DI 03112015
Lukas 2:50-51
Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
Dlm hidup kita, bnyk hal yg tdk bs kita pahami ketika itu terjd. Apa sebaiknya reaksi kita? Mencoba cari tahu maksudnya? Tanya hamba Tuhan? Salah satu reaksi yg benar ternyata : menyimpan semuanya dlm hati.
Tentu ini berbeda dg meredam emosi dlm hati lalu suatu saat ‘meledak’ krna hatinya sdh tdk tahan, bkn menyimpan dendam dan kepahitan. Berbeda dg itu. Menyimpan hal yg blm dimengerti dlm hati berarti dg sepenuh hati menantikan Tuhan menjelaskan semuanya. Penjelasan Tuhan itu yg paling tepat, penjelasan hamba Tuhan, org berhikmat dan bijak, bs saja berbeda dg apa maksud Tuhan sebenarnya. Lebih baik berdoa, tanya Tuhan dan nantikan jawaban-Nya.
Saat membaca dan merenungkan Firman Tuhan, kita sering temui ayat atau kisah yg sulit dimengerti. Mencari referensi atau berdiskusi dg org yg lebih memahami Alkitab tentu tdk salah. Namun ada ‘kerugiannya’ yaitu kita tdk terlatih utk menerima pewahyuan dan pengertian dr Tuhan. Sdkit-sdkit tanya org, cari di google, dsbnya, ini membuat kita kehilangan semangat utk menanti pewahyuan Tuhan.
Mgkin kita sdg mengalami situasi yg tdk kita mengerti, bnyk ‘mengapa’ yg tdk kita mengerti, kita mgkin terbiasa curhat dg org yg kita percaya. Cobalah utk mulai spt Maria ibu jasmani Yesus, simpan dulu dlm hati, bertanya pd Tuhan dan nantikan penjelasan-Nya. Tahan diri utk cepat-cepat curhar, curhat pd org yg salah justru bs membuat kita salah bereaksi dan pd akhirnya memperburuk situasi yg sdg terjd.
Ada hal yg scra singkat bs kita pahami maksud dr apa yg sdg terjadi, tp dlm beberapa hal, butuh jangka waktu tertentu br bs kita memahami scra utuh. Di saat kita mempercayakan semuanya dlm kendali Tuhan, kita hrs sabar melihat cara Tuhan bekerja.