Doa Juga Libur?

DI 18072015

Kisah Para Rasul 10:2 NKJV
a devout man and one who feared God with all his household, who gave alms generously to the people, and prayed to God always.

seorang yang saleh tulus dan takut akan Tuhan bersama seisi rumahnya, yang memberi sedekah dengan murah hati pada orang-orang, dan selalu berdoa pada Tuhan.

Liburan memang waktunya santai, tapi bkn berarti tdk berjaga-jaga. Si iblis akan selalu mengintai kita, dan iblis tdk ‘libur’, itu sebabnya kita hrs selalu berdoa.

Bangun siang, yg dipikirkan cuma kuliner dan anak-anak hrs ‘happy’, hari ini mau begini begitu, doa cuma saat mau makan, itupun kalau ingat, sampai malam akhirnya ngantuk dan lgsg tidur tanpa doa. Mau pergi jg tdk doa.

Apa yg terjd saat kita tdk berdoa walaupun biasanya kita sering berdoa? Itu spt kita lupa mengunci gembok dan pintu rumah, biasanya terkunci, kali ini tdk, maka kalau pencuri masuk, itu salah kita sndri. Jgn kaget kalau habis liburan ada saja kejadian yg tdk diharapkan, anak sakit tiba-tiba, hampir atau terjd kecelakaan saat pergi atau pulang, bisa terjd ribut atau ‘cekcok’ krna hal sepele, hingga ada si jahat yg ‘nempel’ dan ikut pulang, dsbnya. Tentu kita tdk mengharapkan ini terjd saat kita berlibur dan sesudahnya.

“Sedikit-sedikit berdoa, emangnya mau jd pendeta, sok rohani banget sih?”

Berdoa tak ada hubungannya dg mau jd pendeta atau tdk, tp berdoa itu hrs selalu dilakukan, krna itulah cara kita utk selalu terhubung dg Tuhan. Dlm doa kita minta perlindungan Tuhan, kita diberitahu Tuhan kalau iblis merencanakan sesuatu yg jahat hr itu, jd kita bs mengantisipasinya segera shga tdk terjd hal yg buruk.

Liburan bkn berarti mengendorkan waktu doa kita, mgkin kita mengendorkan ikat pinggang krna bnyk kuliner, tp jgn hilangkan waktu doa kita, Tuhan memang melindungi kita, tp kalau kita sndri keluar dr batas perlindungan Tuhan, kita ada dlm bahaya besar. Tdk berdoa berarti keluar dr batas perlindungan Tuhan.

Sudah berdoa?

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.