Jangan Meniru Yang Jahat

DI 19102015

3 Yohanes 1:11 NKJV
Beloved, do not imitate what is evil, but what is good. He who does good is of God, but he who does evil has not seen God.

Saudara yang terkasih, jangan meniru apa yang jahat, tapi apa yang baik. Dia yang berbuat baik berasal dari Tuhan, tapi dia yang berbuat jahat tidak melihat Tuhan.

Dlm dunia perdagangan kita mengenal istilah ‘imitasi, yaitu barang tiruan yg dibuat sangat mirip dg aslinya, tentu kualitasnya berbeda jauh tp sekilas bila hanya dilihat sangat mirip dengan yg asli.

Kita hidup penuh godaan, salah satunya godaan utk melakukan dosa dan mengikuti hawa nafsu. Melihat org lain korupsi, pny rumah mewah, mobil mewah, jalan-jalan keluar negeri terus, makan di resto mahal, dsbnya, mgkin terpikir utk memakai cara yg sama spya dlm waktu yg singkat bisa jg menikmati yg sama, ada org yg masih bisa menahan diri, ada jg yg akhirnya ikut korupsi jg.

Jgn meniru apa yg jahat, artinya kita hrs tahu dulu bhw hal itu baik atau jahat, sesuai atau tdk dg Firman Tuhan. Setiap org pny kecenderungan utk berbuat dosa, bila sdh ‘gelap mata’, sesuatu yg jahat bs terlihat baik, tdk bs menilai dg benar. Knp ‘gelap mata’? Bisa krna desakan kebutuhan, tekanan dr pihak tertentu atau mgkin krna keserakahan yg ada dlm diri seseorg.

Org yg berbuat jahat itu tdk melihat Tuhan. Kita bs melihat sesuatu jika obyek yg kita lihat masih dlm jangkauan jarak pandang mata, atau ada sesuatu yg menghalangi pandangan mata. Org yg berbuat jahat menganggap Tuhan itu tdk memperhatikan perbuatan jahat yg dilakukannya krna Tuhan diam saja, di dlm hidupnya tdk takut pd Tuhan, bahkan menganggap Tuhan itu tdk ada. Keinginan utk berbuat jahat selalu berkobar dlm dirinya.

Tirulah apa yg baik, coba kita terapkan dlm keseharian hidup kita. Hal yg baik selalu mendatangkan manfaat dan keuntungan bagi lingkungan di sekitarnya. Dlm diri kita yg ada Tuhan dlm hidup kita, pasti akan selalu pny ‘gairah’ utk berbuat yg baik

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.