DI 02112026
Matius 23:34
Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota,
Musuh bs jadi sahabat bila punya lawan yg sama, ini yang terjd di antara golongan para ahli Taurat, golongan org Farisi dan juga org Saduki.
Dlm hal Yesus, mereka ‘satu kata’ bhw hrs segera menyingkirkan Yesus, karena sudah mengancam identitas mereka sbg kaum yg dihormati. Tapi sebenarnya, mereka punya perbedaan, sebut sajalah dlm hal doktrin yg mereka pegang. Keadaan gereja zaman kini pun tdk jauh berbeda, knpa muncul banyak sonode? Salah satunya adalah perbesaan di dlm hal doktrin yg dipegang, tak jarang krna tidak sesuai doktrin dgn prinsip pengajaran yg diyakini, sebuah golongan dlm keluar dr gereja atau bahkan sinode yg sebelumnya. Ada yg bergabung dgn gereja lain yg dinilai punya doktrin yg sepaham, atau ada yg juga membentuk sinode baru. Karena itulah dlm gereja, perpecahan dinilai tdk selalu negatif karena menunjukkan adanya kesadaran dlm hal berdoktrin, tdk begitu saja menerimanya karena faktor turun menurun dr generasi yg sebelumnya.
Ayat di atas memang terdengar ‘ngeri’ krna ternyata mereka akan membunuh sebagian dr org-org yg dinilai religius, juga menyesah di rumah-rumah ibadat. Karena beda doktrin maka rumah ibadat menjd tempat keributan demi sebuah ‘doktrin yang benar’. Dulu kita mgkin menganggap gereja sbg satu tempat yang kudus, pengelolanya jg org kudus, skrg ini mgkin sudah tdk spt dulu lagi, gereja spt tempat biasa spt tempat umum lain, gereja layaknya sebuah tempat konser yg selalu menekankan soal materi. Tentu ini tempat atau gereja tertentu saja, masih ada gereja yg menjaga suasana kudusnya dgn rapih & baik. Namun apakah karena beda doktrin ini hrs ributnya di gereja? Tidak adakah tempat lain utk menyelesaikan masalah ini? Suatu tempat ibadah harusnya dijaga suasana yg kudusnya, sakralnya, karena Tuhan hadir di dlm tempat kudus-Nya.
Beda doktrin tentu tetap hrs saling hormat dan menghargai, tdk setuju dgn doktrin yg ada bukan berarti kita punya hak utk dapat menghakimi org lain.