Lebih Sekedar Berkata

DI 17112015

Matius 7:21
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Ke-Kristen-an bkn sekedar menyembah Yesus sbg Tuhan, tp tentang hubungan kita dg Tuhan pemilik surga. Tdk sembarang org bs masuk ke surga krna surga bkn tempat yg biasa, bkn tempat ‘murahan’.

Seseorg yg bkn karyawan sebuah perusahaan, akan sangat sulit utk bisa bertemu ‘boss besar’ di ruangan kantornya, dia tdk punya akses/jalur utk menemui sang boss besar. Lain halnya jika dia adalah teman dr anak si boss besar, walaupun bkn karyawan perusahaan itu, tp krna pny hubungan baik dg anak si boss besar, dia pny kesempatan lebih besar bs bertemu si boss besar di ruangan kantornya.

Kita yg menyembah Tuhan Yesus pny akses istimewa bertemu dg Bapa, namun ini hrs didasari oleh hubungan kita yg intim dg Tuhan. Semua org bs mengetuk pintu, namun tdk semua org dibukakan pintu. Apa yg jd persyaratannya?

Salah satu syaratnya adalah melakukan kehendak Bapa di surga. Bapa menghendaki sebanyak mgkin org diselamatkan. Jgn langsung bcra ttg jiwa-jiwa yg blm kenal Tuhan, jgn ‘lebay rohani’, tp mulailah dahulu dr jiwa kita sndri, artinya semasa kita hidup, pastikan kita mengerjakan keselamatan itu dg tekun dan setia. Jgn cuma jd pembicara yg hebat, wujudkan yg kita bicarakan lewat perbuatan nyata.

Kebanyakan org Kristen, Firman Tuhan cuma ada di bibirnya, tp blm ada di tangannya, artinya pintar bicara tp tak ada wujud nyatanya. Bnyk pengkhotbah yg hebat, tp sedikit yg menjd pelaku Firman yg dikhotbahkannya sndri. Bnyk org bcra ttg kasih, tp masih ‘doyan’ menghakimi, menikmati berkat sndrian, kompromi dg keegoisan dirinya, dsbnya. Setiap dr kita akan dimintai pertanggung jwban dr Tuhan utk setiap perbuatan kita. Kita punya akses ke surga, tp hati-hati, sesuai ayat di atas, kalau kita tdk melakukan kehendak Bapa, bkn surga yg kita masuki, tp neraka

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.