannya? Hal ini memang tdk mudah, sama spt nubuatan, mana yg dr Tuhan dan mana yg buatan dari manusia? Mgkin ini ada pengaruh faktor dr manusianya, nubuatan akan dipercaya spt sebuah ramalan masa depan bagi yg suka dgn ramalan, di sinilah akhirnya ada orang yg memanfaatkan celah ini dgn bernubuat palsu, yg menyenangkan telinga sehingga mudah dipercaya. Begitu jg dgn mimpi, org yg percaya bhw Tuhan bs bicara lewat satu atau lebih mimpi, dia akan mudah percaya bhw mimpi itu dr Tuhan. Mgkin saja Yusuf sdh pernah mengalami hal serupa, artinya pernah Tuhan bicara padanya lewat mimpi, dan yg dikatakan dlm mimpi itu kemudian nyata terjd, yg diperintahkan utk dilakukan ternyata benar.

Kemudian Tuhan bicara lagi pd Yusuf lewat mimpi: Setelah org-org majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dlm mimpi & berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia (Matius 2:13) Jadi memang khusus pd Yusuf, Tuhan lebih memilih berbicara lewat mimpi, dan ini hrs dihormati sbg kedaulatan Tuhan, Dia ingin bicara pd kita lewat cara apa, itu kedaulatan Tuhan sepenuhnya. Tak perlu iri dgn orang yg ditemui langsung oleh Tuhan, yg dengar suara Tuhan secara audible, atau dgn cara lain yg lebih ‘spektakuler’. Intinya adalah kita taat atau tdk pd yg Tuhan perintahkan untuk dilakukan saat Dia berbicara pd kita? Lebih penting ketaatan drpd pengalaman spiritual yg ‘wow’ tp tdk taat dan hanya mengejar yg fana: pujian manusia.

Bersyukurlah jika Tuhan masih bicara pada kita, drpd kita didiamkan, tdk dipedulikan, ini yg perlu kita pahami, bhw kedaulatan Tuhan memakai cara apa utk bicara pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Cara-Nya Berbeda

Ketika Aib Dibongkar Tuhan

DI 18072026

Yohanes 4:16-18
Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”
Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”

Perempuan Samaria yang bertemu Yesus di dekat sumur Yakub ternyata kisah hidupnya tdk biasa, mgkin dibilang cukup aneh, tetapi dia mengakui bhw perkataan Yesus benar.

Sudah punya 5 suami, dan yg ada bersama dia skrg itu bukan suaminya. Ada beberapa kemungkinan yg bisa kita duga: perempuan ini pernah menikah 5 kali, kemungkinan yg besar adalah 5 suaminya ini mati. Tentu ini hanya dugaan seandainya memang dia itu perempuan baik-baik. Entah apa yg terjadi pd 5 suaminya, apakah mgkin perempuan ini diceraikan 5x? Zaman itu tak lazim jika perempuan yg menggugat cerai. Jadi kita menduga memang 5 suaminya mati. Dari kisah selanjutnya ketika dia berkata kepada org-org sekota dgn dia ttg Yesus, org-org itu tertarik utk menemui Yesus, agaknya dia ini seorg perempuan yg baik, bkn yg jahat atau pezinah misalnya, karena perkataannya dpt mempengaruhi org banyak. Apakah mgkin dia seorg perempuan kaya? Mgkin saja, ini penyebab sampai dia bersuami 5x dan juga masih ada pria yg tertarik padanya.

Sekali lagi, ini hanya analisa, bkn fakta yang tertulis dalam Alkitab. Ketika Yesus berkata ttg hidupnya, perempuan ini mengakui dan tdk merasa tersinggung. Bersuami 5x bisa dianggap sesuatu yg ‘aib’, tetapi dia orang yg menjunjung tinggi kejujuran. Ini hal yang bisa kita pelajari: kalau Tuhan membongkar aib kita, akuilah dan jgn marah, akuilah bila kita yang salah, ini spt Daud mengakui dosa yg dia perbuat atas Uria dan Batsyeba, tidak menghukum nabi Natan yg berani menegur dia atas perintah Tuhan. Sesuatu yg Tuhan singkapkan pasti ada tujuannya, dan itu utk kebaikan kita. Jadilah pribadi yg jujur, yang menghormati perbuatan Tuhan atas hidup kita, kalau kisah hidup kita yang kurang baik atau menjadi aib, Tuhan mau pakai itu untuk membuat org lain memahami kasih-Nya, jgn marah, tetapi bersyukurlah, kisah aib kita bs jadi berkat bagi org lain.

Aib memang sengaja ditutupi, siapapun org itu pasti demikian, tetapi ketika Tuhan mau membongkarnya, jgn kita berpikir bahwa Ia jahat, Dia lakukan itu utk kebaikan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Ketika Aib Dibongkar Tuhan