DI 21072015
Roma 15:14 NKJV
Now I myself am confident concerning you, my brethren, that you also are full of goodness, filled with all knowledge, able also to admonish one another.
Kini diriku sendiri yakin mengenai kamu, saudaraku, bahwa kamu juga penuh dengan kebaikan, diisi dengan semua pengetahuan, mampu juga untuk memperingatkan satu sama lain.
Ayat ini memberi 2 syarat bagi seseorg yg punya kemampuan utk menasehati dan memperingatkan seseorg yaitu : penuh dg kebaikan dan pny semua pengetahuan. Sederhananya adalah org yg baik dan cerdas.
Jd bkn baik dan tulus, kalau cuma sekedar baik dan tulus, kita hanya jd pendengar yg baik saja, blm mampu utk memberi solusi dan nasehat. Bkn juga cerdas dan tegas, kita bkn ‘hakim’ bagi sesama kita, tp kita hrs baik dan cerdas utk menasehati sesama kita.
Penuh dg kebaikan berarti bnyk kebaikan yg tersimpan dlm diri kita yg bisa kita lakukan utk siapa saja, setiap ada kesempatan berbuat baik maka kita gunakan dg baik. Jd bkn sekali dua kali berbuat baik tp trs berbuat baik. Kita dikenal org melalui perbuatan baik. Baik jg berarti tdk ada pikiran dan niat jahat, tdk mengambil keuntungan dr situasi yg org lain sdg hadapi.
Baik saja blm cukup tp hrs pny pengetahuan yg bnyk, krna perlu analisa yg tepat utk mengetahui akar sebuah masalah yg ada. Tahu apa yg hrs dikatakan, memberi jawaban yg diperlukan dan bs membimbing org itu kembali pny semangat dan keberanian utk menghadapi masalah yg ada. Bkn cuma menegur tp bs mengarahkan utk melakukan yg seharusnya. Menjd seorg yg bijaksana.
Trs belajar dan menjd pribadi yg dikenal baik memang seharusnya menjd sesuatu yg trs kita lakukan bila ingin menjd berkat bagi bnyk org. Bkn cuma menjd ‘teman curhat’ tp bs menjd ‘teman sepenanggungan’ dlm situasi apapun. Setiap org butuh support dr org lain, ketika di saat lemah dan berbeban berat, kehadiran org yg mendampingi sangat berarti utk menguatkan mental. Tuluslah dlm menolong sesama.