DI 07022026
Matius 23:2-3
“Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
Pengajaran ttg Taurat memang diajarkan dgn benar oleh para ahli Taurat dan orang Farisi, tapi mereka tdk melakukan apa yg mereka ajarkan.
Sebelumnya hrs dipahami demikian: kalau hanya melakukan sebagian hukum Taurat, ini diperhitungkan blm melakukannya, krna tdk boleh ada yg diabaikan, semuanya hrs dilakukan. Ttg persepuluhan, ahli Taurat & org Farisi memang melakukannya, tapi ada bagian dr hukum Taurat lain yg diabaikan. Hal ini terlihat dr ayat-ayat selanjutnya, itu yg menjadi teguran Yesus buat mereka. Di zaman skrg, mgkin ayat ini mengingatkan kita utk para pemimpin gereja, khususnya yg mengajar jemaat: pengkhotbah, ketua komsel, dan org-org yg sering sharing ttg firman Tuhan. Sekali lagi: ini oknum, BKN keseluruhan. Dlm Alkitab, Yesus memuji seorg ahli Taurat jg, jadi kita tdk boleh utk menyamaratakan sekelompok langsung, tp perorangan atau oknum. Lihatlah yg mrka ajarkan itu, mereka sndri lakukan atau tdk.
Berhentilah hanya menjd pengkoleksi atau fans dr pengkhotbah, kita dengar khotbah bukan sbg ‘juri: “Oh, pengkhotbah A sangat teologis, pengkhotbah B bagus karena ada humornya, pengkhotbah C bagus karna dia ganteng atau cantik …”. Kita dengar firman Tuhan utk mempraktekkannya dlm hidup keseharian kita. Suka dgn materi khotbah atau gaya membawakannya itu normal, tp kalau cuma utk dinilai, itu motivasi keliru. Pengajaran dlm khotbah menang perlu utk diuji, diteliti apakah Alkitabiah atau tdk, tapi setelah itu jgn berhenti, praktekkan yg baik dan Alkitabiah. Pengkhotbah tetaplah org biasa, bs berbuat salah bahkan jahat, jgn mengidolakannya. Praktekkan pengajaran yg benar, Tuhan yg menilai kita, ini penting dan yg esensi. Masuk surga tdk ikut-ikutan org lain, kita sndri yg dihakimi Tuhan scra perorangan.
Pengajarannya bagus tp blm tentu sesuai Alkitab, bagus blm tentu Alkitabiah, yang selanjutnya adalah bukan jadi pendengar yg baik tp pelaku firman yg setia.