Faktor Tuhan

DI 25062015

1 Samuel 1:5 NKJV
But to Hannah he would give a double portion, for he loved Hannah, although the Lord had closed her womb.

Tapi terhadap Hana, dia mau memberi sebuah porsi ganda, karena dia mencintainya, sekalipun Tuhan telah menutup rahimnya.

Tdk selalu sesuatu yg ‘buruk’ itu asalnya dr dosa atau perbuatan iblis, spt apa yg dialami Hana, ibu Samuel, sejak pernikahannya, dia tdk hamil-hamil jg, krna ternyata Tuhan yg menutup rahimnya.

Mandul tentunya bkn sesuatu yg diharapkan oleh wanita yg telah menikah, mandul pd zaman itu dikaitkan dg kutuk yg menimpa, ini suatu hal ‘buruk’ bagi Hana. Mengapa Tuhan menutup kandungannya? Hanya Tuhan yg tahu alasannya.

Utk bs memahaminya, kita lihat contoh ini: mengapa di setiap perlintasan rel kereta api selalu ada palang yg diturunkan menjelang melintasnya kereta api? Tujuannya spya tdk terjd kecelakaan antara kereta api dan kendaraan lain yg menyeberangi perlintasan rel kereta. Jd sesuatu yg ‘ditutup’ Tuhan pasti ada alasannya, walaupun mnrut kita itu ‘buruk’.

Spt Hana yg kemudian rahimnya dibuka Tuhan, apa yg Tuhan ‘tutup’ sblumnya, jika dipandang baik oleh Tuhan, bs ‘dibuka’. Tentunya ada sesuatu dr diri kita yg kita lakukan sesuai dg ‘tuntutan’ yg Tuhan minta. Tujuan mengapa sesuatu Tuhan ‘tutup’ bs spya kita bljar sesuatu, atau memang ini tentang ‘waktu-Nya’ Tuhan, spt palang rel kereta api, yg Dia ‘tutup’ itu ternyata utk kebaikan kita jg.

Jgn kita menyalahkan Tuhan, semua yg Dia tentukan dlm hidup kita itu yg terbaik bagi kita, skrg mgkin kita blm sadar, nanti ketika semuanya sdh terjd, br kita mengerti dan malah bersyukur utk itu. Mengeluh dan protes hanya membuat kita menjauh dr Tuhan, belajar menerima ketentuan Tuhan dan jalani semuanya dg ucapan syukur. Tdk selalu itu krna kesalahan kita, ada jg memang Tuhan yg ‘mengatur’ semuanya, yg ‘buruk’ bagi kita mgkin justru ‘baik’ di pemandangan Tuhan. Tuhan jauh melihat ke depan, dan Dia ingin kita bahagia.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.