Sudah Diberitahu

DI 11092015

Matius 26:75
Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Penyesalan selalu muncul setelah terjd sesuatu yg tdk kita harapkan, apalg sebenarnya telah diberitahu bahwa yg kita sesali skrg mgkin akan terjd, dan ternyata benar terjd. Kita merasa bodoh, kecewa dan mgkin menyalahkan diri scra berlebihan.

Bgmna spya kita tdk menyesal pd akhirnya? Ada bbrpa hal yg hrs kita perhatikan:

Pertama, Jangan remehkan nasehat.

Zaman orgtua kita hidup memang berbeda dg zaman kita hidup. Nasehat orgtua sering diangap ‘kuno’ dan tdk sesuai/singkron lg dg keadaan zaman skrg. Apalg nasehat dr Alkitab yg sdh ribuan tahun lalu ditulis, masih relevan dg zaman ini? Org yg pendidikannya tdk tinggi, perkataannya mgkin sering diremehkan. Pengetahuan dan pengalaman adalah perpaduan bagus utk sebuah nasehat dihasilkan. Org yg berbeda pendpt dg kita biasanya bs melihat dr sisi lain yg tdk kita lihat. Org bijaksana tdk mengabaikan nasehat dr siapapun orgnya.

Kedua, Jangan mudah lupa.

Org yg terlalu percaya diri biasanya tdk begitu mau mengingat apa yg org lain katakan. Merasa mampu dan tdk butuh bantuan org lain. Atau memang ingatannya tdk terlalu tajam, sering lupa dan tdk biasa mencatat apa yg penting dan hrs disiapkan. Mgkin jg selalu berpikir ‘gampangan’, semuanya dianggap mudah krna sdh terbiasa dan sering melakukannya. “Jgn ada yg ketinggalan, periksa lg semuanya, lengkap ngak?” Ini sering kita dengar.

Ketiga, Jangan salah memilih dan ambil keputusan keliru.

Mengikuti kata hati tdk selalu benar, apalg kalau sdg ‘galau’ dan serba salah. Terburu-buru memilih sering menghasilkan sesuatu yg salah. Kurangnya informasi membuat kita bingung dan ragu dlm memilih. Nekad kadang bknlah pilihan yg benar. Berani ambil resiko beda dg nekad, sdh tahu konsekuensinya bila memilih atau mengerjakan sesuatu.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.