DI 20082026
Lukas 14:26
“Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Apakah ayat ini tidak salah terjemahan? Di satu sisi Yesus mengajarkan prinsip kasih, tp knpa dlm ayat ini justru dituntut berbeda bahkan sampai hrs membenci?
Kata membenci dlm ayat ini dalam bahasa aslinya adalah miseĊ yang memang berarti benci, tetapi punya arti lainnya yaitu secara tdk langsung utk mengasihi lebih sedikit. Di sinilah kita bs memahami ayat ini, ada satu syarat utk mengikut Yesus, menjadi murid Dia yaitu meninggalkan seisi keluarga. Hrs dipahami konteksnya, ini berlaku pd zaman itu, mengikut Yesus dan menjadi murid-Nya memang hrs pergi ke mana-mana, seperti yg kita tahu kisah perjalanan pelayanan Dia dr awal dibaptis hingga naik ke surga, para murid mengikuti Dia melayani ke kota, desa, dan tempat-tempat lain. Jd tdk boleh ditarik maknanya ke zaman sekarang, jadi Kristen harus meninggalkan rumah dan membenci seisi keluarga kita. Terkadang kita terbiasa menarik ‘makna rohani’ dr kisah di Alkitab tanpa memahami konteks zaman kisah ini terjadi.
Tentu wajib utk mengasihi keluarga kita, tp ada batasannya, tdk boleh lebih mengasihi keluarga drpd mengasihi Tuhan. Konteks di zaman itu, org yg percaya pd Yesus ada yg mendapat pertentangan, salah satunya dari pihak keluarga bahkan sesama masyarakat umum: “Tetapi tidak seorang pun yg berani berkata terang-terangan tentang Dia karena takut terhadap org-org Yahudi (Yoh 7:13). Di bagian lain, Petrus menyangkal bhw dirinya kenal dgn Yesus bahkan selalu bersama Dia kemana-mana, kisah penyangkalan Petrus ini menunjukkan betapa saat itu Yesus jadi target jahat org Yahudi yg tdk percaya pada Dia. Jadi tak heran, tuntutan Yesus bagi yg ingin ikut Dia dan menjd murid-Nya sangat berat: keluarga bs jadi penghalang terbesar dan bahkan menjd musuh. Mgkin di zaman sekarang, ini terjadi bagi mereka yg berani percaya Yesus lalu diusir dr keluarga.
Kasihi Tuhan lebih dari siapapun, Dia Tuhan, jadi tdk boleh disetarakan dgn manusia, jadi mengasihi Dia tdk boleh sama dgn cara kita mengasihi manusia.