Gara-Gara Mengejar Uang

DI 17062026

1 Timotius 6:10 ILT3
Sebab akar segala yang jahat adalah cinta uang, yang ketika beberapa orang mendambakannya, mereka telah disesatkan dari iman dan telah menyiksa dirinya sendiri dengan berbagai kepedihan.

Mengejar uang dan mendapatkan banyak, tp mengapa dlm ayat ini mengungkap ada bahaya yg diakibatkannya, sesat dari iman & mengalami siksaan akibat kepedihan.

Apakah dengan menjd kaya, kita pasti akan bahagia? Ini pertanyaan yg seringkali sulit utk dijawab, karena realita bicara ada 2 opsi yaitu: mereka yg kaya tp bahagia, tp ada yg kaya tp tdk bahagia. Tuhan ingin kita hidup berkecukupan bahkan berkelimpahan, tapi diperingatkan agar jgn sampai kita menjadi hamba uang dan cinta uang. Uang hrs kita pandang sbg bagian dr berkat Tuhan untuk semua org Kristen, di samping ada berkat kesehatan, umur panjang, dsbnya. Sering kita dengar, hrs mengasihi sumber berkat, bukan berkatnya, jadi jgn sampai hati kita trs mengikuti ke mana uang kita pergi, ada ayatnya: “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Matius 6:21). Di hati kita, apakah uang dan harta amat besar pengaruhnya terhadap suasana hati? Tidak mudah jujur pd diri sendiri, tapi ada baiknya kita menyelidiki hati kita.

Ingin kaya secara instant, biasanya tergoda jalan yg cepat meraup uang, maka timbullah perbuatan spt korupsi, penipuan, judi, coba ikut okultisme, dsbnya. Dr org baik berubah menjd penipu, pemuja setan, koruptor, jadi bandar judi, dsbnya. Dlm ayat ini: “Harta dari kesia-siaan akan berkurang, tetapi siapa yg mengumpulkan dengan tangannya akan bertambah” (Amsal 13:11 ILT3). Juga ayat ini: Warisan yg diperoleh dgn tergesa-gesa pd mulanya, maka pada akhirnya tidak akan diberkati” (Amsal 20:21). Kalau belum tiba waktunya utk kaya, maka jgn memaksakan diri utk jadi kaya, akibatnya bs menyiksa diri kita dgn berbagai macam kepedihan. Harta habis karena judi, dipenjara karena korupsi, ditangkap polisi karena penipuan, dsbnya. Mau kaya tapi malah tdk bahagia, ini terjadi karena uang yg diperoleh bukan berkat dari Tuhan.

Ingin punya harta berlimpah, itu normal, tdk salah, tp bgmna cara memperolehnya, ini yg perlu dicermati, jgn gunakan cara yg di luar garis berkat Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Gara-Gara Mengejar Uang

Menderita Karena Dicobai

DI 15062026

Ibrani 2:18 ILT3
Sebab oleh-Nya, Dia sendiri telah menderita ketika dicobai, dengan demikian Dia mampu menolong mereka yang sedang dicobai.

Percobaan yg dialami manusia, juga pernah Yesus alami saat Dia ada di dunia ini, tubuh jasnani-Nya sama dgn kita, tetapi Roh-Nya tetaplah Roh Tuhan, bukan roh manusia.

Apakah percobaan itu datang dr si jahat? Ini karena secara psikologis, kita menganggap sebuah percobaan itu hal yg negatif. Tetapi pada kenyataannya, percobaan itu kelihatan si jahat yg melakukannya, tp Tuhan yg telah mengizinkannya. Contoh tentu saja kisah yg Ayub alami, iblis memprovokasi kualitas yg Ayub miliki: “Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu (Ayub 1:11). Jika Tuhan tdk izinkan, iblis itu tdk sanggup menjamah kita dan semua yg kita miliki. Jd pencobaan itu bs iblis yg buat tp atas seizin Tuhan. Contoh lainnya adalah saat Yesus dicobai: “Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun utk dicobai Iblis (Matius 4:1). Nah, pencobaan spt ini, harus kita maknai sbg ‘ujian’ dr Tuhan utk melihat kualitas yg kita miliki, jg bs utk menaikkan level rohani dan berkat kita.

Tetapi ada pencobaan yg dialami dan orang itu sendiri yg tergoda: “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan & kebinasaan” (1 Timotius 7:9). Jd ada jg pencobaan yg terjd karena suatu maksud yg tdk kudus dr org itu sendiri, ini spt org bodoh yg merusak dirinya sndri, jadi iblis hanya ‘menunggangi’ kebodohan orang itu dan pd akhirnya iblis merusak hidupnya dgn membabi buta. Manusia punya nafsu & kemauannya sendiri, jika tdk diimbangi dgn pikiran yg rohani, maka dia cenderung untuk mengikuti hawa nafsu kebodohannya serta pikirannya yg salah, di saat itulah iblis akan menawarkan sesuatu yg ‘instant’, tapi ujung dr semuanya, manusia diperhamba dan jadi pengikutnya hingga mati kekal selamanya.

Pencobaan apa yg sedang kita hadapi? Hrs sabar dan kuat sehingga bisa kuat dan juga menang atasnya, kemuliaan Tuhan pasti jd ujung dr semuanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menderita Karena Dicobai

Menghujat Roh Kudus

DI 13062026

Markus 3:29 ILT3
Namun, siapa saja yang menghujat terhadap Roh Kudus, ia tidak mendapatkan pengampunan selamanya, sebaliknya dia pantas mengalami hukuman kekal.”

Kita sering mendengar ttg menghujat Roh Kudus, tp sebenarnya apa kriterianya? Yang pastinya kita perlu tahu ttg ini, supaya kita jgn sampai melakukannya.

Kata asli menghujat dlm bhsa Yunani ialah blasphēmeō yg berarti menjelekkan, bicara tdk sopan, menghujat, memfitnah, mencaci maki, berbicara jahat. Sederhananya begini: bicara yg tdk benar ttg Roh Kudus, sebuah kebohongan ttg Roh Kudus, mengatakan yg sebaliknya ttg pribadi Roh Kudus, berbicara memfitnah Roh Kudus dgn tujuan yg jahat. Dosa menghujat Roh Kudus ini tidak dapat pengampunan sama sekali, hukuman kekal menanti org yg melakukannya. Mgkin bnyk yg bertanya: apa ini berarti Roh Kudus lebih tinggi dan mulia dr Yesus? Ini muncul saat baca ini: “Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak (Matius 12:32).

Bapa, Yesus, dan Roh Kudus jgn dipahami 3 pribadi yg berbeda, Tuhan itu Roh, jd tidak memiliki fisik spt manusia. Yesus menjadi manusia karena Dia hrs mati, butuh sebuah tubuh jasmani manusia, karena itulah perlu dilahirkan dr rahim manusia, mengalami yg manusia alami. Mengambil rupa seorang hamba, hamba inilah manusia di hadapan Tuhan, jadi ketika Yesus dlm rupa manusia, Dia itu: “Namun kita melihat YESHUA yang dimahkotai kemuliaan dan hormat, setelah dibuat sedikit lebih rendah daripada para malaikat melalui penderitaan kematian, sehingga dalam anugerah Elohim Dia dapat merasakan kematian ganti semua orang (Ibrani 2:9 ILT3). Jd ada saat singkat Yesus sedikit lebih rendah saat Dia menuju waktu kematian-Nya, tp kemudian kembali pada keadaannya semula, satu kesatuan dengan Bapa dan Roh Kudus.

Jgn pernah kita menghujat Roh Kudus, itu dosa tidak terampuni, keselamatan hilang kalau kita melakukannya, bangun dasar dr iman kita yg sejati.

Posted in Renungan | Comments Off on Menghujat Roh Kudus

Mengundang Takjub

DI12062026

Markus 1:31-32
Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.
Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.

Awalnya hanya ingin menyembuhkan seorg saja yaitu ibu mertuanya Petrus, tetapi yang terjd kemudian banyak org datang utk minta dilayani oleh Yesus.

Zaman skrg jg masih terjd, hamba Tuhan yg punya karunia kesembuhan & mengusir roh jahat biasanya lebih terkenal dan dicari oleh banyak jemaat utk minta dilayani. Sudah spt dokter atau paranormal saja, hal ini kadang bukan maunya si hamba Tuhan sebenarnya, tapi jemaat memang yg membutuhkan dia utk disembuhkan dan dipulihkan. Tapi kita jg hrs ‘buka mata’, ada oknum hamba Tuhan yg katanya ‘sakti’ itu ternyata bekerja sama dgn dunia okultisme, bisa menyembuhkan, mengusir roh jahat, tp kuasanya itu bukan dr Tuhan, tp dr iblis dan anak buahnya. Dlm Alkitab, kuasa Yesus diragukan: “Tetapi ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dgn kuasa Beelzebul, penghulu setan (Lukas 11:15). Jadi memang kita perlu utk waspada, jgn hanya ingin sembuh saja, tapi berdoa pd Tuhan sblum minta dilayani oleh si hamba Tuhan itu.

Karunia kesembuhan dari Tuhan, tp oknum hamba Tuhan memanipulasinya utk dapat keuntungan dr situ, bs jadi alat jadi viral dan populer, bs meminta ‘bayaran’ dg atas nama persembahan sukarela atau PK, dsbnya. Jd hamba uang pd akhirnya, jgn lupa bhw satu saat Tuhan meminta pertanggung jawaban dr pelayanan yg kita lakukan, kalau didapati suatu penyelewengan prakteknya, motivasi serta kemurnian hatinya, bukan upah yang diterima, tp hukuman Tuhan segera terjadi, manusia tdk tahu isi hati dan pikirannya, tp Tuhan tahu semuanya, tak bisa dikibuli dan dibohongi dgn cara apapun. Lolos di dunia tp tak mgkin lolos dr pengadilan Tuhan yg adil. Cinta uang kadang menutupi rasa yang seharusnya ada, yaitu takut akan Tuhan, yg penting hidup kaya di dunia, terkenal, dipuja puji, dsbnya. Hati-hati dalam minta dilayani oleh seorg hamba Tuhan, bertanya dulu pd Tuhan dan informasi dr sumber terpercaya.

Pelayanan Yesus bs selesai karena hati-Nya murni, melayani penuh kasih dan tidak ingin mencari keuntungan, teladani pelayanan dr Yesus sbg standart pelayanan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengundang Takjub

Menenangkan Hati

DI 11062026

Kejadian 50:21
Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga.” Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya.

Yang dikiranya Yusuf akan balas dendam pd diri mereka akibat yg mereka lakukan, tetapi justru yg didengar adalah sebuah janji yang sangat menenangkan hati.

Perkataan yg menenangkan hati, ibarat saat sangat haus, diberi minuman dingin segar & banyak. Minum sedikit tentunya ‘tanggung’, minum tapi dahaganya belum hilang, atau makan tapi tdk kenyang, rasanya rasa lapar blm hilang jg. Perkataan yg masuk sampai ke dlm hati tentunya punya nilai tersendiri bagi org itu, apakah itu pujian yg menyentuh hati, atau suatu perkataan yg menyakitkan. Tapi pasti semua org inginnya mendengar yg menyenangkan, mgkin yg paling bernilai adalah kata yg jujur, walaupun kadang tidak semua kata jujur itu menyenangkan, bahkan mgkin menyakitkan tahu kenyataan yg ada. Yusuf menenangkan semua saudaranya dg perkataannya serta janji memelihara hidup mereka dan keluarganya di saat kelaparan & bencana sulitnya pangan melanda seluruh bumi pd saat itu. Seharusnya jg perkataan kita berisi ttg hal serupa itu.

Namun yg terjd justru sebaliknya, tak jarang kita melontarkan perkataan yg tajam untuk melukai hati org lain. Ada yg menganggap org lain spt ‘tempat sampah’, pembuangan kesal dan jengkel dlm hati. Tdk ada alasan sebab akibat, tiba-tiba ngomel tidak karuan, yg dengar jadi bingung, ada yang terpancing emosinya, terjadilah cekcok mulut berujung pd kekerasan fisik, bahkan ada yg berakhir dgn tindak kriminal hingga pembunuhan. Jd kita hrs berhati-hati, baik org lain yg bicara dg sembarangan, jangan terpancing emosi, atau kita yg berkata-kata, jangan kelewatan dan kasar, tdk semua org senang ditegur & dibongkar kebohongannya. Perlu lihat wkt dan situasinya, kpn tepatnya kita berbicara atau tunggu situasi mereda, kalau dipaksa, mgkin terjd hal yg tdk diinginkan, hubungan baik bisa putus dan tak jarang dilaporkan ke polisi sbg perbuatan yg tdk menyenangkan, pencemaran nama baik.

Hindari berkata-kata sembarangan, jangan sampai kita terjerat oleh perkataan sendiri, apalagi media sosial memudahkan semua diviralkan, org menanti celah kesalahan kita dan memanfaatkannya utk mencelakai kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menenangkan Hati

Kematian Yang Mudah

DI 10062026

Kejadian 49:33 (TB)
Setelah Yakub selesai berpesan kepada anak-anaknya, ditariknyalah kakinya ke atas tempat berbaring dan meninggallah ia, maka ia dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.

Kejadian 50:26 (TB)
Kemudian matilah Yusuf, berumur seratus sepuluh tahun. Mayatnya dirempah-rempahi, dan ditaruh dalam peti mati di Mesir.

Yakub dipermudah saat kematiannya, bisa disaksikan anggota keluarganya, masih bisa memberkati keturunannya dan memberikan pesan-pesan terakhirnya.

Demikian jg Yusuf, dia sempat berpesan pd semua saudaranya ttg apa yg hrs dilakukan setelah dia mati. Di sini ada kesamaan yang kita lihat bhw keduanya tahu ttg waktunya utk mereka meninggal itu sdh dekat, dapat mempersiapkan segalanya sblum nantinya mereka meninggal. Yakub terakhir sebelum dia meninggal, mengangkat kakinya naik ke ranjang, berbaring, lalu saat itu jg pergi utk selamanya. Kematian yg indah, semua org mgkin berharap bhw saat kematian mereka itu ada keluarga yang menemani, semua hal dipersiapkan dan dipesankan, tdk sakit dan pergi dengan damai. Sayangnya, tdk semua org bs spt itu, ada yg mati karena sakit, ada karena kecelakaan, bahkan dibunuh, bahkan org yg dikenal baik seumur hidupnya, dapat mengalami sebab kematian yg tdk normal, agaknya ini memang misteri dan rahasia yg milik Tuhan.

Yusuf berumur 110 tahun ketika meninggal, tapi dia lebih dulu yg meninggal drpd semua saudaranya. Anggapan bhw kenapa orang baik itu ‘lebih cepat’ dipanggil Tuhan, mgkin sedikit ada benarnya, mgkin karena Tuhan masih memberi kesempatan org jahat utk bertobat, jadi diberi umur yang lebih. Hal ini hanya teori perenungan saja, bkn firman yg tertulis di Alkitab. Jadi berapa usianya saat seseorg itu meninggal, hanya Tuhan punya kuasa untuk menentukannya. Umur pendek atau mati muda seringkali diangggap suatu kutuk atau ‘tuaian’ dr yg dilakukannya waktu masih hidup. Kenapa Yesus hanya berumur tdk lebih dr 34 tahun? Ada baiknya kita jgn menghakimi org yg mati muda, perhitungan itu Tuhan yg tahu, Dia yang beri jatah umur, jgn menambah beban pikiran keluarga yang sedang berduka.

Bersyukurlah kalau nantinya kita bisa juga meninggal dengan damai dan berpesan pd keluarga, ini sebuah anugerah yg besar dan tak ada salahnya berharap kita mengalami itu pd saatnya nanti tiba.

Posted in Renungan | Comments Off on Kematian Yang Mudah

Bersyukur Itu Kehendak Tuhan

DI 09062026

1 Tesalonika 5:18 ILT3
Mengucap syukurlah dalam segala hal, karena inilah kehendak Elohim dalam HaMashiakh YESHUA bagi kamu.

Kadang kita berpikir bhw bersyukur itu satu kewajiban yg kita lakukan utk Tuhan, suatu perintah dlm Alkitab, tp kita lupa utk paham mengapa kita hrs bersyukur.

Ternyata bersyukur itu kehendak Tuhan, yg dlm bahasa sehari-hari, bersyukur itu suatu mau-Nya Tuhan, Dia senang kalau kita bisa bersyukur. Dlm ayat ini khususnya, kita hrs bersyukur dlm segala hal, bukan dlm semua keadaan. Kita terbiasa mengerti firman bhw bersyukur dlm segala keadaan: situasi yang baik atau buruk, suka dan duka, kuat serta lemah, dsbnya, pokoknya ya disuruh untuk bersyukur oleh Tuhan, ya hrs bersyukur. Tp ternyata Tuhan mau kita paham, bersyukur dgn dasar tahu apa yang disyukuri, bkn asal mengucap kata syukur. Tak tahu alasannya apa, pokoknya bersyukur saja, ini alasan yg (maaf) bodoh! Kita berjalan saja hrs sudah tahu mau jalan ke mana, ke restoran sudah tahu mau makan apa, maka seharusnya utk alasan knp kita bersyukur itu hrsnya sudah melewati perenungan panjang, bkn karena kebiasaan/ritual rohani.

Yusuf anak Yakub, tdk asal bersyukur, tetapi paham dasar apa yg membuatnya memilih utk bersyukur: “Maka sekarang, bukan kamu yg menyuruh aku ke sini, melainkan Elohim, dan Dia telah menempatkan aku sbg bapak bagi Firaun, tuan atas seluruh isi rumahnya, dan penguasa atas seluruh Tanah Mesir. (Kejadian 45:8 ILT3). Hal bgmna dia sampai ke tanah Mesir dan menyiapkan semuanya, dia tahu bhw Tuhanlah yg menyuruh, bukan semata akibat kejahatan para saudaranya. Kadang pikiran kita dangkal dan sempit, jika Tuhan menyembuhkan kita, apa tujuan Dia? Sekedar menyembuhkan? Kalau Tuhan dgn kehendak-Nya memberkati berlimpah, apa tujuan Dia? Supaya bs memenuhi yang kita butuhkan dan warisan anak cucu? Pasti ada yg lebih jauh dr itu! Yg kita syukuri cuma Dia sembuhkan dan memberkati berlimpah, ini bersyukur yg dangkal dan sempit!

Mengetahui tujuan Tuhan sehingga kita sdh atau sedang alami sesuatu, butuh satu wkt perenungan dan kadang baru kita tahu saat kita melihat kemuliaan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bersyukur Itu Kehendak Tuhan

Berdamai Dengan Berbuat Baik

DI 08062026

1 Tesalonika 5:13-15 ILT3
Bahkan untuk menghargai mereka setinggi-tingginya dalam kasih, karena pekerjaan mereka. Berdamailah di antara kamu sendiri!
Dan kami menasihati kamu, hai saudara-saudara, peringatkanlah mereka yang tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, topanglah mereka yang lemah, bersabarlah terhadap semua orang.
Perhatikanlah, supaya tidak seorang pun yang membalas kejahatan ganti kejahatan kepada seseorang, sebaliknya kejarlah selalu apa yang baik, baik seorang terhadap yang lain, maupun terhadap semua orang.

Hidup kita bersama dengan yg lain terbagi menjd 2 jenis: hidup dgn sdr seiman (hidup berjemaat dan satu tubuh Kristus), dan juga hidup sbg masyarakat pd umumnya (semua orang).

Dlm hidup berjemaat, kita berhubungan dgn beragam latar belakang orang status sosial, pendidikannya, budaya, dsbnya. Yg mungkin mudah terlihat adalah perbedaan status di dlm hal miskin dan kaya, semua org berhak dan berkewajiban sama sbg warga gereja, berhak dilayani gembala dan stafnya, tetapi punya kewajiban jg untuk turut membangun keharmonisan dalam kehidupan berjemaat serta dlm dunia pelayanan. Hal ini bisa kita lihat dlm ayat renungan kita: menghibur, lalu memperingatkan, menopang dan bersabar, karena tdk ada org yg sempurna, kadang dia berkarakter baik tp miskin, kadang dia orang kaya tetapi memilih-milih org yg bs bergaul dgn dia, kadang dia orang berhikmat tetapi kurang mampu berkoordinasi, dsbnya. Dlm keadaan inilah, tiap warga gereja hrs sadar dan mempraktekkan firman Tuhan dengan utuh, tdk menurut versi sendiri.

Tak jarang ada timbul perselisihan, banyak alasan yg menyebabkannya, bila tdk cepat ditangani, bs timbul perbuatan jahat, tetapi yg tdk kalah jahatnya adalah perkataan yg verbal berisi caci maki, fitnah, gosip, hingga kutuk mengutuk. Kejarlah damai, dgn tidak membalas kejahatan dgn kejahatan jg. Dlm tingkat kedewasaan rohani yg berbeda, bisa timbul pemikiran dan dogma pribadi sesuai dgn apa yg dianggap benar. Misalnya kalau yg jahat dibalas dg yg baik, berarti percuma ada hukum tabur tuai? Memahami ini tidak bs menggunakan logika, org pd umumnya yakin adanya ‘karma’, kalau berbuat jahat ya nanti menuai yg jahat, tapi dlm iman Kristen tentu saja Tuhan yg paling berhak penuh di dlm hal memberi balasan, Dia pasti dengan tanpa perlu diragukan akan membalas yang org lakukan, tapi Dia ingin umat-Nya jangan hatinya penuh dgn kejahatan, karena itulah Dia mengajarkan utk membalas yang jahat dengan yg baik, hidup dengan damai.

Balasan dr Tuhan pasti akan diterima oleh tiap orang sesuai dgn perbuatannya, yg Dia inginkan supaya kita menjaga kemurnian dr hati kita, jgn ada kejahatan di dlmnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Berdamai Dengan Berbuat Baik

Bersalah Atau Tidak

DI 06062026

Matius 12:7 ILT3
Dan jika kamu sudah memahami apa artinya: Aku mengingini kemurahan dan bukan kurban, –maka kamu tidak akan pernah menghukum mereka yang tidak bersalah.

Bersalah menurut penilaian manusia, belum tentu itu bersalah menurut penilaian Tuhan, ini yg terjd pd kisah ini, ttg yg boleh dan yg tdk boleh dilakukan saat hari Sabat.

Tuhan memberikan hukum tertulis tentang semua segi hidup manusia dan hubungan dgn Tuhan, Dia memberikan hukum Taurat bagi bangsa Israel, kita sbg org Kristen yang bkn Yahudi (Gentile), tdk terikat dgn hukum Taurat, tetapi bbrpa bagian dari hukum itu, ada yg patut diperhatikan dan dilakukan dlm hidup kita, misalkan bgmna menghormati Tuhan dan orgtua, jgn membunuh, dsbnya. Intinya apa yg ada dlm Alkitab yaitu PL dan PB, hrs kita lihat sbg satu kesatuan yg isi di dlmnya adalah firman Tuhan. Menentukan sesuatu boleh atau tidak, benar atau salah, patut atau tdk patut dilakukan, dsbnya, hrs mengacu pd ayat-ayat dlm Alkitab. Namun terkadang terjd perbedaan tafsiran, hal ini mengakibatkan perbedaan pandangan ttg sesuatu yg masih perlu diperiksa, yg satu bilang boleh, yg lain bilang itu salah.

Sederhananya saja, ikuti apa yg gereja yang kita berjemaat di sana tetapkan, doktrinnya, aturannya, dsbnya. Jika merasa sejahtera, berarti itu sesuai dgn hati nurani. Bolehkah kita tdk mengikuti doktrin di gereja kita? Hal ini kembali pd pertimbangan personal tiap org, jika dianggap perlu, konsultasikan dgn org yg telah mendalami Alkitab, berdiskusi dan keputusan akhir tetap di tangan kita. Yg penting doktrin mengenai keselamatan, itu jangan sampai menganggu iman kita: ‘Ujilah segala sesuatu, pegang eratlah apa yg baik! (1 Tesalonika 5:21 ILT3). Jgn terbiasa hanya mengikuti karena sdh diajari turun menurun, bukan berarti kita kritis, tp memahami dgn benar apa yg kita lakukan spya tdk terjatuh dlm pengajaran yg sesat dan doktrin yg tdk sesuai dgn iman Kristen dan Alkitab. Harus teliti dan terbuka pikiran kita utk sesuatu yg benar menurut Tuhan.

Jgn menghakimi, karena masih banyak hal yg blm kita pahami, menurut manusia blm tentu sama dgn pandangan Tuhan, jangan cepat berkomentar, ujilah dulu.

Posted in Renungan | Comments Off on Bersalah Atau Tidak

Tidak Semena-Mena

DI 05062026

Kejadian 41:40-41 (TB)
Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.”
Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: “Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.”

Khotbah ttg Yusuf biasanya membahas ttg Yusuf yg mengampuni saudara-saudaranya dan membawa ayahnya, Yakub, yg mengira dia telah benar-benar mati.

Padahal ada 2 org yg memfitnah Yusuf dan membuatnya dipenjarakan yaitu Potifar dan isterinya. Potifar itu kepala pengawal istana dan tentu saja jabatan Yusuf setelah Firaun zaman itu mengangkatnya sbg kuasa atas seluruh Mesir, bs dikatakan menjd org ke-2 di Mesir, sangat jauh lebih tinggi. Biasanya org kalau jd penguasa tinggi, ada kebiasaan utk membalas dendam terhadap org-org yg berbuat jahat terhadap dia. Yusuf difitnah & dijahati isteri Potifar dan suaminya, berarti ada kesempatan utk membalas dendam, tp ini tidak Yusuf perbuat, bahkan mgkin sdh tdk terpengaruh lagi oleh kejadian itu. Yang sudah berlalu ya biarkanlah berlalu, yg lebih penting adalah tdk mengisi hati dg dendam kesumat, tdk hidup dlm amarah. Mgkin saja Potifar dan istrinya begitu gemetar melihat Yusuf dilantik oleh Firaun zaman itu, tinggal menunggu pembalasan.

Tp hari pembalasan itu tdk kunjung datang jg, Yusuf sibuk mengurus kerajaan, hal ini tentu melegakan Potifar dan isterinya. Bila dibuat sebuah film, mgkin saja suatu waktu Yusuf bernostalgia ke tempat-tempat yang bersejarah bagi hidupnya, salah satunya ya pasti rumah Potifar, datang sbg penguasa dan pasti Potifar dan istrinya sangat takut dan cemas ketika bertemu Yusuf. Karena ini sekedar perkiraan, mgkin sama kejadiannya spt rekonsiliasi Yusuf & semua saudaranya, yg ada hanya rasa haru dan damai. Kadang org berusaha merasa damai, tp belum mau untuk membuang dendam dan memberikan pengampunan. Memang tidak mudah untuk mengampuni, tp bkn berarti itu mustahil utk dilakukan. Kembali pd kesadaran dan minat orgnya, bersedia mengampuni & berdamai atau tdk, bkn tdk mampu, tp ini ttg maukah utk berdamai atau tdk.

Kekuasaan itu kepercayaan yg Tuhan beri pd kita, jgn gunakan utk bertindak secara sembarangan dan mengikuti nafsu sesaat, supaya jgn menyesal nantinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Semena-Mena