DI 31072026
Matius 25:28
Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
Ada berapa tokoh dalam perumpamaan ttg talenta ini? Hanya 4? Tuan dan 3 hambanya saja? Kita salah, ada 1 org lagi yang hampir tdk pernah disebut dlm khotbah atau media renungan.
Siapa dia? Bs kita simpulkan 1 org ini ialah hamba dari si tuan ini yg tak ditugaskan utk mengelola talenta. Tokoh ke-5 ini mungkin saja seorg hamba yg paling dekat dgn tuan dlm perumpamaan ini. Apakah pengawal pribadinya, kepala urusan rumah tangganya atau tangan kanannya. Gambarannya mirip spt Yusuf saat di rumah Potifar, Yusuf yang mengatur semuanya di rumah Potifar. Lalu org ini menggambarkan siapa? Seandainya saya benar: tuan = Tuhan, 3 hamba = kita semua, hamba terpercaya ini = pemimpin dr malaikat yg dekat Tuhan. Perumpamaan ini menggambarkan situasi di mana manusia sdg menghadapi pengadilan Tuhan, dinilai cara hidupnya, apa yg diperbuat, dan hasil apa yg diberikan saat hidup di dunia. Yang dinilai setia dan baik, memberi keuntungan bagi Tuhan, akan masuk surga, sebaliknya yg gagal, mengecewakan dan malas, akan ditolak masuk surga.
Walaupun peranan tokoh ke-5 ini hanya ada sebentar saja, tapi kita perlu menyadari bhw kedekatan tiap hamba Tuhan dgn Tuhan itu tdk sama. Sulit melihatnya dg mata jasmani dan hanya Tuhan yg tahu. Jd sekalipun dia seorg yg sederhana, tdk hidup mewah, tidak terlalu terkenal, bisa saja kedekatannya dgn Tuhan melebihi hamba Tuhan yg lain. Orang terbiasa menilai sesamanya dgn apa yang terlihat mata, tp justru yg terpenting bukan yg terlihat mata, tp apa isi hati org itu. Dlm bbrpa bagian Alkitab, disebutkan Tuhan itu melihat hati. Penampilan luar mudah untuk diubah, tp bagian dlm yaitu hati, kemurnian hati sulit utk dipertahankan. Banyak hal yg bisa mengotori hati manusia, kelengahan kita bs membuka celah masuknya kotoran dr luar diri kita. Kedekatan dgn Tuhan ini yg hrs kita jaga, jgn sampai kita tidak bisa lagi utk dipercaya, mengecewakan Tuhan.
Kedekatan dgn Tuhan bkn utk dipamerkan, tp dijadikan teladan dan memotivasi orang lain utk lebih dekat dgn Tuhan, jgn kita jadi batu sandungan bagi org lain.