Kehilangan Tuhan

DI 29062015

1 Samuel 4:21 NKJV
Then she named the child Ichabod, saying, “The glory has departed from Israel!” because the ark of God had been captured and because of her father-in-law and her husband.

Kemudian dia menamai anak itu Ikabod, katanya: “Kemuliaan telah pergi dari Israel!” karena Tabut Tuhan telah direbut dan karena ayah mertuanya dan suaminya.

Kalau baterai smartphone kita habis atau rusak, secanggih apapun smartphone yg kita punya tdk bs kita gunakan. Demikian jg manusia, sehebat apapun dia, tanpa Tuhan, semuanya sia-sia.

Ukuran sukses sesungguhnya bkn tentang hidup sukses selama di dunia, namun kesuksesan kekal yg menjd tolak ukurnya: sukses masuk surga atau gagal alias masuk neraka. Sukses di dunia cm puluhan tahun, tp sukses di surga itu selama-lamanya.

Iblis ingin kita gagal masuk surga. Caranya macam-macam, mulai cara halus hingga frontal. Sebagian dibuat mabuk kekuasaan dan harta, sebagian dibuat menjd manusia ‘super’ shga pikiran kita di’cuci’ dg pengajaran bhw kita bs melakukan apa saja shga kita mulai berpikir bhw tdk perlu Tuhan lagi.

Bermain ‘games’ itu kalau sdh kita nikmati susah berhentinya, lupa waktu bahkan lupa lapar, hingga lupa berdoa pd Tuhan. Bnyk hal lainnya bs iblis gunakan utk kita menjauh dr Tuhan dan hanya mengejar kesenangan yg fana. Semua org pasti akan mati, muda atau tua, setelah mati lalu bgmna? Tuhan yg akan berurusan dg kita nantinya, kita tetap butuh Tuhan.

Jgn sampai kita kehilangan Tuhan dlm hidup kita, apapun yg sdg kita alami, jgn tinggalkan Tuhan. Tuhan jg tak ingin kehilangan kita, utk itulah Dia menyelamatkan kita dr hukum dosa dan maut. Teruslah berusaha membangun hubungan yg baik dg Tuhan, ‘paksakan’ diri utk tetap berdoa dan beribadah, disiplin menghasilkan ketekunan dan ketekunan menghasilkan jalan menuju keberhasilan dan kebahagiaan. Atur jam doa dan ibadah dg baik, sediakan waktu utk Tuhan, latih diri kita tetap pny kerinduan utk mendekat pd Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.